
Waktu begitu cepat berlalu, saat ini kandungan Kezia sekarang sudah berjalan 7 bulan. Revano semakin gemas dengan perut istrinya yang semakin membesar. Mereka melakukan acara tujuh bulanan kehamilan Kezia dengan tasyakuran di rumah Rey pada malam hari diadakan pengajian dan besok pagi tradisi dengan adat jawa. Sekarang sudah selesai acara pengajian dan sekaligus tadi ada acara pertunangan Elena dan Keano. Kezia sudah kembali ke kamarnya. Revano lalu menyusul istrinya. Revano membuka pintu perlahan, Revano tersenyum saat melihat istrinya yang masih menggunakan gamis dan hijabnya. Kezia begitu cantik jika berhijab. Saat ini Kezia duduk di sofa dan pandangannya ke arah perutnya yang sudah mulai membesar.
"Anak Mama sudah semakin tumbuh besar kamu sayang. Mama tidak sabar ingin bertemu denganmu nak," ucap Kezia sambil menunduk dan melihat ke arah perutnya. Kezia masih mengusap perutnya dan mengajak anaknya bicara.
"Hmm geli nak, kamu sedang apa di dalam sana? Putri Mama sedang apa sayang?" ucap Kezia terkekeh yang kini tengah merasakan pergerakan anaknya dari dalam perut.
Revano bahagia melihat istrinya sedang berbicara dengan buah hatinya. Dokter juga menyarankan bahwa anak yang masih dalam kandungan harus sering diajak berbicara. Karena hal itu sangat bagus untuk tumbuh kembangnya.
"Sayang....."Revano saat sudah menutup pintu kamarnya dan berjalan mendekati istrinya.
"Ya suamiku," ucap Kezia sambil tersenyum dan menoleh ke arah sumber suara.
Revano lalu menghampiri Kezia dan duduk disamping istrinya. Mereka kini sedang duduk di sofa.
"Dia masih bergerak-gerak di dalam perutmu sayang," ucap Revano sambil memegang perut Kezia.
"Iya sayang, karena aku baru saja mengajaknya bicara," ucap Kezia memberitahu.
"Aku tadi mendengarnya sayang. Makasih ya karena kamu telah mau mengandung anakku," ucap Revano yang lalu mendaratkan kecupannya di kening Kezia.
Seketika air mata Kezia menetes setelah Revano berbicara seperti itu. Revano bingung ucapannya justru membuat istrinya menangis.
"Sayang, kenapa kamu menangis?" Revano lalu menghapus air mata Kezia. Revano kini merasa bersalah, perkataannya membuat istrinya menangis.
"Aku masih ingat saat aku waktu itu tahu aku sedang hamil, aku bahkan tidak mau menerima anak kita. Aku saat itu bertindak bodoh karena mau menghilangkannya dari perutku," beber Kezia yang kini membahas masa lalu.
Kezia masih teringat saat itu dia tengah meminum jus buah nanas yang mengakibatkan pendarahan. Untung saja ada asisten rumah tangga yang mengingatkannya bahwa anak itu titipan dari Allah, sang asistennya bercerita panjang lebar saat itu. Kemudian pintu hati Kezia terbuka. Kezia saat itu berjanji jika anaknya selamat maka dia akan menerima anaknya dan menyanyangi dengan sepenuh hatinya. Akhirnya bayinya masih dapat diselamatkan dan hingga saat ini sampai usia kandungannya menginjak 7 bulan.
"Revano, aku bukan ibu yang baik. Bahkan dulu aku berniat akan menghilangkan nyawa anak kita sendiri," ucap Kezia yang saat ini tengah menangis tersedu-sedu.
Revano lalu meletakkan pecinya di meja dan memeluk istrinya. Revano berusaha untuk menenangkan istrinya. Kezia kini menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.
"Kamu ibu yang baik untuk anak kita, buktinya kamu mau mengandungnya sampai saat ini usia kehamilan kamu sudah berjalan 7 bulan."
__ADS_1
Kezia masih terdiam dan tidak berbicara. Air matanya kini masih menetes dan membasahi baju suaminya.
"Sudah jangan menangis lagi sayang. Yang terpenting sekarang kamu sudah berubah dan menyayangi anak kita. Kamu ibu yang baik," ucap Revano sambil mengusap punggung istrinya.
"Tapi Rev, selamanya aku akan mengingat itu." Kezia lalu melepaskan pelukannya.
"Jangan mengingatnya lagi. Kita harus mencoba melupakan masa lalu yang buruk. Kita akan membuka lembaran baru bersama. Kita akan melewatinya bersama-sama, kamu mau kan sayang?"
Kezia mengangguk pelan.
"Sudah malam sayang, sebaiknya kita tidur karena besok kita masih ada acara."
"Iya sayang."
Revano dan Kezia lalu berganti dengan pakaian tidurnya. Kezia tidur menghadap ke arah suaminya.
...*****...
Di kamarnya Elena tidak bisa tidur. Elena masih melihat cincin yang saat ini melingkar di jari manisnya. Cincin itu sama dengan yang dipakai oleh Keano. Saat ini Elena sudah resmi menyandang status sebagai tunangan Keano. Sebulan lagi mereka akan menikah.
FLASHBACK ON
Setelah ada acara pengajian mereka lalu mengadakan pertunangan dadakan antara Keano dan juga Elena.
"Setelah acara pengajian, para tamu undangan dimohon jangan pulang terlebih dahulu. Keluarga kami ada sedikit pengumuman untuk para hadirin semua. Besan saya yang akan menjelaskannya," ucap Rey sambil menyerahkan mic ke Kenzo.
"Semua yang ada di sini akan menjadi saksi bahwa putra saya, Keano Leonardo akan bertunangan dengan Elena Putri Pratama."
Elena dan Keano pun terkejut. Acara tujuh bulanan Kezia seketika juga menjadi acara pertunangannya. Sedangkan Evan, Luna dan semuanya sudah tahu jika acara pengajian tujuh bulanan kehamilan Kezia sekaligus menjadi acara pertunangan Elena dan Keano secara dadakan.
"Nak, pakaikan cincinnya ke Elena," ucap Sonya.
Mau tidak mau mereka lalu bertukar cincin. Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah.
__ADS_1
"Pernikahan mereka akan segera dilangsungkan bulan depan. Jadi para tamu undangan dimohon untuk mendoakan agar pernikahan mereka berjalan dengan lancar."
Semua tamu undangan mengucapkan amiin secara bersamaan. Reno tersenyum, akhirnya teman kecilnya akan menikah dengan adik dari Kezia yaitu Keano Leonardo.
"Selamat ya Elena, akhirnya kita akan menjadi keluarga."
"Iya, makasih ya Reno," ucap Elena tersenyum kecut.
"Bro, wah akhirnya kamu mau nikah juga," ucap Reno sambil menepuk bahu Keano.
"Iya dong bro. Masa aku harus sendiri terus," jawab Keano.
"Wah, kamu sebentar lagi akan menjadi ayah," ucap Keano kembali saat melihat perut Sandra yang sudah membuncit.
Sandra saat ini usia kandungannya sudah berjalan 9 bulan lebih 2 hari. Tinggal menunggu 8 hari lagi akan melahirkan putranya.
"Iya dong, kan setelah pulang dari bulan madu istriku langsung hamil," ucap Reno dengan jujur.
"Haha, kamu hebat benar. Kak Kezia dan Revano saja yang tidak ada acara bulan madu," ucap Keano sambil meledek Kezia dan juga Revano.
Karena waktu Revano dan Kezia saat itu mereka sebenarnya mendapatkan paket bulan madu di Bali. Tapi acara bulan madu mereka berganti menjadi liburan saja. Revano bahkan bilang kalau piknik di Bali saat itu.
"Mereka kan bulan madu juga di Bali saat itu, iya kan Kezia?" tanya Sandra.
"Kita hanya liburan saja saat itu," ucap Kezia dengan jujur. Sedangkan Revano hanya tersenyum tipis mengingat saat mereka di Bali hanya menghabiskan waktu untuk ke pantai setiap hari.
"Kakak gak ada acara bulan madu saja bisa hamil gitu. Lihatlah perutnya sudah seperti balon, bulat dengan sempurna."
"Keano........" Kezia menatap adiknya dengan tajam. Adiknya selalu meledeknya. Tapi meskipun Keano nyebelin, Kezia tetap sayang sama adiknya.
"Ya itu karena adikku juga bisa gercep seperti Kakaknya," jawab Reno terkekeh.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
Elena tidak menyangka bahwa sekarang sudah bertunangan dengan Keano. Elena besok akan bertemu Keano di acara tujuh bulanan kehamilan Kezia dengan tradisi adat jawa. Elena akan bicara mengenai masalah ini. Mereka dulu sepakat setelah acara tujuh bulanan kehamilan Kezia selesai mereka akan segera menyudahi sandiwara ini. Tapi kenyataannya mereka dikejutkan dengan acara pertunangan dadakan. Mau tidak mau dan karena tidak ingin membuat kedua keluarga malu, akhirnya mereka bertunangan malam ini.