
Setelah fitting baju pengantin. Reno dan Kezia memilih desain undangan pernikahan mereka. Reno membiarkan Kezia memilih sendiri desain undangannya. Kezia memilih desain undangan dengan tinta emas nanti yang buat cover depannya. Kezia juga ingin di cover depannya nanti ada inisial huruf R & K. Kezia mengisi nama siapa saja yang nanti dicantumkan dalam undangan. Kezia menuliskan nama kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya. Setelah Kezia menulis semua nama tersebut lalu gantian kini Reno yang menulis siapa saja yang nantinya akan ditulis dalam undangan tersebut. Reno tidak sadar bahwa nama yang harusnya diisi sebagai mempelai pria adalah namanya sendiri namun Reno isi dengan nama adiknya. Karena pikiran Reno sekarang sedang tidak fokus, pikirannya hanya ada tentang Sandra yang ternyata juga mencintainya.
Reno lalu memberikan apa yang baru saja ia tulis kepada WO. Sang WO tidak mengeceknya terlebih dahulu dan hanya menutup buku tersebut. Sang WO mengira nama yang mereka tulis sudah benar. Karena sebelumnya belum ada kejadian salah ketik nama dalam undangan pernikahan. Mereka mengundang dua ribu tamu undangan. Kemarin Risa dan Sonya sudah memberikan list nama tamu yang akan mereka undang. Sang WO tadi juga menjelaskan bahwa dua minggu sebelum pernikahan sudah akan dipastikan undangan akan sudah tersebar ke semua tamu undangan.
"Baiklah jika sudah selesai kita permisi." Reno lalu berdiri kemudian Kezia mengikut Reno.
"Reno, setelah ini kita akan kemana?"
"Kita akan pulang." Jawabnya singkat.
"Reno, kamu kok cuek sih sama aku? Sebentar lagi kan kita akan menikah dan seharusnya kamu lebih perhatian sama aku."
"Kezia, menyiapkan pernikahan itu butuh berpikir apa yang kurang dan apa yang belum selesai untuk disiapkan dan masih banyak lagi. Kita itu banyak yang harus dipikirkan belum pilih menu catering juga kan kita?"
Kezia terkejut saat Reno bilang seperti itu. Kezia lalu mengangguk pelan. Memang baru fitting baju pengantin saja dan undangan. Untuk catering belum memilih dan akan orang tua saja yang memilih menu catering untuk pernikahan mereka.
...*****...
Sekarang semua undangan sudah tersebar luas semingguan yang lalu. Sang WO menepati janjinya jika undangan akan tersebar luas dua minggu sebelum acara pernikahan.
Tinggal seminggu lagi pernikahan Kezia dan Reno akan digelar. Dengan iseng Revano membuka desain undangan yang tampak mewah tersebut.
"Keren juga undangan pilihan Kak Reno dan Kak Kezia."
"Itu yang memilih Kezia semuanya dari desain dan tintanya minta yang warnanya emas." Reno menjelaskan.
"Kakak, satu undangan harganya berapa rupiah?" tanyanya penasaran.
"Lima belas ribu rupiah."
"Apa? Jadi cuma untuk undangan saja sudah menghabiskan uang 30 juta rupiah." Karena mereka mengundang 2000 tamu undangan.
__ADS_1
"Iya itu hanya baru undangannya saja dan belum ke souvernir untuk tamunya."
"Souvernirnya yang tas kemarin kan Kak?"
"Iya satu tas kecil itu seharga enam puluh ribu rupiah."
"Astaga untuk souvernirnya saja sudah 120 juta ditambah undangannya 30 juta. Kalau ditotal sudah 150 juta untuk undangan dan souvernirnya. Kak Kezia boros banget memilih undangan dan souvernir yang terlalu mewah."
"Tidak apa-apa nak. Nanti kalau kamu menikah nanti juga calon istrimu yang akan memilih undangan dan souvernirnya," ucap Risa.
Revano lalu membuka undangan pernikahan Kakaknya.
"Bagus banget Kak Reno undangannya. Aku juga ingin desainnya persis seperti ini." Revano belum membuka undangannya dan hanya melihat dari tampilan cover luar.
"Ya kamu saja yang menikah sama Kezia secara kamu juga suka dengan desain undangan pilihannya," ucapnya meledek adiknya.
"Reno, kamu jangan meledek adikmu terus," ucap Rey.
"Astagfirullah......" Sambil melempar undangan tersebut.
"Ada apa nak?" Rey terkejut saat anak bungsunya tiba-tiba melempar undangannya.
"Undangannya salah ketik namanya Daddy. Yang ada di nama undangannya bukan nama Kak Reno tapi namaku," ucapnya dengan wajah yang sudah ditekuk.
"Apa??" ucap Risa dan Rey secara bersamaan. Mereka terkejut saat mengetahui undangan pernikahan anaknya salah ketik nama.
"Masa sih?" Kini Reno penasaran juga dengan undangannya.
"Kalau Kakak tidak percaya, Kak Reno bisa buka undangannya."
Perlahan Reno mengambil undangan pernikahannya. Reno membaca dua kali nama mempelai pria tersebut dan benar saja nama mempelai pria tersebut adalah nama adiknya bukan namanya.
__ADS_1
"Mungkin memang mereka ditakdirkan agar bersama." Batin Reno.
"Hahahaha..... Iya benar nama di undangannya nama kamu bukan nama Kakak." Kini Reno tertawa terbahak-bahak.
"Astaga, bagaimana bisa WO itu bisa salah ketik nama sih?" ucap Rey.
"Tenang sayang, aku akan mengatasi semuanya."
Kini Risa menelepon sang WO tersebut. Pihak WO terkejut baru kali ini ada kejadian salah cetak nama pengantin prianya. Sang WO meminta maaf dan akan mencetak undangan pernikahan kembali asalkan pernikahan mereka mau diundur dua minggu lagi. Risa tidak mau mengundur pernikahan anaknya. Risa akan menjelaskan nanti kepada tamu undangan agar mereka paham bahwa ini kesalahan pihak WO. Padahal sebenarnya yang salah adalah Reno yang saat itu pikirannya hanya fokus dengan Sandra sang gadis pujaannya yang telah mengisi hatinya.
"Sayang, lalu gimana? Sudah mendapatkan solusinya?"
"Sudah sayang, pihak WO akan mengembalikan uang kita 30% atas permintaan maaf mereka. Tadinya mereka akan mengganti semua undangan yang telah tersebar asalkan pernikahan Reno dan Kezia ditunda. Kan nama anak kita mirip jadi tidak masalah jika tidak diganti."
"Iya benar kata kamu sayang, nanti kita umumkan saja undangannya salah ketik nama."
"Sepertinya Allah juga tidak rela jika Kak Reno menikah dengan Kak Kezia terbukti dari undangan mereka yang salah cetak. Tapi mengapa harus namaku yang tercetak di undangan pernikahan tersebut." Batin Revano.
"Huh... Merepotkan saja itu WO. Namaku kan yang jadi ada di undangan pernikahan Kakak," ucapnya mendengus kesal.
"Atau mungkin memang sudah ditakdirkan kamu berjodoh dengan Kezia adikku."
"Ah gak mau..... Amit-amit Kakak kalau Revano sampai menikah dengan Kak Kezia." Revano lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Reno, kamu jangan meledek adik kamu terus nak," ucap Risa menatap tajam anak sulungnya.
"Iya Mommy....."
"Syukurlah undangannya salah cetak jadi bisa aku buat alasan untuk kabur dari pernikahan konyol ini. Kezia maafkan aku yang tidak bisa menikahimu. Karena hatiku sudah milik Sandra." Batin Reno.
Di kamarnya Kezia sedang kesal karena teman-temannya tadi meledeknya lewat grup WhatsApp. Mereka mengira jika Kezia akan menikah dengan cowok manja yang bernama Revano Putra Wijaya dan bukan Kakaknya Reno Putra Wijaya yang cool. Kezia kesal kenapa undangannya bisa salah cetak nama pengantin prianya. Semua teman-temannya jadi mengira Kezia akan menikah dengan Revano dan bukan dengan Reno laki-laki yang selama ini menjadi pujaan hatinya.
__ADS_1