Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 132 - Ngidam Malam Hari


__ADS_3

Saat ini Sonya sedang ingin berada di rumahnya Kenzo. Berbeda waktu hamil Kezia, Sonya ingin terus berada di kamarnya yang dulu. Kamar yang selama ini dia tempati yang tak lain adalah kamar di rumahnya sendiri.


Malam harinya Sonya sedang ingin memakan sate ayam. Kenzo belum boleh pulang ke rumah kalau sate ayamnya belum ia dapatkan.


"Kenzo cepat carikan aku sate ayam. Aku ingin memakannya sekarang."


"Sayang ini sudah malam mana ada penjual sate yang berjualan jam sembilan malam."


"Pokoknya kamu gak boleh pulang kalau sate ayamnya tidak kamu dapatkan!" Sonya mengancam Kenzo.


Setiap kali Sonya hamil Sonya menjadi galak. Apalagi kalau sedang ngidam begini. Kenzo lalu segera keluar rumahnya untuk mencari penjual sate ayam. Kenzo berkeliling mencari sate ayam pesanan istrinya. Mungkin ini ngidam terakhir sebelum anaknya lahir. Setelah muter-muter kurang lebih setengah jam akhirnya Kenzo menemukan penjual sate ayam.


"Bang, pesan sate ayam 3 porsi ya. Tidak usah pakai lontong."


"Iya Mas." Penjual sate tersebut langsung membakar satenya.


Kenzo sengaja pesan banyak sekalian agar misalnya Sonya ingin nambah tidak kerepotan cari lagi. Soalnya saat Sonya ngidam salad buah kemarin sampai habis 2 porsi dan Kenzo sendiri yang harus buatin salad buahnya. Alhasil Kenzo membikin salad buah yang banyak sekalian dan disimpan di kulkas agar setiap saat Sonya bisa memakannya lagi. Sonya sangat suka dengan salad buah buatan Kenzo. Rasanya sangat enak sekali berbeda kalau beli di luaran sana.


20 menit kemudian sate ayam pesanan Kenzo sudah siap. Kenzo langsung membayarnya dan segera bergegas untuk pulang. Karena di rumah istrinya sedang menunggu pesanannya.


Kenzo sudah sampai rumah dan berjalan menemui istrinya yang dari tadi sudah menunggunya di ruang makan. Sonya sudah menyiapkan es teh manis 2 gelas, satu untuknya dan satunya untuk Kenzo.


"Sayang, ini sate ayamnya. Aku siapkan dulu ya di piring," ucap Kenzo meletakkan sate ayamnya di atas meja dan mencari piring.


"Tidak usah sayang. Aku mau memakannya saat masih di wadahnya. Sini temani aku saja makan satenya."


Kenzo tidak jadi untuk mengambil piringnya dan berjalan mendekati istrinya. Kenzo lalu duduk disamping Sonya.

__ADS_1


"Sayang temani aku makan ya?" Sonya sambil membuka bungkus sate ayamnya.


"Iya sayang apasih yang tidak buat kamu. Semua yang kamu inginkan akan aku berikan."


Sonya tersenyum lalu Sonya memulai memakan sate ayamnya. Sonya makan dengan lahapnya sampai habis 2 porsi sate ayam. Yang satu porsi harus Kenzo yang menghabiskan. Selama Sonya hamil anak keduanya berat badan Kenzo juga ikut naik karena setiap malam Sonya makan malam dan Kenzo harus menemaninya makan. Jadi wajar saja jika keduanya sama-sama naik berat badannya.


Kenzo nanti akan mulai aktif nge-gym lagi saat putranya sudah lahir nanti. Kenzo ingin menjadi Papa Muda yang ganteng dan tidak gendut seperti saat ini. Saat ini usia pernikahannya baru 15 bulan dan belum ada satu setengah tahun tetapi Sonya sudah hamil anak keduanya. Kenzo tidak menyangka diusianya yang baru saja 25 tahun sudah menjadi Papa Muda.


...*****...


Beberapa hari ini Mama Lisa selalu datang untuk melihat keadaan anaknya. Semenjak kandungannya 9 bulan Sonya ingin Mamanya datang setiap hari. Mamanya tidak masalah jika harus datang setiap hari karena Mamanya bahagia dekat dengan cucu keduanya yang masih didalam kandungan. Sonya akhir-akhir ini sering mengalami kontraksi palsu.


Sore hari saat Kenzo sedang mandi Sonya merasakan kesakitan. Sonya memanggil Mamanya agar segera datang. Saat ini perut Sonya tengah mengalami kontraksi.


"Ma... Mama......." Sonya berteriak memanggil Mamanya.


"Iya nak, Mama datang untukmu. Apa yang kamu rasakan?"


Mama Lisa lalu duduk disamping anaknya dan mencoba untuk mengelus perut Sonya. Sudah biasa Sonya seperti ini saatau melahirkan. Saat hamil Kezia juga seperti ini.


"Perut kamu sudah turun sekali. Sayang HPL kapan?" Tanya Mama Lisa yang masih mengusap perut Sonya.


"Du-Dua hari lagi Mama," ucap Sonya terbata-bata.


Sonya mencengkram erat seprei sambil memejamkan mata. Mamanya tahu anaknya kini tengah merasakan kesakitan. Mama Lisa mencoba melihat ke arah kaki Sonya. Matanya terbelalak saat melihat air ketubannya sudah pecah.


"Sayang, kamu akan melahirkan sekarang."

__ADS_1


"Ma, perutku sudah rasanya tidak karuan dari tadi Mama. Rasanya mules dicampur bayiku terus saja menendang-nendang didalam dari tadi," ucap Sonya.


"Kenzo mana nak?" Saat melihat Sonya sendirian di kamar.


"Kenzo sedang mandi Mama, tolong panggilkan sekarang. Aku sudah tidak tahan merasakan kesakitan," ucap Sonya sambil terus meringis.


Mama Lisa lalu berjalan kearah kamar mandi. Mama Lisa mengetuk pintu kamar mandi agar menantunya segera keluar.


"Nak, Sonya mau melahirkan sekarang air ketubannya sudah pecah. Kamu cepat mandinya, Sonya harus segera dibawa ke rumah sakit."


"Baik Mama," ucap Kenzo dari dalam kamar mandi.


2 menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan bathrobe. Pandangan Kenzo mengarah ke Sonya. Melihat istrinya sedang kesakitan dengan segera Kenzo berjalan mendekati Sonya dan mengusap kepalanya sebentar agar lebih menenangkan Sonya, gimanapun juga istrinya sebentar lagi akan berjuang untuk melahirkan anaknya.


"Sayang, ayo sekarang kita ke rumah sakit," ucap Kenzo.


Sonya melotot saat Kenzo habis mandi masih menggunakan bathrobe dan mengajaknya ke rumah sakit.


"Ken, kamu pakai dulu pakaianmu cepat! Aku sudah tidak tahan lagi ini sakit banget," ucap Sonya berbicara sedikit berteriak.


"Astaga aku sampai lupa untuk berpakaian." Kenzo saat ini hanya menggunakan handuk sepinggang.


Dari tadi pikiran Kenzo cemas tentang istrinya yang mau melahirkan anaknya. Kenzo segera untuk memakai pakaiannya. Kenzo berlari untuk menghampiri istrinya. Kenzo mengelus perut Sonya sebelum anaknya akan lahir.


"Sayang, ayo kita ke rumah sakit."


Sonya tidak menjawab perkataan Kenzo. Hanya anggukan kecil saja Sonya merespon suaminya. Mama Lisa sedang berbicara pada orang-orang dibawah untuk memberi tahu bahwa Sonya akan melahirkan. Kenzo dengan cepat menggendong Sonya keluar dari kamarnya. Saat ini Kenzo sudah masuk mobil. Sopirnya yang menyetir saat ini karena Sonya tadi bilang Kenzo jangan menyetir sendiri. Akhirnya Kenzo menuruti keinginan Sonya. Sopirnya melajukan mobilnya dengan cepat. Dibelakang mobil Kenzo ada mobil lagi yang mengikutinya. Mobil keluarga yang mengikuti Kenzo dibelakang.

__ADS_1


"Ken, aku sudah tidak tahan lagi. Ini sangat sakit sekali," ucap Sonya sambil memegang perutnya.


"Sayang, bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Kenzo sambil mengelus puncak rambut Sonya dengan hangat dan lalu mengelus perutnya.


__ADS_2