Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Gangguan Sore Hari


__ADS_3

Sore hari Kezia membuka pintu kamarnya dan melihat Revano sedang mengajak bermain anaknya. Baby Reva terlihat tertawa diajak bermain Revano. Kezia bersyukur Revano bisa diajak kerjasama untuk menjaga dan merawat anaknya jika Kezia lagi sibuk urusan lainnya. Kezia berjalan mendekati suaminya.


"Sayang, aku buatkan kamu teh hangat," ucap Kezia.


"Makasih sayang."


Kezia mengangguk pelan. Sekarang Kezia bahagia menjadi istri satu-satunya Revano.


"Sayang, aku bahagia kamu sudah menceraikan Viona. Jadi sekarang hanya aku yang menjadi istrimu."


"Sudah aku bilang kalau hanya kamu yang aku cintai dan pada akhirnya Viona meminta cerai dariku padahal kan sudah aku bilang juga sama dia kalau setelah anaknya lahir dan tes DNA itu keluar, aku akan menceraikannya," ucap Revano.


"Tapi Viona bilang bahwa anaknya Adah anaknya Vino," ucapnya kembali.


Kezia tersenyum tipis dan sekarang justru kasihan sama Viona. Wanita yang dia sebut pelakor itu sekarang Kezia jadi kasihan dengan hidupnya. Karena Viona sudah tidak punya orangtua.


"Sayang, tapi apa mantannya yang bernama Vino itu tidak mau menikahinya?"


"Vino mau tapi Viona yang tidak mau. Sudahlah jangan membicarakan tentang mereka. Kita fokus saja dengan rumah tangga kita saja sayang," ucap Revano.


"Hmm iya sayang."


"Sayang lihatlah anak kita semakin menggemaskan. Aku gemas sekali sama wajahnya," ucap Revano.


"Iya, Reva sangat imut seperti kamu," ucap Kezia terkekeh.


Kezia lalu menggendong Baby Reva dan mengecup anaknya. Revano bahagia Kezia bisa menjadi ibu sekaligus istri yang baik. Ketakutan Revano jika Kezia setelah melahirkan akan berubah sifatnya seperti dulu lagi. Namun pada kenyataannya Revano bisa melihatnya bahwa Kezia tidak lagi seperti dulu.


"Sayang aku bahagia kamu bisa seperti ini," ucap Revano.


"Seperti ini maksudnya apa sayang? Aku tidak mengerti," ucap Kezia mengernyitkan dahinya.


"Sifat kamu tidak berubah seperti dulu lagi. Aku bahagia sayang."


"Revano, maafkan aku yang dulu," ucap Kezia sendu.


"Tidak apa-apa sayang. Aku juga mengerti karena kita dulu menikah hanya karena terpaksa."


"Haha, justru aku bahagia sekali sekarang. Dan aku baru menyadari saat itu Reno kabur dari pernikahan jadi aku bisa menikah sama kamu," ucap Kezia diakhiri dengan tawanya.


"Hmm mungkin karena kita memang ditakdirkan bersama. Kamu ingat tidak diundangan pernikahan itu saja namaku dan bukan nama Kakak," ucap Revano terkekeh.

__ADS_1


Kezia mengangguk pelan.


"Iya sayang, mungkin Allah mentakdirkan kita dengan cara yang seperti itu. Tapi aku bahagia sekarang."


"Aku bersyukur punya istri secantik dan sebaik kamu," ucap Revano sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Aku juga bersyukur punya suami seperti kamu sayang," ucap Kezia sambil tersenyum.


Saat Revano mau mengecup pipi Kezia tiba-tiba saja Baby Reva menangis.


"Nak, kamu kok mengganggu Papa untuk mengecup pipi Mamamu." Batin Revano.


Baby Reva masih saja terus menangis. Diberi asi tidak mau dan popoknya baru saja diganti. Padahal juga sudah mandi.


"Sayang, sepertinya Reva mau kamu gendong. Lihatlah dia menangis terus," ucap Kezia.


"Uh, anak Papa ingin digendong Papa ya nak," ucap Revano sambil menggendong putrinya.


Baby Reva beberapa menit kemudian langsung berhenti menangis. Revano bahagia anaknya sekarang tidak menangis lagi dan bahkan sekarang bisa diajak bercanda dan tertawa.


"Aku yang mengandungnya selama 9 bulan lebih tapi kenapa dia lebih dekat dengan kamu," ucap Kezia mendengus kesal.


"Sayang, aku kan Papanya jadi wajar saja jika Reva dekat denganku."


"Mungkin setelah dewasa tidak akan manja sayang."


"Aku yakin tetap saja anakku akan manja seperti kamu," ucap Kezia terkekeh.


"Kan kalau anak perempuan manja hal yang wajar sayang."


"Tapi kan kalau anak perempuan wajar nah kamu kan anak laki-laki. Kamu saja sering masih manja jika bertemu dengan Mommy Risa."


"Hehe, bertahap sayang aku berubahnya. Tapi sekarang aku sudah tidak lagi memeluk boneka kan? Aku pindah sukanya meluk kamu," ucapnya terkekeh geli dengan bicaranya sendiri.


Kezia tersenyum kecut saat mengingat bahwa dulu suaminya lebih memilih memeluk boneka daripada memeluk istrinya. Belum seminggu setelah menikah Kezia sudah seperti pasrah saja dengan pernikahannya dan sempat ingin menyerah karena tidak tahan dengan sikap manja suaminya. Namun perlahan Revano bisa menjadi dewasa.


"Ah iya untung saja anak kita perempuan. Jika laki-laki aku tidak tahu mungkin akan manja seperti kamu."


"Haha kalau anak kedua kita laki-laki gimana?"


"Anak kedua?" Kezia langsung membolakan matanya.

__ADS_1


"Iya sayang. Nanti program hamil yuk. Biar kita punya anak laki-laki."


"Ah, itu nanti saja Revano. Reva masih bayi dan jaraknya terlalu dekat jika punya adik."


"Iya sayang aku tahu dan kita lagi berbicara masa depan."


"Nanti kalau Reva sudah SD saja punya adiknya."


"Kelamaan sayang, mending saat Reva nanti masuk TK."


"Aish, jaraknya terlalu dekat."


"Tidak terlalu dekat sayang. Kan Reva nanti umur 4 tahunan masuk TK dan ditambah kamu hamil 9 bulan. Jadi kan saat anak kedua kita lahir Reva berumur 5 tahun. Jaraknya tidak terlalu dekat kan?"


Kezia menimbang-nimbang perkataan suaminya.


"Iya benar juga katamu," ucap Kezia.


Revano tersenyum tipis dan berharap nanti anak keduanya berjenis kelamin laki-laki.


...*****...


Di kamarnya Baby Rio menangis terus. Baby Rio tadi sudah diberi asi dan baru saja diganti popoknya. Bibi yang mendengar Tuan Muda kecil menangis pun langsung menuju ke kamar Viona. Karena Viona sudah punya anak jadi Bibi memanggil Viona dengan sebutan Nyonya dan bukan Non lagi.


"Nyonya, sepertinya Den Rio rindu dengan Papanya."


"Eh? Kenapa Bibi bisa berpikiran seperti itu?"


"Saya juga pernah merasakannya Nyonya. Anak saya juga tidak bisa jauh-jauh dari ayahnya."


"Begitu ya Bi?" tanya Viona.


"Iya Nyonya," jawabnya singkat.


"Kalau begitu aku akan telepon Vino."


Bibi tersenyum dan lalu meninggalkan kamar majikannya.


Viona masih terus menelepon Vino. Tak lama kemudian panggilannya diangkat.


"Hallo Vino, bisakah kamu kemari? Dari tadi Rio menangis terus nih."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera ke rumah kamu," ucap Vino bersemangat ingin bertemu dengan anaknya dan wanita yang dicintainya.


Viona lalu menutup teleponnya. Sedangkan Vino sekarang langsung mandi. Bertemu dengan orang yang dicintai dan disayanginya maka harus tampil wangi dan segar. Untung saja anaknya selalu mencarinya dan lama kelamaan pasti Viona tidak tega jika harus memisahkan anak dan ayahnya. Vino yakin setelah ini Viona mau menikah dengannya. Vino berjanji jika Viona akan mau kembali lagi bersamanya maka Vino tidak akan pernah mengecewakan Viona dan akan terus membuat Viona bahagia. Vino sekarang sudah berpakaian rapi dan langsung menyambar jaket kulit dan kunci mobilnya. Vino sangat bersemangat untuk ke rumah Viona. Vino sudah rindu dengan anaknya apalagi putranya begitu mirip dengannya.


__ADS_2