Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 11 - Menerima Perjodohan


__ADS_3

"Deg.."


Seketika jantung Risa berdegup dengan kencang saat Mami Ana bilang bahwa dia Calon Menantu Idaman. Seketika Rey dan Risa pun saling memandang.


"Ah tante bisa aja" ucap Risa.


Rey pun hanya terdiam tidak berbicara sepatah kata pun.


DI RUANG TAMU REY


"Sini sayang duduk manis terlebih dahulu sambil ngobrol-ngobrol cantik" ucap Mami Ana.



"Iya tan" Risa yang tidak enak dengan ajakan Mami Ana pun akhirnya terduduk.


"Oh kok Risa bisa pulang bareng Rey" Mami Ana pun bertanya.


"Emh.. Anu tan... Maafin Risa ya tan. Tadi Risa di perpustakaan karena tidak hati-hati Risa hampir terjatuh dan Rey yang menolongku tan, dan kami jatuh berdua. Sekarang punggung Rey memar tan" ucapnya dengan sedikit menunduk karena takut Mami Ana akan marah karena anaknya jatuh karenanya.


"Oh jadi gitu Rey kenapa kamu ga bilang tadi kalau punggung kamu memar?" ucapnya dengan tatapan mengintimidasi.


"Anu.. anu mi Rey ga mau Mami Ana kepikiran. Lagian tadi udah di kompres kok sama ka Risa mi" ucapnya dengan menjelaskan.


"Iya tan, tadi punggung Rey udah Risa kompres dengan air dingin. Tinggal di kompres sekali lagi dengan air hangat lalu dikasih obat pereda rasa sakitnya aja tan, ini tadi Risa beli obat memarnya di apotik ada yang gel dan krim" ucapnya sambil menyodorkan kantung plastik dari apotik.


"Oh iya terima kasih banyak ya sayang wah tante perhatikan kamu perhatian sekali sama anak tante" ucap Mami Ana.


"Ini sebagai permintaan maaf saya tan, karena saya salah sudah dua kali menabrak Rey meskipun tak sengaja. Maafin saya ya tan" ucapnya sambil menyatukan tangannya.


"Iya tante maafkan asal kamu mau makan sore bareng sama tante dan Rey" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya tan" sambil mengangguk.


Setelah makan bersama. Risa pun pamit pulang "Risa pamit pulang dulu ya tan" ucapnya.


"Ehmm... Ka Risa udah janji mau rawat Rey sampai sembuh, ka Risa tadi bilang sama mami punggung Rey perlu di kompres air hangat dan di kasih obat memar" ucapnya menagih janji Risa.


"Oh iya Rey, tan Risa mau ngompres Rey dulu sebelum pulang" ucapnya. Lalu Risa dengan cekatan mengambil baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil.

__ADS_1


"Jangan disini ka kompresnya Rey malu" ucapnya karena ada ART nya.


"Ya sudah terus mau dimana kompresnya?" ucapnya bertanya.


"Kamu ke kamarnya Rey aja Risa, kalian duduk di sofa kamar" ucapnya dengan nada perintah sambil menyerahkan kantong plastik dari Risa yang isinya obat memar dari apotik.


"Ta.. Tapi kan tante" ucapnya terbata-bata.


"Sudah anggap aja rumah sendiri" ujar Mami Ana. "Baiklah tan" jawabnya.


"Ayo ikuti aku" ucap Rey sambil berjalan menuju ke kamarnya.


*****


KAMAR REY



Risa sudah mengompres punggung Rey dengan air hangat dan mengolesi punggungnya dengan obat memar.


Lalu Risa sudah turun dari lantai dua. "Risa pamit pulang dulu ya tan" ucapnya.


"Sama-sama tan" sambil mengecup punggung tangan Mami Ana.



Mami Ana pun mengantar Risa sampai depan. Melihat Risa yang lihai dengan motor gedenya "Anak jeng Angel kelihatannya dari luarnya aja yang bar-bar tapi kenyataannya tidak, ternyata dia anak yang baik" ucapnya sambil tersenyum melihat kepergian Risa.


*****


RUMAH RISA



Pukul 17.38 WIB Risa sudah sampai di rumahnya dan langsung masuk kedalam rumah "Assalamualaikum Risa pulang" ucapnya.


"Wa'alaikum salam sayang. Dari mana saja nak jam segini baru pulang" ucap Mami Angel pura-pura tidak tahu karena ingin mengetes kejujuran Risa. Risa mengecup punggung tangan maminya.


"Tadi Risa habis dari rumah temen ma, Risa tadi hampir jatuh tersungkur di perpustakaan untung ada adik kelas yang menolong Risa dan jadi dia yang punggungnya memar. Terus Risa tadi mengantarnya pulang dan mengompres punggungnyanya lalu ngasih obat memar" ucapnya dengan menjelaskan ka mamanya.

__ADS_1


"Kamu makan dan mandi dulu sayang" ujar Mami Angel.


"Risa tadi udah makan di tempat temen Risa ma, Risa mandi dulu ya ma" ucapnya sambil berjalan menuju kamarnya.


*****


DI RUANG MAKAN



Risa, Mama Angel dan Papa Kevin makan malam bersama. Sesudah makan Papa Kevin angkat bicara "Risa papa ada niat menjodohkan kamu dengan teman anak papa" ucapnya. Risa yang masih mengunyah makanan pun langsung tersedak lalu meminum air yang ada disebelahnya.


"Papa kok bicaranya ga di ruang keluarga aja nanti, tuh Risa kan jadi kaget pa" ucap Angel sambil menatap suaminya.


"Ga apa-apa ma, di ruang makan sama di ruang keluarga sama aja" ucapnya santai.


"Pa Risa kan masih sekolah kenapa dijodohkan? Risa ga mau pa" ucapnya sambil menatap Papa Kevin.


"Kamu sudah papa jodohkan sebelum kamu lahir sayang, saat papa masih kuliah. Papa sama teman papa berjanji akan menjodohkan anak-anak kita kelak kalau sudah dewasa" ucapnya.


Risa pun hanya diam dan terpaksa harus menerima perjodohannya dengan anak teman papanya itu.


"Iya pa" ucapnya pelan sambil menunduk.


"Sayang untuk pesta ulang tahun kamu papa dan mama akan kasih hadiah spesial untuk ulang tahunmu kali ini" ucapnya dengan senyum.


"Risa sudah punya mobil hadiah ultah tahun lalu pa, Risa rasa cukup pa ga perlu hadiah karena dengan papa mama merayakan ulang tahun Risa aja Risa sudah bersyukur kok" ucapnya dengan wajah yang sendu.


"Iya sayang tapi kali ini kamu ga akan bisa nolak hadiah dari mana dan papa. Karena ini demi masa depan kamu" ucap Mama Angel.


"Masa depan??" gumamnya dalam hati, Risa pun membayangkan kalau hadiah ulang tahunnya nanti berupa apartemen atau rumah karena hanya itu yang menyangkut masa depan tidak ada bayangan yang lain saat ini.


"Risa, jadi maksud papa untuk memberitahu kamu hadiah karena pesta ulang tahun kamu yang akan diselenggarakan 2 minggu lagi" ucapnya Papa Kevin.


"Iya pa, Risa maunya pestanya sederhana aja ya pa ga usah terlalu mewah seperti tahun lalu" ujar Risa.


"Tidak sayang, pesta ulang tahun kamu kali ini akan semeriah mungkin karena kamu ulang tahun yang ke 17 tahun (sweet seventeen) dan lagi pula tamu yang datang kali ini ada teman-teman kolega papa. Kamu tidak boleh menolaknya sayang" ucap Papa Kevin dengan tegas.


Kalau papanya sudah bilang begitu Risa pun hanya pasrah tidak bisa menolak permintaan Papa nya. Ya karena Risa merupakan anak yang penurut dan takut melawan Papa Mamanya karena ia takut akan dosa kalau pun melawan kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2