
Saat Revano sudah keluar dari kamar mandi Kezia memantap tajam ke arah suaminya.
"Ngapain lama-lama di kamar mandi hah? Mau pacaran sama gayung?" kesal Kezia karena dari tadi anaknya menangis tapi suaminya tak kunjung datang.
"Astaga, jangan marah-marah sayang. Tadi perutku sakit jadi aku agak lama di kamar mandi," ucap Revano menjelaskan.
"Lihat dari tadi Reva menangis terus padahal sudah aku beri asi, sudah aku ganti popoknya dan kalau sudah begini hanya kamu yang bisa memenangkannya."
"Sabar sayang... Aku pakai baju dulu ya," ucap Revano langsung berlari menuju ke walk in closet.
"Sabar, sabar memangnya dengan bersabar bisa membikin anak berhenti menangis," ucap Kezia mendengus kesal.
Revano mendengar perkataan istrinya meskipun sudah menuju ke walk in closet. Revano hanya geleng-geleng kepala sambil menggunakan pakaiannya.
"Kalau lagi datang bulan Kezia galak banget sih," lirihnya sambil menggunakan pakaiannya.
Revano setelah berpakaian rapi lalu menemui istri dan anaknya. Baby Reva masih saja terus menangis dengan kencang.
"Nih, anakmu," ucap Kezia kesal dan memberikan Reva kepada Revano.
"Anak kita sayang," ucap Revano dengan nada lembut agar Kezia tidak tambah emosian.
"Lebih tepatnya anak kamu karena dia maunya sama kamu terus padahal kan aku yang sudah mengandungnya selama 9 bulan dan juga yang telah melahirkannya dengan susah payah."
"Tuh kamu lihat saja Reva berhenti menangis saat kamu gendong," ucapnya kembali sambil melipatkan kedua tangannya di atas perut.
"Sayang jangan berbicara seperti itu. Reva anak kita bersama, iya kan nak? Kamu anaknya Papa dan Mama kan anak manis," ucap Revano sambil berekspresi manyun kepada anaknya.
Revano bisa bercanda dengan sang anak maka dari itu Reva lebih dekat dengan Papanya daripada Mamanya. Baby Reva lalu tertawa dan berbicara khas bayi saat melihat wajah Papanya yang sangat lucu.
"Sayang, kita harus bisa bercanda dengan anak. Kasih wajah yang imut dan menggemaskan seperti ini agar Reva bisa berlama-lama sama kamu," ucap Revano memberi contoh agar anaknya juga bisa lama-lama dengan sang Ibunya.
"Sini aku coba," ucap Kezia.
Baby Reva lalu kembali Kezia gendong lagi dan beberapa saat kemudian Baby Reva menangis. Kezia pasrah lalu meletakkan Baby Reva ke tempat tidurnya.
"Ampun deh! Reva sepertinya salah masuk perutku dan harusnya ke perutmu," ucap Kezia heran karena anaknya maunya sama Papanya terus.
Revano tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Kezia.
"Taulah, aku mau mandi," ucap Kezia dan terus menuju ke kamar mandi.
Kezia membanting pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Astagfirullah," ucap Revano yang terkejut.
...*****...
Flashback kemesraan Keano dan Elena
Keano pulang dari kantor dan lalu menuju ke kamarnya. Setelah punya istri Keano setelah pulang ingin selalu berdekatan dengan Elena dan apalagi saat ini Elena sedang hamil. Saat sampai dalam kamarnya Keano melihat istrinya masih tertidur pulas. Sudah dua bulanan ini Elena selalu tidur siang dan dulu bahkan Elena tidak seperti itu. Kata Mama Sonya biasanya itu bawaan bayinya. Keano baru paham jika Mamanya juga pernah hamil dirinya saat itu. Keano jadi tidak tega untuk membangunkan istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya. Pandangan Keano lalu tertuju pada perut Elena yang semakin membesar. Kehamilannya sudah berjalan selama 8 bulan lebih 3 hari. Keano mengusap perut Elena pelan dan meletakkan wajahnya tepat didepan perut Elena. Keano berbisik kepada anaknya.
"Papa pulang nak, jangan bangunin Mama dengan tendangan kamu ya sayang, kasihan Mama nanti terkejut dan terbangun dari tidurnya. Kamu bisa mendengar Papa kan nak?"
Karena tidak merasakan adanya pergerakan anaknya lalu Keano tersenyum.
"Anak yang pintar. Papa sayang kamu nak," ucap Keano yang lalu mengecup perut Elena.
Keano lalu lebih memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah sudah mandi dan badannya terasa segar Keano lalu sedang menggunakan pakaian di walk in closet. Elena sekarang sudah bangun dari tidurnya dan saat melihat ke arah jam dinding Elena terkejut karena seharusnya suaminya sudah pulang tapi belum kelihatan batang hidungnya. Elena lalu meraih hpnya dan menelepon suaminya dan ternyata suara hpnya berbunyi di kamarnya. Dengan segera Elena menutup panggilan teleponnya. Elena melihat ke arah kamar mandi yang kosong dan berarti kalau suaminya tidak ke ruang walk in closet ya ke lantai bawah. Elena lalu ke kamar mandi terlebih dahulu untuk sekedar cuci muka dan baru mencari suaminya. Elena sudah menemukan suaminya dan lalu Elena memeluk Keano dari belakang, meskipun tidak bisa memeluk dengan erat karena saat ini sedang hamil tapi Keano bahagia jika istrinya seperti ini.
"Sayang, kamu mengangetkan aku."
"Gitu saja kok kaget sih?" ucap Elena sambil melepaskan pelukannya.
"Kok dilepas?" ucap Keano yang sekarang sudah membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Elena.
"Katanya aku mengagetkan kamu?"
"Huh, menyebalkan!"
"Meskipun akh menyebalkan tapi kamu cinta sama aku kan?"
"Gak tahu ah! Pikir saja sendiri," ucap Elena kesal.
"Sayang kok jadi ngambek sih?" Keano lalu mengejar Elena.
Sekarang Elena sudah duduk disamping ranjangnya. Elena duduk di kursi nan empuk dan elegan tersebut.
"Sayang," Keano lalu menggenggam tangan Elena.
"Jangan ngambek ya? Kamu ingin apa? Aku turutin deh kemauan kamu."
"Beneran nih?" tanya Elena memastikan.
"Iya sayang, kamu mau apa?"
"Aku ingin kamu ambilkan buah mangga yang ada di halaman belakang rumah. Aku sedang ingin jus mangga dan kamu yang harus mengambil mangganya langsung dari pohonnya."
__ADS_1
"Apa? Aku harus manjat pohon mangganya juga?"
Elena mengangguk pelan dan tersenyum tipis.
"Mau kan? Ini permintaan anak kamu loh. Masa kamu tega gak turutin apa permintaannya," ucap Elena sambil mengusap perutnya.
"Iya sayang. Aku akan turuti apa kemauan anak kita."
"Nah, gitu dong. Itu baru yang namanya calon Papa yang baik."
"Kasih aku vitamin dulu biar semangat manjat pohon mangganya."
"Vitamin?" ucap Elena mengernyitkan dahinya.
"Maksudku ini," ucap Keano yang lalu mengecup bibir Elena.
Elena terkejut dengan apa yang dimaksud oleh suaminya. Dengan cepat Elena melepaskan dan menjaga jarak dengan Keano.
"Aku sedang ngidam tapi kamu kok mengecup bibirku?"
"Biar tambah semangat saja sayang. Kan harus di kasih vitamin dulu biar semangat manjat pohon mangganya."
"Huh, dasar modus!"
Keano terkekeh dan lalu mencubit pipi Elena.
"Ayo cepat cari mangganya Keano!" teriak Elena.
"Iya sayang iya. Aku akan carikan untukmu."
Semenjak hamil istrinya berubah menjadi galak. Kemarin Keano meledeki Revano dan sekarang dirinya sendiri yang terkena karma karena dapat omelan dari istrinya. Setelah memanjat pohon mangga, Keano juga harus membuatkan jus mangga untuk Elena. Mereka akhirnya minum jus bersama-sama.
"Rasanya segar sekali. Makasih ya sayang," ucap Elena yang lalu mengecup pipi kiri Keano.
"Sayang yang sebelah ketinggalan."
"Huh, kebiasaan minta paket lengkap," ucap Elena yang lalu mengecup pipi kanan Keano.
"Sayang, aku sangat berterimakasih sama kamu karena kamu telah menuruti segala keinginan aku."
"Apapun akan aku lakukan untukmu dan juga untuk anak kita," ucap Keano mengecup kening dan lalu beralih mengecup perut Elena.
"Nak, sudah puas kamu ngerjain Papa?" tanya Keano terkekeh sambil mengusap perut Elena.
__ADS_1
Keano merasakan tendangan dari anaknya dalam perut Elena. Itu pertanda bahwa anaknya memang yang meminta jus mangga tersebut.