Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Menuruti Keinginan Risa..


__ADS_3

Revano menggandeng tangan Kezia dan masuk ke kamarnya. Revano lalu mengunci pintu kamarnya.


"Sayang, kita perlu bicara," ucap Revano.


"Sayang, kita harus ambil Reva dulu," ucap Kezia mencoba untuk mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tidak perlu, Reva biar sementara main sama Rendra. Lagian ada Reno dan Sandra yang menjaga mereka dan kamu tidak perlu khawatir sayang. Lagian jarang kan kita bisa berduaan di kamar kan? biasanya ada Reva di box bayinya untuk."


"Revano aku tidak mau hamil lagi untuk saat ini. Lagian keinginan Mommy Risa kok aneh-aneh sih? Ingin hamil bareng sama aku, kenapa tidak sama Sandra saja kan Rendra sudah berumur 1 tahun. Sedangkan Reva masih 10 bulan."


"Sayang mau ya menuruti keinginan Mommy Risa?" pinta Revano kepada istrinya.


"Tidak!" jawab Kezia yang lalu memalingkan wajahnya.


"Sayang, berpikir lagi untuk memutuskan sesuatu," ucap Revano.


"Revano aku tidak mau!" tolak Kezia.


"Sayang, apa kamu tega jika adik yang aku harapkan dari dulu sejak lama akan dihilangkan begitu saja," ucap Revano yang seketika kakinya terasa lemas dan terduduk di lantai.


Kini Revano sudah berderai air mata. Kezia dilema, disatu sisi tidak ingin membuat mertuanya kecewa namun disisi lain dia tidak siap jika punya anak lagi saat ini. Kezia juga tidak ingin jika mertuanya menggugurkan kandungannya.


"Apa aku kabulkan saja ya permintaan Mommy Risa dan aku juga tidak akan berdosa juga karena menolong adik ipar." Batin Kezia yang hanya ingin Mommy Risa tidak jadi menggugurkan kandungannya.


Kezia juga kasihan dengan suaminya yang merasa cemas jika sewaktu-waktu Mommy Risa menggugurkan kandungannya. Kezia juga takut hal itu akan terjadi. Apalagi Mommy Risa malu karena hamil diusianya yang tidak muda lagi dan masih ingin ikut arisan bersama teman-temannya.


"Bangunlah dan aku butuh waktu untuk menjawabnya Revano."


"Aku hanya butuh jawaban kamu iya atau tidak dan hanya itu saja," ucap Revano dengan nada yang sudah naik satu oktaf.


Kezia jadi teringat dengan pesan Mama Sonya yang harus patuh sama suami meskipun Revano umurnya lebih muda. Lagian sekarang banyak pelakor yang wajahnya sangat cantik.


"Revano juga menginginkan anak lagi dariku dan tidak ada salahnya aku memberikannya. Daripada Revano berpindah ke lain hati jadi aku akan buat dirinya tidak akan bisa lepas dariku." Batin Kezia.


"Iya," jawabnya singkat.


Mata Revano berbinar-binar dan ingin memastikan bahwa perkataan Kezia tidaklah Revano salah mendengarnya.


"Benarkah kamu mau sayang?" tanyanya memastikan.

__ADS_1


Kezia mengangguk pelan dan bagaimanapun juga Kezia tidak ingin mertuanya itu sampai menggugurkan kandungannya selain malu karena tidak ingin anaknya ileran kalau lahir jika ngidamnya tidak terpenuhi.


"Aku melakukan ini demi semuanya. Lagian kamu juga ingin Reva punya adik kan?" ucap Kezia.


Revano mengangguk pelan dan tersenyum bahagia istrinya akhirnya mau untuk hamil lagi.


"Sayang, makasih ya kamu mau menuruti keinginan Mommy Risa dan juga keinginan aku."


"Ini demi yang terbaik Revano dan aku tidak mau jika Mommy Risa sampai berbuat macam-macam yang membahayakan kandungannya. Aku ingin adik ipar baik-baik saja."


"Apalagi kamu nanti bisa berbuat macam-macam jika aku tidak memberikan kamu anak lagi." Batin Kezia yang trauma suaminya punya istri siri.


Setelah Kezia berbicara seperti itu Revano lalu mengaktifkan mode kedap suara.


"Sayang, ayo kita lakukan sekarang mumpung tidak ada Reva," ucap Revano berbisik ditelinga Kezia.


Reva saat ini sedang bermain dengan Rendra di kamar sebelah.


"Eh sekarang? Kita harus konsultasi dulu sama Dokter kandungan. Katanya kamu ingin anak laki-laki."


"Sebenarnya aku sudah beberapa konsultasi dengan Om Yudha."


"Siapa bilang aku konsultasi lewat pesan WhatsApp. Aku menemui Om Yudha langsung ke rumah sakit saat sepulang dari kuliah."


"Apa? Kenapa kamu tidak memberitahu aku terlebih dahulu?" Kezia melongo saat mengetahui suaminya tiba-tiba sudah berkonsultasi dengan Dokter Yudha.


"Sudah sayang jangan protes nanti pesanan Mommy jadi tertunda."


Revano lalu mengawali dengan mengecup kening istrinya dan mereka akhirnya memadu kasih.


...*****...


Flashback Kehamilan Elena


Elena sering merasakan kontraksi palsu. Mungkin karena kehamilannya sudah berjalan 8 bulan lebih 3 minggu. Elena mengusap perutnya pelan dan merasakan tendangan anaknya dari dalam perutnya.


"Anak Mama sedang ngapain sih sayang?" ucap Elena sambil mencoba melepaskan tangannya dan perutnya saat ini bergerak sendiri dan membuat Elena terkekeh.


Anaknya bergerak begitu aktif dan mungkin karena mengandung bayi laki-laki jadi bisa lebih aktif seperti ini. Keano masuk ke dalam kamarnya dan mendengarkan istrinya sedang mengajak anaknya bercanda. Ada rasa bahagia yang Keano rasakan saat seperti ini. Keano lalu berjalan dan mendekati istrinya.

__ADS_1


"Sayang, aku buatkan sufor untuk kamu."


"Makasih ya sayang," ucap Elena sambil meraih gelas yang diberikan oleh Keano.


"Sama-sama sayang. Ini demi kesehatan anak kita juga," ucap Keano sambil memegang perut Elena.


Keano lalu sedikit berjongkok dan mengecup perut istrinya. Sedangkan Elena mengusap kepala suaminya yang sedang mengajak anaknya bicara.


"Anak Papa cepat keluar ya. Papa ingin segera bertemu dengan kamu nak."


"Iya Papa," ucap Elena yang menirukan suara anak kecil.


"Sayang aku bahagia sekali anak pertama kita berjenis kelamin laki-laki."


"Iya alhamdulilah..."


"Terserah mau jenis kelamin apa saja, untuk anak kedua atau ketiga kita."


Elena menatap wajah suaminya.


"Keano apa kamu tidak sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan?"


"Tidak Elena. Itu semua benar."


"Aku hanya ingin mempunyai satu anak saja dan lagian bayinya belum lahir dan kamu sudah membicarakan bayi kedua dan ketiga lagi," ucap Elena kembali sambil geleng-geleng kepala.


Keano terkekeh dan memang Keano pikirannya seperti Kenzo yang berpikir ke masa depan. Sedangkan Elena tidak habis pikir bahwa suaminya membicarakan tentang anak kedua dan bahkan ketiga saat dirinya sedang hamil seperti ini.


...*****...


Perkembangan ingatan Vino sekarang sudah mulai ada peningkatan. Vino sudah ingat dulu dia pernah berpacaran dengan Viona.


"Viona dulu kita sangat dekat sekali tapi mengapa saat kamu sudah menjadi istriku menjadi terkesan lebih dingin seperti ini?"


"Aku biasa saja kok Vino," ucapnya sambil menimang-nimang Baby Rio.


"Viona, kamu telah berubah."


"Aku berubah karena kamu Vino. Kamu yang membuatku seperti ini."

__ADS_1


Vino masih bingung karena ingatannya belum pulih semua. Masih ada rasa ingin tahunya tentang masa lalunya bersama dengan Viona yang membuat Viona menjadi dingin seperti ini sikapnya. Jika ada Mama Vera baru Viona terlihat lebih dekat dengan Vino. Vino jadi ingin cepat-cepat pilih ingatannya. Vino sebenarnya ingin punya anak lagi dari Viona namun Viona menolaknya alasannya Baby Rio masih terlalu kecil untuk punya adik.


__ADS_2