Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 125 - Istriku Hamil Lagi


__ADS_3

Kezia kini sudah berumur 4 bulan, sekarang pipinya semakin gembul. Siapapun yang melihat Kezia pasti ingin mencubit pipinya karena saat ini Kezia sangat menggemaskan. Pagi hari Sonya merasakan mual, Sonya lalu berjalan mendekati wastafel. Setelah memuntahkan isi perutnya kini dirinya lemas dan pusing.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Kenzo panik saat melihat istrinya muntah-muntah pagi hari.


"Mungkin aku hanya masuk angin saja. Kezia mana sayang?" Tanya Sonya saat anaknya tidak ada dalam box bayi.


"Kezia lagi digendong sama Mama."


"Aku buatkan kamu teh hangat dulu ya sayang," ucap Kenzo.


Sonya hanya mengangguk dan berbaring di ranjangnya. Sonya kemudian memikirkan ini sudah tanggal berapa. Sonya baru ingat kini sudah lewat tanggal jadwal tamu bulanannya.


"Apa jangan-jangan aku hamil? Astaga setelah melahirkan aku lupa memasang alat kontrasepsi," ucap Sonya lirih.


Rasa mualnya kini mulai muncul kembali. Sonya lalu membuka lacinya dan mengambil testpack. Sonya kemudian berlari ke kamar mandi karena sudah tidak tahan lagi menahan isi perutnya yang minta untuk segera dikeluarkan.


"Hoek......... Hoekk............." Sonya lagi-lagi memuntahkan semua isi perutnya.


Kenzo yang baru saja masuk ke dalam kamarnya pun mendengar istrinya kembali memuntahkan semua isi perutnya. Kenzo kemudian meletakkan secangkir teh hangatnya dan menyusul istrinya ke kamar mandi. Namun Sonya mengunci pintu kamar mandi.


"Sayang, buka pintunya," ucap Kenzo sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Kenzo ingin membantu istrinya memijat tengkuk lehernya namun Sonya tidak kunjung membukakan pintu kamar mandi.


"Sudah sayang kamu gak usah bantuin aku. Ini sudah selesai kok," ucap Sonya dari dalam kamar mandi.


Sonya dengan tangan bergetar lalu menggunakan testpack. Sonya takut jika hasilnya akan garis dua, karena Kezia masih kecil masa mau punya adik secepat ini.


"Sayang, kenapa kamu lama sekali?" Tanya Kenzo yang sudah khawatir, takutnya istrinya pingsan didalam kamar mandi.


"Sebentar lagi sayang, aku sedang buang air kecil."


Sonya lalu memejamkan matanya. Dirinya takut untuk melihat hasilnya. Namun Sonya harus tahu hasilnya apakah positif atau negatif. Dengan hitungan ketiga nanti Sonya lalu akan membuka matanya.


"Satu, dua, tiga. Semoga hasilnya garis satu," ucap Sonya sambil menghembuskan nafasnya, saat ini Sonya belum siap untuk hamil lagi.


Perlahan Sonya membuka matanya. Alangkah terkejutnya saat melihat dua garis merah terpampang jelas di sana. Kini dirinya tengah berbadan dua.


"Tidak mungkin....." Sonya sedikit berteriak saat mengetahui dirinya kini hamil lagi.


Kenzo terkejut saat istrinya berkata tidak mungkin, Kenzo masih bingung apa yang terjadi terhadap istrinya. Sonya dengan segera lalu mencuci testpack tersebut.


"Sayang kamu kenapa? Sayang jangan bikin aku khawatir," ucap Kenzo dari luar.

__ADS_1


Karena tidak ada jawaban dari istrinya akhirnya Kenzo berniat ingin mendobrak pintunya.


"Sayang, aku dobrak ya pintunya."


Saat Kenzo sedang ancang-ancang akan mendobrak pintunya Sonya sudah keluar dari dalam kamar mandi. Saat ini wajahnya ditekuk, dirinya kini takut untuk berbicara dengan suaminya.


"Sayang, apa yang terjadi?" ucap Kenzo yang sudah memegang kedua pipi istrinya.


Dengan menghembuskan nafasnya Sonya kini akan bilang kepada suaminya bahwa saat ini sedang hamil anak keduanya.


"Aku..... Aku hamil lagi," ucap Sonya sambil memberikan testpack dengan hasil positif tersebut kepada Kenzo.


Kenzo membolakan matanya, tidak percaya bahwa kini anak keduanya akan segera hadir. Kenzo bahagia istrinya sedang hamil anak keduanya. Kenzo lalu sujud syukur saat mengetahui istrinya hamil.


"Yey...... Istriku hamil lagi. Terima kasih sayang kamu telah memberikan Kezia adik secepat ini," ucap sambil mengecup kedua pipi Sonya.


Sonya hanya menghela nafas panjang. Kenzo malah terlihat senang saat mengetahui bahwa Sonya hamil lagi. Kenzo jingkrak-jingkrak kegirangan saat Sonya kembali hamil anaknya.


"Kenzo......... Ini semua gara-gara kamu!" ucap Sonya menatap tajam suaminya.


"Sayang, aku bahagia kamu hamil lagi." Kenzo lalu memeluk Sonya.


"Kamu tidak kasihan apa sama Kezia? Kezia masih membutuhkan asiku. Tapi apa yang kamu lakukan, kamu membuatku hamil lagi." Sonya melepaskan pelukannya.


Sonya hanya diam saja, yang dia rasakan kini hanya ingin ketenangan hatinya. Kenzo lalu memberikan teh hangatnya untuk istrinya.


"Sayang diminum dulu tehnya."


Sonya lalu meminum teh hangat yang sudah dibuat Kenzo. Perutnya saat ini merasa sudah enakan. Rasa mualnya kini tidak muncul kembali saat dekat dengan Kenzo. Sonya tidak tahu apakah karena anaknya ingin selalu dekat dengan Papanya atau gimana karena tadi saat Kenzo membikinkan teh hangat untuknya rasa mualnya kembali menyerangnya dan saat ini ketika berada di dekat Kenzo Sonya tidak merasakan mual.


"Sayang, aneh sekali. Saat kamu tadi sedang membuatkan aku teh hangat aku kembali mual. Tapi saat aku dekat denganmu rasa mual dan pusingku seketika hilang."


"Itu tandanya anak kita tidak mau jauh-jauh dengan Papanya. Dia ingin aku selalu ada didekatnya," ucap Kenzo sambil mengelus perut Sonya yang masih rata.


"Ken, aku masih kesal sama kamu." Sonya sekarang membuang muka dan tidak ingin berbicara dengan Kenzo.


"Sayang, sudahlah ini anugerah terindah dari Allah. Coba kamu lihat orang diluar sana sayang. Bahkan ada yang sampai belasan tahun menikah belum juga diberikan keturunan. Kita harusnya bersyukur atas apa yang Allah berikan." Kenzo menjelaskan panjang lebar agar Sonya terbuka pikirannya.


Saat Kenzo berbicara seperti itu Sonya lalu terbuka pintu hatinya. Benar juga apa yang dikatakan suaminya. Masih banyak pasangan suami istri diluar sana yang menginginkan seorang anak. Dirinya kini diberi kepercayaan kembali sama Allah dan harusnya bersyukur.


"Sayang, maaf... Aku hanya terkejut saja saat mengetahui bahwa aku hamil lagi." Sonya sambil menggenggam tangan suaminya.


Kenzo lalu mengecup kening istrinya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang. Kita harus beritahu berita bahagia ini kepada Papa, Mama dan Kakek."


"Iya sayang," ucap Sonya dengan senyuman.


Sonya kini bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Kenzo berhasil membukakan pintu hatinya. Anak keduanya kini telah hadir di rahimnya.


"Nak, maafin Mama tadi yang belum siap untuk menerimamu. Sekarang Mama sudah sadar, Mama bahagia atas kehadiranmu." Batin Sonya dalam hati.


Kenzo dan Sonya berjalan menemui orang tuanya dan Kakeknya di ruang keluarga. Kenzo akan memberikan pengumuman penting kepada semuanya. Mama Zaskia saat ini sedang bermain bersama cucunya.


"Papa, Mama dan Kakek, Kenzo ada kabar bahagia," ucapnya sambil tersenyum senang.


"Kabar bahagia apa nak?" ucap Papa Vano dan Mama Zaskia bersamaan.


"Apa kamu menang tender?" ucap Papa Vano.


"Kabar apa cu? Coba jelaskan jangan setengah-setengah," ucap sang Kakek.


Sonya dan Kenzo lalu saling memandang dan tersenyum.


"Sayang aku atau kamu yang bilang kabar bahagia ini?" Tanya Kenzo.


"Kamu saja yang bilang sayang," ucap Sonya sambil tersenyum.


"Jadi pengumumannya adalah....."


Semua orang memandang Kenzo karena mereka penasaran. Kabar bahagia apa yang akan disampaikan oleh Kenzo.


"Istriku hamil lagi..............." Kenzo sambil memperlihatkan testpack.


"Apa??" ucap Papa Vano terkejut saat mengetahui bahwa menantunya kini sedang hamil cucu keduanya.


"Serius nak?" Tanya Mama Zaskia memastikan ucapan anaknya.


"Apa? Cicit keduaku akan segera hadir?" Kakek pun juga tak kalah terkejutnya mendengar kabar. bahwa cucu menantunya kini sedang hamil.


Sonya lalu mengangguk pelan dan tersenyum. Membenarkan bahwa dirinya kini sedang hamil anak keduanya. Semua yang berada di ruang keluarga tersebut bahagia saat mengetahui Sonya hamil lagi. Tak henti-hentinya Kenzo bersyukur atas apa yang telah Allah berikan.


"Alhamdulillah..." Papa Vano bersyukur kini cucu keduanya akan segera hadir.


"Kezia, kamu akan segera punya adik sayang," ucap Mama Zaskia.


Kezia hanya tersenyum saja saat Neneknya berbicara seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2