Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Jalan Bersama Revano


__ADS_3

Kezia dan Revano sudah sampai di mall. Revano menggandeng tangan Kezia dengan mesra dan berjalan pelan-pelan karena istrinya sedang hamil.


"Sayang, kita mau jalan-jalan dulu atau beli ice cream dulu?"


"Beli ice cream dulu sayang. Anakmu yang memintanya sekarang!"


"Baiklah, aku akan menuruti semua keinginan kamu. Ini juga demi anak kita," ucapnya dengan senyuman.


"Iya sayang, ayo kita jalannya lebih cepat. Aku sudah tidak sabar ingin beli ice cream itu," ucap Kezia dengan tangan kirinya mengelus perutnya, si kecil ingin segera menyantap ice cream.


Kezia dan Revano berjalan mendekati penjualan ice cream. Mereka sekarang sudah sampai di kedai ice cream yang sudah terkenal mendunia itu. Kezia duduk di bangku kursi yang kosong. Kezia meletakkan tasnya di meja.


"Kamu mau yang rasa apa sayang?"


"Rasa vanilla dengan topping kacang almond, strawberry dan potongan buah kiwi di atasnya. Jangan lupa porsi yang large ya sayang."


"Ok, siap ratuku," ucap Revano sambil mengelus rambut Kezia dengan lembut sebelum memesan ice cream pesanan istrinya.


Kezia tersenyum Revano bersikap manis kepadanya. Kezia jadi menyesal dulu telah menyia-nyiakan laki-laki sebaik Revano. Tapi kini Kezia bahagia telah mencintai suaminya dan begitu juga Revano juga mencintainya.


"Andai saja dulu aku mencintaimu dari awal. Kita mungkin akan sebahagia ini sejak dulu sayang. Mungkin juga aku dan Sandra hamilnya akan bareng." Batin Kezia diiringi dengan senyuman manisnya.


Sandra kini sudah hamil 8 bulan. Mereka menikahnya di hari yang sama. Namun dulu Kezia mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Jadi sekarang kandungan Kezia baru 6 bulan saja. Tak lama kemudian Revano membawa pesanan istrinya.


"Sayang ini pesanan kamu sudah datang." Revano meletakkan di meja dan lalu duduk disamping Kezia.


"Wah, sepertinya segar sekali sayang."


"Iya sayang, kalau kamu masih ingin lagi aku akan membelikannya untukmu."


"Terima kasih ya sayang," ucap Kezia sekilas mengecup pipi Revano.


"Sayang, kamu jangan seperti ini di tempat umum."


"Eh iya aku lupa sayang, habis kesenangan dapat ice cream," ucapnya terkekeh.


Beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.


"Wah mereka so sweet ya. Istrinya lagi hamil diperlakukan dengan manis." Merasa kagum dengan Kezia dan Revano.


"Aku ingin punya suami seperti dia. Wajahnya tampan dan imut sekali," ucap temannya.


"Iya betapa beruntungnya wanita itu. Mana suaminya lebih muda lagi," cibir teman yang satunya.


Sayup-sayup terdengar di telinga Kezia dan Revano. Tapi Kezia dan Revano tidak menghiraukan ucapan orang yang tadi melihatnya.


"Ah aku sangat beruntung punya suami seperti Revano. 3 orang tadi saja bahkan kelihatannya iri denganku." Batin Kezia.


Ice cream yang tadi sudah habis.


"Sayang ice cream-nya sudah habis. Aku mau lagi....."


"Kamu mau yang rasa apa sayang?"


"Rasa strawberry dengan topping buah strawberry dan chocochips."


"Baiklah tunggu sebentar ya, akan aku belikan untukmu." Revano mengusap kepala Kezia sebentar.


"2 cups ya sayang?"


"Ok sayang." Sambil menyatukan jempol dan jari telunjuknya sehingga membentuk seperti huruf ok.


Tak lama kemudian Revano membawa 2 cups ice cream berukuran large tersebut.


"Sayang sudah datang nih ice cream sesuai keinginan kamu."

__ADS_1


"Wah..... Sepertinya enak sekali." Matanya berbinar-binar.


Kezia seperti anak kecil sekarang. Revano terheran-heran menuruti kemauan bumil yang ada dihadapannya dengan sabar.


"Sayang, jangan hanya dipandangi saja. Ayo dimakan, nanti keburu meleleh ice cream-nya."


"Ah iya, ini untukmu satu sayang."


"Untukku?" Sambil menyatukan kedua alisnya.


"Iya untukmu. Anak kita ingin Papanya juga merasakan ice cream yang segar ini."


"Baiklah nak. Papa akan menuruti keinginan kamu," ucap Revano memegang perut Kezia sebentar.


Sekarang mereka makan ice cream bersama.


"Sayang, apa kamu mau lagi?"


"Tidak, sudah cukup. Sekarang ayo kita jalan-jalan saja sayang."


"Baiklah sayang."


Mereka lalu ke toko pakaian. Kalau Kezia punya butik tapi hanya kebanyakan untuk baju wanita. Baju pria ada tapi hanya pakaian formal kemeja dan jas saja menjualnya. Kezia memilihkan beberapa baju untuk suaminya.


"Sayang ini cocok untukmu. Warnanya juga serasi dengan dress yang sedang aku pakai."


"Iya juga ya sayang. Baju yang kamu pilihkan bagus."


"Ini juga bagus sayang jika kamu memakainya."


"Baiklah aku akan beli yang menurut kamu bagus."


Kezia tersenyum manis suaminya menurut kepadanya.


"Sayang, sekarang giliran aku yang memilihkan baju untukmu."


"Tidak ada penolakan. Aku juga ingin kamu memakai baju dengan pilihanku."


"Baiklah sayang..." Kezia terpaksa mengiyakan suaminya biar Revano tidak marah.


Revano lalu membayar semua belanjaannya tersebut. Setelah itu Revano menghampiri Kezia.


"Sayang, aku sudah selesai nih. Ayo kita mau kemana lagi?"


"Pulang saja yuk sayang."


"Eh, loh kok pulang? Gak kemana dulu gitu sayang?"


"Ke tempat Mama saja yuk. Sepertinya anak kita ingin bertemu dengan Kakek dan Neneknya," ucap Kezia sambil mengelus perutnya.


"Baiklah sayang. Kita ke rumah orang tua kamu habis ini."


"Makasih ya sayang..."


Revano hanya menganggukkan kepalanya. Tak lupa Revano membeli beberapa kue dan brownies untuk dibawa ke rumah mertuanya. Setelah selesai beli kue dan brownies mereka kini menuju parkiran mobil. Setelah mobil Revano keluar dari mall Revano langsung melajukan mobilnya ke arah rumah mertuanya. Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah Keluarga Leonardo. Mereka masih di dalam mobil saat ini.


"Sayang, kenapa melamun?" Tanya Kezia penasaran.


"Eh? Tidak sayang, aku hanya takut saja mereka akan memarahi aku karena selama ini karena tidak berada disampingmu."


"Sayang, tidak usah takut. Mama Sonya dan Papa Kenzo tidak akan memarahi menantunya yang imut ini," ucapnya terkekeh meledek suaminya.


"Sayang, jangan meledekku!"


"Nak, Mamamu meledek Papa. Kamu berada di pihak Mama atau Papa? Jika kamu ada dipihak Papa berikan kode dengan tendanganmu..." Revano memegang perut Kezia dan mengusapnya perlahan.

__ADS_1


"Dia akan lebih memilih memihak Mamanya sayang," ucap Kezia terkekeh.


Tak lama kemudian si kecil menendang pelan dalam perut Kezia.


"Dia lebih memihak aku sayang." Revano merasakan tendangan anaknya dari dalam perut Kezia.


Kezia mendengus kesal karena anaknya memihak kepada Papanya.


"Aku yang mengandungnya selama 6 bulan ini tapi dia lebih memihak sama kamu," ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kan aku Papanya sayang," ucapnya terkekeh.


Kezia mendengus kesal.


"Kamu menggemaskan sekali sih sayang." Revano mencubit kedua pipi Kezia secara bersamaan.


"Kamu nyebelin Revano!"


"Kata orang kalau sebal sama ayahnya nanti anaknya mirip loh sayang?"


"Gak mau! Aku yang mengandungnya. Dia harus mirip denganku," ucap Kezia.


"Makanya kamu jangan sebel sama aku sayang."


"Hmm... Kapan kita turunnya kalau cuma dari tadi kita di mobil saja?"


"Ah iya aku lupa kalau anak kita ingin bertemu Kakek dan Neneknya. Maaf ya sayang aku jadi lupa."


"Hmm..........." Kezia hanya berdehem saja.


Mereka lalu keluar dari mobil dan bergandengan tangan.


"Assalamualaikum......"


"Wa'alaikum Salam..... Eh Menantu Mama sudah pulang nak. Kapan kamu pulang nak?"


"Baru tadi pagi Mama."


Kezia dan Revano mengecup punggung tangan Sonya secara bergantian. Kezia lalu meletakkan kue dan brownies di meja.


"Papa mana Mama?"


"Papa sedang minum jus didekat kolam renang. Nak, kalian jangan repot-repot bawa makanan."


"Tidak apa-apa Mama. Tadi kebetulan kita sedang jalan-jalan ke mall," ucap Revano tersenyum.


"Alhamdulillah, kalau hubungan kalian semakin harmonis."


Kezia dan Revano lalu saling berpandangan dan tersenyum.


"Iya Mama. Kita sudah memutuskan untuk membesarkan anak kita bersama."


"Mama bahagia nak. Kalian temuin Papa, pasti Papa kamu akan senang melihat Revano sudah pulang."


"Iya Mama... Aku ke belakang dulu ya Mama mau nemuin Papa..."


"Iya sayang..."


Kezia berjalan pelan-pelan dan menggandeng suaminya. Mereka akan menemui Papa Kenzo. Kezia akan bilang bahwa suaminya telah kembali dan akan membesarkan anaknya bersama-sama.


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙



Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙

__ADS_1



__ADS_2