Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Pangeran Kecil


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author yang Gratis tidak berbayar dan harus buka perbab pakai koin.


Risa menimang-nimang anaknya dan lalu beranjak dari tempat duduknya. Risa mendekati boks bayi tersebut, matanya berbinar-binar melihat cucunya yang sangat tampan. Sedangkan Reva saat ini sedang duduk dipangkuan Reno.


"Reyhan, lihatlah nak. Reza, keponakan kamu juga sangat tampan sayang," ucap Risa.


Bayi mungil yang baru berumur kurang dari 2 bulan itu hanya menggeliat saat Risa berbicara.


"Reyhan juga ganteng Mommy," ucap Revano yang lalu mendaratkan kecupannya pada pipi Reyhan.


"Iya nak, hanya adikmu ini yang mirip dengan Mommy sayang. Kamu dan Reno lebih mirip ke Rey."


"Kan mereka anak kita sayang, jadi mirip dengan aku atau dengan kamu sama saja," ucap Rey.


"Hmm iya."


Risa dari tadi menggendong Baby Reyhan. Rey lalu berjalan mendekati istrinya dan ingin menggendong anaknya.


"Apakah kamu ingin menggendongnya?"


"Iya sayang, kasihan dari tadi kamu yang menggendong Reyhan terus."


Rey menggendong dengan hati-hati putra bungsunya. Karin dan Yudha baru datang.


"Haha, aku masih tidak menyangka Kak Rey dan Kak Risa akan punya anak lagi," ucap Karin. Sepupunya Risa itu juga datang dan ingin melihat Reza, cucu dari sepupunya yang baru saja lahir.


"Reyhan anugerah terindah yang Allah berikan."


"Gak mau nambah anak lagi nih Risa?" goda Dokter Yudha.


"Kamu tuh yang tambah anak. Karin juga masih bisa kan memberikan kamu anak? Sebab lebih muda Karin daripada aku," ucap Risa terkekeh.


"Dia gak mau Risa. Kalau aku sih mau-mau saja punya anak lagi," jawab Dokter Yudha dengan entengnya.


"Sudah tua jangan bicara ingin anak lagi. Apa kamu tidak ingat aku berbicara apa kalau kamu bahas itu lagi?" ucap Karin menatap tajam suaminya.


Yudha langsung teringat akan ancaman istrinya. Ia tidak mau jika harus disunat lagi karena membahas anak lagi.


"Iya sayang, tadi hanya bercanda kok. Jangan marah ya?"


"Hmm," jawab Karin singkat.


Jika Karin marah Yudha yang payah juga, karena istrinya itu pasti akan tidur dengan putri bungsunya.

__ADS_1


Kenzo yang dari tadi mendengar nama cucunya sangatlah bagus karena singkatan dari nama kedua orangtuanya. Kenzo tersenyum senang saat ini, rumah tangga anaknya sudah tidak ada orang ketiga lagi.


"Reza, Revano dan Kezia. Kreatif sekali kamu nak bisa menggabungkan nama kamu sama Kezia menjadi nama anak kalian."


"Hehe iya dong Papa Kenzo."


"Tidak seperti Papamu Kenzo, coba nak bayangkan aku yang melahirkan Kezia dan Keano. Tidak ada namaku di semua anakku. Bahkan huruf awalan mereka berawalan dengan huruf K seperti Papanya dan nama belakang mereka juga pakai nama Leonardo semua."


"Ya memang mereka anakku kan sayang? Jadi harus berawalan namanya sepertiku. Jika kamu mau hamil lagi nanti nama depan huruf anak kita berawalan huruf S seperti nama kamu sayang."


"Ih ogah, jika harus hamil lagi."


Tak lama kemudian Reza menangis bersamaan dengan Kezia yang mulai membuka matanya.


"Mama, aku haus," ucap Kezia sambil memegang tenggorokannya.


Sonya lalu mengambil segelas air putih dan membantu anaknya untuk minum.


"Minumlah sayang," ucap Sonya dengan lembut.


Kezia langsung menghabiskan satu gelas air putih tersebut.


"Sayang, anak kita menangis saat kamu terbangun. Mungkin anak kita juga haus," ucap Revano lalu menggendong anaknya pelan-pelan.


"Bawa anak kita ke sini sayang," ucap Kezia lirih.


Revano berjalan membawa anaknya ke sang istri. Tak lupa Revano juga memberikan penutup kepada istrinya. Reza sekarang sedang minum asi saat ini. Setelah selesai diberi nutrisi oleh Kezia mengusap kepala anaknya dan mengecup keningnya dengan penuh dengan kasih sayang. Kezia juga tak lupa mengecup kedua pipi putranya. Dia bersyukur bisa melahirkan anak keduanya sesuai dengan harapannya. Kezia sangat bahagia anaknya terlahir berjenis kelamin laki-laki. Jadi Revano tidak akan menyuruhnya untuk program hamil dan melahirkan anak ditahun depan.


"Anak kita tampan sekali," ucap Kezia tersenyum bahagia dan mengecup pipi anaknya lagi.


Kezia gemas dengan putranya yang baru saja dia lahirkan. Revano bahagia pangeran kecilnya mirip dengannya.


"Iya sayang, Reza mirip aku kan?"


"Semua anakku mirip denganmu. Padahal aku yang mengandungnya selama 9 bulan lebih. Tuhan sepertinya tidak adil."


"Ya kan aku memang Papanya," jawab Revano yang membikin Kezia kesal.


"Haha, memang seperti itu nak. 4 anakku saja yang mirip denganku hanya Keyla," jawab Karin.


"Tapi kan Tante, kita yang hamil dan melahirkannya dengan susah payah. Saat lahir wajahnya mirip dengan ayahnya kan tidak adil."


"Sudahlah nak, wajah bayi masih bisa berubah-ubah. Buktinya Reva juga ada mirip-miripnya kan sama kamu?" ucap Sonya agar anaknya tidak merasa kecewa.

__ADS_1


Faktanya juga seperti itu, Reva sangatlah cantik dan ada kemiripannya dengan Kezia, meskipun wajah imutnya mewarisi wajah Revano.


"Iya Mama."


Tak lama kemudian Elena dan Keano baru datang membawa Elano.


"Wah, cucuku datang nih. Sini sama Opa," ucap Kenzo.


Elena lalu memberikan anaknya kepada Kenzo.


"Sayang, kita punya tiga cucu selama kurang lebih 4 tahun ini."


"Hmm sudah lengkap kan, 2 cucu laki-laki dan satu perempuan."


Kenzo mengangguk pelan dan sambil memainkan mainan Elano. Cucunya itu suka suara-suara mainan.


"Iya, kalian panen cucu," ucap Karin terkekeh.


Yudha dan Karin lalu pamit pulang. Kezia masih menggendong putranya. Revano mengambil Reva dari pangkuan Reno dan kemudian menggendongnya.


"Sayang, Reva bawa ke sini."


Revano lalu mendekati istrinya dan kemudian mendaratkan kecupannya di kening Kezia, lalu Reva dan yang terakhir Baby Reza.


"Alhamdulillah ya sayang, keluarga kecil sudah lengkap berkat adanya Reva dan Reza."


"Iya sayang, aku sudah memberikan kamu anak laki-laki. Jadi kamu harus tepati janjimu untuk hanya punya 2 anak saja dan kita tidak perlu untuk program kehamilan tahun depan."


"Iya sayang, dua anak cukup. Tapi jika kamu mau hamil lagi aku akan sangat bahagia."


Revano menyentil hidung istrinya.


"Kalau kamu ingin punya anak lagi kamu saja yang hamil sendiri dan merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu hamil. Emangnya tidak sakit apa saat melahirkan anak? Taruhannya nyawa kamu tahu enggak? Kamu hanya bisanya menghamili aku saja dan tidak tahu rasanya begitu susah payah saat mengandung dan melahirkan Reva dan Reza. Belum lagi saat aku ngidam ini dan itu. Harus ada saat itu juga jika saat ngidam."


"Kamu tidak tahu juga apa yang aku rasakan. Aku yang hamil dan melahirkannya tetapi saat anak kita lahir semuanya mirip denganmu. Tidak ada satupun anakku yang mirip sama aku," ucapnya kembali.


Revano terkejut saat istrinya berbicara seperti itu. Sedangkan Risa dan Sonya saling melempar senyuman. Reno dan Sandra berusaha menahan tawanya.


"Haha akhirnya terkena semprot juga kan kamu Revano," ucap Kenzo tertawa terbahak-bahak.


Sonya mencubit perut suaminya agar tahu situasi saat ini karena anaknya sedang kesal terhadap suaminya.


Jangan lupa tinggalkan like 👍

__ADS_1


Berikan dukungan kepada author dengan meninggalkan komentar, vote dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗


__ADS_2