
Gadis cantik kutu buku itu terlihat menghela napas panjang setelah menghadiri pesta ulang tahun pernikahan Om Rey dan Tante Risa sekaligus acara pertunangan dadakan kedua sahabatnya yang membuat dirinya spot jantung. Sandra sekarang sudah sampai rumahnya. Sandra sudah berada di kamarnya dan sudah berganti pakaian tidurnya. Sandra duduk di tepi ranjang, perlahan membuka hp dan mencari foto di galerinya. Sandra menatap foto saat mereka bertiga sedang berpose foto dengan tersenyum bahagia saat di sekolah.
"Aku tidak bisa seperti ini. Aku harus mengubur rasa suka terhadap Reno. Aku gak mau Kezia mengetahui bahwa selama ini aku suka dengan Reno." Kemudian Sandra meletakkan hp ke meja belajarnya kembali.
Sandra pandangannya lalu melihat di meja belajarnya, di situ terdapat novel pemberian dari Ricko beberapa hari yang lalu. Senyuman tipis terlihat dari wajahnya. Perlahan Sandra duduk di kursinya. Sandra memandang novel pemberian Ricko. Sahabat barunya itu tahu bahwa Sandra suka membaca novel.
"Ricko sangat baik padaku selama ini. Benar kata Mami. Aku harus mencoba untuk membuka hatiku untuknya. Lagian sekarang Reno sudah bersama dengan Kezia. Aku tidak mau menjadi orang ketiga diantara mereka. Aku tidak mau persahabatan yang sudah lama terjalin akan rusak begitu saja. Terlebih kedua orang tuaku tadi sepertinya marah dan kecewa dengan keluarga Wijaya."
"Ya, aku harus mencoba membuka hatiku untuk Ricko. Mungkin ini pilihan yang terbaik untuk semuanya. Semoga saja apa yang aku lakukan ini sudah benar," ucapnya kembali.
Sandra lalu meletakkan lagi novel tersebut dan berjalan menuju ranjangnya. Sandra mulai merebahkan tubuhnya ke ranjang dengan sekilas menatap langit-langit kamarnya.
"Ricko... Ricko, kamu itu sangat tampan. Tapi kenapa kamu menyukai gadis kutu buku sepertiku? Padahal di luar sana banyak gadis yang lebih cantik dariku yang selalu mengejar dirimu."
Ricko memang laki-laki populer di sekolahnya. Bahkan ada beberapa adik kelasnya yang menyatakan cinta ke Ricko. Saat itu Sandra melihat dengan mata kepalanya sendiri saat di lapangan sekolah. Sandra tak menyangka ada gadis yang berani menyatakan cinta kepada seorang laki-laki.
"Aku sebaiknya tidur. Pusing kalau mikirin semuanya."
Sandra lalu membaca doa dan kemudian mulai memejamkan matanya.
...*****...
Di kamarnya Reno tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya yang mengadakan acara pertunangannya dengan Kezia secara tiba-tiba. Reno juga kesal dengan Kezia yang menyetujuinya begitu saja. Kezia seperti tidak mementingkan kepentingan persahabatannya selama ini dengan Sandra.
"Kezia egois, tidak memikirkan perasaan Sandra. Bagaimana kalau Sandra membenciku dan memutuskan persahabatan kita."
Reno kini merasa bersalah lalu mengingat saat Sandra sedang makan bersama dengan Ricko, Reno menuduhnya Sandra telah mengkhianati persahabatannya dengan berkencan dengan Ricko. Padahal Sandra hanya merayakan kelulusannya dengan makan bersama dengan Ricko. Kini dirinya sendiri yang mengkhianati persahabatannya dengan bertunangan dengan Kezia.
Kini Reno lalu meraih hp dan menghubungi Sandra. Di kamarnya Sandra merasa terusik tidurnya saat mendengar suara hp berbunyi.
"Siapa sih malam-malam telepon?" gumamnya.
Sandra lalu meraih hpnya. Sandra membolakan matanya saat melihat nama yang meneleponnya malam-malam. Sandra menolak panggilan dari Reno dan lalu mematikan hpnya. Sandra belum siap untuk berbicara dengan Reno dan lebih memilih untuk tidur kembali.
__ADS_1
Di kamarnya Reno kini tengah gelisah. Sandra tadi menolak panggilan teleponnya. Saat Reno menelepon Sandra kembali kini hpnya tidak aktif.
"Sandra pasti marah sama aku. Gimana ini? Apa yang harus aku lakukan?"
"Ini semua salahku. Kalau saja tadi aku menolak pertunangannya ini pasti Sandra tidak akan marah kepadaku."
Reno gelisah jika nanti Sandra tidak mau menjadi sahabatnya lagi. Mereka sudah bersama-sama sejak kecil. Reno tidak sanggup kehilangan sahabat sebaik Sandra.
...*****...
Di kamarnya Kezia sangat bahagia, hatinya sedang berbunga-bunga. Kezia mengecup cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Kezia tidak menyangka bahwa saat ini dirinya adalah tunangannya Reno Putra Wijaya, laki-laki yang dicintainya selama ini.
"Aku tidak sabar sebentar lagi akan menikah denganmu Reno. Kamu pasti seperti Om Rey Reno. Tadi Om Rey romantis banget sih sama Tante Risa. Jadi ingin Reno seperti itu kan."
"Aku harus bersabar, sebentar lagi aku dan Reno pasti juga akan seperti Om Rey dan Tante Risa," ucapnya kembali.
Kini Kezia bisa tidur nyenyak malam ini. Sedangkan Reno tidak bisa tidur nyenyak malam ini.
...*****...
"Ricko, kamu bawa aku kemana?"
"Sebentar lagi sampai Sandra. Bersabarlah, beberapa langkah lagi kita akan sampai."
Ricko mengajak Sandra ke sebuah danau. Ricko lalu membuka penutup matanya. Sandra terkejut saat Ricko mengajaknya ke sebuah danau yang cantik. Di sana ada angsa yang sedang berenang.
"Cantik sekali." Perkataan itu lolos dari mulut Sandra.
"Iya sangat cantik seperti kamu Sandra."
"Ricko kamu ini suka gombal deh!"
"Sandra aku berbicara dengan serius kalau kamu memang cantik," ucapnya dengan senyuman.
__ADS_1
Sandra kini tersenyum setelah Ricko berbicara seperti itu.
"Sepertinya keputusan yang ku ambil sudah tepat. Ricko laki-laki yang baik. Aku tidak boleh mengecewakannya. Aku akan berusaha untuk membuka hatiku untuknya." Batin Sandra.
"Sandra kita ke sana yuk," ucapnya sambil menggandeng tangan Sandra.
"Iya ayo." Mulai melangkahkan kakinya mendekati danau.
Mereka kini masih berpegangan tangan.
"Ricko........." Sandra kini menatap wajah sahabatnya.
"Iya Sandra." Kini Ricko menoleh ke arah Sandra. Gadis cantik yang selama ini telah menjadi pujaan hatinya.
"Ricko, aku sudah ada jawaban untuk pertanyaan yang pernah kamu ajukan," ucapnya dengan senyuman manis.
"Benarkah? Apa kamu sudah mau menerima cintaku?" Kini Ricko penasaran dengan jawaban Sandra.
"Ricko, sudah aku pikirkan matang-matang. Aku akan mencoba untuk membuka hatiku untukmu."
"Sungguh? Aku sedang tidak bermimpi kan Sandra?"
"Tidak Ricko, kamu sedang tidak bermimpi. Aku akan berusaha untuk membuka hatiku untukmu."
"Terima kasih Sandra. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. Aku tidak akan pernah membuatmu kecewa." Kini Ricko menggenggam tangan Sandra dan mengecupnya dengan mesra.
"Iya aku percaya sama kamu. Ricko kamu laki-laki yang baik. Aku beruntung bisa kamu cintai."
"Tidak Sandra. Aku laki-laki yang biasa saja. Justru aku yang beruntung bisa mendapatkan kamu. Gadis yang selama ini menjadi pujaan hatiku."
"Ricko so sweet banget sih. Perlakuannya sangat manis kepadaku. Aku gadis yang beruntung bisa dicintai oleh laki-laki sebaik Ricko. Mungkin setelah ini aku akan bisa melupakan perasaanku kepada orang yang selama ini singgah di hatiku. Reno, aku berharap persahabatan kita akan baik-baik saja. Semoga kamu akan bahagia bersama dengan Kezia hingga sampai ke pelaminan." Batin Sandra dengan senyuman manisnya.
Ricko bahagia kini penantiannya selama ini membuahkan hasil. Gadis cantik yang suka membaca buku tersebut kini telah membuka hati untuknya. Ricko tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk selalu membuat Sandra bahagia.
__ADS_1
Mereka tidak tahu dibalik pohon itu ada seseorang yang telah memperhatikan gerak-gerik mereka dari tadi. Laki-laki itu mengepalkan tangan kanannya. Ada aura kemarahan dari wajahnya. Laki-laki itu dari tadi membuntuti mobil Ricko setelah keluar dari kampus hingga sampai ke danau.