
Beberapa Tahun Kemudian
Kini Reno sudah berumur 18 tahun dan akan menikmati kelulusannya dengan para sahabatnya. Reno dan Kezia merayakan kelulusannya dengan mewarnai seragam putih abu-abunya dengan cat pilox. Berbeda dengan Sandra, si gadis kutu buku tersebut lebih memilih bersembunyi di ruang UKS agar tidak diajak Reno dan juga Kezia untuk naik motor bersama dan juga mewarnai seragam putih abu-abunya. Reno memang seperti Risa bersekolah dengan naik motor sportnya. Kelakuannya juga 80% sama seperti ibunya.
Reno sifatnya berbanding terbalik dengan Revano. Kini adiknya sudah lulus SMP. Revano nurut sama Daddy Rey untuk di sekolahkan sekaligus tinggal di pondok pesantren tempat Rey dulu menimba ilmu sampai menjadi Hafidz Qur'an. Meskipun Revano tidak hafal 30 juz seperti Daddy Rey. Namun Revano sudah mendingan dari pada sang Kakaknya. Kini Revano sudah bisa menghafal 18 juz dalam waktu 3 tahun. Kini Revano saatnya kembali ke Jakarta untuk berkumpul bersama dengan keluarganya. Revano sedang dalam perjalanan pulang, tadi pagi sopirnya sudah menjemputnya. Revano sudah rindu dengan kedua orang tuanya terutama dengan Mommy Risa. Sifat manjanya Rey menurun ke anaknya Revano. Anak bungsunya itu masih suka meminta untuk dipeluk oleh sang Mommy. Risa juga tak keberatan mungkin karena Revano anak yang penurut jadi Risa sangat sayang kepada anak bungsunya.
Kezia juga tak kalah kerennya, Kezia sama seperti Reno naik motor sport ke sekolah. Sandra pernah dibonceng Kezia dan jantungnya hampir copot karena Kezia naik motornya kencang seperti ibunya Sonya juga mengendarai mobilnya seperti pembalap. Kezia dan Reno tergabung dalam club' motor sport. Namun mereka sesekali ikut balapan. Kalau untuk taruhan mereka tak pernah mau. Kalau untuk bersenang-senang dengan teman-temannya mereka mau balapan.
"Kez, Sandra mana sih? Masa tidak mau ikut konvoi sama kita?"
"Iya nih sudah panas, terik matahari sudah mulai menyengat." Teman-temannya sudah menunggunya.
"Iya Sandra lama sekali sih," ucap salah satu temannya lagi.
"Coba aku telepon Sandra dulu."
Kezia sudah menghubungi Sandra namun teleponnya tidak di angkat. Mereka bertiga selama SMA berbeda kelas. Kalau saat SMP mereka selalu satu kelas. Sandra berada di kelas XII IPA 1 sedangkan Kezia dan Reno berada di kelas XII IPA 3. Kezia dan Reno selalu satu kelas semenjak masuk SMA. Tapi mereka ke kantin selalu bersama dengan Sandra karena mereka sudah sahabatan sejak kecil.
"Teleponku tidak dijawab. Mungkin Sandra sudah pulang."
"Coba aku yang telepon Sandra." Reno lalu mengambil hp dari kantong sakunya.
"Sama, teleponku juga tidak dijawab. Apa Sandra benar-benar sudah pulang ya?"
"Sepertinya iya Ren," ucap Kezia.
"Ya sudah kalau Kezia sudah pulang kita langsung konvoi saja."
Mereka lalu menaiki motor sportnya masing-masing.
Setelah mendengar suara motor mereka pergi. Sandra lalu keluar dari ruang UKS. Sandra terkejut saat dirinya tiba-tiba menabrak seseorang. Karena tadi Sandra berjalannya menunduk.
"Maaf....."
"Sandra....." Sang laki-laki itu mengenali Sandra padahal Sandra sedang menundukkan kepalanya.
Sandra lalu melihat siapa orang yang memanggil namanya.
"Eh? Ricko kamu ngapain berdiri di depan UKS?"
"Kamu yang ngapain berada di UKS? Apa kamu sakit?" Kini terlihat Ricko khawatir dengan Sandra.
Sandra kesal teman satu kelasnya itu sifatnya selalu menyebalkan ditanya apa dan jawabnya apa.
__ADS_1
"Kamu ini aku tanya kok balik nanya. Dasar nyebelin!" Sandra lalu berlari meninggalkan Ricko.
"Sandra, tunggu..." Ricko berlari mengejar Sandra.
Karena Sandra larinya kencang dan tidak berhenti saat Ricko memanggilnya, akhirnya Ricko berhasil menangkap Sandra. Ricko memeluk Sandra dari belakang. Meskipun pelukannya tidak sepenuhnya karena terhalang oleh tas Sandra yang berisi buku-bukunya dan juga jaket.
"Ricko kamu apa-apaan sih! Tiba-tiba main peluk saja. Kalau ada yang melihatnya gimana?" Sandra kini kesal dengan tingkah laku temannya itu.
"Eh maaf Sandra gak sengaja. Aku tadi hanya ingin kamu supaya berhenti." Ricko langsung melepaskan pelukannya.
"Lagian sekolahan sudah sepi, teman-teman kita sudah pada ikut konvoi. Mungkin hanya tinggal tukang kebun dan satpam saja yang masih ada di sekolah," ucapnya kembali.
"Kamu dasar teman yang tidak sopan ya! Main peluk saja." Sandra berjalan meninggalkan Ricko.
"Sandra aku hanya ingin bertanya sama kamu. Kenapa kamu menolak cintaku waktu itu?" Ricko berbicara dengan lantang.
FLASHBACK ON
Saat Sandra sedang membaca buku novel di taman. Tak sengaja Ricko menemukan gadis yang dicintainya.
"Sandra, bolehkah aku duduk di sini."
"Boleh saja Ricko," ucapnya yang masih fokus dengan membaca novel.
"Sandra aku ingin berbicara serius sama kamu."
"Mau bicara apa Ricko?"
Tiba-tiba saja Ricko menggenggam kedua tangannya. Sandra terkejut atas apa yang Ricko lakukan.
"Sandra, aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku?"
Sandra melongo saat teman sekelasnya itu menyatakan cintanya.
"Maaf Ricko, aku tidak bisa."
"Kenapa Sandra? Apa karena aku kurang tampan?"
"Tidak begitu maksudku kita ini teman. Aku tidak mau pertemanan kita akan rusak kalau kita berpacaran."
"Sandra, apa kamu punya pacar?"
"Tidak, aku tidak punya pacar dan lagian aku juga belum pernah berpacaran."
__ADS_1
Ricko tersenyum saat mendengar Sandra belum pernah memiliki pacar. Seperti dirinya yang hanya mencintai Sandra. Meskipun Sandra menolaknya, tapi di luar sana banyak sekali bahkan adik kelasnya ada yang menyatakan cinta kepadanya. Namun Ricko tolak karena hatinya masih milik Sandra seorang. Meskipun Sandra tidak membalas cintanya. Tapi Ricko yakin perlahan nanti Sandra akan menyukainya seiring berjalannya waktu.
FLASHBACK OFF
"Karena aku hanya mencintai satu laki-laki saja. Ia yang selalu ada di hatiku sejak lama." Batin Sandra.
"Aku sudah jawab berkali-kali sama kamu Ricko kalau kita itu teman dan tidak akan pernah bisa bersama."
"Aku tahu pasti kamu sudah mencintai laki-laki lain kan?"
"Kamu berpikirnya terlalu jauh Ricko."
"Sandra, jika kamu tidak mau menjadi kekasihku bisakah kamu menjadi sahabatku?"
"Boleh..." Sandra menjawabnya dengan singkat.
Kini Ricko bahagia meskipun tidak bisa menjadi kekasihnya setidaknya masih bisa dekat dengan Sandra yang sekarang menjadi sahabatnya.
"Terima kasih Sandra sudah mau menjadi sahabatku."
"Iya Ricko. Oh iya aku pulang duluan ya, sopirku pasti sudah menunggu di luar."
Sandra berjalan menuju gerbang. Sesudah sampai di luar gerbang Sandra tidak menemukan mobil dan sopirnya. Sandra lalu mendapatkan pesan WhatsApp dari sopirnya bahwa akan terlambat menjemput karena mobilnya sedang berada di bengkel.
"Kamu belum dijemput Sandra?" Tanya Ricko saat keluar dari dalam mobilnya.
"Belum Ricko."
"Masuklah, aku antar kamu pulang."
"Tidak usah nanti merepotkan."
"Sandra kamu jangan sungkan kepadaku. Kita sudah bersahabat sekarang."
"Hmm baiklah."
Lalu Ricko membukakan pintu mobil untuk Sandra dan setelah Sandra masuk ke dalam mobilnya dengan cepat Ricko juga masuk ke dalam mobil.
"Ricko kamu jangan berlebihan seperti tadi. Aku bisa membuka pintu mobilnya sendiri."
"Sandra, kamu itu sudah menjadi sahabatku. Kamu layak diperlakukan seperti tuan putri."
"Astaga, Ricko kamu kebanyakan nonton dongeng anak-anak ya?"
__ADS_1
"Tidak Sandra, aku hanya melihat kebiasaan Papaku memperlakukan Mama seperti tuan putrinya dan aku berjanji akan melakukannya dengan orang yang aku sayang."
Sandra hanya terdiam dan tidak berbicara lagi. Takut Ricko akan membahas tentang kenapa masih tidak mau menerima cintanya. Ricko lalu melajukan mobilnya ke arah rumah Sandra.