Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 91 - Menjadi Suami Siaga


__ADS_3

Evan memesan ruangan VIP yang terbebas dengan asap rokok karena mereka akan makan bersama dengan dua ibu hamil, dimana harus selalu menjaga kesehatan sekitarnya terutama dari bahaya asap rokok. Setelah mereka makan siang bersama mereka lalu saling berbincang-bincang bercerita mengenai kehidupan rumah tangga mereka masing-masing.


"Bro, akhirnya setelah menikah kehidupan rumah tangga kita jadi bahagia. Maafkan aku dulu ya bro, dulu aku sifatnya masih ke kanak-kanakan dan terobsesi dengan Risa," ucap Evan yang masih tidak enak dengan Rey.


"Iya bro udah gak usah dibahas lagi tentang masa lalu. Sekarang kita melihat ke masa depan saja apalagi kita sudah mau menjadi ayah sebentar lagi."


"Iya gak nyangka ya kita akan nikah muda dan secepatnya menjadi ayah, aku sudah ingin sekali melihat putriku lahir."


"Hehe iya mungkin karena sudah takdirnya kita menikah muda," ucap Rey.


"Aku bahagia banget akan menjadi ayah bro. Putriku suka menendang-nendang di perut Luna. Ada rasa bahagia di hatiku saat merasakan tendangannya."


"Kalau aku belum tahu jenis kelamin anakku bro. Soalnya jadwal pemeriksaan kandungan Risa di minggu ke 20 nanti."


"Mudah-mudahan benar ya anak kalian laki-laki. Pasti nanti anakmu kalau sudah besar akan seperti kamu Rey jika anak kamu beneran laki-laki maka akan....." Evan berbicara dengan menggantung kalimatnya.


Rey lalu tersenyum seolah-olah tahu kalimat yang akan diteruskan oleh Evan.


"Manjanya sepertimu Rey hahahaha." Evan lalu tertawa terbahak-bahak.


"Argh..... Kak Evan nyebelin deh. Dari SMA selalu ngeledekin Rey," ucapnya manyun.


"Hehe bercanda bro! Aku hanya sedang bernostalgia saja saat kita masih SMA. Masa kamu ngambekan sih udah mau punya anak juga bro."


"Tapi sekarang Rey sudah gak manja lagi Kak Evan. Malah Risa sekarang yang lebih manja bro, kadang dia juga cengeng."


"Aku manja kan karena bukan kemauanku. Mungkin karena aku sedang hamil anakmu," ucap Risa yang tidak terima jika dirinya dibilang manja.


"Yang namanya sedang hamil pasti lebih sensitif Rey," ucap Luna.


"Aku tahu sebenarnya Risa gak seperti itu sifatnya. Mungkin karena kehamilannya saja moodnya sering berubah-ubah. Yang sabar ya Rey. Harus semangat bekerja karena kamu akan menjadi seorang ayah."


"Iya aku udah sabar kok Kak Evan. Malah sabar banget, nih buktinya aku mau pakai kostum Dino dari tokonya hingga ke restoran sini, bahkan disepanjang jalan aku cuekin aja orang-orang yang tertawa melihatku dan aku harus pakai ini kostum sampai kapan bahkan aku tidak tahu. Mungkin kalau Risa belum bolehin aku melepaskannya aku tidak akan melepasnya."


Luna dan Evan saling berpandangan seolah mengerti apa yang Rey katakan dan memang kenyataannya Rey orangnya sabar. Sedangkan Risa tersenyum, memang benar Rey selalu bersabar selama Risa hamil Rey memenuhi keinginannya bahkan Rey mau membuat salad buah, nasi goreng dan masih banyak lagi yang Rey lakukan untuknya.


"Eh iya Kak Evan aku minta nomor kamu dong bro."

__ADS_1


Rey lalu menyodorkan hpnya ke Evan. Evan lalu mengetik nomornya.


"Nih bro hpnya, intinya kita harus bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anak kita," ucap Evan.


"Iya bro siap, benar sekali apa yang kamu katakan. Kita harus menjadi suami siaga."


"Iya Rey, rencana nanti kalau kandungan Luna sudah memasuki usia 9 bulan aku akan cuti dari kantor dan menemaninya di rumah. Karena kita tidak tahu kalau kapan anak kita lahir dan akan sesuai HPL atau bahkan bisa sebelumnya."


"Iya bro kok kamu sama sepemikiran denganku. Aku juga ingin menemani istriku saat sedang kandungannya memasuki 9 bulan. Aku ingin menemani istri dan calon anakku di rumah. Aku ingin menghabiskan waktuku untuk bersamanya sebelum ia lahir ke dunia. Aku merasa bahagia saat aku berbicara di depan perut Risa lalu mengelus perut Risa dan anakku merespon menendang-nendang di dalam perut Risa."


Sedangkan Risa dan Luna sangat ini merasa trenyuh dan hatinya merasa tersentuh mendengar para suaminya berbicara seperti itu.


"Oh iya aku udah WhatsApp kamu ya bro," ucap Rey.


"Ok aku save ya nomornya. Bro kapan-kapan main ke rumahku ya? Masa dulu baru main sekali pas waktu kamu memintaku untuk menikahi Luna hehehe," ucapnya terkekeh karena memang benar Rey baru sekali kerumahnya.


"Hehe iya kalau ada waktu yang senggang ya bro. Aku kan kerja sampai sore dan malam hari kuliah online. Atau kamu saja yang main ke rumahku."


"Iya nanti atur saja waktunya. Sama aku kan juga sama sepertimu kerja sambil kuliah. Kan kita sekampus apa kamu lupa?"


"Iya, karena aku mengambil kelas reguler pagi dan siangnya aku bekerja di kantor Papaku. Aku bekerja part time jadi sore hari jam 17:00 wib aku sudah pulang. Aku salut dengan kamu Rey. Kamu lebih muda setahun dariku tapi kamu menghabiskan waktumu dari pagi sampai malam hari untuk bekerja dan kuliah. Belum lagi kalau Risa sedang ngidam yang aneh-aneh seperti ini," ucap Evan.


Setelah mendengar perkataan Evan, Risa baru sadar dan seketika merasa kasihan dengan suaminya. Namun harus gimana lagi ngidamnya tidak bisa kalau tidak dituruti. Risa jadi akan berusaha mengurangi emosinya dengan Rey yang akhir-akhir ini meledak-ledak.


"Aku tidak mau melihat Rey tersiksa dengan kehamilanku. Tapi gimana lagi karena ngidam ini semua diluar kendaliku. Ini semua kemauan Baby R. Nak kamu ngertiin Daddy ya sayang? Mommy kasihan sama Daddy kamu. Daddy Rey dari pagi sampai malam berjuang juga untuk masa depan kita sayang." batin Risa sambil mengusap perutnya pelan dan anaknya meresponnya dengan tendangannya pelan.


"Aku tidak menyangka kamu mendengar semua ucapan Mommy sayang." batin Risa yang masih mengusap-usap perutnya.


Setelah Evan membayar semuanya. Lalu setelah itu mereka akan pulang ke rumahnya masing-masing. Saat di perjalanan Risa seketika ingin mengunjungi apartment.


"Sayang kita ke apartment yuk, aku tiba-tiba ingin kesana."


"Baiklah sayang."


Lalu terbesit ide brilian di pikiran Rey. Rey tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Tak lama kemudian Rey dan Risa sudah sampai di apartment. Baru keluar dari mobil Rey sudah ditertawakan oleh satpam dan beberapa orang disekitarnya. Rey tidak menanggapinya, mungkin Rey sudah tidak merasa malu lagi sejak keluar dari toko mainan tersebut. Rey hanya berjalan menunduk melewati lorong apartment.


Saat sudah sampai di depan pintu apartment. Risa berbalik arah dan menatap Rey.

__ADS_1


"Sayang tadi aku belum sempat memfoto kamu."


"Astaga... Ya Allah jangan sampai Risa pengen balik ke toko mainan tadi dan memintaku untuk foto disana." batin Rey.


"Sayang kok kamu melamun sih? Ayo jongkok dan berpose aku akan memfotomu."


"Untung saja gak suruh balik ke toko mainan di mall tadi." batin Rey.


Rey lalu menuruti perintah istrinya. Rey jadi ingin nantinya punya anak satu saja. Karena satu saja Rey sudah lumayan repot untuk menuruti kemauan Risa saat sedang ngidam.


"Sayang pegang buntut Dinonya."


Rey mengangguk dan dengan terpaksa Rey akhirnya menurut kemauan Risa.


Setelah memfoto Rey, Risa lalu memasukkan kode akses apartment.


"Baru dua kali ini kita kesini sayang. Semuanya masih sama seperti semula saat kita kesini."


Semua yang ada di apartment tertata rapi. Mama Angel menyuruh asisten rumah tangga untuk 2 hari sekali membersihkan apartment. Jadi sewaktu-waktu anaknya ke apartment akan selalu terlihat bersih dan rapi.


"Semoga ini terakhir kalinya kamu menyiksa Daddy kamu ya nak. Ah iya masih 5 bulanan lagi aku harus bersabar." batin Rey.


"Sayang ayo kamu berpose lagi. Tadi kamu kurang bahagia saat aku foto. Apa kamu tidak suka pakai kostum Dinonya??" tanya Risa penasaran.


"Ehm.. Suka.... Suka kok sayang aku pakai kostum Dinonya."


Tak ada pilihan lain selain berbicara seperti itu. Rey takut kalau salah bicara lagi bisa-bisa Risa pulang ke rumahnya dan tidak mau bertemu dengan Rey.


"Sekali lagi aku foto ya sayang. Aku ingin kamu berpose seperti di foto kamu waktu masih kecil."


Risa lalu memperlihatkan foto Rey kembali yang tadi sempat Risa foto dari albumnya.


"Hmm iya sayang."


Risa lalu tersenyum saat senyuman Rey terlihat lebih ikhlas.


Risa tersenyum saat melihat hasil jepretannya. Risa lalu memberitahu ke Mami Ana bahwa dia dan Rey sedang berada di apartment. Mami Ana tertawa terbahak-bahak saat melihat pesan WhatsApp dari menantunya. Mami Ana akan memperlihatkan foto Rey kepada Papi Aldi sewaktu pulang dari kantor.

__ADS_1


__ADS_2