
Tak lama kemudian Keano datang dan terkejut karena bukan Mamanya yang masak. Meskipun mereka punya asisten rumah tangga tapi untuk masak mereka lebih suka masakannya Sonya.
"Wah, pada masak bareng nih ceritanya?" Saat melihat Kezia dan Revano membawa semua masakannya ke meja makan.
"Iya dong, cobain masakan Kakak sama suami Kakak ya, pasti enak."
"Ciieee....... Jadi sekarang sudah dianggap sebagai suami nih?" Sambil menaik turunkan alisnya menggoda Kezia.
"Memang Revano suami Kakak kan?" Tatapannya mengarah ke Keano sang adik yang selalu bikin kesal terhadap Kakaknya.
"Iya bumil galak!" Sambil tertawa cekikikan.
"Apa katamu?" Kezia menatap dengan tajam ke arah Revano.
"Bumil galak. Apa kurang keras aku bicaranya Kak Kezia..."
"Sudah jangan emosi lagi ya sayang, kamu sedang hamil saat ini," ucapnya sambil mengusap punggung Kezia.
"Iya sayang, tapi adikku yang satu ini ngeselin sekali."
Tiba-tiba Sonya datang dan lalu disusul oleh Kenzo.
"Wah, anak dan menantu Mama masak bareng nih?" Tanyanya yang pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Iya Mama," ucap Revano dengan senyuman manisnya.
"Iya Mama, baru kali ini masak bareng suami di rumah sendiri..."
Sonya tersenyum dan sepertinya anaknya bahagia bersama Revano. Kenzo bahagia rumah tangga anaknya hubungan semakin harmonis.
"Mama Sonya dan Papa Kenzo, yuk cobain masakan kita," ucap Revano dengan senyuman manisnya.
"Sepertinya enak masakan anak dan menantu Papa."
"Iya dong Papa, ayo Papa kita sarapan bareng." Kezia sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.
__ADS_1
"Biar aku sendiri saja sayang. Kamu kan lagi hamil aku takut kamu kecapekan."
"Kata Mama bumil harus banyak gerak biar lahirannya bisa lancar. Bukan begitu kan Mama?"
"Iya nak memang benar seperti itu."
Revano hanya pasrah dan akhirnya tidak mau melarang istrinya lagi. Nanti yang ada istrinya akan marah. Karena bumil cenderung sensitif dan mood-nya juga sering berubah-ubah. Mereka lalu sarapan pagi bersama bersama Kakek dan Nenek yang tak lain adalah orangtuanya Kenzo. Kezia begitu manja hari ini karena meminta Revano untuk menyuapinya.
"Sayang, apa kamu tidak ingin seperti Kakakmu Kezia? Mereka begitu romantis kan?" Tanya Sonya kepada Keano.
"Iya cucuku, kamu segera menikahlah dan berikan Nenek cicit. Kamu sama Kakak kamu kan jarak umurnya hanya 1 tahunan saja," ucapnya dengan senyuman yang menampilkan gigi palsunya.
"Hmm nanti ya Nenek kalau Keano sudah menemukan wanita yang pantas untuk menjadi istri Keano."
"Nak, kamu tadi belum menjawab pertanyaan Mama..."
"Aku juga ingin seperti Kakak Mama menikah dan punya anak. Tapi itu nanti, perjalananku masih panjang Mama. Aku ingin lulus kuliah dulu."
"Nak kamu coba lihat Revano. Dirinya juga sedang kuliah tapi bisa bagi waktu bersama dengan Kezia." Kenzo memberikan contoh Revano.
"Iya, meskipun Kezia saat ini sedang hamil. Tapi Revano bisa membagi waktu untuk kuliah, bekerja dan untuk bersama dengan istrinya. Revano juga sabar menghadapi sifat Kezia."
"Kok kamu bisa tahu nak, kalau bumil itu manja?"
"Teman sekampus aku sudah punya istri Mama. Sekarang istrinya sedang hamil 8 bulan. Dia sering cerita kalau istrinya berubah menjadi manja dan sering emosian. Ngidamnya juga aneh-aneh."
"Tuh kan nak. Teman kamu saja sudah punya istri. Kapan kamu akan menikah nak dan kasih cucu untuk Papa?"
"Papa sabar dong, Keano belum menemukan wanita yang tepat untuk dipinang."
"Benar ya. Kalau sudah menemukan wanita yang kamu suka kita akan segera melamarnya untuk kamu."
"Iya benar katamu Papa. Biar anak kita tidak sendiri lagi. Aku ingin punya menantu yang cantik dan baik," ucap Sonya penuh harap.
"Hmm... Iya Papa dan Mama tenang saja. Keano lagi mendekati gadis yang cantik," ucapnya yang tak sadar keceplosan.
__ADS_1
"Apa? Siapa gadis itu nak? Kenapa kamu belum pernah membawa gadis itu kemari?" Pertanyaan Sonya memberondong.
"Baru mau pendekatan Mama. PDKT kalau bahasa gaulnya mah..."
"Ciieee.... Yang sudah mulai PDKT nih ye..."
"Kakak jangan meledekku!"
"Kamu juga suka meledek Kakak kok Keano. Jadi tidak ada salahnya Kakak juga meledek kamu," ucap Kezia terkekeh.
"Papa beri waktu sampai Kakak kamu usia kandungannya 7 bulan. Kalau kamu tidak bisa mengenalkan gadis itu sama Papa dan Mama, nanti kamu tetap akan Papa jodohkan sama anak Pak Ustadz yang bernama Aulia itu."
"Hah? Gak ada sebulan dong Papa. Sedangkan Kakak saja saat ini sedang hamil 6 bulanan."
"Ya kamu harus menyatakan cinta padanya secepat mungkin. Huh nak, kamu kok tidak bisa meniru Papa sih? Papa saja dulu bahkan bisa membujuk Mama kamu untuk menikah muda. Kamu harus meniru Papa nak."
Kenzo teringat bahwa saat itu langsung melamar Sonya saat Sonya sedang ulang tahun. Setelah itu sebulan kemudian mereka menikah. Sonya lalu mencubit pinggang suaminya. Kenzo meringis mendapatkan hadiah cubitan dari Sonya.
"Memangnya Keano harus meniru Papa gitu? Memang kenapa Keano harus meniru Papa?"
"Papa kasih tahu ya nak. Kamu kalau bisa praktekkan apa yang Papa katakan sama kamu."
Keano mengangguk pelan pertanda menyetujui perkataan Kenzo.
"Saat ulang tahun Mama kamu, Papa langsung melamarnya dan sebulan kemudian Papa menikah dengan Mama kamu. Lalu sebulan kemudian Mama kamu juga sudah hamil Kezia saat itu."
"Pfftttt..... Papa gercep juga ya ternyata." Keano berbicara sambil menahan tawanya.
"Sudah-sudah lanjutkan makannya nanti keburu dingin nak."
Mereka semua lalu melanjutkan makannya. Suasana ruang makan seketika menjadi hening dan hanya dentingan suara sendok dan garpu saja yang terdengar.
Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙