
Risa merasa lega hatinya saat melihat pemandangan di depan matanya. Risa akan bercerita dengan Rey kejadian apa yang dilihatnya barusan. Rey pasti akan bahagia kalau mengetahui anak bungsunya kini sudah menerima Kezia sebagai calon kakak iparnya. Melihat keakraban mereka di ruang tamu kini Risa merasa bahagia.
"Kakak, lepasin pelukannya kita ini bukan muhrim," ucap Revano berbisik di telinga Kezia.
Kezia matanya membulat dengan sempurna saat calon adik iparnya berbicara seperti itu.
"Siapa juga yang mau sama kamu! Aku yakin gadis yang mau sama kamu itu adalah gadis yang kurang beruntung." Kezia lalu melepaskan pelukannya.
"Justru mereka akan sangat beruntung jika punya pasangan seperti aku. Kakak aku ini kan ganteng, hafal Al-Qur'an 18 juz dan yang terpenting aku ini orangnya rajin menabung."
"Astaga, aku benar-benar tidak tahu apa yang ada dipikiran kamu adik ipar."
"Jangan bilang aku adik iparmu. Karena aku tidak suka kalau kamu yang menjadi Kakak iparku kamu terlalu bawel. Aku lebih suka dengan Kak Sandra yang pendiam, anggun dan perhatian. Cocok Kak Sandra kalau dengan Kak Reno."
"Apa kamu bilang?" Kezia lalu mengejar Revano.
Mereka lalu berlari-larian sambil saling melempar bantal yang ada di sofa.
"Kena.. Hahahaha... Akhirnya Kak Kezia kena juga lemparan dariku." Revano tersenyum bahagia.
"Revano........." Kini Kezia memukul-mukul Revano dengan bantal sofanya.
"Kakak, jangan menyiksaku. Nanti aku laporkan sama Kak Reno."
"Awas saja kalau sampai kamu berani bilang sama Kakak kamu." Tangannya mengepal mengkode akan membogem Revano.
"Aish..... Cantik-cantik kok galak. Makanya Kak Reno gak suka sama Kak Kezia."
"Apa tadi kamu bilang?" Kezia dengan tatapan tajamnya.
"Tuh kan mulai deh. Huh..."
Revano lalu berlari dan Kezia mengejarnya.
"Revano awas kamu ya kalau ketangkap." Kini Kezia capek mengejar Revano. Calon adik iparnya itu sangat nakal sekali.
"Baru saja berdamai sekarang sudah berantem lagi," ucap Risa sambil geleng-geleng kepala.
Risa tahu kalau Revano dan Kezia selalu berantem saat bertemu. Tapi tadi melihat mereka terlihat akur bahkan sudah seperti Teletubbies yang membuat Risa hatinya terasa bahagia. Risa berharap nanti saat Kezia menjadi menantunya akan akrab dengan Revano sebagai adik iparnya.
"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar." Risa lalu meletakkan brownies ke meja.
"Eh Tante Risa," ucapnya lalu meletakkan kembali bantalnya.
__ADS_1
"Kalian ini sudah seperti Tom and Jerry saja. Selalu ribut kalau bertemu."
"Mommy, Kak Kezia kenapa galak banget sih sama Revano. Berbeda kalau dengan Kak Reno."
Kezia menatap tajam ke arah Revano.
"Tuh Mom, Miss Bawel tatapannya tajam."
"Kalian pokoknya rapikan semua bantal ini karena kalian yang melemparnya."
"Iya Mommy siap," ucapnya sambil hormat.
"Iya Tante Risa."
Mereka lalu memungut bantal yang tadi mereka saling melemparkan. Kini tinggal tersisa satu bantal saja yang ada di lantai. Kezia dan Revano mengambilnya secara bersamaan dan tak sengaja Kezia menyentuh tangan Revano. Mata mereka lalu saling bertatapan saat ini. Seperti di sinetron-sinetron ikan terbang.
"Astagfirullah, apa yang Kakak lakukan?" ucapnya sambil menarik tangannya.
"Memang aku melakukan apa?" Kezia bingung Revano tiba-tiba berbicara seperti itu karena Kezia tidak melakukan apa-apa.
"Tadi Kakak memelukku dan sekarang memegang tanganku. Kakak kita ini bukan muhrim."
"Kamu jangan kepedean ya! Ini semua kejadiannya terjadi secara tidak sengaja dan di luar dugaan dan ingat baik-baik siapa juga yang mau sama cowok manja seperti kamu."
"Kakak ngaku saja hayo..." Revano kembali berbicara.
"Kamu ini bicaranya jangan sembarangan!"
Kini Reno sudah pulang ke rumah. Mobilnya sudah terparkir di halaman rumah. Perlahan Reno melangkahkan kakinya ke ruang tamu.
"Assalamualaikum......."
"Wa'alaikum Salam......." Sahut mereka bersamaan.
"Reno........" Matanya berbinar-binar saat melihat tunangannya sudah datang.
Dengan segera Kezia berlari dan memeluk Reno. Sekarang Reno hanya diam saja dan sedang memikirkan sesuatu. Reno sedang membandingkan saat berpelukan dengan Kezia dan Sandra tadi saat di danau. Kalau sama Kezia rasanya biasa saja.
"Kenapa rasanya biasa saja ya saat dipeluk Kezia. Berbeda saat tadi aku memeluk Sandra yang rasanya sangat nyaman bahkan rasanya seperti aku dipeluk Mommy Risa." Batin Reno.
"Kezia, ada apa kamu ke rumah?"
"Reno, kok kamu bilang begitu kepadaku? Aku kan tunangan kamu. Bentar lagi kita akan menikah setelah lulus kuliah."
__ADS_1
Reno memang bilang akan menikah nanti setelah lulus kuliah karena Reno tidak mau dipaksa untuk menikah muda. Tapi untuk saat ini mereka baru saja masuk kuliah dan baru semester satu.
"Kan itu masih lama Sandra."
"Apa, tadi kamu bilang aku ini Sandra?" Kezia terkejut dan lalu melepaskan pelukannya.
"Eh? Maksudku Kezia." Reno segera meralat ucapannya.
"Hahaha... Kak Kezia sudah kamu terima nasib saja. Kalau Kak Reno itu sebenarnya sukanya sama Kak Sandra."
"Apa iya aku benar-benar menyukai Sandra seperti yang Revano bilang." Batin Reno.
"Diam kamu Revano!" Kezia menatap tajam Revano.
"Kak Reno, coba lihat kelakuan calon istri kamu. Tunangan kamu ini bahkan sudah berani membentak adikmu."
"Kakak capek, Kakak mau istirahat." Reno berjalan akan meninggalkan ruang tamu dan akan naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.
"Nak, kamu belum makan." Risa berbicara kepada anak sulungnya.
"Aku sedang tidak berselera makan Mommy."
Nafsu makan Reno seketika hilang. Reno masih memikirkan perkataan Sandra tadi yang akan mencoba membuka hatinya untuk Ricko. Ada rasa sesak di dada dan seperti tidak rela saat Sandra. berdekatan dengan Ricko. Kini Reno sudah sampai di kamarnya. Reno kemudian merebahkan tubuhnya ke ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Apa benar aku menyukai Sandra seperti yang Revano katakan tadi ya?" Reno lalu memejamkan mata sejenak.
"Sepertinya aku mulai menyukai Sandra. Tapi bagaimana kalau Sandra tahu kalau aku suka dengannya. Apa dia akan membenciku?"
Kini pikiran Reno sedang bingung dan kepikiran Sandra yang tadi sedang di danau bersama dengan Ricko.
"Bagaimana ini? Aku sepertinya benar-benar suka dengan Sandra seperti yang Revano katakan. Tapi gimana aku harus menjelaskan kepada kedua orang tuaku. Aku takut kalau Daddy Rey tiba-tiba terkena serangan jantung kalau aku mengatakan akan memutuskan pertunangan ini."
"Aku harus cari cara dan alasan yang tepat untuk mengakhiri pertunangan ini. Aku akan berjuang untuk mengejar cintaku sebelum Sandra benar-benar menerima Ricko sebagai pasangannya."
"Sandra aku harap kamu juga mencintaiku," ucapnya sambil membuka hpnya dan melihat wajah gadis kutu buku yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil.
Kini Reno lebih memilih tidur sore. Reno tidak mau makan.
Di ruang tamu kini Kezia sedang bingung. Tadi Reno menyebutnya Sandra. Pikiran Kezia kini terbagi antara perkataan Revano yang bilang tadi kalau Reno tidak mencintainya dan tadi saat Reno keceplosan berbicara dan bilang Sandra. Terlebih sikap Reno yang sekarang lebih cuek setelah mereka bertunangan. Tak seakrab dulu sebelum mereka bertunangan.
"Apa Reno benar-benar menyukai Sandra ya? Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimanapun juga Reno sekarang adalah milikku. Sudah terlalu dalam perasaanku kepadanya. Aku tidak rela jika Reno bersama wanita lain meskipun wanita itu adalah Sandra, sahabatku sendiri." Batin Kezia.
Kezia lalu pamit pulang ke rumahnya dengan pikiran yang berkecamuk. Kezia akan mempertahankan hubungan ini sampai ke jenjang pernikahan. Kezia hanya ingin menikah dengan Reno, laki-laki yang selama ini dirinya cinta.
__ADS_1