
Jangan lupa like 👍 dulu sebelum membaca ❤️
Like yg kalian berikan sangat berarti untuk author 🙏
Revano dan Kezia lagi mengingat masa lalu mereka saat dulu. Mereka selalu bertengkar dan adu mulut seperti Tom and Jerry. Revano atau Kezia dulu saling membenci satu sama lain dan tidak pernah menyangka bahwa mereka akan berumah tangga apalagi punya anak. Mereka saat ini sedang duduk di sofa kamarnya. Revano merebahkan kepalanya di paha istrinya sedangkan Kezia menundukkan kepalanya sambil sesekali mengusap perutnya. Pandangan mereka saling terkunci saat ini.
"Sayang, sangat lucu sekali jika mengingat masa lalu kita," ucap Kezia tersenyum tipis.
"Haha, bahkan kita saling membenci saat itu. Seperti pepatah saja sayang kalau benci jadi cinta."
"Iya, rasa kesalku seketika muncul begitu saja saat bertemu denganmu. Ada saja masalah yang membuat kita bertengkar saat bertemu."
"Emang wajah aku ngeselin banget ya sayang saat itu?"
Kezia lalu mengusap kepala suaminya.
"Iya, saking ngeselinnya aku sampai tidak bisa berpaling darimu sampai saat ini. Bahkan aku bisa memaafkan kamu begitu saja meskipun kamu sudah melakukan kesalahan yang fatal karena pernah menikah siri dengan wanita lain."
Revano lalu duduk kembali.
"Sayang, itu hanya kesalahan yang seharusnya tidak aku lakukan dan percayalah padaku bahwa cintaku hanya untukmu," ucap Revano sambil memegang kedua pipi Kezia.
"Oh iya bahkan sekarang Viona sudah bahagia dengan Vino. Viona juga sedang hamil saat ini kan sayang," ucapnya kembali.
Viona sedang hamil 5 bulan saat ini.
"Hmm, aku berharap rumah tangga kita akan baik-baik saja."
"Pasti sayang dan tidak akan ada lagi orang ketiga di antara kita."
"Hmm mudah-mudahan saja seperti itu," ucap Kezia ragu karena trauma akan masa lalunya.
"Percayalah padaku. Aku tidak akan macam-macam lagi."
"Beneran ya? Awas saja kalau sampai kamu berbohong siap-siap saja kamu akan disunat lagi."
Revano melongo saat istrinya berbicara seperti itu.
"Ehm tidak akan aku berbohong lagi sayang."
"Kita lihat saja nanti. Perkataanku tidaklah main-main."
"Sayang kita jalan-jalan yuk."
"Mau kemana?" tanya Kezia penasaran.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Kamu pasti akan bahagia jika kita ke sana."
"Kita bertiga?"
"Reva kita titipkan dulu sama Kak Reno. Aku ingin kita berpacaran sayang."
"Kita sudah menikah dan bahkan mau punya anak lagi. Ngapain berpacaran?" ucap Kezia terkekeh.
__ADS_1
"Maksudnya aku ingin kita berduaan saja ke tempat itu."
"Gak janji ya? Tapi kalau Reva mau bermain dengan Rendra kita bisa jalan berdua."
"Iya sayang."
"Reva, aku harap kamu mengerti akan kemauan Papamu ini. Papa sedang ingin mengajak Mama kamu berpacaran karena dulu kita hanya menikah secara paksa dan belum pernah berpacaran." Batin Revano.
"Sayang kok melamun?"
"Aku hanya kepikiran saat kita hanya dipaksa menikah saat itu karena Kak Reno pergi di hari pernikahan."
"Bahkan kita belum pernah merasakan yang namanya pacaran kan?" ucapnya kembali.
"Iya kamu benar, sudah mau punya dua anak tapi kita belum pernah jalan hanya berdua saja."
"Eh pernah sih tapi kan cuma beberapa kali," ucap Kezia meralat ucapannya.
"Itu hanya jalan-jalan saja sayang. Kita belum pernah berpacaran meskipun sudah mau punya dua anak. Pokoknya hari ini kita harus jalan berdua," ucap Revano.
"Hmm iya, kita akan jalan berdua. Emangnya kamu mau membawa aku kemana sih?"
"Kejutan dong sayang."
"Ya sudah aku mau siap-siap dulu."
Setelah mereka sudah siap. Revano menggendong Reva. Mereka lalu keluar dari kamar dan menitipkan Reva dengan Reno dan Sandra agar bermain dengan Rendra.
"Kalian mau ke mana sih?" tanya Reno penasaran.
"Ah iya aku dengan Sandra juga menikah dadakan waktu itu."
"Tapi kan Kakak setelah itu bisa pergi honeymoon. Aku tidak honeymoon sama sekali."
"Kamu saja yang satu itu terlihat kekanak-kanakan jadi honeymoon saja kamu bilang piknik."
"Kakak aku jadi malu."
"Cih, ngapain malu? Sudah mau punya dua anak saja kok pakai malu segala."
"Kakak bilang saja iri padaku karena aku akan punya dua anak."
"Aku tidak iri. Kamu justru yang iri sama aku kan karena aku dulu bisa honeymoon sama Sandra?"
"Sudah kalian jangan bertengkar."
"Jadi apa tidak nih?" tanya Kezia.
"Jadi dong sayang. ayo kita berangkat sekarang. Kakak aku titip Reva ya dada," ucapnya sambil melambaikan tangannya.
"Huh dasar adik menyebalkan!"
Revano dan Kezia sudah berada di dalam mobilnya. Revano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kezia penasaran dengan suaminya ingin mengajaknya ke mana.
"Sayang kamu mau mengajak aku ke mana? Sampai-sampai Reva dibiarkan main sama Rendra."
__ADS_1
"Pokoknya tempatnya pasti kamu suka sayang. Aku sudah survei seminggu yang lalu."
Kezia jadi penasaran dengan suaminya yang mengajaknya ke mana sampai-sampai menitipkan anaknya kepada Kakaknya. Revano lalu teringat sesuatu dan belum menutup mata istrinya menggunakan penutup kain.
"Astaga ada yang kelupaan," ucap Revano menepuk jidatnya dengan tangan kiri.
"Lupa apa sayang?" tanya Kezia mengernyitkan dahinya.
"Sebentar ya sayang, kita minggir dulu."
Setelah mobilnya minggir akhirnya Revano membuka dashboard mobil dan mengambil penutup mata.
"Sayang, karena kejutan jadi aku akan menutup mata kamu."
"Ah, ada-ada saja deh. Gak usah pakai penutup mata segala juga tidak apa-apa kan? Lagian aku jadi curiga kamu akan membawa aku ke mana."
"Atau jangan-jangan kamu mau menghabisi nyawaku karena kamu takut ketahuan selingkuh," ucapnya kembali menatap tajam suaminya.
"Astagfirullah kamu jangan berprasangka buruk dong sayang. Kita akan jalan-jalan sesuai yang aku bilang tadi dan mana ada aku akan menghabisi kamu."
"Lagian pakai penutup mata segala kan aku jadi curiga."
"Sayang, percayalah padaku."
"Hmm, awas kalau berani macam-macam. Entar aku sunat lagi kamu!"
"Tidak akan berbuat macam-macam lagi aku sayang."
"Ya sudah pakaikan saja!" perintah Kezia.
Revano lalu menutup mata istrinya menggunakan penutup kain. Revano mengajak istrinya untuk pergi ke sebuah tempat. Tak lama kemudian mereka sudah sampai. Revano membuka penutup mata istrinya dan Kezia terlihat bahagia, karena sebelumnya mereka belum pernah ke tempat seperti ini.
"Sayang, apa kamu bahagia?"
"Tentu sayang. Udaranya sangat sejuk dan banyak pepohonan. Aku menyukainya, makasih ya suamiku," ucap Kezia berusaha untuk memeluk suaminya meskipun terhalang oleh perutnya yang sudah membesar.
"Sama-sama sayang. Karena bahagiamu juga merupakan kebahahagiaanku."
Kezia bersyukur punya suami yang perhatian seperti Revano. Sikapnya yang baik membuat Kezia semakin jatuh cinta. Revano mengajak Kezia ke sebuah cafe milik temannya dan baru besok akan dibuka secara resmi. Temannya itu membutuhkan saran untuk makanannya dan mungkin akan diperbaiki dari segi rasa dan penampilan. Jadi hari ini temannya mengundang mereka untuk mencicipi hidangan di cafe yang besok akan resmi dibuka tersebut.
"Sayang, fotoin aku sebelum masuk cafenya."
"Ok, siap bidadariku."
Kezia lalu tersenyum tipis sambil memegang perutnya.
Revano lalu memfoto ibu dari kedua anaknya tersebut. Kezia terlihat cantik saat ini.
Oh iya author mau mengucapkan Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakannya. Mohon maaf juga jika author ada salah dalam berkata selama ini 🙏
maaf baru up sibuk RL juga 🙏🙂
Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Terimakasih 💙
__ADS_1