Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 119 - Rey Pingsan


__ADS_3

Tak terasa kini sudah sebulan lamanya Sera mendekam di jeruji besi. Akhirnya Sera setuju untuk bercerai dengan Dean, karena dirinya sudah tidak tahan untuk berlama-lama disini. Apalagi dia tidak berselera makan, makanan yang ada disini tidak cocok di lidahnya. Lagian dirinya harus memakan makanan yang bergizi apalagi disaat kondisinya sedang hamil seperti saat ini.


Sera menandatangani surat perceraiannya dan langsung diberikan kepada Pengacara Dean karena Dean tidak ingin bertemu dengan Sera. Erick juga sudah dinyatakan bebas. Dean dengan baik hati mencabut tuntutannya. Erick sekarang sadar akan kesalahannya. Erick akan meminta maaf kepada Dean.


Sera sudah sama Papanya di mobil dan meninggalkan Erick begitu saja. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah. Sedangkan Erick langsung menunjukkan ke rumah Dean dan akan meminta maaf.


"Pa, kenapa kita pulang tidak bersama dengan Erick?"


"Tidak usah kamu memikirkan laki-laki itu, Papa tidak suka. Laki-laki seperti itu masih kamu harapkan apanya?"


"Pa, bagaimanapun juga Erick ayah dari bayiku."


"Kamu tidak pantas mendapatkan laki-laki seperti dirinya."


"Persiapkan dirimu, minggu ini kamu akan Papa kirim ke Inggris."


"Maksud Papa apa?"


"Kamu akan tinggal di sana dan membesarkan anakmu sendiri."


"Papa mengusirku?" ucapnya yang sudah berlinang air mata.


"Kamu pikir saja sendiri. Kamu sudah mencoreng nama baik Keluarga Herlambang. Kamu hamil bukan anak dari suamimu. Papa malu sekali jika bertemu dengan Keluarga Halim."


Perkataan Papa Sonny terdengar sampai luar rumah. Erick sudah dari tadi datang dan Erick mendengarkan percakapan antara anak dan ayah tersebut. Erick lalu masuk ke ruang tamu tersebut.


"Om, izinkan saya menikahi putri Om."


Sonny menatap tajam kearah Erick. Amarahnya memuncak saat Erick menginjakkan kakinya di rumahnya.


"Apa kamu bilang mau menikahi putriku? Tidak akan aku izinkan kamu menikahinya."


"Pa, Sera mohon restui kami."


"Tidak akan!" Papa Sonny bersikukuh dengan keputusannya.


"Pa, apa Papa tega melihat cucu Papa lahir nanti tanpa seorang ayah?"


Papa Sonny tertegun mendengar perkataan Sera. Dirinya lalu berpikir bahwa cucunya juga membutuhkan ayahnya.


"Baiklah, kalian akan menikah tapi setelah ini kamu akan tetap Papa kirim ke Inggris."


"Ba-Baik Pa. Terima kasih."


Papa Sonny langsung meninggalkan ruang tamu. Dirinya ingin mendinginkan kepalanya di taman belakang sambil memberikan makan ikan-ikan koi kesayangannya.


Sera sekarang sudah menikah dengan Erick dan hari ini akan berangkat ke Inggris sesuai dengan keinginan Papanya. Bagaimanapun Sera telah mengecewakan Papanya dan mau tidak mau harus kembali ke Inggris. Sera berencana akan membuka usaha kecil-kecilan nanti bersama dengan Erick.


Papa Sonny sudah meminta maaf dengan Keluarga Halim. Keluarga Halim sudah memaafkan atas semua kejadian itu. Papa Sonny lega bisa berdamai dengan Keluarga Halim dan berharap tidak akan ada lagi konflik yang terjadi. Dirinya ingin menjalin kerjasama yang baik.


...*****...


Semenjak kandungan Risa berjalan 9 bulan Risa dan Rey kini sudah tinggal di rumah orang tua Risa. Karena Risa ingin selalu ditemani oleh Mama Evangeline. Mamanya senang ada anaknya di rumah beserta menantunya. Papa Kevin juga senang rumahnya jadi tidak sepi. Karena semenjak adiknya Keynan pindah dari Korea ke Indonesia, Karin sekarang tinggal bersama orang tuanya dan juga Kakek dan Neneknya. Mereka tinggal satu perumahan hanya saja cuma berbeda beberapa rumah saja.


Kandungan Risa kini sudah berjalan 9 bulan 8 hari. Perutnya sudah sangat turun karena sebentar lagi akan melahirkan. Mamanya selalu menemaninya saat Rey dan Papa Kevin pergi ke kantor. Karin saat ini sedang main ke tempat Risa. Siap sewaktu-waktu jika Risa merasakan kontraksi.


Siang hari Risa merasakan perutnya mulai mules.

__ADS_1


"Ma... Mama......."


"Iya nak." Mama Angel berjalan mendekati anaknya. Mamanya khawatir anaknya akan melahirkan sekarang.


"Ma, perutku mules."


"Hah? Apa mau melahirkan sekarang? Bukannya masih beberapa hari lagi?"


"Enggak tahu Ma. Perutku rasanya sakit banget "


"Sayang, air ketubannya sudah pecah. Benar sebentar lagi kamu akan melahirkan."


"Hah? Apa Ma beneran sekarang?" Risa kaget rasa takutnya untuk melahirkan pun harus dihadapinya hari ini juga. HPL nya padahal masih beberapa hari lagi.


"Karin..............." Teriak Mama Angel agar Karin segera datang.


Karin yang lagi minum air mineral pun kaget dan langsung menuju ke ruang keluarga. Karin kaget saat melihat air ketuban Risa sudah pecah.


"Karin, cepat panggilkan Pak Udin agar bantu kita membawa Risa ke mobil."


"Siap Mama." Karin sudah menganggap Mama Angel sudah seperti Mamanya sendiri karena Karin juga pernah tinggal beberapa bulan di sini.


Tak lupa Mama Angel menelpon Rey dan Papa Kevin untuk ke rumah sakit sekarang agar sampai rumah sakit bareng.


Karin memanggil Pak Udin dan dengan segera Pak Udin membantu Risa masuk ke dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit. Kali ini Karin yang mengendarai mobilnya karena Karin tahu kalau Pak Udin yang menyetir mobil pasti pelan karena dirinya selalu hati-hati dalam berkendara mobil. Karin tidak telaten, apalagi saat ini Risa mau melahirkan. Jadi dirinya yang menyetir mobilnya. 28 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Risa sudah masuk ke ruangan dokter sudah mengecek bahwa Risa masih pembukaan 4.


"Mama, sakit banget ini Ma... Rey mana sih?" ucap Risa yang sudah merasakan kesakitan.


"Sebentar lagi datang nak. Sayang, kamu sabar ya," ucap Mama Angel sambil


Tak lama kemudian Rey dan Papa Kevin datang.


"Rey, kamu lama banget sih datangnya?" Risa sudah kesal saat suaminya baru datang.


"Maaf sayang tadi macet."


"Ma, ini masih berapa lama lagi? Kenapa lama sekali?"


Mami Ana sudah datang sedangkan Papi Aldi masih dalam perjalanan dari kantornya. Rey lalu menekan tombol agar dokter segera datang. Dokter masuk dan mengecek kondisi Risa.


"Baru pembukaan 5 Bu."


"Masih berapa pembukaan lagi dok?" Tanya Rey penasaran.


"Lima, masih beberapa jam lagi."


"Apa Dok? Ini baru setengahnya dan sudah sesakit ini?" Risa membulatkan matanya saat dokter bilang masih lama bahkan berjam-jam.


"Melahirkan memang sakit Bu. Kalau anaknya sudah lahir pasti rasa sakitnya terbayarkan."


Satu jam telah berlalu. Risa semakin merasakan sakit di perutnya.


"Rey ini sakit banget, tolong kamu panggilkan dokter ini sudah pembukaan ke berapa."


Rey menekan tombol disebelah Risa. Tak lama kemudian dokter datang.


"Masih pembukaan 7 Bu. Sabar ya Bu."

__ADS_1


"Astaga dokter kok lama banget sih ini? Tidak bisa sekarang saja? Sudah sakit banget ini dok," ucapnya sambil memegang perutnya.


"Bisa, kalau ibu mau melahirkan secara caesar. Kan tadi ibu inginnya lahiran normal."


"Ah ini semua gara-gara kamu sih Rey!!"


"Loh kok aku sih sayang?" Rey pun bingung kenapa tiba-tiba Risa menyalahkannya.


"Ya karena kamu, aku jadi hamil dan merasakan kesakitan berjam-jam."


"Astaga nak jangan bilang seperti itu," ucap Mama Angel sambil membenarkan rambut anaknya.


"Kamu kok bilang begitu sih sayang?"


"Ya karena memang faktanya seperti itu."


Dokter hanya geleng-geleng kepala mendengarnya melihat pasangan suami istri yang umurnya masih muda itu berdebat disaat seperti ini.


"Nanti sekitar satu atau dua jam lagi saya akan cek kembali," ucap sang dokter sambil keluar ruangan."


Hampir dua jam dokter tidak muncul mungkin sedang menangani pasien lainnya.


"Auwww... Arrgghhhh.... Rey..... Ak-Aku sudah tidak kuat lagi. Ini beneran sakit banget," Risa mencengkeram lengan Rey. Rey tidak masalah mau diapakan Risa karena ini tak sebanding dengan rasa sakit yang diderita istrinya.


"Sabar ya sayang," ucap Rey sambil mengelus perut buncit Risa sebelum anaknya lahir melihat dunia.


Rey menekan tombol disebelah Risa. 5 menit kemudian dokter datang dan mengecek keadaan Risa.


"Pembukaannya sudah lengkap. Sebentar lagi ibu akan melahirkan."


Di ruang tersebut lalu hanya ada Risa, Rey, dokter dan kedua suster.


"Dok, ini sakit sekali.. Arghhh........"


"Bu, tarik nafas lalu buang dan mengejan ya..." Suster memberikan arahan agar Risa melakukannya.


"Sayang kamu pasti bisa," ucap Rey sambil menyemangatinya dan mengecup kening Risa.


"Ayo Bu sedikit lagi..."


Setelah Risa menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengejan lagi untuk ke berapa kalinya dan sambil berteriak.


"Aaaaaaaaaaaa......................"


Tak lama kemudian Baby R sudah lahir ke dunia.


"Oek..... Oek..... Oek....... Oek........ Oek............"


"Wah bayinya sangatlah tampan," suster tersebut terpana melihat bayi yang baru saja lahir itu wajahnya sangatlah tampan.


"Makasih sayang, anak kita sudah lahir..." Rey mengecup kening Risa dan lalu pipinya.


Risa tersenyum saat anaknya sudah lahir, terlihat sangat tampan meskipun masih terlihat merah karena masih bercampur darah. Seketika Rey pingsan saat melihat Baby R sudah lahir dan masih berlumuran darah.


"Astaga punya suami brondong ya seperti ini. Lihat anaknya lahir saja pingsan."


Suster yang satunya juga terheran-heran karena baru kali ini dirinya melihat suami pingsan saat menemani istrinya melahirkan. Biasanya istrinya yang pingsan karena kelelahan melahirkan ini justru suaminya yang pingsan. Suster lalu membuka pintu dan meminta bantuan agar membantu Rey untuk keluar dari ruangan tersebut karena pingsan.

__ADS_1


"Astaga anak itu kenapa harus pingsan segala." Papi Aldi pun terheran-heran saat mengetahui anaknya pingsan didalam.


Papi Aldi pun lalu masuk membantu Rey keluar dari ruangan. Mami Ana membuka tasnya mencari minyak kayu putih agar anaknya segera sadar. Tak lama kemudian Rey pun tersadar. Risa masih di dalam dan sedang dalam penanganan dokter. Sedangkan bayinya masih dibersihkan.


__ADS_2