
Hari berganti hari tak terasa sekarang usia kehamilan Sonya sudah berjalan 9 bulan. Sonya ingin ditemani Mamanya setiap saat, maka dari itu Sonya sekarang tinggal di rumah orang tuanya. Kenzo juga sudah menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah sakit jika sewaktu-waktu Sonya melahirkan.
"Nak, kandungan kamu sudah turun. Kamu HPL kapan?"
"Besok Mama," ucap Sonya singkat sambil mengelus perutnya.
"Apa? Besok?" Mamanya terkejut saat mengetahui HPL besok.
Sonya tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu. Pernikahannya dengan Kenzo sebentar lagi akan berjalan satu tahun tidak sampai 2 bulan lagi.
"Iya Mama." Sonya mulai terasa tidak nyaman dengan perutnya.
"Ma, perutku," ucap Sonya sambil memegang perutnya.
"Apa kamu mau melahirkan sekarang nak?" Tanya Papa Arsa.
"Perutku sudah terbiasa kontraksi palsu Ma, Pa. Sejak kehamilanku masuk 9 bulan sering seperti ini."
"Ma, tolong panggilkan Kenzo." Biasanya hanya Kenzo yang bisa meredakan rasa sakit di perutnya.
"Biar Papa saja yang panggilkan Kenzo ya nak."
Sonya hanya mengangguk pelan dan segera Papa Arsa mencari menantunya di kamar. Kenzo habis mandi setelah sepulang kerja. Papa Arsa langsung masuk saja ke kamar anaknya.
"Nak, Sonya kontraksi lagi," ucap Papa Arsa memberitahu kepada menantunya.
"Eh iya Pa. Kenzo akan segera turun," ucap Kenzo yang sedang menggunakan kaosnya.
Papa Arsa sudah kembali lagi ke ruang keluarga. Dengan langkah cepat Kenzo menyusul Papa Arsa dengan cepat Kenzo mulai menuruni anak tangga dan menghampiri istrinya. Saat sudah sampai di ruang keluarga Kenzo melihat istrinya yang sedang menahan rasa sakit kontraksinya. Sonya dari tadi memegang perutnya yang sudah membesar.
Kenzo lalu menghampiri Sonya dan duduk disampingnya. Kenzo mulai mengelus-elus perut Sonya.
"Sayang, gimana apa kontraksinya sudah hilang?"
Sonya hanya menggelengkan kepala.
"Hallo anak Papa. Aku kamu sudah mau lahir sekarang nak?" ucap Kenzo berbicara didepan perut Sonya dan sambil mengelus perut Sonya.
"Dia hanya berganti posisi sayang. Maksudnya, dari tadi ternyata dia didalam perutku hanya bergerak-gerak. Mencari kenyamanan, jadi belum waktunya melahirkan."
"Sayang HPL kan besok. Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang?"
"Tidak usah, besok saja. Sekarang sudah mulai hilang kok rasa sakitnya. Lagian aku gak suka di rumah sakit bau obatnya terlalu menyengat."
"Hmm baiklah."
"Bantu aku ke kamar sayang," ucap Sonya.
Kenzo lalu membantu Sonya berjalan menuju kamarnya. Sonya duduk di ranjangnya, tak lupa Kenzo membantu menumpuk beberapa bantal agar Sonya nyaman bersenderan. Kenzo lalu duduk disampingnya.
"Sayang, tak terasa besok kamu akan melahirkan." Kenzo lalu mengecup perut Sonya dan memeluknya. Kenzo menempelkan telinganya di perut istrinya.
"Hmm iya. Sayang kamu ngapain seperti ini?" ucap Sonya mengernyitkan dahinya.
"Aku sedang mendengarkan dia sedang apa didalam perutmu sayang."
"Dia hanya bergerak-gerak saja didalam perutku sayang."
__ADS_1
"Iya, ini juga terasa tendangan-tendangannya mengenai mukaku hehehe," ucapnya terkekeh.
Kenzo masih betah memeluk Sonya dan wajahnya masih di perutnya sambil tangannya mengelus perut istrinya. Sonya juga nyaman dengan Kenzo berperilaku seperti ini. Sonya lalu mengelus kepala Kenzo. Sonya tidak menyangka bahwa dirinya besok akan menjadi seorang ibu, Sonya besok akan melahirkan anaknya. Betapa bahagianya Kenzo sekarang, anaknya akan segera lahir. Dirinya sudah tidak sabar menanti esok hari. Kenzo sekarang sudah duduk kembali disamping Sonya.
"Sayang, aku tidak sabar ingin bertemu anak kita."
"Sabar ya sayang, kalau tepat HPL, besok anak kita akan lahir."
"Iya sayang, makasih ya kamu telah mengandung anakku." Kenzo lalu memeluk Sonya.
"Jangan bicara seperti itu. Sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk memberikan suaminya keturunan," ucap Sonya sambil membalas pelukannya.
"Maaf sayang, kita tidak bisa berpelukan seperti biasanya." Kenzo lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum.
"Iya kan ada anak kita hehehe," ucapnya terkekeh.
Mereka lalu saling memegang perut Sonya bersamaan. Kenzo bahagia keluarga kecilnya sebentar lagi akan lengkap dengan kehadiran sang buah hatinya.
...*****...
Pagi hari Sonya sedang membuatkan teh hangat untuk suaminya. Sonya berjalan pelan-pelan sambil membawa secangkir teh hangat untuk Kenzo. Sonya membuka pintu kamarnya, terlihat Kenzo sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya. Perlahan Sonya berjalan mendekati Kenzo dan meletakkan secangkir teh hangatnya di meja. Sonya tangan kirinya memegang pinggangnya dan duduk disamping Kenzo.
"Sayang, diminum dulu tehnya."
"Makasih sayang, seharusnya kamu tidak usah repot-repot membuatkanku teh."
"Ini sudah kewajibanku sebagai istri. Aku ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku. Karena kamu sudah menjadi suami yang baik untukku sekaligus calon ayah yang baik buat anak kita. Kamu sangat berarti bagi hidupku," ucap Sonya dengan senyuman.
Kenzo makin gemas dengan pipi Sonya yang chubby.
"So sweet banget sih kamu sayang." Kenzo lalu mencubit pipi Sonya.
"Habis kamu gemesin sih sayang hehehe," ucap Kenzo terkekeh dan lalu meminum teh buatan Sonya.
Seketika perut Sonya merasakan sakit yang luar biasa.
"Auwww... Sa-Sayang perutku sakit sekali," ucap Sonya meringis dan sudah mulai berkeringat dingin.
Kenzo lalu melihat ke kaki Sonya. Kenzo matanya terbelalak saat melihat air ketubannya sudah pecah.
"Sayang, kamu akan segera melahirkan," ucap Kenzo saat melihat air ketuban sedaru tadi mengalir di kaki Sonya.
"Arghhh sayang perutku..... Perutku sakit....."
Dengan pelan Kenzo menggendong Sonya dan keluar dari kamarnya. Kenzo berpapasan dengan Papa Arsa.
"Pa, Ma, Sonya mau melahirkan," ucap Kenzo sambil berjalan menuju pintu ruang tamu.
Papa Arsa lalu menggandeng istrinya untuk mengejar Kenzo yang sudah membawa Sonya menuju ke halaman rumah. Papa Arsa membantu membukakan pintu mobilnya. Papa Arsa yang menyetir mobilnya dan Mama Lisa sudah duduk disamping Papa Arsa. Papa Arsa lalu melajukan mobilnya dengan cepat. Untung saja hari masih pagi, jadi tidak terlalu macet.
"Mama, ini sangat sakit..."
"Sayang yang sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Mama Lisa sambil menengok ke belakang dan melihat anaknya merasakan kesakitan.
Setelah 26 menit mereka akhirnya sampai di rumah sakit. Kenzo sekarang sedang menemani Sonya didalam. Papa Arsa dan Mama Lisa tak lupa memberitahu besannya bahwa Sonya akan melahirkan.
Kenzo mengecup kening Sonya. Kenzo menyemangati istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya. Dokter lalu memeriksa dan ternyata Sonya sudah pembukaan lengkap.
__ADS_1
"Tarik nafas yang panjang lalu buang ya, kemudian mengejan," ucap sang suster memberikan aba-aba kepada Sonya.
"Ken, aku sudah tidak kuat."
"Sayang bertahanlah, kamu pasti bisa. Aku akan disini bersamamu sampai anak kita lahir."
"Semangat sayang," ucap Kenzo sambil mengecup keningnya kembali.
Sonya lalu menuruti perintah suster, tak lama kemudian Sonya berhasil melahirkan anaknya. Bayi mungil perempuan tersebut wajahnya sangat cantik.
"Bayinya perempuan ya Bu, Pak."
Sonya yang sekilas melihat bayinya dan kemudian pingsan. Kenzo panik melihat istrinya pingsan atau terjadi apa-apa setelah melahirkan.
"Dok, istri saya kenapa ini?" ucapnya khawatir.
"Istri Anda hanya pingsan Pak. Sudah biasa terjadi seperti ini sehabis melahirkan."
Kenzo lega setelah mendengar perkataan dokter. Dirinya tadi sudah berpikiran yang tidak-tidak. Kenzo tadi berbincang-bincang oleh suster untuk memberikan nama anaknya dan sekarang anaknya sudah di dalam box bayi beserta papan nama yang tertulis nama bayinya dan nama sang ibu beserta informasi mengenai lainnya seperti berat badan, panjang bayinya, waktu lahir jam berapanya dan dokter yang menanganinya. Kenzo tadi sudah mengadzani anaknya.
Semua orang tua Kenzo maupun orang tua Sonya bahagia saat mendengar cucunya lahir. Tak lupa Kakek Kenzo juga ada di sana, Kakek bahagia akhirnya Kenzo bisa mewujudkan wasiat neneknya bahwa diumur ke 25 tahun harus sudah memberikan keturunan dan sekarang sudah terwujud bahkan umur Kenzo masih 24 tahun. Kurang 3 bulan lagi Kenzo akan berulang tahun ke 25 tahun.
Sekarang Sonya sudah berada di ruang perawatan. Mungkin 3-5 hari Sonya akan berada di rumah sakit. Sonya masih pingsan dari tadi. Semua orang tua baik Kenzo maupun Sonya sudah berada di ruangan tersebut.
"Sayang sadarlah, anak kita sudah lahir. Dia sangat cantik, Kezia mirip kita sayang."
Baby Kezia lalu menangis, sedari tadi Baby Kezia memang belum diberi asi oleh Sonya karena Sonya belum sadar dari pingsannya.
"Sini nak, coba Mama gendong," ucap Mama Zaskia.
Mama Zaskia bahagia cucunya lahir perempuan sesuai dengan keinginannya untuk memiliki cucu perempuan. Karena dulu dirinya ingin anak perempuan namun lahir anak laki-laki. Mama Zaskia hanya dikaruniai seorang anak yaitu Kenzo. Makanya dirinya menganggap Sonya seperti anaknya sendiri. Sonya juga bahagia mertuanya menyayanginya.
Mendengar Kezia menangis Sonya mulai mengerjapkan matanya. Kenzo tersenyum saat istrinya mulai sadar.
"Sayang, akhirnya kamu sadar juga. Terima kasih sayang kamu telah melahirkan anak untukku. Aku sangat mencintai dan menyayangimu," ucap Kenzo lalu mengecup kening Sonya.
Sonya bahagia saat Kenzo berbicara seperti itu, Sonya lalu tersenyum dan lalu pandangannya mengarah ke anaknya.
"Sayang, anak kita menangis."
Mama Zaskia lalu berjalan mendekati menantu kesayangannya.
"Nak sepertinya Kezia haus, dari tadi menangis terus."
Mama Zaskia lalu memberikan cucunya kepada menantu kesayangannya. Sonya dengan hati-hati menggendong anaknya.
"Nama lengkap anak kita siapa sayang?" Tanya Sonya yang sedang memberikan asinya dan lalu menatap wajah Kenzo.
"Kezia Leonardo," ucap Kenzo tersenyum.
"Nama yang bagus sayang."
"Iya sayang. Coba kamu perhatikan, anak kita mirip dengan kita."
Sonya lalu memperhatikan wajah anaknya. Dirinya bahagia anaknya lahir dengan selamat dan memang benar anaknya mirip dengannya dan juga dengan Kenzo.
"Hehehe iya sayang mirip kita. Aku yang mengandungnya 9 bulan 10 hari. Aku bahagia Kezia lebih kebanyakan mirip denganku." Sonya tersenyum melihat anaknya begitu cantik.
__ADS_1
"Iya sayang, dia cantik seperti dirimu."
Seisi ruangan nampak bahagia dengan kehadiran Baby Kezia. Kenzo dan Sonya merasa bahagia kini keluarga kecilnya sudah lengkap dengan kehadiran Baby Kezia. Setelah diberikan asi Baby Kezia tertidur. Baby Kezia tertidur saat Papa Arsa menggendongnya. Papa Arsa sangat bahagia cucunya nyaman berada di dekatnya dan bahkan sampai tertidur pulas.