Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 134 - Wisuda Bareng 4R


__ADS_3

Akhirnya Rey lulus kuliahnya tepat waktu. Rey membawa semua keluarganya ke gedung untuk menyaksikan dirinya disahkan menjadi seorang sarjana. Karena Risa sedang mengandung dan Reno pun akhirnya dipangku oleh Oma Anastasya. Reno sudah terbiasa kalau kumpul bersama keluarga selalu minta pangku. Tadinya Reno ingin dipangku oleh Risa namun Oma Ana melarangnya.


"Cucuku jangan minta pangku sama Mommy Risa. Lihatlah cu, Mommy kamu perutnya sudah besar. Di sana ada adiknya Reno dan Reno tidak mau kan kalau adik Reno kenapa-kenapa?" ucap Mami Ana menunjuk perut Risa agar cucunya mengerti.


Reno mengangguk pelan pertanda mengerti ucapan Oma Ana.


"Bagus cucu Oma pintar." Mengelus rambut cucunya pelan.


"Nak, lihatlah Daddy Rey sangat tampan."


Risa menunjuk pada layar yang memperlihatkan Rey sedang diwisuda.


"Iya Mom."


Risa menunjuk ke layar yang memperbesar para wisudawan sedang disahkan menjadi seorang sarjana. Setelah beberapa jam kemudian akhirnya acara wisudanya selesai. Rey segera menemui keluarganya.


"Selamat ya sayang atas kelulusannya." Risa membawa sebuket bunga dan memeluknya.


"Terima kasih sayang. Kemarin saat kamu wisuda tahun lalu kita baru bertiga sama Reno. Alhamdulillah sekarang kita sudah mau berempat," ucap Rey sambil memegang perut Risa yang sudah terlihat membesar.


Risa tersenyum dan memegang tangan Rey yang masih memegang perutnya memang sebentar lagi mereka akan berempat karena Baby R season 2 akan segera hadir karena Risa kehamilannya sudah memasuki usia 6 bulan 3 minggu.


Mereka lalu akan berfoto keluarga. Mengabadikan moment kebahagiaan saat ini.


"Sayang ayo kita foto bersama dulu. Kita akan Foto 4R."


"Foto 4R?" Risa bingung dengan perkataan Rey. 4R yang ada dipikiran Risa saat ini mereka akan mencetak foto berukuran 4R.


"Iya sayang aku, kamu, Reno dan Baby R yang masih dalam kandungan kamu."


"Hmm iya sayang." Risa baru paham sekarang.


Rey lalu menggandeng Reno. Sedangkan Risa yang memegang sebuket bunga mawar merah tersebut. Reno sekarang di tengah-tengah antara Risa dan Rey. Reno digandengkan oleh kedua orang tuanya. Tak lupa mereka berfoto berganti gaya sekarang Rey menggendong Reno dan Risa melingkarkan tangan kirinya ke lengan suaminya dan tangan kanannya memegang sebuket bunga. Pose foto terakhir sama seperti sebelumnya hanya saja tidak memakainya buket bunga namun Risa memegang perutnya.


Mereka berfoto seperti keluarga bahagia. Ya memang seperti itu karena mereka akan bertambah personil beberapa bulan lagi. Berbeda dengan Lova dan Dean. Kedua sahabatnya itu lebih memilih untuk mempunyai satu anak saja. Dean tidak tega melihat istrinya melahirkan lagi. Karena saat Lova melahirkan Sandra, Lova pingsan terlebih dahulu sebelum melahirkan anaknya dan akhirnya Lova operasi caesar.


Sekarang giliran foto bersama keluarga. Keluarga 4R bersama Mami Ana dan Papi Aldi. Foto keluarga yang kedua Keluarga 4R bersama Mami Angel dan Papa Kevin. Mereka bahagia kini anak-anak mereka sudah lulus semua kuliahnya ditambah lagi akan segera punya cucu kedua dari Risa. Mami Ana dan Mama Angel berharap cucunya akan berjenis kelamin laki-laki lagi. Agar mereka bisa meneruskan untuk menggantikan suami-suami mereka memimpin perusahaannya kelak kalau mereka sudah besar.


...*****...


Seperti biasa setiap weekend para sahabatnya berkumpul di rumah Rey membawa suami dan anaknya masing-masing. Mereka berkumpul setiap weekend dan sebulan bisa dihitung 2 kali mereka bertemu dengan sahabatnya. Karena Risa sedang hamil jadi mereka memutuskan untuk berkumpul ke rumah Rey saja. Kenzo, Sonya dan kedua anaknya sudah datang dari tadi. Sekarang Lova dan Dean beserta Sandra yang belum datang. Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.


"Assalamualaikum....."


"Wa'alaikum Salam....."


"Eh Lova, Dean dan Sandra ayo masuk-masuk silakan duduk," ucap Risa saat membukakan pintu.


"Ante ntik." [Tante cantik.]


Sandra tiba-tiba saja memeluk Risa.


"Hallo Sandra sayang," ucap Risa mengelus kepala Sandra.


Dean tersenyum saat melihat kedekatan anaknya dengan Risa. Dean berharap kedekatan mereka akan terus seperti ini. Keinginan terbesar adalah menjadikan Reno sebagai menantunya.


"Ante ntik eyutna kin becal." [Tante cantik perutnya semakin besar.]


Sandra memegang perut Risa yang sudah membesar.


"Eh nak. Bersikaplah yang sopan sama Tante Risa."


Lova berusaha untuk menarik anaknya untuk menjauh karena sampai sekarang Sandra sedang memeluk Risa dan memegang perutnya.


"Biarkan saja Lova. Sandra sudah aku anggap seperti anakku sendiri. Aku ingin sekali punya anak perempuan yang lucu dan menggemaskan seperti Sandra."


Dean dan Lova saling memandang. Dean memberikan kode anggukan pada Lova. Lalu mereka akhirnya tersenyum. Dean bahagia saat Risa bicara seperti itu dan kemungkinan nanti Sandra akan bisa menjadi menantunya saat sudah dewasa nanti.


"Ayo kita masuk dulu. Sandra ayo sayang masuk," ucap Risa mengelus puncak rambut Sandra.


Mereka lalu duduk bersama di ruang tamu.


"Mami kok erutna idak becal erti ante ntik?" [Mami kok perutnya tidak membesar seperti Tante cantik?]


Sandra memegang perut Lova.


"Eh? Itu sayang perut Mami tidak akan membesar seperti perut Tante Risa sayang," ucap Lova sambil mengelus kepala anaknya.


"Enpa Mami?" [Kenapa Mami?]

__ADS_1


"Nanti kalau kamu sudah besar akan tahu nak."


"Lova sepertinya Sandra juga pengen punya adik." Sonya memberi tahu kepada sahabatnya.


Seketika Kezia memandang wajah Sonya dengan senyuman. Sonya gemas saat anaknya tersenyum kepadanya. Kezia sangat mirip dengannya.


"Mama, ezia uga ngin ihat erut Mama becal erti erut ante Risa." [Mama, Kezia juga ingin melihat perut Mama membesar seperti perut Tante Risa.]


"Eh nak. Kemarin sudah sayang saat Mama hamil adik kamu Keano perut Mama membesar seperti Tante Risa bahkan lebih besar nak."


"Tapi Mama, ezia lum ihat erut Mama ang besar." [Tapi Mama, Kezia belum lihat perut Mama yang besar.]


"Hahaha, anak kamu pengen lihat perut Sonya membesar lagi tuh Ken. Kezia ingin punya adik lagi." Dean tertawa cekikikan.


"Aku mah siap aja Dean. Semua itu tergantung Sonya mau hamil lagi atau tidak."


"Tidak Kenzo, dua anak sudah cukup!" Sonya memberikan tatapan tajam kepada suaminya.


"Tapi sayang Kezia sepertinya ingin punya adik lagi. Kita kabulkan saja yuk sayang keinginan Kezia."


"Kalau kamu pengen punya anak lagi hamil aja sendiri."


"Pffftttttt................." Lova dan Rey menahan tawanya sedangkan Dean sudah tertawa terbahak-bahak.


"Sayang kok kamu berbicara seperti itu sih?"


"Soalnya kamu gak merasakan betapa sakitnya saat melahirkan sih Kenzo."


"Sayang memang sesakit itu?" Tanyanya polos.


"Iyalah benar-benar sakit yang luar biasa. Kalau kamu tidak percaya tanya saja pada Risa."


Risa yang baru saja masuk ke ruang tamu sambil membawa brownies pun bingung ketika namanya disebutkan.


"Ada apa Sonya? Sepertinya kamu tadi menyebut-nyebut namaku."


"Itu Kenzo tadi bertanya memang melahirkan sakit?"


"Hmm ya iyalah sakit banget Kenzo. Melahirkan itu taruhannya nyawa. Kalau Sonya gak kuat melahirkan anak kamu bisa-bisa nyawanya melayang."


"Apa?" Kenzo terkejut mendengar ucapan Risa.


"Lalu kenapa kamu hamil lagi Risa?"


"Pertanyaan kamu sepertinya tidak harus dijawab Kenzo," ucap Rey kesal dengan Kenzo.


"Hmm maka dari itu aku tidak ingin kehilangan istriku. Aku sudah bersyukur Lova memberikan aku seorang anak yang lucu seperti Sandra."


"Kamu pikir selama ini kamu tidak tahu hal itu Ken?" tanya Lova.


Kenzo menggeleng lemah. Lova menghembuskan nafas dengan panjang.


"Astaga sudah punya anak dua juga belum tahu tentang hal itu."


Kenzo hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Lova.


"Sayang kita punya anak dua saja sudah cukup kok sayang."


"Hmm......" Sonya hanya membalas dengan deheman saja.


Dean terkekeh tak menyangka bahwa Kenzo tidak tahu hal seperti itu. Lova bahagia mempunyai suami seperti Dean yang tidak memaksakan dirinya untuk melahirkan berapa anak untuknya. Risa dan Rey juga inginnya cukup punya dua anak saja tidak ingin banyak-banyak. Dua anaknya nanti setelah dewasa akan memimpin perusahaan dari Kakeknya masing-masing. Risa percaya bahwa anaknya nanti kelak bisa diandalkan seperti Rey. Karena seorang anak tidak akan jauh sifatnya dari orang tuanya.


...*****...


Risa lalu duduk disamping Rey. Reno sedang dipangku Rey. Anaknya itu sudah sering duduk dipangkuan Daddy Rey.


"Ayo silakan dicicipi semuanya aku yang buat loh."


Kenzo lalu teringat dengan Sonya saat hamil Keano kemarin. Sonya jarang masak untuknya karena Sonya mual ketika bau bawang. Kenzo memakluminya karena bagaimanapun juga istrinya gak boleh terlalu capek.


"Wah Risa kamu sedang hamil besar masih sempat bikin kue seperti ini," ucap Kenzo.


"Iya, aku sedang senang masak dan bikin kue. Kehamilan anak keduaku tidak terlalu merepotkan."


Kenzo mengangguk mengerti sambil mengunyah kue buatan Risa.


"Risa kamu sudah USG jenis kelamin bayinya?" Dean bertanya dengan Risa.


"Kami sudah USG namun tidak ingin tahu jenis kelamin bayinya. Biar surprise saja nanti Dean."

__ADS_1


"Rey, jangan sampai kamu pingsan lagi saat menemani istri kamu melahirkan," ucap Kenzo diakhiri dengan tawanya dan hanya candaan untuk memperamai suasana.


"Tidak Ken. Aku tidak akan pingsan lagi nanti."


"Aku tidak yakin!" Kenzo meremehkan Rey.


"Lihat saja nanti. Aku tidak akan pingsan saat menemani Risa melahirkan."


"Eh bagaimana kalau anak kedua kamu laki-laki lagi Rey?"


"Ya alhamdulilah Dean kalau sampai anakku lahir laki-laki lagi. Aku akan bahagia karena kegantenganku akan mewarisi kedua wajah putraku."


"Hmm... Tapi mudah-mudahan saja bisa sifat manjamu tidak akan menurun ke anak-anakmu."


"Aku sudah tidak manja Dean! Aku sekarang sudah menjadi seorang ayah. Apalagi anakku akan 2 dan aku harus bisa mendidiknya dengan baik."


"Iya bagus Rey. Kamu harus menjadi seorang ayah yang baik dan suami yang bisa diandalkan."


"Oh iya, mudah-mudahan anak kamu laki-laki ya Rey. Biar aku dan Dean tidak berebut ingin menjadikan anak kamu sebagai menantu kita." Kenzo berbicara mengenai calon menantunya kembali.


"Hmm kalian kenapa ingin sekali menjadi besanku? Coba berikan alasannya."


"Karena Reno hanya cocok bersanding dengan Kezia," ucap Kenzo.


"Alasanku menjadikan Reno menantuku karena Reno itu sudah imut dan ganteng banget Rey seperti kamu. Lagian kita sudah sahabatan lama dan tidak ada salahnya bila persahabatan kita semakin dekat jika kita berbesanan."


"Dean! Reno hanya akan menjadi menantuku. Kamu tunggu saja Rey junior lahir."


"Tidak! Aku maunya Reno yang menjadi menantuku. Aku sungguh sudah terlanjur suka sama Reno. Lagian Sandra dan Reno cuma jaraknya dua bulan saja. Lebih baik kamu saja yang menunggu Rey junior lahir."


"DIAM!!" Ketiga istri mereka berteriak bersama-sama.


Para suami-suami langsung terdiam seketika saat melihat raut wajah istri mereka masing-masing menampilkan aura kemarahan.


...*****...


Kali ini Risa ingin minum es kelapa muda. Risa sedang membayangkan betapa segarnya es kelapa muda jika sampai tenggorokannya saat ini sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.


"Rey................" Risa berteriak memanggil suaminya.


"Ada apa sayang?" Rey masih mengatur nafasnya saat ini karena habis berlari menghampiri istrinya.


"Aku sedang ingin sekali minum es kelapa muda."


"Baiklah sayang. Keinginan kamu akan aku turuti. Habis ini akan aku belikan es kelapa mudanya. Apalagi kalau itu menyangkut keinginan anak kita," ucap Rey sambil mengecup perut Risa dan mengelusnya pelan.


"Hmm..... Aku maunya dari pohonnya langsung ya Rey! Kamu cari saja cepat, aku sudah ingin meminumnya."


"Dari pohonnya langsung?" Rey mengernyitkan dahinya.


"Iya, aku ingin kamu manjat pohon kelapa. Mengambilkan kelapa muda untukku."


"Apa sayang? Aku harus manjat pohon kelapa?" Rey matanya membulat sempurna.


Risa mangangguk pelan dan tersenyum.


Seketika Rey ingin pingsan saja. Kali ini ngidam Risa terparah bahkan lebih parah dibandingkan saat mengandung Reno.


"Tapi sayang... Aku gak bisa manjat pohon. Lagian pohon kelapa kan tinggi sayang."


Rey seketika punya ide brilian.


"Sayang kalau aku manjat pohon mangga saja gimana? Aku akan ambilkan banyak kalau kamu mau."


Risa melongo anak didalam kandungannya kini ingin Rey mengambilkan kelapa muda untuknya tapi Rey menawarkan akan mengambilkan mangga untuknya.


"Rey! Anakmu ingin minum es kelapa muda bukan jus mangga," ucap Risa berjalan meninggalkan Rey.


"BRAKKK.............." Risa menutup pintunya dengan keras dan Rey sampai jantungan.


"Istriku saat hamil senang sekali membuatku senam jantung. Cukup dua anak saja kalau begitu. Aku tidak ingin terkena serangan jantung diusia mudaku."


Rey menghembuskan nafasnya lalu melangkahkan kakinya keluar kamar dan mencari keberadaan istrinya. Risa tidak ada di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga bahkan sampai ke dapur Rey mencari istrinya. Seketika Rey pikirannya mengarah ke tempat yang belum ia kunjungi. Rey berjalan menuju taman belakang namun melihat Maminya mendekati Risa.


Di taman Risa sedang menangis tersedu-sedu saat ini.


"Rey, kenapa kamu tega tidak mau menuruti keinginan anak kita. Dia ingin es kelapa muda saat ini dan bukan jus mangga," ucapnya sambil memegang perutnya.


Mami Ana mendengar semua ucapan Risa. Mami Ana tidak tega melihat menantunya menangis dan lalu mendekatinya. Mami Ana mengelus punggung Risa, menenangkan menantunya agar tidak menangis lagi.

__ADS_1


"Mami......" Risa saat melihat mertuanya sudah berada disampingnya.


Risa langsung memeluk mertuanya. Mami Ana langsung membalas pelukannya. Terasa tenang saat dipeluk oleh Mama mertuanya. Risa bersyukur mempunyai mertua yang baik dan sabar. Tidak seperti mertua yang galak seperti yang kebanyakan ada disinetron.


__ADS_2