Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 131 - Baby Boy


__ADS_3

Kenzo dan Sonya sudah sampai di rumah. Semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Sonya dan Kenzo berjalan bersama menuju ke ruang keluarga.


"Assalamualaikum......."


"Wa'alaikum Salam......"


"Eh sayang sudah pulang? Sini duduk disamping Mama." Sonya langsung duduk disamping Mama Zaskia.


"Gimana hasil USG bayinya?" Tanya Mama Zaskia.


"Sayang, biar Mama saja yang baca langsung."


Kenzo tersenyum dan lalu menuruti perintah istrinya. Kenzo memberikan hasil pemeriksaan kandungan Sonya dan beserta print hasil USG. Mata Mama Zaskia terbelalak saat melihat hasil USG cucu keduanya.


"Papa coba lihat ini hasil USG beneran atau Mama yang salah lihat."


Papa Vano lalu melihat hasil USG cucunya. Papa Vano tersenyum senang akhirnya cucu keduanya berjenis kelamin laki-laki. Papa Vano lalu mengangguk dan tersenyum kepada istrinya.


"Sayang, cucu Mama laki-laki?"


"Iya Mama," ucap Sonya dan Kenzo bersamaan.


"Alhamdulillah....." Semua orang bersyukur mendengar kabar


"Sebentar lagi cucu Keluarga Leonardo akan lengkap laki-laki dan perempuan."


Kenzo baru saja seminggu yang lalu berulang tahun.


"Sayang, makasih ya kamu memberikan Mama dan Papa dua cucu sekaligus di umur Kenzo yang ke 25 tahun," ucap Mama Zaskia memeluk menantu kesayangannya.


"Iya Mama," ucap Sonya tersenyum dan membalas pelukannya.


Mama Zaskia bersyukur punya menantu seperti Sonya, sudah cantik, baik dan dalam jangka waktu belum ada dua tahun bisa memberikan dua cucu. Semuanya bahagia atas kabar cucu keduanya berjenis kelamin laki-laki. Papa Arsa dan Mama Lisa sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah besannya setelah mendapatkan kabar bahwa jenis kelamin cucu keduanya adalah laki-laki. Mereka bahagia kehadiran cucunya sebentar lagi akan memberikan kebahagiaan bagi kedua Keluarga Leonardo maupun Keluarga Hermawan.

__ADS_1


...*****...


Tak terasa hari ini tepat 9 bulan kehamilan Sonya. Dirinya kini sering sekali merasakan sakit di bagian pinggang. Bahkan Kenzo sering untuk memijat pinggangnya yang kadang terasa sakit akhir-akhir ini. Kenzo tidak masalah jika harus memijit istrinya karena Kenzo bahagia sebentar lagi punya anak laki-laki yang akan lahir dari rahim Sonya. Putra keduanya akan segera lahir tinggal beberapa hari lagi. Sonya kandungannya sudah mulai terlihat turun. Mengandung bayi laki-laki memang perutnya akan terlihat lebih besar dari pada mengandung bayi perempuan.


Kezia sekarang sedang bermain bersama neneknya. Sonya sedang istirahat di kamar. Kenzo sudah pulang dari kantor. Kenzo membuka pintu kamar perlahan-lahan agar Sonya tidak terbangun dari tidurnya. Kenzo tersenyum saat melihat wajah istrinya yang begitu teduh. Kenzo melihat perut istrinya yang sudah membesar. Kenzo bahagia rasa capeknya seketika hilang begitu saja melihat Sonya dan calon anaknya. Kenzo perlahan mengecup kening istrinya dan lalu mengecup perut Sonya. Putranya sebentar lagi akan melihat dunia. Kenzo tidak sabar menunggu beberapa hari lagi.


Kenzo meninggalkan Sonya dan lebih memilih untuk mandi. Kenzo tidak ingin istrinya yang tertidur dengan pulas terganggu olehnya. Saat Kenzo sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Sonya terbangun karena anaknya menendang dengan kuat.


"Auwww........." Sonya memegang perutnya dan mencoba untuk mengelusnya meredakan rasa nyeri yang baru saja dia rasakan.


Kenzo lalu mendekati istrinya yang merasakan kesakitan.


"Sayang, kamu kenapa? Apa perut kamu sakit? Apa jangan-jangan kamu mau melahirkan sekarang?" Kenzo seketika panik.


Sonya menggeleng lemah. Saat ini hanya merasakan perutnya terasa nyeri karena anaknya menendang-nendang begitu kuat didalam perutnya.


"Perutku terasa nyeri tadi sayang saat Baby Boy menendangnya begitu kuat didalam perutku," ucap Sonya yang masih mengelus perut buncitnya.


Sonya mengangguk pelan dan sekarang membiarkan tangan Kenzo untuk mengelus perutnya. Mungkin saja anaknya butuh kasih sayang Papanya sebelum lahir ke dunia.


"Sayang bayi kita tendangannya begitu kuat sekali tadi terasa nyeri bahkan kadang sakit. Beda saat aku mengandung Kezia, meskipun Kezia juga aktif tapi tidak seaktif Baby Boy."


"Sayang, anak laki-laki pasti lebih kuat menendang-nendang diperutmu."


"Sekarang bagaimana apa sudah merasa enakan?" Kenzo melihat wajah istrinya mencari tahu bahwa Sonya masih merasakan sakit atau tidak.


"Sudah, mungkin bayi kita lagi kangen sama Papanya."


Kenzo lalu mengecup perutnya dan mengajak anaknya berbicara.


"Hallo nak. Kamu kangen ya sama Papa. Sebentar lagi kita akan ketemu sayang. Sabar ya nak, Papa juga ingin segera bertemu denganmu," ucap Kenzo sambil mengelus perut Sonya.


Bayinya merespon dengan tendangannya.

__ADS_1


"Iya Papa, aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Papaku yang ganteng ini," ucap Sonya menirukan gaya suara anak kecil.


"Ah, sayang aku sudah tidak sabar melihat anak kita nanti. Pasti akan ganteng sepertiku."


"Iya pasti akan ganteng seperti kamu sayang." Sonya lalu memegang pipi suaminya.


"Iya pasti dong sayang. Kan aku memang Papanya."


"Hahahaha...................." Mereka lalu tertawa bersama.


Sonya lupa akan sesuatu yang dia kerjakan setiap paginya. Dirinya lupa membuatkan teh hangat untuk suaminya.


"Sayang, maaf aku lupa membuatkanmu teh hangat. Aku tadi ketiduran, aku buatkan sekarang ya?" Tanpa menunggu jawaban dari suaminya Sonya lalu akan ke dapur.


Saat Sonya akan beranjak dari ranjangnya. Kenzo menarik tangan Sonya agar tidak pergi darinya.


"Sayang tidak usah buatkan aku teh hangat. Kamu sudah mau melahirkan. Pikirkan kondisi kamu sayang. Kamu harus banyak-banyak istirahat agar nanti saat melahirkan kamu banyak tenaga."


"Tapi aku tidak harus tidak sama sekali melakukan pekerjaan apapun kan sayang? Aku bosan kalau cuma makan, tidur dan ngurus Kezia saja. Aku juga ingin punya kegiatan lainnya. Bahkan kata Mama harus sering-sering gerak agar lahirannya bisa secara normal lagi."


"Iya sayang terserah kamu. Tapi aku tadi sudah menyuruh Bibi untuk membuatkan teh hangat untuk kita berdua. Sayang sampai nanti adik Kezia lahir aku akan selalu ada disampingmu."


"Terima kasih sayang, kamu memang Papa siaga."


Tak lama kemudian pintu diketuk. Kenzo mengizinkan Bibi itu untuk masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan dua cangkir teh hangat pesanannya di meja. Kenzo mengambilkan secangkir tehnya untuk istrinya. Sonya menerimanya dengan senang hati.


"Terima kasih sayang. Biasanya aku yang melayani kamu yang membikin teh hangat untukmu. Tapi sekarang Bibi yang bikinin teh hangatnya. Karena sekarang aku jalannya agak sedikit lambat."


Sonya memang sekarang jalannya selalu pelan-pelan sekali mengingat kandungannya sudah 9 bulan dan sering sakit pinggang.


"Sayang tidak apa-apa. Aku tahu kamu sedang hamil dan aku memakluminya," ucap Kenzo tersenyum.


Sonya lega saat Kenzo mengerti keadaannya sekarang sedang hamil. Sonya bahagia setiap kali kehamilannya sudah memasuki usia 9 bulan Kenzo selalu izin cuti untuk menemani Sonya di rumah. Mama Lisa selalu datang setiap hari. Mama Lisa selalu mengecek kondisi anaknya jika sewaktu-waktu akan melahirkan.

__ADS_1


__ADS_2