Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Yang Aku Butuhkan Perhatian dan Kasih Sayangmu..


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗



Reva langsung ke salon kecantikan dan akan melakukan perawatan wajah dan memotong rambut panjangnya menjadi agak sedikit pendek seperti rambut selingkuhan suaminya. Reva ingin tahu apa ekspresi suaminya ketika penampilannya berubah.


"Ternyata aku lebih cantik darinya," ucapnya yang melihat cermin besar tersebut.


"Anda memang cantik Nyonya."


"Katakan lebih cantik mana aku dengan orang ini?" tanya Reva sambil memperlihatkan hp yang ada foto wanita selingkuhannya suaminya kepada karyawan kecantikan tersebut.


Tadi Reva sempat memfoto wanita tersebut dan sehingga lupa dengan tujuannya ke kantor untuk memberikan suaminya kejutan dengan memperlihatkan hasil USG kedua anaknya.


"Cantikan Nyonya kemana-mana."


"Kamu tahu tidak? Dia selingkuhan suamiku..."


"Astaga, apa suami Anda itu tidak bisa membedakan mana permata dan mana batu sungai? Dilihat dari samping saja sudah terlihat cantikan Anda kemana-mana."


"Maaf Nyonya, saya juga jengkel kalau ada wanita perebut suami orang," ucapnya kembali.


"Tidak apa-apa. Makanya aku ingin terlihat lebih cantik darinya meskipun aku sedang hamil."


"Seharusnya suami Anda itu bersyukur bisa mendapatkan wanita secantik Nyonya."


"Mungkin suamiku matanya lagi minus jadi penglihatannya menjadi buram. Ia tidak bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak," ucap Reva kesal.


"Saya mendukung Anda Nyonya, saya jadi geram sama wanita tersebut."


"Ini tambahan tips buat kamu," ucap Reva sambil menyerahkan dua lembar uang berwarna merah tersebut.


"Makasih Nyonya. Saya doakan agar masalah Nyonya cepat selesai..."


"Sama-sama," ucap Reva yang lalu melangkahkan kakinya keluar dari salon kecantikan tersebut.


Reva lalu melajukan mobilnya kembali ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Reva sampai lupa untuk makan siang.


"Anak-anak kalian pasti lapar ya? Maafkan Mama ya nak belum sempat makan siang. Tadi Mama habis mengurusi Papa kalian yang selingkuh itu," gerutu Reva.


Reva tersenyum tipis saat kedua anaknya meresponnya.


"Kita ke dapur sekarang ya nak. Mama ingin makan udang goreng tepung dan membuat sambal yang sangat pedas. Kalian yang sabar ya, Mama mau masak dulu untuk kalian," ucapnya setelah itu lalu pergi ke dapur.

__ADS_1


Reva dengan cekatan membuat udang goreng tepung dan sambal. Semenjak hamil nafsu makannya bertambah. Namun mulai nanti malam Reva akan memakan buah saja.


...*****...


Di kantor tadi sang asistennya Rio menemukan amplop yang tak sengaja Reva jatuhkan. Tak sengaja sang asisten membukanya.


"Ini kan milik Bu Reva. Jangan-jangan Bu Reva tadi tahu kalau suaminya berselingkuh," ucap Aditya sambil menutup mulutnya tak percaya bahwa istri dari atasannya itu tadi datang tanpa sepengetahuannya karena Aditya tadi sedang tidak bersama dengan Rio.


Aditya tadi sedang menyiapkan materi untuk presentasi. Jadi tidak tahu kalau istri dari atasannya itu datang.


"Pak Rio harus tahu akan hal ini," ucapnya kembali.


Aditya mengetuk pintu dan lalu masuk setelah diizinkan oleh Rio


"Siang Pak....."


"Ya siang, masuk......"


"Pak maaf saya menemukan ini di depan pintu."


"Apa ini?" tanya Rio mengerutkan keningnya.


"Sepertinya istri Bapak tadi datang dan terburu-buru pergi sehingga amplopnya terjatuh."


"Hah? Bahkan saat tahu istrinya datang ekspresinya hanya begini saja?" Batin Aditya kesal.


Rio lalu menerima amplop tersebut dan terkejut saat membukanya ternyata hasil USG kedua anaknya.


"Aditya, akhirnya aku akan memiliki dua anak perempuan sekaligus," ucap Rio tersenyum bahagia saat melihat hasil USG tersebut.


"Wah selamat ya Pak... Semoga Bu Reva lahirannya lancar nanti. Pasti seru Pak kalau punya anak kembar," ucap Aditya dengan senyuman manisnya.


"Aamiin..... Masih ada 3 bulanan lagi kok Aditya."


"Iya tidak apa-apa Pak. Karena perkataan adalah sebuah doa dan saya harap Pak Rio dan Bu Reva rumah tangganya akan semakin langgeng," ucap Aditya menekankan kata langgeng dan lalu melirik ke wanita tersebut.


Sedangkan sang wanita yang sedang duduk di sofa itu langsung mengerucutkan bibirnya saat melihat ekspresi Rio yang sangat bahagia. Apalagi Aditya terlihat tidak suka dengannya. Rio lalu mengambil hp dan memesan bunga untuk dikirimkan ke istrinya.


Wanita selingkuhannya tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Karena sekretaris yang lama resign karena akan menikah jadi mau tidak mau harus merekrut sekretaris baru.


"Mas, kenapa aku tidak dibelikan bunga juga?" ucap sang sekretaris dengan nada manja.


"Nanti akan aku belikan juga untuk kamu saat nanti kita pulang bersama," ucap Rio tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ah makasih ya. Kamu memang pengertian," ucapnya yang lalu memeluk Rio.


"Pak Rio benar-benar keterlaluan. Istrinya sedang hamil kedua anaknya dan dia seenaknya bermesraan dengan perempuan lain di kantor. Kalau kamu bukan bosku, pasti sudah aku bogem sejak tadi." Batin Aditya geram.


Aditya sayang dengan pekerjaannya maka dari itu lebih memilih untuk diam.


"Ehemm......."


Aditya berdehem seperti mengkode bahwa mereka bukanlah suami istri dan tak pantas untuk bermesraan saat jam kerja di kantor.


"Pak kita ada meeting, bahan untuk presentasinya sudah saya siapkan. Mari kita pergi ke ruang meeting."


"Baiklah ayo kita ke ruang meeting sekarang," ucap Rio beranjak dari tempat duduknya.


Setelah keluar dari ruangan tersebut. Sang sekretaris bersikap layaknya atasan dan bawahan yang sopan dan santun. Demi menjaga image di depan rekan bisnis lainnya.


...*****...


Di rumah Reva bingung mendapatkan kiriman bunga dan sangat terkejut saat melihat siapa nama pengirimnya yang tak lain adalah suaminya sendiri. Reva lalu membanting pintu ruang tamu dan meletakkan bunga tersebut di meja ruang keluarga.


"Aku tidak butuh bunga Rio. Yang aku butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang kamu seperti dulu," ucap Reva yang tengah menangis meratapi nasibnya yang malang.


Reva lalu mengusap perutnya pelan dan tak terasa air matanya menetes lagi.


"Papa kalian sudah banyak berubah dan mulai melupakan keberadaan kalian. Tapi Mama akan tetap berusaha agar Papa kalian bisa seperti dulu lagi. Kalian kangen sikap Papa yang sangat perhatian tidak nak?" ucap Reva tersenyum getir.


Reva perlahan mengusap air matanya yang menetes. Dia tidak ingin menjadi wanita yang lemah.


"Doakan Mama ya nak agar bisa merebut kembali hati Papa kamu," ucapnya kembali.


Rio akhir-akhir ini bahkan jarang sekali memperhatikan kedua anaknya. Bahkan saat pergi ke kantor kadang lupa untuk sarapan pagi dan juga berpamitan kepada kedua anaknya.


Sang Bibi yang melihat dan mendengarnya dari kejauhan ikut menangis.


"Tuan Rio keterlaluan. Sebagai seorang wanita mempunyai batas kesabaran masing-masing. Aku harap pernikahan mereka akan baik-baik saja kedepannya setelah ini..."


Harapan Bibi agar Tuan dan Nyonya berbahagia dan tidak ada masalah lagi dalam rumah tangganya. Pernikahan yang baru seumur jagung sayang sekali rasanya jika harus disudahi.


...*****...


Yuk mampir juga ke karya sahabat author dengan nama pena Khalisa Maisara dengan novel yang berjudul "Cinta Sugar Daddy"


Jangan lupa mampir ya ke karya rekomendasiku 🤗

__ADS_1



__ADS_2