
Rey dan Risa bahagia kedua anaknya sekarang berada di rumah. Rey dan Risa bahagia sudah punya cucu lengkap, laki-laki dan perempuan. Kedua cucunya itu tidak beda jauh umurnya karena kedua anaknya menikah bareng dan kedua menantunya juga hamil barengan.
"Sayang, akhirnya kita punya dua cucu yang lucu-lucu."
"Iya, kamu sudah tidak usah mengharapkan aku untuk hamil lagi. Malu tahu! Masa umur anak dan cucunya lebih muda umur anaknya."
"Hahaha, iya sayang dan aku tidak akan memaksamu untuk hamil lagi karena kedua anak kita sudah pulang ke rumah bersama dengan keluarga kecilnya."
Risa lega akhirnya Rey tidak ingin punya anak lagi. Akhirnya Risa bisa membujuk kedua anaknya untuk tinggal di rumahnya. Kezia memutuskan untuk menjual apartemennya dan tinggal bersama keluarga besar dari suaminya. Kezia ingin menjadi istri yang patuh terhadap suaminya.
...*****...
Kezia baru saja memandikan anaknya dan Baby Reva hari ini menggunakan serba pink. Revano tadi yang memilih dan memakaikan pakaian untuk anaknya. Entahlah Revano ingin anaknya terlihat feminim jadi mereka beli beberapa baju untuk Baby Reva yang warnanya pink. Sekarang Baby Reva sudah wangi dan cantik karena habis mandi.
Revano sangat gemas dengan putrinya hampir setiap saat mencubit pipi anaknya karena saking gemasnya. Baby Reva memang sangat menggemaskan siapapun yang melihatnya pasti ingin mencubit pipinya yang terlihat semakin gembul itu. Wajah cantiknya menurun dari sang ibunya sedangkan wajah imutnya dari sang ayah.
Setelah Baby Reva sudah mandi sekarang gantian Kezia yang mandi dan Revano yang bercanda dengan Baby Reva. Kezia keluar dari kamar mandi dan langsung menuju walk in closet. Setelah berpakaian rapi Kezia tersenyum melihat anaknya tertawa dan bercanda saat bersama Revano. Sekarang hidup mereka bahagia dan tidak ada orang ketiga. Kezia mendekati suami dan juga anaknya. Revano sedang mengusap kepala Baby Reva dan sesekali menenggelamkan wajahnya ke perut sang anak. Baby Reva terlihat sangat kegirangan saat bercanda dengan Revano.
"Sayang, coba lihat anak kita sangat menggemaskan sekali."
Baby Reva tertawa kecil saat Papanya berbicara seperti itu.
"Hmm iya sayang, lucu banget ya Reva."
"Sangat cantik seperti kamu," ucap Revano sambil mencuri kecupan pada pipi Kezia.
Kezia lalu tersenyum dan mendekati putrinya
"Uh, anak Mama sudah besar kamu nak," ucap Kezia sambil mengecup pipi Baby Reva dan bayi itu menggeliat.
Kezia tertawa saat anaknya mau diajak bercanda. Revano lalu memeluk istrinya dengan erat dan membisikkan sesuatu.
"Sayang, aku jadi ingin punya anak lagi," ucapnya terkekeh.
Kezia lalu menoleh dan menatap wajah Revano Sekarang Revano mendapatkan tatapan tajam dari Kezia.
"Revano, anak kita masih kecil. Reva bahkan masih bayi."
Revano lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Tapi sayang lihatlah, Reva sangat menggemaskan sekali dan aku jadi ingin punya anak laki-laki juga yang menggemaskan."
"Nanti saja tunggu Reva sudah besar dan baru dikasih adik.."
"Tapi kan sayang Reva sudah berumur 5 bulanan. Nanti kalau kamu hamil lagi umur mereka jaraknya satu tahun lebih."
"Tidak mau! Kamu tidak tahu rasanya betapa sakitnya saat melahirkan anak."
Revano lalu mengingat perjuangan istrinya saat melahirkan anaknya.
"Iya sayang. Jadi nanti saja kita melakukan program hamilnya."
"Hmm, tunggu sampai Reva besar nanti."
Revano menggangguk pelan dan tidak ingin protes dengan istrinya. Karena yang ada nanti ribut. Semenjak statusnya berubah menjadi ibu, Kezia lebih galak dan posesif terhadap Revano. Apalagi karena kemarin Revano punya istri siri. Hampir setiap hari Kezia emosinya meluap-luap.
Baby Reva lalu menangis dan terdiam saat Kezia memberikan asinya. Setelah itu tak lama kemudian Baby Reva menangis lagi karena ingin digendong oleh Revano. Perlahan Revano menggendong Baby Reva dan mengecup keningnya.
"Reva kok maunya digendong kamu terus sih? Jika haus saja baru mencariku dan mau aku gendong," ucap Kezia mengerucutkan bibirnya.
"Ya karena aku kan Papanya sayang."
"Biasanya sang anak rata-rata dekat dengan sang ibu. Nah ini kok kebalikannya dekatnya dengan sang ayah."
"Hmm memang terpengaruh ya? Padahal kan aku membenci kamu hanya dua bulanan saja saat hamil Reva," ucap Kezia mengetuk-ngetuk jari telunjuknya ke dagu.
"Tetap berpengaruh sayang. Aku malah jadi suka Reva jadi mirip denganku," ucapnya terkekeh.
"Nanti pas kamu hamil anak kedua, kamu boleh membenciku biar anak kita mirip denganku."
"Enak saja! Ya harus mirip denganku nanti. Kan bagaimanapun juga aku adalah ibunya dan aku yang mengandungnya selama 9 bulan."
"Iya sayang."
Revano tidak ingin berdebat dengan istrinya.
...*****...
Di kamarnya Rendra sudah rapi dan wangi. Sandra sedang berdandan dan sekarang gantian Reno yang menjaga putranya. Mereka akan jalan-jalan sore ini.
"Anak Papa menggemaskan sekali sih kamu nak."
__ADS_1
Reno lalu mengusap puncak kepala anaknya dengan penuh kasih sayang. Reno iseng dengan menaikkan rambut anaknya dan Baby Rendra hanya tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Papanya.
Reno tidak ingin rambut anaknya dipotong terlebih dahulu karena sangat keren menurut Reno jika seperti ini.
"Honey, lihatlah Rendra bahagia sekali."
"Hubby, jangan suka memainkan rambut Rendra. Sudah lebat gitu, minggu depan dipotong saja."
"Jangan honey, nanti tidak keren lagi anakku," ucap Reno terkekeh.
"Kan nanti bisa tumbuh lagi hubby. Rambut bayi kan gampang tumbuhnya," ucap Sandra.
"Kamu sudah cantik sekali sayang," ucap Reno yang mengalihkan pembicaraan.
"Cantik dong kan Mamanya Rendra yang ganteng," ucap Sandra terkekeh karena memuji dirinya sendiri.
Reno berbeda dengan Revano, justru Reno hanya ingin punya satu anak saja. Reno kasihan dengan Sandra yang kemarin merasa kesakitan saat melahirkan anaknya. Jadi Reno putuskan akan punya satu anak saja dari wanita yang dicintainya. Apalagi Reno sudah bahagia mendapatkan satu anak laki-laki dan menurutnya sudah cukup.
Sandra sekarang sudah selesai berdandan. Reno terpesona melihat istrinya. Sandra pandai menjaga tubuhnya dan sering berolahraga maka dari itu meskipun Sandra statusnya ibu dari anak satu tapi masih seperti gadis saja jika orang yang tidak tahu kebenarannya.
"Wah nak, Mamamu sudah sangat cantik sekali, Papa saja sampai pangling melihatnya. Sekarang Mama kamu seperti dulu lagi tubuhnya ramping."
"Itu karena aku sering berolahraga hubby."
Sandra mendapatkan rahasia agar rumah tangganya berjalan harmonis dengan menjaga penampilan dan badannya agar tetap bagus. Karena kata Maminya maupun mertuanya laki-laki itu suka wanita yang lebih ramping daripada yang terlalu berisi. Mungkin ada beberapa laki-laki yang suka wanita yang lebih berisi tapi dari pengalaman Mami Lova dan Mommy Risa, kedua suaminya itu lebih suka wanita yang badannya ramping setelah melahirkan dan jadi mereka tidak akan pernah berpaling ke perempuan lainnya.
Mereka lalu pergi jalan-jalan sore ke mall dan sekalian akan membeli keperluan untuk Baby Rendra. Siapapun yang melihat pasangan muda tersebut pasti akan iri. Karena Sandra begitu serasi dengan Reno.
...*****...
Visual versi author 🙂
Keluarga Revano
Keluarga Reno
__ADS_1
Alhamdulillah masuk rekomendasi lagi 😍