Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Mencari Reva


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu sebelum membaca karena jempolnya semakin menghilang akhir-akhir ini 😌



Rio berjalan menuju ke ruangannya dengan langkah kaki yang tidak semangat. Pikirannya saat ini masih ke satu perempuan yang selalu mengisi hatinya sudah bertahun-tahun lamanya. Dialah istrinya yang saat ini sedang mengandung kedua buah hatinya saat ini. Rio masuk dan kemudian duduk di kursi kebesarannya dan memejamkan matanya sejenak.


"Reva, kenapa kamu pergi tanpa pamit."


Sedang memikirkan istrinya dan tak sadar ada seseorang yang masuk dalam ruangannya. Sampai di ruangan pribadinya Rio, Livia langsung duduk dipangkuan dan memeluk Rio.


"Aku merindukan kamu," ucapnya berbisik.


"Turun kamu dari pangkuan aku," bentak Rio kepada Livia.


"Kenapa kamu dingin sama aku Rio? Padahal saat ini aku sedang mengandung anak kamu."


"Apa kamu bilang? Coba katakan sekali lagi," ucap Rio marah.


"Aku hamil anak kamu," ucap Livia ketakutan karena sebelumnya Rio belum pernah memegang bahunya dengan sedikit mencengkeramnya.


"Kamu pasti berbohong!"


"Sungguh, ini adalah anak kamu," ucap Livia sambil menuntun tangan Rio ke perutnya.


Rio tidak mau menyentuh perut Livia.


"Aku tidak pernah melakukannya dengan kamu. Jadi jangan bilang itu adalah anakku," garam Rio.


"Rio, kita pernah tidur bersama. Apa kamu lupa saat kamu menghubungi aku dan aku membawa kamu ke rumahku?"


"Saat itu aku sedang mabuk dan tidak mungkin aku melakukan itu sama kamu."


"Rio, sudah jelas-jelas kalau malam itu kita melakukan," ucap Livia meyakinkan, padahal malam itu Livia menjebak Rio.


"Aku harus mendapatkan Rio, sudah dua bulan aku berpacaran dengannya. Kalau aku menjadi istrinya, aku bisa belanja sepuasnya sesuka hatiku. Pacar gelap aku itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Rio," batin Livia.


"Jadi kamu hamil anakku?"


"Iya sayang, baru jalan 3 mingguan."


"Baguslah kalau Rio percaya kalau ini adalah anaknya," batin Livia.


"Astaga, maaf aku khilaf."


"Rio, nikahi aku," pinta Livia.


"Aku sedang pusing. Sekarang duduklah yang sopan di sofa itu atau kamu memilih keluar dari ruangan ini," tunjuk Rio ke sofa dan lalu pintu yang ada di ruangannya.


Livia memilih untuk keluar dari ruangan Rio. Kemudian Rio membenarkan baju yang terlihat sedikit kusut.


Seketika Rio langsung meraih kalungnya. Rio langsung menyalakan laptopnya dan mencari sesuatu. Setelah tahu apa yang ia cari Rio menggebrak meja karena ada sesuatu yang bisa ia lihat dari dalam kalungnya yang bisa ia lihat lewat laptop.


"Hah, kamu gak bisa bohong sama aku Livia!" geram Rio.


Aditya tadi mendengar Rio menggebrak meja karena baru saja Aditya datang dan membawa berkas yang sudah disiapkan untuk meeting pagi ini.


"Pak Rio, maaf saya menggangu Anda. Tapi mengenai meeting pagi ini ..."


Rio tidak bergeming karena pikiran Rio saat ini tertuju pada istrinya yang tiba-tiba pergi dari rumah dan tidak pamit. Ditambah lagi Livia yang sudah ketahuan menjebaknya. Rio memacari Livia hanya karena ingin istrinya itu cemburu.

__ADS_1


"Hem, kamu gantikan aku meeting pagi ini."


"Bapak mau ke mana?"


"Panggil Livia ke sini, aku ada urusan dengannya."


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi."


"Pak Rio sepertinya marah sekali dengan Livia. Kira-kira ada apa ya?" batin Aditya.


Aditya lalu keluar dari ruangan Rio dan segera menemui Livia.


"Livia, kamu dipanggil bos tuh."


"Pasti Rio kangen sama aku," ucapnya tersenyum tipis.


"Percaya diri sekali kamu ini," ujar Aditya.


"Kamu meeting saja sana dan aku mau berduaan sama Rio."


"Haha, lihat saja kamu Livia sebentar lagi mungkin akan dipecat bos.Karena seperti Pak Rio marah besar," batin Aditya yang lalu melangkah pergi menuju ke ruang meeting.


"Sayang ..."


Seketika suara menggema di ruangan Rio. Dengan cepat Livia berjalan mendekati Rio.


"Kamu lihat ini," ucap Rio memperlihatkan laptopnya.


Livia seketika membolakan matanya karena telah berbohong kalau anak yang dia kandung adalah anak Rio.


"Rio kamu kok bisa menyelidikinya?"


"Mulai hari ini kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi," ucapnya kembali.


"Rio, maaf. Aku telah membuatmu kesal hari ini. Tapi aku tidak mau putus."


"Angkat kaki dari kantor ini sekarang!" bentak Rio.


"Tidak, aku tidak mau. Jangan pecat aku," pinta Livia.


"Heh, apa kamu lupa? Ini perusahaan milik keluargaku dan kami berhak untuk memecat siapa saja yang ada di kantor ini."


"Rio, apa kamu tidak ada perasaan sedikit saja sama aku? Kita sudah berpacaran selama 2 bulan selama ini."


"Aku hanya menjadikan kamu sebagai pelampiasan saja agar istriku cemburu. Cepat kamu pergi sebelum aku emosi!"


"Rio kamu tega," ucap Livia yang langsung pergi dari ruangan Rio.


Setelah memecat Livia, Rio akan pergi mencari istrinya.


Rio langsung keluar dari ruangannya dan menuju ke rumah mertuanya. Rio yakin kalau Reva pergi ke rumah orangtuanya. Karena Rio tahu betapa dekatnya Reva dan Revano. Ayah dan anak itu seperti perangko setiap bertemu. Lagian Reva merupakan anak kesayangan Revano.


Rio langsung mengemudikan mobilnya ke rumah sang mertua. Karena terjebak macet akhirnya Rio meraih hp miliknya dan mencoba menghubungi istrinya. Namun hp Reva tidak aktif. Setelah beberapa menit kemudian Rio sampai di rumah mertuanya.


Hari ini kebetulan Revano tidak berangkat ke kantor dan lebih memilih untuk menemani anaknya yang sedang sedih. Rio menekan bel pintu rumah tersebut. Tak lama kemudian Revano yang membukakan pintunya.


"Papa, Reva ada di rumah?"


"Reva tidak ada di rumah ini. Untuk apa kamu datang kemari huh!"

__ADS_1


Revano langsung membogem menantunya. Rio bisa menduga kalau Reva telah berbicara tentang perselingkuhannya.


Untung saja Revano sudah memiliki rencana untuk menyembunyikan Reva. Dan tebakannya benar hari ini Rio datang.


"Masih punya muka kamu berani-beraninya datang ke rumah ini setelah apa yang kamu lakukan kepada putriku," ucap Revano menatap tajam menantunya.


"Papa, kita jangan berdebat. Aku ingin bertemu dengan istriku sekarang."


"Sudah aku katakan Reva tidak ada di rumah ini."


"Aku tidak percaya!"


Rio buru-buru masuk dan berlari menuju ke kamar istrinya. Untung saja Reva sudah bersembunyi di ruang rahasia tadi setelah melihat mobil suaminya datang. Rio membuka kamar istrinya yang masih rapi. Rio juga mencari istrinya ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Reva. Namun yang ia cari tak kunjung juga ketemu.


"Reva, kamu ada di mana sayang?" ucap Rio yang bingung istrinya pergi ke mana karena di rumah mertuanya Reva tidak ia temukan.


Pagi tadi setelah Rio melihat kue ulang tahun dan sekaligus kue anniversary pernikahannya. Rio mulai merasa bersalah dan akhirnya memutuskan hubungannya dengan Livia dan pergi mencari istrinya untuk meminta maaf.


Rio tidak ingin Reva pergi dari hidupnya. Apalagi setelah ia salah mengirimkan bunga untuk sekretarisnya dan yang menerima Reva. Rio ingin mengecek kondisi tangan istrinya yang terluka itu seperti apa. Rio khawatir karena cermin pada meja riasnya hampir semuanya pecah.


"Sudah puas kamu mencari Reva? Sudah aku bilang Reva tidak ada di rumah ini," ucap Revano.


Setelah Revano berbicara seperti itu Rio lalu sadar akan lamunannya.


"Untuk apa kamu datang ke rumah ini lagi? Sudah ketahuan berselingkuh masih saja punya muka untuk datang ke rumah ini," ucap Kezia geram.


"Ma, aku salah dan aku minta maaf. Sekarang di mana istriku? Bagaimana tangannya yang terluka?"


"Kamu jangan sok perhatian dengan anakku! Kamu ingin bertemu dengan Reva karena ingin menyakiti hatinya lagi kan? Cukup ya Rio, sudah cukup kamu menyakiti hatinya!" berang Kezia.


Rio lalu meraih kerah baju mertuanya. Rio dan Revano sekarang saling bertatapan.


"Ini semua gara-gara Papa Revano. Aku berselingkuh karena ingin balas dendam. Mama Viona dulu Papa Revano abaikan saat hamil."


Revano membolakan matanya saat Rio tahu tentang masa lalunya yang mereka semua sembunyikan sampai sekarang.


"Haha, jadi sekarang Reva juga pantas untuk mendapatkan apa yang Mama Viona dapatkan dulu. Menjadi istri yang terabaikan saat sedang hamil," ucap Rio yang lalu tertawa dan melepaskan kerah kemeja yang Revano kenakan.


"Hei nak, kamu tanyakan saja sama Papa dan Mama kamu. Seharusnya kamu bersyukur aku dulu menikahi Mama kamu agar tidak malu karena ketahuan hamil di luar nikah."


"Jangan menyalahkan orang lain sebelum kamu tahu apa masalah yang terjadi sebenarnya. Kamu salah balas dendam, seharusnya yang harus kamu benci itu Papa kamu itu sendiri karena telah menelantarkan Mama kamu," bentak Kezia.


"Apa maksudnya Mama?"


"Jangan panggil aku Mama, sebentar lagi kamu bukan menantuku! Sekarang juga kamu pergi dari rumah ini."


"Cepat keluar! Sebelum kami bertindak kasar untuk mengusir kamu," ucap Revano dengan tatapan kebencian.


Rio langsung keluar dari rumah mertuanya dan segera melajukan mobilnya menujui ke rumahnya. Rio akan untuk meminta penjelasan secara detail terhadap Papa dan Mamanya.


Bersambung .....


Yuk kenalan dengan author lebih dekat dengan follow akun instagram @Linaysofficial


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk novel ini ya readers 🤗



__ADS_1


__ADS_2