
Rey sekarang berada di ruangan yang tadi tempat Reno bersiap-siap memakai baju pengantinnya. Jas Reno masih ada di atas meja. Revano kini cemas, bukan seperti ini yang dirinya harapkan. Yang Revano harapkan adalah Daddy Rey akan baik-baik saja. Risa segera memanggil seorang dokter. Kini Rey sudah ditangani dokter dan kondisinya tidak apa-apa setelah diperiksa dokter. Hanya saja Rey tidak boleh terlalu banyak pikiran yang menjadikan penyakit serangan jantungnya kambuh. Rey terbangun dan langsung mencari anak bungsunya.
"Revano..........." Lirihnya. Rey masih memegang dadanya yang masih terasa sedikit sakit .
"Daddy............." Kini Revano matanya berbinar-binar saat Daddy Rey sudah terbangun. Revano lega Daddy Rey tidak kenapa-kenapa seperti prediksinya.
"Sini nak, duduk disamping Daddy." Menyuruh anaknya agar lebih mendekat dengannya.
Revano kini berjalan menuju ranjang dan duduk ditepi ranjang sesuai dengan yang Rey perintahkan.
"Nak, bolehkah aku meminta sesuatu sama kamu?" tanyanya dengan halus.
"Apa itu Daddy? Revano akan berikan apa yang Daddy minta."
"Tolong, nikahi Kezia ya nak."
Semua seisi ruangan tersebut terkejut mendengar perkataan Rey yang sepertinya tidak masuk akal. Karena harusnya Reno yang akan menikah dengan Kezia. Tapi Reno kabur di hari pernikahannya dan Rey meminta Revano untuk menggantikan Reno. Risa sekarang sedang membaca surat dari anak sulungnya yang kabur. Isi suratnya yang Reno tulis adalah bahwa tidak bisa menikahi Kezia karena sebab adanya salah cetak nama dalam undangan. Dalam hal ini memang pertanda bahwa Reno tidak berjodoh dengan Kezia dan harusnya pernikahan ini tidak diselenggarakan.
"Apa??" ucap Kezia dan Revano bersamaan.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Sonya.
"Tidak, ini yang terbaik dan juga nama Revano yang ada diundang itu. Sepertinya mereka memang ditakdirkan untuk berjodoh."
"Nak Kezia, tolong menikahlah dengan anak bungsuku. Memang Revano anaknya sedikit manja tapi sebenarnya Revano anak yang baik kok nak dan juga penurut."
"Tidak Om Rey. Saya hanya mencintai Reno. Maaf, Kezia tidak bisa menikah dengan Revano. Kezia hanya ingin menikah dengan Reno. Kalau Reno kabur, maka pernikahan ini bisa dibatalkan saja dan menunggu kepulangan Reno."
Kezia ingin tahu kenapa Reno kabur di hari pernikahannya.
"Kezia, jaga bicara kamu. Lihatlah Om Rey sedang sakit nak," ucap Sonya memarahi anaknya.
__ADS_1
Kenzo juga kecewa sama Reno yang tiba-tiba kabur begitu saja pas di hari pernikahannya.
"Auwww... Dadaku terasa sakit lagi saat ini." Rey kini memegang dadanya.
"Sayang, kamu harus bertahan ya. Aku akan selalu ada disampingmu." Kini Risa sudah menangis tersedu-sedu memeluk suaminya.
"Sayang, maafkan aku jika aku punya salah padamu." Rey mengelus rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, jangan bicara seperti itu. Kamu pasti akan baik-baik saja. Ku mohon jangan tinggalkan aku dan anak-anak."
"Revano, bisakah kamu mengabulkan permintaan Daddy nak? Daddy tidak pernah minta apapun dari kamu. Tapi tolong kali ini saja Daddy mau kamu menolongku agar Daddy tidak malu. Ini semua demi nama baik Keluarga Wijaya dan juga Keluarga Leonardo."
Revano masih terdiam. Sekarang dirinya bingung harus menjawab apa. Risa mengkode dengan anggukan agar anaknya mau menuruti keinginan suaminya.
"Nak, mungkin ini permintaan Daddy yang pertama dan terakhir," ucapnya sambil memegang dadanya.
Revano kini tidak sanggup untuk kehilangan Daddy Rey. Idenya yang menyuruh Kakaknya untuk kabur agar acara pernikahan hari ini batal pun sia-sia. Justru sekarang dirinya yang dipaksa harus menikahi Kezia, gadis yang dirinya tidak suka.
"Terpaksa aku harus menikah dengan Kak Kezia. Ini demi Daddy Rey. Kalau tidak demi Daddy aku tidak akan pernah mau menikah dengan gadis bawel dan galak seperti Kezia." Batin Revano menyesal menyuruh Kakaknya untuk kabur karena dirinya kini yang harus menikahi Kezia.
Kezia membulatkan matanya saat mendengar ucapan Revano. Kezia tidak habis pikir bahwa Revano akan mengambil keputusan itu tanpa ragu. Kenzo tidak masalah siapapun yang menjadi menantunya baik Reno maupun Revano yang penting bisa berbesanan dengan Rey dan Risa.
"Nak, tolong kabulkan permintaan Om Rey ya," ucap Kenzo memegang bahu anaknya.
"Tapi Papa......." Kezia masih ingin menolak keinginan dari Papa Kenzo.
"Nak apa kamu tidak kasihan sama Tante Risa jika akan kehilangan Om Rey saat ini juga. Nyawanya ada ditangan kamu nak. Kalau kamu sampai menolaknya. Mama tidak tahu Om Rey mungkin tidak akan tertolong." Lirihnya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Mama............" Kini Kezia menangis di pelukan Mama Sonya.
"Mama, Kezia harus bagaimana?" Lirihnya.
__ADS_1
"Menikahlah dengan Revano nak." Lirihnya sambil mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Bagaimana sayang? Apakah kamu bersedia menikah dengan anak bungsu Tante?" tanya Risa ingin memastikan.
Kezia hanya menjawab dengan anggukan kecil, tidak ada pilihan lain selain untuk menyelamatkan Om Rey dan juga menyelamatkan kedua nama baik keluarga agar tidak malu jika pernikahan ini tidak jadi. Mereka semua langsung mengucapkan syukur karena pernikahan hari ini tidak jadi batal dan orang yang namanya ada diundangan tersebut memang yang harus menikah.
"Mungkin kalian ditakdirkan untuk bersama nak. Secara tidak sengaja nama kalian yang ada diundangan tersebut," ucap Risa memeluk calon menantunya.
"Eh? Mungkin iya Tante."
"Panggil aku Mommy seperti Revano memanggilku Mommy. Karena kamu juga akan menjadi anakku. Menjadi istri dari anak bungsuku."
"Iya Mommy," ucapnya tersenyum.
Rey lega kini dadanya tidak sesak napas lagi setelah Revano siap untuk menikahi Kezia dan Kezia juga mau menerima Revano sebagai pengganti Reno.
"Kezia, sini nak," ucap Rey agar Kezia mendekatinya.
"Terima kasih ya nak Kezia sudah mau menikah dengan anak saya."
Rey kini matanya sudah berkaca-kaca. Rey sedih saat anak pertamanya kabur dari pernikahannya dan untung saja ada anak keduanya yang mau menggantikan sebagai pengantin pengganti.
"Iya, sama-sama Om Rey." Kezia tersenyum kecut.
"Reno kenapa kamu harus kabur dari pernikahan kita? Jika kamu tidak mencintaiku kenapa tidak bilang dari kemarin. Kalau sudah begini mau tidak mau aku harus menikah dengan adik kamu." Batin Kezia sekarang merasa kecewa sekali dengan Reno yang tiba-tiba menghilang begitu saja di hari pernikahannya.
"Aku yakin mungkin kalian memang berjodoh. Kejadian kesalahan cetak nama pada undangan kemarin mungkin tidak hanya kebetulan saja."
Pak penghulu menyusul semua orang yang ada di ruangan tersebut. Dirinya melangkahkan kakinya dengan cepat.
"Bisa kita mulai sekarang acaranya? Soalnya saya juga ada jadwal di acara pernikahan lainnya. Saya masih harus menikahkan dua pasangan pengantin lagi."
__ADS_1
"Bisa Pak, Bisa. Kita akan segera ke ballroom."
Kenzo berbicara seperti itu agar Pak penghulu tidak pergi ke tempat acara pernikahan lainnya. Kenzo takut jika Rey sahabatnya akan terkena serangan jantung dadakan lagi.