
Pagi hari yang cerah Rey terbangun dari tidurnya, Melihat istrinya yang sedang memeluknya Rey tersenyum dan ada ide jahil untuk membangunkannya.
"Morning kiss," ucap Rey di telinga Risa.
Risa yang mendengar ucapan Rey pun langsung mengerjapkan matanya. Saat Risa membuka matanya Rey pun langsung mengecup pipi Risa. Sudah menjadi kebiasaan Rey setiap pagi membangunkan istrinya dengan cara seperti itu. Mereka ada kesepakatan kalau yang bangun tidur duluan harus membangunkan yang masih tidur. Di saat itu juga Risa mendapatkan pesan WhatsApp dari mami mertuanya.
"Ting..." ponsel Risa pun berbunyi.
📥 Mami Ana : "Sayang, besok ulang tahun Rey yang ke 19 tahun. Kamu siapkan kado yang spesial ya buat anak mami nanti malam. Kalian sudah 3 minggu di Korea Selatan dan 3 hari lagi pulang ke Indonesia. Coba pagi ini kamu tes dengan test pack apakah kamu sudah hamil atau belum. Mami berharap hasil tesnya dua garis sayang. Misalkan kamu belum hamil, nanti malam sebagai kado ulang tahun untuk Rey kamu buatkan mami cucu ya sayang, jadi kamu gak perlu repot-repot beli kado spesial untuk Rey 😊.
Risa mengeryitkan dahinya membaca pesan WhatsApp dari mami mertuanya.
"Kado ulang tahun macam apa ini? Selalu ada-ada saja permintaan mami mertua." batin Risa sambil menepuk jidatnya.
Rey dan Risa sudah mandi, makan dan berpakaian rapi. Risa pamit dengan Rey ingin jalan-jalan dengan Karin seharian sekalian cari kado untuknya. Rey pun mengizinkannya karena kalau perkataan istrinya tidak dituruti Risa akan sedih dan menangis, entah beberapa hari ini sifatnya berubah drastis menjadi cengeng dan lebih manja. Rey pun tidak tahu kalau Risa mau beli kado untuknya.
"Sayang tapi besok kamu janji kan seharian sama aku?" tanya Rey memastikan besok jadi pergi dengan Risa.
"Iya janji sayang, besok kita kan mau ke pantai. Kan pengennya berdua saja ke pantainya. Jadi hari ini aku ingin puas-puasin jalan-jalan dengannya."
"Ya udah yuk kita ke rumah Karin," ucapnya kembali.
...*****...
Mereka tidak ada percakapan saat berada di mobil. Kalau Rey di apartment sendirian bakal merasa kesepian, makanya ia lebih memilih untuk main ke rumah Karin sambil menunggu Risa jalan-jalan. Mereka sudah sampai di rumahnya Keynan Putra Alexander dan disambut dengan baik. Kakek dan neneknya tidak ada di ruang tamu. Kakek dan neneknya sedang berjemur di taman belakang.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikum Salam."
Mereka lalu mengecup punggung tangan dan berpelukan.
"Udah beberapa minggu ini kalian baru kesini lagi nak," ucap Keynan.
"Iya Paman, kita sering jalan-jalan. Terkadang Karin juga jalan-jalan sama Risa. Jadi kami baru sempat kesini lagi."
"Pa, Karin sama Kak Risa mau jalan-jalan seharian," ucap Karin yang baru saja turun dari kamarnya.
"Karin sama Risa izin jalan-jalan dulu ya."
"Hati-hati nak," ucap Papa Keynan dan Mama Chintya.
"Iya Pa, Ma." sambil mengecup pipi kedua orang tuanya.
Karin dan Risa pun sudah pergi.
"Nak Rey, Risa sudah ada tanda-tanda kehamilan belum?" tanya Chintya kepada Rey.
"Tanda-tanda orang hamil itu gimana Bibi?" tanyanya dengan serius.
"Seperti pusing dan mual di pagi hari, badannya lemas sehabis muntah." Chintya pun menjelaskan kepada Rey.
__ADS_1
"Ehm belum ada tanda-tanda seperti itu Bibi," ucapnya pelan sambil menunduk.
"Kamu jangan sedih gitu Rey. Semangat dong, kamu harus terus berusaha dan berdoa,"
"Iya Paman, terima kasih." sambil tersenyum.
...*****...
Karin menjalankan mobilnya. Di mobil Risa berbincang-bincang dengan Karin.
"Sayang kita ke restoran atau cari kado dulu untuk Kak Rey?" tanya Karin kepada Risa.
"Kita makan di restoran dulu aja say."
"Ok." Karin lalu melajukan mobilnya ke salah satu restoran.
Mereka berfoto bersama sebelum makan di restoran.
Setelah berfoto bersama mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong.
"Sayang kamu terlihat makin chubby deh!" sambil memperlihatkan fotonya tadi kepada Risa.
"Masa sih? kayaknya biasa aja."
Risa pun seketika merasa pusing karena menghirup bau asap rokok. Risa langsung memijat keningnya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Karin.
"Tiba-tiba kepalaku pusing saat menghirup bau asap rokok."
Risa dan Karin pun langsung menuju ke ruang VIP yang bebas dari asap rokok. Ketika berjalan menuju ruang VIP Risa merasakan mual setelah menghirup asap rokok tadi.
"Hoekkk..." sambil menutup mulutnya dan berjalan ke arah toilet.
Karin yang takut sepupunya itu kenapa-kenapa langsung menyusulnya ke toilet.
"Hoekkk... Hoekkk... Hoekkk...." Risa memuntahkan semua isi di dalam perutnya ke dalam wastafel.
"Hoekkk... Hoekkk..." Karin yang melihat Risa muntah-muntah pun lalu memijit tengkuk lehernya.
Setelah Risa memuntahkan semua isi yang ada dalam perutnya seketika pusingnya sedikit terasa hilang. Ia mencuci mulutnya dan langsung membersihkannya dengan tisu.
"Sayang mungkinkah kamu sedang hamil?" ucap Karin pelan.
"Hah masa sih aku hamil secepat ini?" ucapnya yang masih belum percaya.
Seketika ia melihat kalender di hpnya dan benar saja kalau ia sudah terlambat datang bulan udah seminggu lebih. Risa langsung mengingat pesan dari mami mertuanya tadi dan ia membuka tas mencari test pack.
"Sebentar aku cek dulu. Kamu tunggu disini say," ucapnya langsung masuk ke toilet.
Karin menunggunya di depan toilet. Risa langsung memakai test pack nya. Jantungnya berdebar-debar menunggu hasil test pack nya yang akan muncul beberapa menit lagi.
__ADS_1
"Bagaimana kalau hasilnya negatif? Apakah aku akan kasih kado ulang tahun ke Rey seperti yang mami sarankan?" ucapnya pelan.
Perlahan Risa membuka matanya untuk melihat hasil test pack nya. Ia membolakan matanya saat melihat hasilnya.
"Hasilnya dua garis berarti positif. Jadi saat ini aku berarti sedang mengandung? Sayang terima kasih kamu sudah hadir secepat ini di rahim mommy, disaat semua orang menantikan kehadiranmu." lirihnya sambil mengusap perutnya pelan dan tersenyum.
"Ceklek..." pintu toilet terbuka.
"Say, gimana hasilnya kamu hamil kan?" ucap Karin yang tidak sabaran.
Risa pun langsung menunjukkan test pack nya ke Karin dan tersenyum.
"Yeyyy bentar lagi aku bakalan punya ponakan dong. Kamu jagain ponakan aku baik-baik ya sayang."
Karin bahagia sekali dan langsung memeluk sepupu satu-satunya. Risa pun membalas pelukannya.
"Bentar aku mau bicara dulu sama keponakanku."
Karin pun langsung berjongkok sambil mengelus perut Risa yang masih rata.
"Keponakanku yang lucu dan imut, kamu jangan nyusahin mommy kamu ya sayang."
"Karin kok kamu bilang begitu sih sama anakku?" Risa pun terheran dengan ucapan Karin.
"Karena biasanya wanita hamil itu ngidamnya macam-macam dan kadang di luar nalar. Tetanggaku bahkan ada yang pengen perutnya di elus suami tetangganya," ucapnya menjelaskan.
"Hah? Misalnya kalau suaminya melarang perut istrinya di elus tetangganya gimana?"
"Anaknya akan ileran, kalau ngidamnya gak diturutin. Kalau kamu gak percaya, kamu coba baca beberapa artikel di internet. Pokoknya orang yang lagi ngidam harus dituruti kemauannya."
Risa pun langsung membuka hp nya mencari informasi tentang wanita hamil yang ngidam dan benar apa yang dikatakan Karin.
"Sayang, kamu kok belum hubungi Kak Rey kalau kamu hamil? Kak Rey pasti senang kalau tahu kamu sedang hamil anaknya."
"Besok ulang tahunnya Rey, nanti malam aku akan kasih surprise kue ulang tahun sama kado spesial ke dia kalau aku hamil sambil menunjukkan test pack ini."
"Good! Kamu sudah menemukan kado spesial untuk Rey dan kamu tidak perlu bingung lagi beli kado lainnya say."
"Iya say, tapi habis ini mampir ke toko kue ya."
"Iya, ya udah yuk kita makan dulu. Kasihan keponakanku pasti udah lapar juga.
...*****...
Risa senang melihat makanannya sudah ada di mejanya. Wajahnya kelihatan bahagia sekali. Ia tak lupa menguncir rambutnya dan menggunakan jaket karena ruang VIP ber-AC jadi udaranya dingin. Risa langsung memakan makanan yang sudah ada di depannya.
Karin senang melihat Risa makan dengan lahapnya. Karin berharap kandungan Risa nantinya sehat dan kuat sampai melahirkan.
"Say, kamu jangan capek-capek sekarang kamu lagi berbadan dua. Nanti malam kamu menginap di rumahku saja. Entar jadi bisa rayain ulang tahun Rey bareng-bareng sama kakek dan nenek. Mereka pasti senang kalau kamu hamil karena mereka akan segera punya cicit pertama dari cucunya."
"Ide yang bagus Karin sayang. Nanti setelah aku kasih surprise ke Rey nanti kalian masuk ke kamar ya."
__ADS_1
"Ok cantik."
Mereka langsung melanjutkan makannya. Setelah selesai makan tak lupa langsung ke toko kue membeli kue ulang tahun untuk Rey.