
Revano dan Kezia menemui Mommy Risa dan Daddy Rey. Mereka lalu mengambil piring dan mengambil nasi, sayur dan lauk pauk yang telah disediakan. Hidangan makanan yang disediakan sangat banyak dan beraneka variasi makanan ada di tempat prasmanan. Mereka lalu mencicipi makanan yang telah disediakan. Karena Kezia menggendong Reva jadi mereka makan sepiring berdua. Revano menyuapi Kezia dengan telaten. Semua orang yang melihat pasangan tersebut merasa ikut bahagia dan ada juga yang baper. Rey bahagia rumah tangga anaknya semakin harmonis. Saat mau memakan rendang Risa terlihat mual saat akan memasukkan daging rendang ke dalam mulutnya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rey melihat tingkah aneh istrinya.
Risa tidak menjawab pertanyaan suaminya dan lalu menjauh pergi sambil menutup mulutnya. Rasa mualnya sudah tidak tertahankan lagi. Kezia yang melihat mertuanya berlari lalu memberikan anaknya kepada Kakeknya karena Revano sedang makan. Kezia mengejar Mommy Risa dan ternyata Mommy Risa ada disebelah kanan jalan sedang memuntahkan isi perutnya. Kezia lalu membantu memijat tengkuk leher mertuanya. Kezia kembali lagi ke dalam untuk mengambil air putih agar mertuanya bisa membersihkan mulutnya.
"Mommy ini airnya," ucap Kezia.
Mommy Risa lalu mengambil air yang baru saja Kezia berikan. Setelah selesai membersihkan mulutnya Mommy Risa lalu berdiri dan dibantu oleh Kezia.
"Mommy terlihat pucat. Sepertinya Mommy sakit."
Risa mengangguk pelan dan memang benar badannya terasa gemetar dan kepalanya nyut-nyutan.
"Iya nak. Kepalaku pusing."
"Ayo Mommy kita pulang saja," ucap Kezia kembali.
Kezia menggandeng tangan mertuanya untuk berjalan dan masuk ke mobil. Kezia lalu menelepon Revano dan memberitahukan bahwa Mommy Risa sakit. Revano segera menyudahi makannya dan bilang kepada Daddy Rey bahwa Mommy Risa sakit.
"Apa nak? Risa sakit."
"Iya Daddy, ayo kita temui mereka."
Revano dan juga Rey lalu pamit pulang. Rey cemas istrinya sakit saat ini. Rey melangkahkan kakinya sedikit berlari agar segera sampai di mobilnya. Revano juga mengejar Daddy-nya. Revano cemas terhadap kondisi Mommy Risa saat ini. Saat sudah berada di mobil, Revano memutuskan untuk pergi ke rumah sakit meskipun Mommy Risa bilang sudah tidak apa-apa. Namun Revano takut kalau Mommy Risa terkena penyakit yang serius. Revano melajukan mobilnya dengan kencang agar segera sampai di rumah sakit. Revano khawatir dengan Mommy Risa yang tiba-tiba saja wajahnya pucat saat ini
...*****...
Acara resepsi sudah selesai setelah adzan magrib. Sebenarnya Viona keberatan jika kamarnya dihias ala pengantin baru. Tapi kata Mama Vera sudah termasuk satu set paket pernikahan mereka dan katanya sayang kalau tidak dihias padahal sudah masuk paket pernikahan. Akhirnya Viona mengalah dan tidak mau ribut dengan sang Mama mertua. Akhirnya kamarnya dihias seperti ala pengantin baru lainnya.
Viona masuk ke kamarnya dan diikuti oleh Vino. Sekarang mereka terasa canggung saat berada di kamar. Viona duduk di kursi riasnya dan membersihkan wajahnya. Terlihat Vino duduk di sofa sambil melihat Viona yang sedang membersihkan wajahnya.
__ADS_1
"Vino, kamu mandi duluan gih," ucap Viona memerintah suaminya untuk mandi.
"Ehm baiklah," jawabnya singkat.
Vino lalu mengambil handuk yang telah disediakan dan lalu pergi ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan wajahnya Viona lalu tinggal menunggu Vino keluar dari kamar mandi. Vino keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk sepinggang. Setelah Vino sudah selesai mandinya segera saja Viona masuk ke kamar mandi.
"Kok aneh? Seingat aku biasanya semua wanita tertarik kepadaku. Kenapa Viona tidak ya? Padahal kan dia istriku," bergumam pada diri sendiri.
Dulu saat sebelum ke Korea Vino sering nge-gym di Indonesia jadi semua wanita terpesona melihat tubuh Vino yang kekar. Vino lalu memutuskan untuk menggunakan pakaiannya. Setelah selesai berpakaian Vino melihat anaknya yang tertidur pulas dalam box bayi tersebut.
"Imut sekali Rio. Anak Papa tidurlah yang nyenyak nak," ucap Vino sambil mengusap kepala anaknya pelan.
Viona mengumpat dalam kamar mandi karena tidak membawa pakaian gantinya. Viona lalu pelan-pelan membuka pintu kamar mandi dan langsung berlari menuju ke walk in closet. Saat sudah selesai berpakaian Viona terkejut saat ada tangan yang melingkar di perutnya dan ternyata itu adalah suaminya.
"Vin-Vino," ucap Viona yang terbata-bata.
"Sayang, akhirnya kita menikah secara resmi. Kemarin maafkan aku yang kita hanya menikah secara siri."
"Vino, jangan seperti ini," ucap Viona yang lalu melepaskan tangan Vino yang memeluknya.
"Kenapa aku tidak boleh memelukmu? Bahkan aku adalah suamimu. Dulu saat kita menikah siri bahkan kita sampai sudah punya Rio."
"Maafkan aku. Tapi aku tidak terbiasa seperti ini."
"Tidak terbiasa?" tanya Vino terheran.
"Sudahlah lupakan saja! Aku mau melihat Rio dulu," ucap Viona yang lalu meninggalkan Vino yang masih mematung.
"Bukankah sebelumnya Viona dan aku pernah menikah siri? Tapi kok Viona bilang tidak terbiasa? Apa aku dulu saat belum hilang ingatan terlalu cuek sama dia?" Vino pun terbingung dengan pikirannya sendiri.
Viona lalu melihat anaknya dan ternyata Rio sudah tertidur. Viona yang lapar lalu meninggalkan kamarnya dan berjalan menuju ke ruang makan.
__ADS_1
"Loh Nyonya kok sendirian? Tuan mana Nyonya?" tanya Bibi.
"Ada di kamar sedang sama Rio," ucap Viona beralasan.
Bibi lalu kembali ke dapur untuk membersihkan sisa potongan sayur dan akan mencuci piring. Viona lalu makan malam sendirian. Mama Vera sudah pulang karena tidak ingin mengganggu pengantin baru tersebut.
Vino mencari istrinya di kamarnya. Vino mengernyitkan dahinya.
"Kenapa dia tiba-tiba menghilang?"
Vino lalu keluar dari kamar dan mencari keberadaan istrinya. Ternyata Viona sedang makan malam.
"Sayang, kenapa tidak mengajakku?" ucap Vino dengan nada lembut.
Viona membolakan matanya saat suaminya mengikutinya sampai ke ruang makan. Seketika perkataan Vino menyebabkan Viona tersedak.
"Uhukk...... Uhukk.........."
Vino lalu meraih segelas air putih dan memberikan kepada Viona.
"Hati-hati makannya sayang."
Viona selesai meneguk air putih sampai sepertiganya.
"Vino, makanlah," ucap Viona.
Vino lalu duduk disamping istrinya. Viona lalu mengambilkan nasi dan sayur beserta lauk pauk yang tersedia.
"Harusnya dari tadi kamu mengajakku sayang," ucap Vino.
"Hmmm........." Viona hanya berdehem saja.
__ADS_1
Mereka lalu makan bersama dan untung saja Baby Rio tidak menangis saat ini jadi bisa ditinggal untuk makan malam bersama. Setelah makan malam bersama mereka pun kembali lagi ke kamarnya untuk bercanda dengan anaknya. Tak lama kemudian Baby Rio tertidur setelah tadi ditimang-timang terlebih dahulu oleh Vino. Setelah anaknya terlelap lalu Viona dan Vino memutuskan untuk tidur.