
Setelah sarapan pagi hp Kenzo berdering beberapa kali menandakan ada pesan WhatsApp masuk. Saat melihat siapa yang WhatsApp ternyata Rey dan Dean yang WhatsApp di grup. Kenzo mengernyitkan dahinya saat grup hanya berisi 3 orang dan baru saja di bentuk 10 menit yang lalu oleh Reynaldi Wijaya. Nama grup WhatsApp tersebut adalah "Calon Papa Muda Ganteng Maksimal." Kenzo terkekeh melihat nama grupnya yang dibikin Rey. Kenzo langsung membuka pesan WhatsApp grupnya.
📥 Rey : "Selamat Pagi. Selamat datang di grup Calon Papa Muda Ganteng Maksimal. Disini boleh share masalah kehidupan rumah tangga yang membutuhkan solusi dan saran. Yuk saling berbagi cerita, jangan sungkan-sungkan ya Kak Dean dan Kak Kenzo untuk berbagi cerita. Siapa tahu kita bisa saling membantu semua masalah yang sedang dihadapi. Aku anggota yang paling termuda nih disini, mohon bimbingannya ya kakak-kakak senior ku hehehe."
📥 Dean : "Rey, ngakak nama grupnya. Tidak perlu dibimbing istri kamu sekarang juga sudah hamil kan Rey."
📥 Dean : "Astaga Kenzo belum juga nongol nih bro! Mungkin masih kelelahan dari aktivitas semalam hahaha."
📥 Rey : "Bimbingan yang lainnya Kak Dean bukan yang itu."
📥 Rey : "Hehe mungkin bro. Aku kasih paket lengkap mereka honeymoon selama 2 hari di hotel ku."
📥 Dean : "Sepertinya Kenzo memanfaatkan waktu itu dengan baik Rey. Ya mudah-mudahan Kenzo segera menyandang status sebagai calon papa muda seperti kita ya bro. Biar bisa nemenin istri-istri kita hamil bareng."
📥 Rey : "Hehe iya bro. Btw istriku perutnya sudah mulai bisa bergerak-gerak loh meskipun baru pelan saja."
📥 Dean : "Wah sama dong Rey. Kalau istriku sudah lama sih, Lova sudah merasakannya mulai kehamilannya memasuki usia 18 minggu. Tapi sekarang debaynya sudah bisa menendang agak keras soalnya sudah 23 minggu jalan mau 24 minggu usia kehamilannya dan kami sudah tahu jenis kelamin bayinya. Anakku perempuan."
📥 Rey : "Wah selamat ya bro bakalan punya putri. Kalau aku belum tahu bro anakku laki-laki atau perempuan. Jadwal cek kandungan Risa gak sampai dua minggu lagi. Nanti sekalian USG jenis kelamin bayinya saat usia kandungannya 20 minggu."
📤 Kenzo : "Ehm.. Kalian jangan berprasangka buruk dulu dong. Aku habis sarapan sama Sonya nih. Eh Rey terima kasih banyak ya hadiah pernikahannya hotelmu sangat nyaman dan bagus, makanannya juga enak."
📥 Rey : "Sama-sama Kak Kenzo. Selamat menikmati bulan madunya. Ditunggu kabar bahagianya ya bro."
📥 Dean : "Aku kira kalian masih tidur hahaha. Eh tapi semalam gimana berhasil gak? Aku kepo nih."
📤 Kenzo : "Siap Rey."
📤 Kenzo : "Sukses dong Dean. Ini semua berkat Rey loh."
📥 Rey : "Wah Kak Kenzo gercep juga ternyata hahaha. Aku saja dulu nunggu beberapa bulan sampai Risa siap bro."
📤 Kenzo : "Hehe iya dong. Oh iya aku boleh nanya soal privasi gak?"
📥 Dean : "Tanyakan saja bro."
📤 Kenzo : "Kalian melakukannya berapa kali sampai istri kalian benar-benar hamil?"
📥 Rey : "3 kali bro. Tapi yang 2 kali aku melakukannya dalam sehari waktu honeymoon di Korea."
Jawab Rey dengan jujur. Karena selama ini Rey tidak pernah berbohong.
📥 Dean : "Kalau aku hanya sekali saja langsung jadi bro wkwkwk."
📤 Kenzo : "Ehm ok. Akan ku coba cara sepertimu Rey."
📥 Dean : "Semangat bro."
📥 Rey : "Aku mau bikinin susu hamil untuk Risa dulu ya bro. Dia gak mau minum susunya kalau bukan aku yang bikinin. Entah kenapa rasanya beda katanya kalau orang lain yang bikin. Bye-bye."
📤 Kenzo : "Ya iyalah bro, anakmu ingin kamu yang bikinin susunya. Secara lu kan Papanya."
📥 Dean : "Wkwkwk bener juga katamu Ken."
Lalu tidak ada lagi percakapan dalam grup WhatsApp tersebut.
__ADS_1
...*****...
Rey sedang membuatkan susu hamil untuk Risa di dapur. Sedangkan Risa sedang duduk di sofa kamarnya sambil membuka album foto Rey. Terlihat foto Rey yang masih kecil sampai dengan dewasa di dalam album foto tersebut.
"Gemesin banget sih Rey waktu kecil."
"Duh Rey imut sekali saat menggunakan baju Dino ini."
Seketika Baby R menendang-nendang pelan di dalam perut Risa.
"Ehm... kamu ingin Daddy kamu pakai kostum Dino lagi ya sayang? Sabar ya sayang, nanti Mommy coba bilang sama Daddy dulu. Mudah-mudahan Daddy kamu mau memakainya," ucapnya sambil mengelus perutnya pelan.
Risa lalu melanjutkan melihat foto albumnya.
Risa tersenyum saat melihat foto Rey saat memakai jaket kapten tim basket dan seragam sekolahnya. Saat itu Rey terlihat lebih ganteng tapi tetap saja masih terlihat wajah imutnya.
"Dulu Mommy tidak begitu memperhatikan Daddy kamu saat masih satu sekolah sama Mommy. Daddy mu benar-benar tampan ternyata sayang, Mommy baru menyadarinya sekarang hehe," ucapnya terkekeh sambil mengelus perutnya dengan pelan.
Baby R hanya menendang-nendang saat tadi Risa melihat Rey menggunakan pakaian Dino saja. Risa jadi tahu bahwa anaknya ingin Rey menggunakan kostum pakaian Dino itu di depannya.
Rey membuka pintu kamarnya dan mendengarkan semua ucapan Risa. Rey bahagia mendengar ucapan istrinya. Risa masih terkekeh memandangi foto Rey waktu masih SMA.
"Sayang, kamu kenapa senyam-senyum sendiri seperti itu?" Rey berjalan menuju sofa.
"Sayang duduk sini." Risa menepuk sofanya.
"Kamu minum dulu susunya, baru aku akan duduk di sofa."
Risa lalu meraih gelas dari Rey dan menghabiskan susunya. Rey tersenyum Risa menurut dan Rey langsung duduk di sofa. Risa masih menatap Rey dan senyam-senyum dari tadi.
"Pasti Risa lagi ngidam lagi nih. Kalau dilihat dari senyumannya yang mencurigakan." batin Rey.
"Tuh kan benar saja. Risa pasti ngidam lagi." batin Rey.
"Kamu mau aku ngelakuin apa sayang?" tanyanya penasaran.
Risa lalu membuka foto Rey yang tadi menggunakan kostum Dino.
"Aku ingin kamu memakai kostum Dino seperti ini." sambil menunjuk foto di albumnya.
"Hah?? Mana mungkin bisa muat sayang kalau aku pakai kostum dinonya sekarang."
"Anak kamu yang memintanya. Kamu kalau tidak percaya aku akan buka foto album yang lainnya dan kamu pegang perutku."
Rey tidak percaya bahwa anaknya yang menginginkannya untuk memakai kostum Dino lalu Rey mencoba memegang perut Risa. Risa membuka album foto lainnya dan saat Risa kembali membuka foto album Rey yang memakai kostum Dino dan benar saja Baby R menendang-nendang pelan di dalam perut Risa.
"Bagaimana kamu sekarang percayakan kalau Baby R yang menginginkannya? Baby R ingin kamu memakai kostum Dino."
"Sayang gak bakal muat kostumnya kalau saat ini aku pakai. Lagian aku juga tidak mau memakainya."
Rey lalu wajahnya sudah berada di depan perut Risa.
"Sayangnya Daddy, kamu jangan siksa Daddy kamu dong untuk pakai kostum Dino. Kamu boleh minta apa saja nak, tapi jangan paksa Daddy pakai kostum Dino ya nak," ucap Rey sambil mengelus perut Risa pelan dan anaknya tidak merespon dengan tendangannya.
Risa langsung menepis tangan Rey dari perutnya. Risa menatap Rey dan mulai marah dengan Rey karena tidak mau menuruti keinginan anaknya yang masih di dalam kandungannya.
__ADS_1
"Kamu kalau gak mau disiksa oleh anakmu. Seharusnya kamu jangan menghamiliku Reynaldi Wijaya!!" Risa berbicara dengan nada yang tinggi sambil menunjuk ke perutnya.
"Mendingan aku pulang saja ke rumah Mama dan Papaku. Kamu tidak usah mencariku karena kamu tidak peduli denganku dan juga anakku."
"Deg................" Rey hatinya langsung sakit mendengar perkataan Risa.
Rey kaget dan tidak menyangka Risa akan berbicara seperti itu dengannya. Rey lalu merasa bersalah dengan apa yang ia katakan tadi di depan Risa.
Risa matanya sudah mulai berkaca-kaca dan lalu berdiri dari sofanya dan keluar kamar.
"Jebret............."
Risa menutup pintu kamar dengan keras. Rey sampai terkaget.
"Hadehh sepertinya aku salah bicara. Duh Risa marah lagi. Huft gimana ini." Rey sambil menepuk jidatnya.
Risa berjalan mencari Mami mertuanya. Karena hanya dialah yang bisa membujuk Rey. Rey hanya takut dengan Maminya.
"Mami............"
Risa lalu memeluk mami mertuanya. Mami Anastasya bingung menantunya tiba-tiba menangis dan lalu memeluk dirinya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu kok nangis sayang. Kamu kenapa? Cerita ayo sama Mami sayang."
Mami Ana mengelus punggung menantunya berusaha menenangkan. Risa lalu melepaskan pelukannya.
"Rey gak mau nurutin kemauan Baby R Mami. Risa kesal sama Rey."
"Memangnya Baby R maunya apa sayang?" sambil mengusap perut Risa.
"Baby R ingin Rey memakai kostum Dino. Tapi Rey gak mau memakainya alasannya sudah gak muat Mami."
Rey lalu keluar dari kamarnya mencari keberadaan Risa. Rey melihat Risa lagi bersama Maminya di ruang keluarga. Maminya lalu menatap tajam ke arah Rey. Rey tahu arti tatapan mata Maminya.
"Mami....." ucap Rey pelan.
"Kamu harusnya menuruti apa perkataan istri kamu Rey. Ingat Risa sedang hamil anakmu. Baby R menginginkan kamu memakai kostum Dino. Jika kamu tidak mau memakainya, apa kamu mau anak kamu nanti lahirnya ileran?"
"Gak mau Mi. Tapi kan kostum Dinonya lagian udah gak muat Mi."
"Beli yang baru di toko. Kamu sana pergi ke mall cari baju Dino. Mami gak mau tahu ya Rey kamu harus menuruti kemauan Risa yang lagi ngidam."
"Iya Mi. Rey nanti coba untuk cari kostumnya yang muat dengan Rey."
"Bagus, cepat sekarang juga kamu pergi ke mall beli kostumnya."
"Risa mau ikut ke mall ya Mami. Risa ingin melihat kostumnya langsung Mi."
"Ya sudah kamu boleh ikut Rey ke mall. Kamu harus hati-hati ya sayang jaga kandunganmu."
"Iya Mami Ana."
"Rey jangan ngebut-ngebut. Ingat kamu lagi gak sendirian di mobil. Ada anak dan istri yang harus kamu jaga di dalam mobil. Gak boleh ngebut nanti bahaya kalau sampai Risa kenapa-kenapa karena perutnya yang terlalu terkena guncangan."
"Baik Mi. Rey gak akan ngebut bawa mobilnya."
__ADS_1
"Ayo sayang kita berangkat sekarang," ucap Rey dengan senyuman.
Risa tersenyum Rey mau menuruti keinginan anaknya. Rey lalu menggandeng Risa keluar rumah. Mami Ana tersenyum melihat Rey mau menuruti perkataannya dan ini demi kebaikan cucunya juga.