Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 127 - Adik Untuk Reno


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya giliran Sonya dan Kenzo yang dipanggil masuk ke dalam ruangan. Kezia masih Kenzo gendong karena Sonya akan diperiksa oleh dokter. Saat masuk ke ruangan dokter kandungan tersebut, dokter itu terkejut melihat Kezia yang masih kecil dan lalu melihat Sonya yang wajahnya masih muda namun kini tengah hamil anak keduanya. Dokter lalu mengamati kearah Kenzo dan lalu mengerti bahwa Kenzo usianya berbeda kurang lebih hampir 5 tahunan sama Sonya jadi wajar saja jika Kenzo sudah menginginkan anak kedua dari istrinya.


"Keluhannya apa Bu?" Tanya sang dokter.


"Saya sehabis melahirkan lupa untuk memasang alat kontrasepsi dok. Jadi kemungkinan saat ini saya sedang hamil soalnya tadi pagi saya sudah mual 2 kali dan saya cek pakai testpack hasilnya positif. Saya mau memastikan bahwa saat ini saya sedang hamil berapa minggu."


Dokter pun mengerti dari perubahan bentuk tubuh Sonya yang sedikit agak gendutan dan sudah dipastikan Sonya kini tengah berbadan dua.


"Baiklah kalau begitu ayo ikuti saya. Saya akan memeriksanya."


Dokter tersebut lalu berdiri dan menyuruh Sonya untuk mengikutinya.


"Silakan berbaring ya Bu," ucap sang dokter.


Sonya lalu sudah berbaring. Dokter tersebut lalu memberikan cairan berupa gel ke perut Sonya dan lalu menggerakkan alat yang ada ditangannya. Dokter itu tersenyum saat melihat ke layar monitor.


"Selamat Anda saat ini memang sedang hamil usia kehamilannya baru 3 minggu, bisa dilihat di layar monitor janinnya tumbuh dengan sehat."


"Sayang, alhamdulilah kamu memang benar sedang hamil," ucap Kenzo bahagia.


"Hmm iya sayang," ucap Sonya sambil melihat ke layar monitor, dirinya kini benar-benar hamil lagi.


"Kezia, coba kamu lihat nak. Kamu bakal punya adik, Mama Sonya sedang hamil sekarang."


"Dia belum mengerti sayang."


"Iya sayang, setidaknya Kezia sudah diberi tahu kalau bakalan punya adik."


Dokter lalu membersihkan gel diperut Sonya.


"Sudah selesai ya Bu. Nanti saya akan resepkan obat anti mualnya biar tidak sering muntah Bu."


"Iya dok."


Sonya dan Kenzo kini sudah kembali duduk. Dokter sedang menuliskan resep obat dan vitamin untuk Sonya.


"Ini hasil pemeriksaannya dan USG. Silakan nanti obat anti mual dan vitaminnya ditebus ya Pak."


"Baik dok," ucap Kenzo singkat.


"Ada yang perlu ditanyakan lagi?"

__ADS_1


"Tidak dok, sepertinya sudah cukup. Kalau begitu kita keluar dulu. Terima kasih dok," ucap Sonya lalu menjabat tangan dokter.


"Sama-sama Bu, jaga kandungannya ya Bu. Jangan lupa perbanyak makan buah-buahan."


"Iya dok."


Sonya dan Kenzo lalu keluar dari ruangan dokter. Dokter tersebut hanya geleng-geleng kepala melihat pasiennya barusan. Anaknya masih berumur 4 bulan sudah mau punya adik.


"Istrinya cantik banget sih, pantesan Bu Sonya hamil lagi," ucapnya sambil tersenyum.


Kenzo sudah menebus resep obatnya. Sonya dan Kezia menunggu Kenzo di kursi. Kenzo berjalan mendekati istri dan anaknya.


"Sayang, obat dan vitaminnya sudah aku tebus. Kita mau kemana lagi sayang?"


"Pulang saja, aku ngantuk Ken."


"Baiklah, kita akan pulang. Kezia sama kamu dulu ya sayang."


"Iya sayang."


Kenzo dan Sonya lalu keluar dari rumah sakit dan menuju ke mobilnya. Kenzo melajukan mobilnya kearah rumahnya. Kini Kezia digendong oleh Sonya. Kezia tertidur pulas digendongan ibunya. Sonya memperhatikan raut wajah anaknya yang tengah terlelap tersebut. Sonya tidak menyangka bahwa secepat ini Kezia bakalan punya adik. Ini semua karena kelalaiannya. Tak lupa mereka memberi tahu kabar kehamilannya kepada kedua orang tua Sonya. Papa Arsa dan Mama Lisa saat mengetahui anaknya hamil lagi sempat terkejut karena Kezia masih kecil. Namun mereka kini bersyukur karena Sonya telah diberikan kepercayaan lagi oleh Allah untuk hamil anak keduanya.


...*****...


"Reno, waktunya makan sayang."


Risa melihat anaknya sedikit membuka mulutnya dan menatap wajahnya.


"Wah Reno sepertinya sudah sangat lapar ya sayang?"


Reno hanya tersenyum kepada Risa dan berbicara khas bayi seperti menanggapi perkataan Mommy Risa. Dengan telaten Risa menyuapi anaknya dengan sun. Risa tambah gemas saat anaknya makin hari makin pintar.


"Reno pintar makanannya habis. Anak Mommy cepat tumbuh besar ya," ucap Risa sambil mencium semua wajah Reno saking gemasnya. Reno tertawa diajak bercanda dengan sang Mommy.


Saat sedang bercanda dengan Reno tak lama kemudian suara mobil terdengar, Rey sudah pulang dari kantornya.


"Assalamualaikum sayang, aku pulang....." Rey masuk dan berjalan mendekati istrinya dan juga anaknya.


"Wa'alaikum Salam. Eh sayang dah pulang, tumben pulang cepat?" sambil mengecup punggung tangan suaminya.


"Suaminya pulang cepat kok kayaknya gak senang sih sayang? Eh begini sayang tadi setelah meeting aku langsung pulang."

__ADS_1


"Ya sudah aku mau bikin teh dulu. Kamu jagain Reno dulu ya sayang."


"Siap sayangku," ucap Rey sambil hormat.


Risa hanya terkekeh sambil keluar dari kamarnya. Ternyata punya suami seperti Rey enak juga lumayan penurut. Setelah Risa pergi ke dapur, Rey mengajak Reno bercanda. Rey mencium kedua pipi anaknya.


"Hai, anak Daddy. Kamu kangen tidak sama Daddy?" ucapnya.


Reno hanya diam saja sambil memperlihatkan wajah Rey. Sedangkan Rey tersenyum melihat anaknya terbengong melihat wajahnya.


"Duh kamu makin gemesin sih sayang. Kenapa perhatikan wajah Daddy seperti itu? Karena Daddy Rey ganteng banget ya," ucap Rey sambil memangku Reno.


"Sayang kamu gemesin banget sih, ini pipi kamu yang bikin Daddy gemas," ucap Rey sambil mencubit pipi Reno.


Melihat Reno semakin hari semakin gemas, Rey jadi ingin punya anak kedua seperti Kenzo, saat ini Sonya sedang hamil muda. Tapi Rey masih teringat saat Risa ngidam aneh-aneh saat hamil Reno jadi Rey akan berpikir dua kali. Tapi melihat anaknya semakin lucu Rey juga ingin seperti Kenzo. Apalagi Maminya juga ingin Reno untuk segera punya adik.


"Duh jadi pengen seperti Kenzo. Reno mau gak kalau punya adik?" Reno hanya tertawa kecil khas bayi. Rey tersenyum Reno ternyata meresponnya.


"Kamu memang anak Daddy. Nanti bilang dulu ya sama Mommy."


"Bilang apa sayang?" ucap Risa masuk kedalam kamar sambil membawa secangkir teh hangat untuk suaminya dan meletakkannya di meja samping sofa.


"Eh? Itu sayang. Tadi, aku hanya bercanda saja kok sama Reno."


"Iya emangnya bicara apa?"


"Bicara tentang adik buat Reno," ucap Rey sambil memperlihatkan gigi putihnya.


"Adik buat Reno?" Risa membolakan matanya saat Rey berbicara mengenai adik buat Reno.


Tahu perubahan raut wajah istrinya Rey pun semakin takut.


"Ah, tidak... Tidak kok sayang, tadi hanya bercanda saja dengan Reno dan tadi Reno meresponnya. Iya kan nak?" ucap Rey berbicara hati-hati dengan Risa, sedangkan Reno hanya tersenyum.


Risa tersenyum tipis saat Rey ketakutan dengannya. Risa lalu memangku Reno agar Rey bisa minum teh.


"Sayang diminum dulu tehnya."


"Ba-Baik." Rey lalu mengambil secangkir teh yang Risa buatkan di meja.


Risa menahan tawanya saat melihat gerak-gerik Rey sepertinya masih takut dengannya. Setelah Rey meminum tehnya Risa mulai berbicara.

__ADS_1


"Rey, ada saatnya Reno nanti akan punya adik. Tapi tidak untuk saat ini karena Reno masih membutuhkan asiku dan aku tidak ingin Reno kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya kalau aku hamil lagi," ucap Risa dengan nada lembut.


__ADS_2