
Tak terasa liburan semester sudah tiba. Risa sedang menyiapkan baju yang akan ia bawa di kopernya. Rey juga memasukkan beberapa baju yang akan ia pakai selama honeymoon di Korea.
"Yang, apa tidak sebaiknya kita bawa baju sedikit saja? Nanti sisanya kita beli di Korea?"
"Tidak usah beli say. Kita bawa baju seperlunya saja. Bawa 2 koper saja cukup, gak usah banyak-banyak, lagian kita disana hanya 3 minggu, Nanti beli seperlunya saja untuk oleh-oleh atau keperluan mendadak."
"Baiklah terserah kamu saja yang," sambil menyerahkan ATM dan Credit Card nya.
"ATM dan Credit Card?" ucapnya pelan.
"Kamu bawa ATM ku yang. PIN-nya tanggal resepsi kita, isinya murni hasil kerja kerasku saat menjadi ojek online dan model. Sekarang uangku adalah uangmu. Kalau Credit Card itu pemberian dari Papi udah lama semenjak aku SMA, aku pun menggunakannya hanya untuk keperluan sekolah."
Risa pun menerimanya. Risa tahu Rey anak orang kaya tapi tidak pernah menghambur-hamburkan uang. Risa pun juga begitu, meskipun orang tua mereka memberikan fasilitas yang lengkap dengan anaknya, namun mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk menghamburkan uang. Mereka tahu kalau mencari uang itu begitu susah. Risa dan Rey pun sudah merasakannya. Risa ingin mandiri mencari uang sendiri dengan cara ia menjadi model. Sedangkan Rey, ia mau bekerja apa saja agar bisa menafkahi istrinya.
Mama Angel sudah sampai di rumah Keluarga Rey. Ia ingin mengantarkan anak dan menantunya ke bandara bersama dengan besannya.
Mang Ujang dan Bi Ijah sudah membawa koper Risa dan Rey ke dalam mobil.
"Sayang sudah siap semuanya tidak ada yang ketinggalan?" ucap Mama Angel.
"Tidak ada ma."
"Yaudah ayo jeng kita antar anak-anak kita ke bandara. Waktunya sudah mepet nih," ucapnya sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
Mereka langsung berjalan ke mobil. Papa Kevin dan Papi Aldi pun tidak bisa mengantarkan mereka sampai ke bandara karena mereka ada meeting di kantornya masing-masing. Mereka berangkat berlima. Mang Ujang dan Mami Ana duduk didepan. Rey, Risa dan Mama Angel duduk di belakang.
"Sayang, mama pinjam tas kamu bentar ya? Mama mau pinjam bedak kamu soalnya tadi mama buru-buru jadi belum bedakan. Mama mau agar mama terlihat perfect dimata orang-orang," ucap Mama Angel beralasan.
Risa lalu menyerahkan tasnya. Risa tidak merasa curiga dan tidak terlalu memperhatikan mamanya saat meminjam tasnya. Kesempatan mamanya pun terbuka dengan lebar. Mama Angel mengambil sesuatu dari kantong saku jaketnya lalu memasukkan ke dalam tas Risa. Mamanya memasukkan obat penyubur kandungan dari besannya dan 3 merek test pack yang berbeda ke dalam tas Risa. Mama Angel dan Mami Ana sudah bekerjasama dalam hal ini. Mami Ana sudah cerita bahwa Risa dan Rey sudah melakukan hubungan suami istri. Maka dari itu mereka berencana membawakan test pack dan obat itu untuk Risa. Harapan keduanya nanti hasil test pack nya positif. Mama Angel sudah mengembalikan tasnya kepada Risa.
Mereka sudah sampai di bandara. Mami Ana pun memeluk anaknya dan menantunya, begitu juga dengan Mama Angel pun juga melakukan hal yang sama. Rey dan Risa lalu melambaikan tangannya kepada kedua mamanya.
Di tiket pesawatnya mereka akan berangkat jam 10:30 wib. Sekarang Risa dan Rey pun sudah sampai di dalam pesawat. Perjalanan Indonesia ke Korea membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam kalau tidak delay. Perbedaan waktu Indonesia dan Korea 2 jam, Korea lebih cepat 2 jam dari Indonesia.
"Sayang kita tidur saja, waktunya masih lama untuk sampai sana, kira-kira kita sampai disana pukul 19:30."
Rey pun lalu mengecup puncak kepala Risa sebelum tidur. Lalu menggenggam tangannya. Risa pun tersenyum melihat tingkah manis dari suaminya.
Mereka naik pesawat yang kelas bisnis. Jadi mendapatkan selimut. Biasanya di tengah perjalanan mereka akan disuguhkan makanan dan minuman seperti di restoran. Business Class memang harganya tiga kali lipat dibandingkan dengan kelas ekonomi. Jadi mendapatkan fasilitas yang cukup lengkap. Tempat duduk yang nyaman dan luas dilengkapi dengan pijakan kaki mau tegak lurus, setengah berbaring sambil nonton atau tidur.
Di Business Class mereka juga mendapat colokan listrik untuk mengisi baterai ponsel atau pun tablet, bantal dan selimut. Mereka juga mendapatkan makanan dan minuman seperti di restoran. Bisa nonton film yang ada di hadapannya, terdapat juga majalah yang bisa dibaca jika bosan berlama-lama di pesawat. Namun Risa dan Rey pun memutuskan untuk tidur karena perjalanan mereka yang jauh.
Risa dan Rey pun terbangun saat pramugari menyajikan makanan dan minuman bak di restoran. Mereka pun akhirnya makan siang di pesawat.
Setelah perjalanan yang begitu lumayan lama, waktu menunjukkan pukul 19:38 waktu sampai di Incheon International Airport. Risa dan Rey pun sudah ditunggu sopir yang akan mengantarkan mereka ke apartment. Tak lupa ia membeli keperluan selama 3 minggu mereka di Korea seperti minuman dan beberapa bahan makanan yang bisa untuk dimasak di apartment.
Segalanya telah di rencanakan oleh kedua orang tua Rey, berkat bantuan Keluarga Keynan Putra Alexander adik kandung Kevino Putra Alexander yang tinggal di Korea semua jadi lebih mudah. Jadi Rey dan Risa tinggal menikmati bulan madunya saja tidak susah-susah untuk mencari penginapan atau hotel.
__ADS_1
Pukul 21:18 waktu Korea mereka pun sudah sampai di apartment. Sopirnya pun membantu membawakan beberapa belanjaan mereka. Rey dan Risa sudah memberi tahu kepada orang tuanya masing-masing kalau mereka sudah sampai di Korea. Perjalanan 7 jam menjadikan tubuh mereka pegal dan terasa lengket.
"Say, kamu mandi duluan gih. Kalau aku duluan yang mandi nanti kamu nunggunya kelamaan," ucapnya sambil mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya didalam koper dan meletakkannya di ranjang ukuran king size.
Risa pun sudah biasa melakukan hal ini semenjak menjadi istrinya. Risa melakukan ini sebagai bukti bahwa ia ingin menjadi istri yang baik untuk suaminya.
"Kenapa tidak bareng saja lebih menghemat waktu bukan?" ucapnya sambil menaikkan alisnya menggoda Risa.
"Blush." Wajah Risa pun seketika sudah menjadi merah merona mendengar perkataan suaminya.
"Jangan coba menggodaku Rey!"
Rey yang mendengar Risa memanggil namanya pun terkekeh. Dia tahu kalau istrinya mulai menyebut namanya tanda ia sedang marah.
"Jangan marah dong sayang. Kan cuma bercanda. Tapi kalau kamu mau ya gak apa-apa," ucapnya sambil berjalan cepat menuju kamar mandi, takut istrinya akan mengamuk.
Risa pun tak habis pikir kenapa suaminya sekarang bicaranya menjadi mesum seperti itu, semenjak mereka melakukan hubungan suami istri beberapa waktu yang lalu.
Rey sudah selesai mandi. Ia hanya melilitkan handuknya sepinggang. Aroma mint keluar dari tubuh Rey. Menambah aura maskulinnya. Dada bidangnya pun dibiarkan terekspos.
Risa tak mau lama-lama melihatnya. Ia langsung bergegas menuju kamar mandinya. Tak lupa ia membawa pakaian gantinya sekalian. Karena Rey tadi menggoda Risa. Ia menjadi takut suaminya akan melakukan macam-macam malam ini dengannya. Meskipun mereka sudah pernah melakukannya namun Risa tetap saja takut dengan suaminya. Rey pun terkekeh saat melihat tingkah istrinya yang ketakutan.
"Bukankah honeymoon akan sering melakukan kegiatan itu lagi? Mengapa dia mesti takut kepadaku? Aku harus meyakinkannya agar dia tidak takut kepadaku." batin Rey dalam hati.
__ADS_1