
Dua minggu telah berlalu sekarang kehamilan Risa sudah berusia 1 bulan. Setiap pagi Risa mengalami morning sickness. Rey selalu membantu Risa untuk memijat tengkuk lehernya setiap pagi dan selalu menjadi suami siaga setiap kali istrinya ngidam sesuatu. Risa seketika ingin sesuatu pagi ini tapi tidak enak untuk diutarakan. Langkah kaki Rey dengan cepat mendekati istrinya yang kini sedang melamun. Rey lalu duduk di sofa samping istrinya.
"Bumil kok melamun?" ucap Rey berbisik dan itu yang membuat Risa terkejut.
"Rey kamu membuatku terkejut."
"Kamu sedang melamun apa sayang? Apa yang mengganggu pikiran kamu? Apa kamu ingin sesuatu?"
"Iya, aku ingin sesuatu tapi aku tidak bisa mengatakannya karena hanya sia-sia saja dan tidak akan pernah terwujud keinginanku saat ini."
"Memang kamu sedang ingin apa sayang? Aku janji akan menuruti semua keinginan kamu."
"Beneran? Sesulit apapun itu?" tanya Risa meyakinkan perkataan suaminya.
"Iya, akan aku turuti semua keinginan kamu. Memang kamu ingin apa sayang?"
"Aku ingin cucu Rey. Lihatlah Reva sangat imut bukan dan aku ingin cucu lagi dari Revano. Aku ingin Kezia juga hamilnya bareng sama aku," ucap Risa mengusap perutnya pelan.
Rey matanya terbelalak saat mendengar perkataan istrinya.
"Apa? Kamu ingin Kezia hamil lagi?" tanya Rey memastikan pendengarannya tidak salah.
"Iya, entahlah. Aku ingin saja mengusap dan merasakan tendangan kecil dari dalam perut Kezia. Mungkin ini ngidam teraneh yang pernah aku inginkan."
"Sayang, permintaan kamu ini sungguh aneh. Aku tidak tahu bisa mewujudkannya atau tidak karena itu semua hanya Revano dan Kezia yang bisa memutuskan untuk mau punya anak lagi atau tidak."
"Kamu itu ayahnya jadi harusnya bisa dong membujuk anak. Apalagi jika itu Revano. Dulu saja Revano menikah dengan Kezia secara paksa saja mau dan jika aku ingin cucu tidak hal yang sulit bukan? Aku hanya ingin cucu lagi darinya."
"Tapi sayang jika mereka tidak mau bagaimana? Karena sepertinya mereka menunda untuk punya anak lagi karena Reva baru berumur 10 bulan," ucap Rey berkata dengan hati-hati karena bumil sifatnya sensitif.
"Sayang, bagaimana kalau minta cucu keduanya dari Sandra dan Reno. Rendra sekarang sudah berumur satu tahun."
"Aku ingin cucu dari Revano dan Kezia bukan dari Sandra dan Reno. Apa kamu mau anak kamu ini ileran jika tidak dituruti apa keinginannya huh?" tanya Risa menunjuk pada perutnya.
Rey menggelengkan kepalanya pertanda bahwa jawabannya adalah tidak.
"Ya sudah turuti keinginan aku kalau tidak anakmu tidak akan ada."
"Apa maksudnya Risa?"
__ADS_1
"Jika kamu tidak bisa membujuk Kezia dan Revano aku akan menggugurkan anak kita. Lagian aku tetap ingin ikut arisan dan teman-temanku sampai saat ini tidak ada yang tahu kalau aku hamil. Sekarang semua ada dipilihan kamu dan jika kamu berhasil membujuk Kezia dan Revano maka aku akan mempertahankan kandunganku dan keluar dari grup arisan."
Rey lalu teringat saat Risa ngidam ingin naik motor sport namun Rey tidak mengizinkan dan akhirnya Risa kabur dari rumah dan tetap naik motor sport disaat hamil. Istrinya itu memang keras kepala dan sifatnya menurun kepada Reno.
"Sayang, kamu jangan mengancamku seperti itu. Pilihan yang kamu berikan sangat sulit."
"Terserah kamu saja. Lebih baik kamu mencoba untuk membujuk mereka agar mau memberikan kita cucu lagi."
"Iya, nanti aku akan berusaha membujuk mereka agar mau."
"Aku maunya sekarang dan tidak ada kata nanti."
Rey menghembuskan napas kasar.
"Baiklah, aku akan ke kamarnya sekarang," ucap Rey yang lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu kamarnya.
"Rey tunggu....."
Risa lalu memeluk suaminya dengan hangat.
"Aku sebenarnya tidak ingin memaksamu untuk seperti ini. Tapi karena ini adalah keinginan anak kita," ucap Risa yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Sayang, aku tahu. Kamu jangan menangis lagi ya?" ucap Rey sambil menghapus air matanya.
"Daddy Rey? Silakan masuk Daddy," ucap Kezia dengan ramah.
Rey lalu masuk ke kamar anaknya dan melihat Baby Reva tengah bahagia dan tertawa bercanda dengan Revano.
"Reva sudah berumur 10 bulan dan jika punya adik lagi jaraknya tidak akan terlalu dekat." Batin Rey melihat cucunya yang cantik dan imut itu.
"Ada apa Daddy?" tanya Revano.
"Daddy ingin berbicara sama kalian berdua mengenai hal yang serius. Kalian pergi ke ruang kerja Daddy sekarang juga ya nak."
"Baiklah Daddy."
Rey berjalan duluan ke ruang kerjanya. Kezia dan Revano masih di kamarnya dan saling berpandangan.
"Sayang, apa yang akan dikatakan Daddy ya? Dan mengenai hal serius apa?" ucap Kezia.
__ADS_1
"Entahlah sayang. Lebih baik kita segera menyusulnya agar tahu hal serius apa yang akan dibicarakan."
Revano dan Kezia berjalan ke ruang kerja Rey Anaknya sedang bermain bersama dengan Rendra di kamar Reno. Revano mengetuk pintu ruang kerja Rey.
"Masuklah..."
Revano dan Kezia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Daddy sebelumnya mau minta maaf sama kalian."
"Minta maaf tentang apa Daddy?" tanya Revano yang bingung karena sepertinya Rey tidak punya salah.
"Mommy kalian sedang ngidam dan menurut Daddy hanya kalian yang bisa membantunya."
Revano mengernyitkan dahinya dan perkataan Rey yang bilang bahwa hanya kalian yang bisa membantunya pun Revano segera ingin memberikan apa yang Mommy Risa inginkan.
"Katakan saja Daddy, Mommy Risa ingin apa dan harus segera kita berikan," ucap Kezia.
"Mommy Risa ingin cucu dari kalian."
Revano matanya terbelalak saat mendengar perkataan Rey. Sedangkan Kezia mematung saat mengetahui mertuanya ngidam yang menurutnya aneh karena ngidamnya minta cucu.
"Keinginan ngidamnya sangat aneh dan ingin merasakan tendangan kecil dalam perutmu nak Kezia. Daddy bingung saat ini dan harus bagaimana."
"Maaf, Daddy tapi Kezia tidak bisa mengabulkan permintaan Mommy Risa. Reva masih berumur 10 bulan dan masih kecil untuk memiliki adik."
"Daddy tidak memaksa kalian nak. Mungkin setelah ini kalian tidak akan lagi melihat Mommy Risa hamil," ucap Rey sambil memijat keningnya.
Rey juga dilema saat ini disatu sisi dia ingin menuruti keinginan istrinya tapi disisi lain juga tidak ingin terlalu mendesak menantunya untuk memberikan cucu lagi. Sekarang Rey bingung menantunya tidak mau hamil dan harus bagaimana lagi untuk menghadapi istrinya yang sifatnya keras kepala itu.
"Eh? Maksudnya apa Daddy? Revano tidak mengerti.
"Mommy kamu tetap pada pendiriannya saat awal dan dia akan menggugurkan kandungannya."
"Apa??" ucap Revano dan Kezia secara bersamaan.
"Itu yang membuat Daddy pusing nak. Ngidam Mommy Risa aneh, dia ingin hamil bareng sama Kezia."
"Daddy Rey nanti kita akan bicarakan ini nanti lagi ya," kata Revano.
__ADS_1
"Iya nak," jawab Rey singkat.
"Sayang, kita perlu bicara dan ayo sekarang ikut aku," ucap Revano sambil menggandeng tangan Kezia dan keluar dari ruang kerja Daddy Rey.