Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Terjebak Pernikahan


__ADS_3

Viona semakin bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Perutnya sudah semakin terlihat karena dia kini sedang hamil 4 bulan. Viona tadinya akan pulang ke Indonesia setelah kandungannya 5 bulan, tapi Viona tidak ingin mengambil resiko jika kandungannya kenapa-kenapa. Jadi Viona memutuskan untuk pulang ke Indonesia jika nanti kandungannya sudah berjalan 6 bulan.


"Untung saja aku masih menyimpan foto KTP suamiku," ucap Viona sambil tersenyum melihat layar hpnya. Dengan ini Viona akan mudah mencari rumah suaminya yang ada di Indonesia.


"Nak, dua bulan lagi kita akan bertemu dengan Papamu. Kita berikan kejutan sama Papa ya nak."


"Bersabarlah sayang, Mama akan segera mencari Papamu," ucapnya kembali sambil mengusap perutnya.


Viona bahagia anaknya tumbuh dengan sehat. Sebulan lagi kandungannya sudah bisa dicek jenis kelamin bayinya. Viona tidak sabar menantikan hal itu. Viona juga ingin tahu anaknya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Viona lalu mengingat saat dirinya bertemu pertama kali dengan ayah dari sang bayi yang sedang dikandungnya.


FLASHBACK ON


Sepasang kekasih tengah berpelukan erat di sebuah taman.


"Aku mencintaimu," ucap Viona.


"Tapi aku ingin kamu memberikan bukti cintamu padaku," ucap sang kekasih.


"Aku akan membuktikan bahwa aku mencintaimu. Begitu besar cintaku padamu," ucap Viona.


"Sungguh?" tanya sang kekasihnya.


"Iya, tapi kamu benarkan akan secepatnya nikahin aku? Aku ingin menjadi satu-satunya wanita yang ada pada hidup kamu."


"Tentu saja, ayo kita ke apartemen kamu," ucapnya kembali.


Viona lalu membuktikan cintanya kepada pacarnya yang bernama Vino. Namun dibalik itu semua Viona tidak tahu bahwa Vino hanya memanfaatkan Viona saja dan mempunyai cara lain agar terbebas dari tanggungjawab jika Viona hamil. Vino memiliki dendam kepada seseorang dan ingin menjebak orang itu agar bertanggungjawab jika Viona hamil.


Seminggu kemudian Viona terkejut saat tiba-tiba bangun dari tidurnya dan tidak menggunakan pakaian dan hanya tubuhnya tertutup dengan selimut. Yang membikin Viona terkejut adalah ada seorang laki-laki asing yang tengah tertidur pulas yang berada disampingnya.


"Apa yang telah terjadi semalam?"


"Tidak mungkin!" ucapnya kembali dan saat akan bangun dari tidurnya masih merasakan perih.


Viona yakin telah terjadi sesuatu semalam.


"Bangun! Hei kamu, bangunlah!"


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa ada di ranjangku?" tanya Viona dengan tangan gemetar dan lalu menaikkan selimutnya dan menutupi tubuhnya. Viona merasakan kembali kejadian seminggu yang lalu bersama kekasihnya. Viona lalu mengira laki-laki itu yang telah melakukannya seperti yang pernah pacarnya lakukan kepadanya.


Laki-laki itu mengerjapkan matanya saat mendengar ada suara perempuan. Matanya membola dengan sempurna saat melihat dirinya entah berada di kamar siapa.


"Aku dimana ini?" sambil memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.

__ADS_1


"Kamu di apartemenku. Apa yang telah kamu lakukan padaku semalam?"


"Astagfirullah," ucap sang laki-laki itu yang lalu menoleh ke arah sumber suara dan melihat perempuan yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenapa kamu beristighfar? Memangnya aku ini setan?" ucap Viona sambil mendengus kesal.


"Kita harus bicara setelah ini. Aku akan berpakaian dan kamu jangan sampai melihat tubuhku."


"Siapa juga yang ingin melihat tubuhmu," jawab Viona dengan cepat.


"Ya sudah hadap sana sekarang juga!" perintahnya.


Laki-laki itu melihat dibalik selimutnya dan dirinya juga tidak berpakaian. Ia lalu memakai pakaiannya kembali secepat mungkin.


"Kita harus bicara mengenai hal ini."


"Kamu telah menjebak aku kan? Coba jelaskan semuanya dan apa yang telah terjadi di antara kita?" ucap sang pemuda itu.


Viona hanya menangis dan merasakan bagian sensitifnya masih terasa perih. Viona yakin bahwa laki-laki yang saat ini dihadapannya itu yang melakukannya.


"Kamu telah menodai aku! Rasanya masih perih."


"Aku tidak melakukan apapun padamu. Aku semalam tiba-tiba dibius oleh seseorang begitu saja dan aku lalu tidak ingat apa-apa. Bagaimana mungkin aku menodaimu?" ucap sang laki-laki itu menatap tajam ke arah Viona.


"Aku tidak melakukan apapun. Bahkan aku tidak mengenalmu. Aku yakin kita ini hanya dijebak. Ada orang dibalik semua ini."


"Tapi aku sebagai wanita, aku yang merasakannya kalau semalam telah terjadi sesuatu dan saat bangun pagi disampingku hanya ada kamu."


"Kamu coba tenang dulu. Kita bisa bicara baik-baik dan aku berani sumpah bukan aku yang melakukannya."


"Aku tidak bisa tenang, hidupku hancur karena kamu! Hanya kamu yang ada di ruangan ini dapat. siapa lagi yang melakukannya jika bukan kamu?"


"Aku tidak menghancurkan hidupmu. Justru aku yang tengah dijebak di sini dan hidupku sekarang hancur."


"Kamu harus menikahi aku!"


"Maaf, aku tidak bisa," tolak laki-laki muda itu.


"Apa kamu ingin lepas dari tanggungjawab? Kita semalam telah tidur bersama."


"Aku tidak bisa menikahimu dengan alasan yang pertama aku sudah punya istri dan yang kedua aku tidak kenal denganmu dan aku yakin kalau kita ini hanya dijebak. Apa kamu punya musuh?"


"Tidak. Aku tidak punya musuh. Aku hanya punya pacar dan ia sangat mencintaiku. Aku takut kalau pacarku datang pagi ini," ucap Viona yang mulai resah dan biasanya Vino datang pagi-pagi dan membawakan sarapan untuknya. Mereka selalu sarapan bersama sebelum berangkat kerja ke kantornya masing-masing.

__ADS_1


Brak......... Pintu apartment terbuka. Pacarnya telah datang.


"Siapa kamu? Berani-beraninya menyentuh kekasihku."


Bug... Bug... Bug!


Vino membogem laki-laki yang bersama kekasihnya itu pada bagian perut dan juga rahangnya.


"Tunggu dulu kita hanya dijebak. Aku tidak menyentuhnya, aku berani sumpah. Ini hanya salah paham."


"Kalau kamu tidak menyentuhnya mengapa dia menutupi semua tubuhnya dengan selimut? Kalian pasti semalam tengah berbuat yang iya-iya."


"Jaga omongan kamu! Semalam aku dibius entah oleh siapa dan saat pagi hari aku sudah berada di sini."


Vino lalu menoleh kepada sang kekasih yang ia cintai dan namun mengkhianatinya.


"Viona kita putus! Tega kamu mengkhianati aku dan lebih parahnya lagi kamu tertangkap basah sedang berduaan di apartment. Aku memergoki kamu bersama laki-laki lain. Tega kamu Viona, kenapa kamu tega kepadaku."


"Vino, aku tidak mau putus denganmu," ucap Viona yang kini sudah meneteskan air mata.


"Aku tidak mau menikah dengan wanita murahan seperti kamu!"


"Vino, aku bukan wanita seperti itu. Aku bisa menjelaskan semuanya."


Vino menghiraukan perkataan Viona.


"Kamu harus menikahinya. Jika tidak, aku akan menuntut kamu," ucap Vino sambil keluar dari apartemen mantan pacarnya.


Setelah Vino keluar dari apartemen mantan kekasihnya, saat itu juga laki-laki itu pergi dari apartemen Viona. Sebulan telah berlalu Viona dinyatakan positif hamil dan laki-laki itu harus bertanggungjawab menikahinya. Dengan terpaksa laki-laki itu menikah siri dengan Viona.


FLASHBACK OFF


...******...


Di sebuah restoran ada seorang pemuda yang tengah memikirkan sesuatu. Hidupnya terasa kacau saat ini. Ia sudah mempunyai istri yang sedang hamil tua dan juga mempunyai istri siri yang sedang hamil muda yang kini berada di luar negeri. Laki-laki itu sudah terjebak dalam pernikahan dua kali dalam hidupnya.


"Dia sekarang sedang hamil 4 bulan. Aku harap dia tidak menyusulku ke Indonesia. Tapi kalau dia nekad ke Indonesia bagaimana ini? Kan bagaimanapun juga dia istriku," ucap sang laki-laki itu yang kelihatan resah dan mengacak-acak rambutnya. Laki-laki itu hanya takut jika Viona datang dan menemui istrinya.


"Hidupku kacau setelah menikah, apa salahku Ya Tuhan?" Laki-laki itu kini merasa frustrasi dengan hidupnya.


Sebenarnya laki-laki itu tidak mau mengkhianati istrinya. Tapi laki-laki itu tiba-tiba dikejutkan dengan wanita yang meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Padahal dirinya merasa tidak melakukan apapun. Akhirnya laki-laki itu menikahi Viona secara siri. Laki-laki itu masih bimbang dengan anak yang dikandung Viona itu adalah anaknya atau bukan. Namun dalam hatinya dirinya tidak melakukan hal itu. Laki-laki itu akan melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa dirinya bukan ayah dari bayi yang sedang dikandung oleh Viona. Laki-laki itu akan menunggu sampai anak dalam kandungan Viona lahir dan baru melakukan tes DNA. Laki-laki itu sudah tidak sabar menunggu hari itu akan tiba.


Laki-laki itu merasa dijebak dalam pernikahan dan sudah dua kali terjebak dalam pernikahan seperti ini. Yang pertama ia menikah dengan istri pertamanya yang seketika Kakaknya kabur dari pernikahannya dan ia harus menggantikan posisi Kakaknya sebagai pengantin pria. Seiring berjalannya waktu laki-laki itu jatuh cinta kepada istrinya bahkan dirinya tidak bisa untuk melupakannya meskipun telah jauh pergi ke Korea. Rasa cintanya begitu tulus kepada istrinya. Setelah mengetahui bahwa istrinya hamil laki-laki itu memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia. Siapa lagi laki-laki itu kalau bukan Revano Putra Wijaya.

__ADS_1


__ADS_2