Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Prewedding


__ADS_3

Keano bersyukur Kakaknya sudah berubah menjadi lebih baik semenjak hamil.


"Aku bahagia akhirnya Kakak bisa berubah seperti ini semenjak hamil. Mungkin anak yang sedang kamu kandung itu sifatnya seperti ayahnya jadi bisa merubah sikap Kakak," ucap Keano.


"Keano... Terus kamu pikir Kakak tidak ada baik-baiknya gitu dimata kamu?"


"Tidak!" jawab Keano dengan cepat.


"Dasar adik menyebalkan! Elena kamu bisa lihat sendiri kan kalau Keano memang menyebalkan." Kezia mendengus kesal.


Elena hanya tersenyum tipis melihat calon suaminya dari tadi adu mulut dengan calon Kakak iparnya. Kezia kembali merasakan tendangan anaknya dari dalam perutnya.


"Sayang, anak kita dari tadi terus bergerak dalam perutku." Kezia menoleh menatap wajah suaminya.


"Itu artinya anak kita sehat sayang," ucap Revano sambil mengusap rambut panjang istrinya.


Elena lalu ingin mencoba merasakannya juga.


"Kezia, bolehkah aku memegang perutmu?" tanya Elena meminta izin.


"Iya, tentu saja boleh."


Elena lalu memegang perut Kezia. Elena merasakan tendangan dari dalam perut Kezia.


"Bayinya begitu aktif menendang-nendang dalam perutmu," ucap Elena.


"Iya, apalagi kalau perutku dipegang Revano. Dia tahu jika Papanya yang memegang perutku jadi lebih lama bergerak-gerak dalam perutku," ucap Kezia menjelaskan.


Elena lalu melepaskan tangannya dari perut Kezia.


"Sepertinya Elena sudah tidak sabar ingin punya anak darimu Keano. Setelah kalian menikah cepat buatkan keponakan untukku."

__ADS_1


Elena lalu mukanya merah merona setelah Kezia berbicara seperti itu.


"Eh, bukan seperti itu Kezia. Aku hanya penasaran saja ingin merasakan bagaimana jika bayi menendang saat berada dalam perut," ucap Elena menjelaskan.


"Kamu jangan khawatir Elena. Sepertinya nanti saat kamu sudah menikah dengan adikku, kamu juga akan segera hamil," ucap Kezia terkekeh.


"Benarkah begitu kan Keano?" ucapnya kembali.


"Ehem......." Keano hanya berdehem saja. Sikap Kakaknya ini memalukan sekali menurutnya.


"Keano, jangan bilang kalau kamu dan Elena akan menunda untuk punya anak? Badan kamu kekar gitu, kalau nanti setelah kalian menikah Elena tidak kunjung hamil juga kamu pasti akan diledekin sama Papa," ucap Kezia terkekeh.


"Aku akan buktikan nanti kalau setelah Elena menikah denganku, dia akan segera mengandung anakku."


Keano tidak ingin kalah dengan Revano. Kezia hamil saat pernikahannya baru berjalan 4 bulan. Elena terkejut saat Keano berbicara seperti itu.


"Baguslah, bila perlu sebelum anak Kakak lahir Elena juga sudah hamil," ucap Kezia.


"Kakak ini apa-apaan. Sekarang saja usia kandungannya sudah 7 bulan. Sebulan lagi aku akan menikah berarti usia kandungan Kakak sudah jalan 8 bulan. Huh, emangnya segampang itu apa membikin Elena hamil?" Batin Keano kesal.


"Iya, kenapa memangnya sayang? Apa kamu tidak ingin punya anak dariku?" tanya Keano kepada Elena.


"Eh? Bukan seperti itu maksudku Keano. Hanya saja kita masih kuliah semester akhir. Kita harus fokus agar bisa lulus dengan nilai yang maksimal. Aku sedang berjuang untuk menaikkan IPK. Aku juga ingin mendapatkan nilai yang sempurna saat aku sidang tesis nanti," ucap Elena menjelaskan


"Lalu apa bedanya dengan Revano? Kakak ipar juga masih kuliah sayang," jawab Keano.


"Revano kan laki-laki sayang. Aku kan perempuan, Keano. Nanti kan aku yang hamil bukan kamu dan aku yang akan mengalami morning sickness. Nanti aku tidak fokus untuk mengerjakan tesis jika aku hamil," jawab Elena kembali.


"Tapi aku selama hamil jarang mual. Kata Dokter bisa jadi Revano yang mengalami kehamilan simpatik," ucap Kezia.


"Oh iya sayang, aku lupa tanya sama kamu. Apa kamu selama ini merasakan mual setiap pagi?" tanya Kezia kepada suaminya.

__ADS_1


"Hmm, iya hanya kurang lebih 3 bulan. Tidak hanya mual saja sih, aku juga merasakan pusing setiap pagi dan bahkan menjadi pemilih saat aku mau makan."


"Sayang aku jadi kasihan sama kamu, kan seharusnya aku yang merasakan hal itu karena aku yang hamil. Kamu pasti rasanya tersiksa karena harus kuliah dan bekerja saat di Korea."


"Tidak apa, aku justru senang bisa meringankan beban kamu sayang," ucap Revano.


"Eh? Kok bisa seperti itu ya?" tanya Elena.


"Ya, karena suamiku mengalami Sindrom Couvade atau biasa disebut kehamilan simpatik. Kata Dokter sih karena ada ikatan batin antara sang anak dan ayahnya," ucap Kezia menjelaskan.


"Tapi aneh saja Kezia, kamu yang hamil tapi yang mual dan pusing Revano."


"Hmm, biarkan saja. Aku juga berharap Keano juga seperti itu nanti saat kamu hamil," ucap Kezia diakhiri dengan tawanya.


"Aku jadi ingin melihat kalian segera menikah dan menyusul kami punya anak," jawab Revano.


"Kalian tenang saja. Elena pasti akan segera mengandung anakku. Kalian bisa pegang janji ku," ucap Keano terang-terangan.


"Hah??" Elena terkejut.


"Tapi, aku belum siap," ucapnya kembali.


"Siap gak siap Elena, kamu tidak ingin kan kalau suami kamu nantinya berpindah ke lain hati?" ucap Kezia.


"Hmm iya," Elena hanya menjawab singkat.


"Jadi Elena sudah siap untuk hamil? Baguslah, aku juga tidak ingin kalah sama Revano. Aku juga akan buktikan janji ku." Batin Keano.


Keano akan membuat Elena segera mengandung anaknya. Elena akan menepati janjinya. Kakaknya bilang kalau sebelum anaknya lahir Elena juga harus sudah hamil. Keano orangnya tidak ingin mau kalahan. Jadi Keano akan buktikan nanti setelah menikah Elena akan segera mengandung anaknya. Meskipun tadi Elena bilang belum siap untuk punya anak. Tapi nanti Keano akan membujuknya. Keano yakin Elena pasti akan mau menuruti keinginannya untuk punya anak. Papanya juga gitu menyarankan agar setelah menikah segera untuk memberikannya cucu. Papanya juga pernah bilang kalau saat itu setelah menikah sebulan Mama Sonya langsung mengandung Kezia. Itu yang membuat Keano juga ingin segera mempunyai anak dari wanita yang dicintainya.


...*****...

__ADS_1


Elena dan Keano sedang foto prewedding. Mereka terlihat begitu mesra saat saling berpandangan. Elena tidak menyangka akan menikah dengan Keano, laki-laki yang usianya lebih muda darinya. Elena pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan lagi. Seperti dirinya pernah mencintai Reno. Tapi akhirnya Elena lega saat tahu Keano juga mencintainya. Calon suaminya itu bahkan lebih muda dan lebih ganteng dari Reno. Elena bersyukur bisa memiliki Keano, laki-laki yang populer di kampus itu ternyata akan menjadi suaminya. Elena juga lega Keano belum pernah berpacaran, seperti dirinya juga seperti itu. Elena berpikir bahwa berpacaran hanya membuang-buang waktu saja. Elena tidak ingin sakit hati. Maka dari itu Elena ingin langsung menikah saja dan akhirnya impian itu akan segera terwujud.


Undangan pernikahan sudah disebar dua hari yang lalu mereka juga sudah fitting baju pengantin. Mereka sengaja tidak ada foto pada undangan pernikahannya. Keano dan Elena berpikir bahwa foto prewedding akan dipajang saja saat mau masuk ke gedung pelaminan. Karena undangan kan akan dibuang setelah nanti dibaca jadi mereka memilih untuk memajang foto prewedding mereka saat acara pernikahannya saja.


__ADS_2