
Rey melajukan mobilnya dengan dengan kecepatan sedang. Rey tidak ingin terlalu ngebut karena ada anak dan istrinya yang harus ia jaga kecuali saat dirinya hendak pulang dari kantor menuju rumahnya dan ingin segera bertemu dengan istri tercintanya dan anaknya yang masih di dalam kandungan Risa.
Di saat sudah masuk ke dalam lingkungan perumahannya Rey melihat ada seekor kucing yang terdiam di tengah jalan. Rey memberhentikan mobilnya sejenak. Rey tidak tega untuk mengusir kucing yang sedang ada di tengah jalan itu yang sedang memakan makanannya yang baru saja ia dapatkan. Tak berfikir panjang dan tanpa persetujuan Risa, Rey lalu keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati kucing tersebut. Rey menggendong kucing tersebut dan lalu masuk ke dalam mobilnya. Risa mengernyitkan dahinya saat Rey akan membawa kucingnya ke rumah.
"Rey apa yang kamu lakukan? Kamu mau memelihara kucing itu?"
"Iya sayang kasihan sepertinya dia tidak ada yang punya. Kalau kita rawat kucing ini gimana?"
"Aku sudah punya Chelsea dan Chika di rumah. Kamu kok seperti Karin sih asal saja lihat kucing di jalan mau di bawa pulang. Kita kan tidak tahu dia sehat apa tidak."
Risa juga punya kucing di rumahnya tapi Risa rawat dengan baik dan kadang Risa menitipkan kucingnya untuk dirawat di salah satu tempat penitipan kucing agar kucingnya dirawat dulu dan setelah sehat baru diantar ke rumahnya.
Chelsea dan Chika adalah nama kucing Risa di rumah. Risa setiap bulan memeriksakan Chelsea dan Chika ke dokter hewan. Namun semenjak Risa menikah dengan Rey dan hamil. Risa jarang pulang ke rumahnya karena Risa harus ikut dan tinggal bersama suaminya. Risa sesekali pulang ke rumahnya setelah pulang kuliah meskipun hanya beberapa jam saja. Dalam seminggu mungkin Risa hanya beberapa jam di rumah orang tuanya. Kadang weekend pulang ke rumah dan kadang juga tidak kalau ngidamnya sudah mulai lagi.
"Sepertinya dia sehat kok sayang kucingnya. Boleh ya aku bawa pulang ke rumah? Nanti biar dimandikan sama Bi Ijah, sambil menunggu dokter hewannya datang nanti biar tahu kondisi kucingnya sehat atau tidak," ucapnya sedikit ragu tapi seperti memaksa sedang memohon.
"Hmm..............." Risa hanya berdehem saja.
Rey pun mulai menyetir mobilnya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya untuk memegang tubuh kucing tersebut. Sebenarnya Rey ingin meminta tolong Risa agar dia mau sementara memangku kucingnya. Tapi Rey teringat kembali perkataan Risa bahwa kucing jalanan itu dalam keadaan sehat atau tidak ia juga tidak tahu. Rey juga memikirkan saat ini Risa juga sedang hamil. Takutnya nanti kucingnya beneran membawa penyakit.
Setelah sampai rumah Rey langsung mencari Bi Ijah Rey berpesan agar segera memanggil dokter hewan dan sementara dokternya datang Bi Ijah memandikan kucingnya. Rey langsung menuju ke kamar mandi karena sakit perut habis makan rujak buah tadi. Setelah dokter menyatakan kucingnya dalam keadaan sehat, Rey membawanya ke kamarnya. Risa membolakan matanya saat Rey membawa kucing tersebut ke kamar pribadi mereka. Risa ingin marah dengan Rey tapi dia tahan karena tidak ada alasan baginya untuk mengeluarkan kucingnya dari kamarnya. Soalnya tadi dokter mengatakan bahwa kucing jalanan tersebut dalam kondisi sehat. Hanya perlu di beri makan yang mengandung vitamin untuk tumbuh kembangnya. Rey gemas dengan kucing yang baru saja ia temukan beberapa jam yang lalu.
"Sayang kucingnya sudah mandi dan sehat."
Risa hanya diam saja karena Rey sedang asyik dengan hobby barunya. Sedangkan RIsa sedang mengelus Baby R di dalam perutnya.
"Daddy mu punya hobby baru sekarang nak. Jadi mulai melupakan kita. Mommy akan sabar, tapi lama-lama kalau Daddy mu masih seperti ini Mommy gak kuat. Kita akan pulang ke rumah Mommy saja." batin Risa sambil mengusap perutnya dan anaknya merespon dengan tendangannya seperti mengiyakan perkataan Risa barusan.
Tak lama kucingnya terlepas dari genggaman Rey dan berjalan mendekati Risa. Betapa terkejutnya Risa saat kucing tersebut tiba-tiba memeluknya dan menempelkan pipinya ke dalam perut Risa. Seolah-olah ingin mengajak bicara Baby R yang masih di dalam kandungan. Risa pun terheran dengan kucing yang baru saja ditemukan Rey bisa tahu bahwa ada nyawa di dalam perut Risa. Sesekali mengeong saat masih di dalam pangkuan Risa.
"Hmm sayang, Chiko kok tahu ya kalau kamu sedang hamil?" Rey memberikan nama kucing yang baru ia temukan dengan nama Chiko.
"Mana aku tahu Rey."
__ADS_1
"Mungkin Chiko ingin mendengarkan Baby R atau merasakan tendangannya yang masih di dalam kandunganmu sayang," ucapnya terkekeh.
Rey langsung berjalan mendekati Chiko. Rey lalu mengambil alih Chiko dan mencium kucingnya.
"Kamu tahu ya Chiko bahwa disana ada Baby R."
"Meongggg...................." Chiko hanya bisa mengeong saja.
"Hobby baru kamu ya sekarang, lebih pilih cium kucing dari pada cium anak dan istri kamu." Risa cemberut.
"Loh, sayang kamu jangan salah paham."
"Emang gitu kan kenyataannya? Bahkan kamu melupakan kebiasaan kamu untuk memperhatikan Baby R?"
"Ah iya aku lupa kalau bumil sensian." batin Rey.
Risa hari ini ngambek dan mendiamkan Rey dari tadi.
"Huft, bagaimana ini? Katanya tadi suruh cek kucingnya sama dokter hewan bahwa kucingnya sehat atau tidak. Setelah sehat Risa ngambek." batin Rey.
Seketika Risa sedang ingin makan bolu gulung. Risa melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Risa langsung menuju ke arah dapur menggunakan celemeknya dan segera membikin adonan bolunya. Risa hari ini ingin membuat bolu gulung selai blueberry kesukaannya yang kebetulan juga kesukaan Papi Aldi. Mami Ana yang melihat Risa di dapur pun bertanya.
"Sayang kamu bikin apa?"
"Bikin bolu gulung Mami. Habis di kamar Rey punya hobby baru jadi cuekin Risa."
"Hobby baru apa nak?"
"Tuh Mi perhatian sama kucing yang baru saja ditemukan tadi di jalanan. Barusan kucingnya di cium-cium sama Rey. Bahkan melupakan kebiasaannya untuk memperhatikan Baby R," ucapnya sambil menakar bahan yang akan dijadikan adonan.
"Astaga Rey ini tidak tahu apa, bahwa ada istri dan anaknya juga perlu diperhatikan." batin Mami Ana mulai geram.
"Nanti Mami tegur Rey ya sayang? Biar Rey lebih perhatian sama kamu dan Baby R."
__ADS_1
"Tidak usah Mami biarin saja."
Setelah beberapa puluh menit akhirnya bolu gulung selai blueberry buatan Risa sudah jadi. Risa langsung mengirisnya di piring. Mami Ana sedang membuatkan teh untuk suaminya karena sebentar lagi Papi Aldi pulang. Tak lama kemudian Papi Aldi datang pulang dari kantor.
"Wah Mami sama Risa lagi di dapur nih. Lagi pada ngapain?"
"Risa baru selesai bikin bolu gulung selai blueberry Pi."
Mami Ana langsung memberikan teh hangatnya kepada suaminya. Papi Aldi menerimanya dan langsung meminumnya.
"Wahh nak kamu bikin bolu gulung?"
"Iya Papi, ini silahkan di coba."
"Rasanya masih sama, seperti waktu itu yang kamu bikin di rumah orang tuamu nak."
"Iya memang takarannya sama kok Pi Risa bikinnya. Mami ayo silahkan di coba."
Mami Ana pun mengambil boli gulung buatan menantunya. Setelah itu Risa baru mengambil untuknya. Tadinya Risa sedang ngidam ingin memakan bolu gulung kesukaannya saat telah matang. Tapi berhubung Risa menghormati kedua mertuanya Risa mempersilahkan kedua mertuanya untuk mencicipinya terlebih dahulu baru Risa.
"Loh Rey kok tidak terlihat nak? Apa Rey sedang tidur?"
"Rey punya hobby baru Papi," ucap Risa.
"Hobby baru apa nak?"
Risa lagi makan bolu gulungnya. Mami Ana lalu menjawab pertanyaan suaminya.
"Mencium kucing jalanan yang baru saja ia temukan Papi. Tadi Bi Ijah juga udah mandiin kucingnya tak lama kemudian ada dokter hewan kemari untuk cek kondisi kucingnya dan kucingnya ternyata sehat." ucap Mami Ana.
"Apa? Dasar anak itu!" ucap Papi Aldi.
"Mami, Papi mau mandi dulu ya. Mami temani Risa disini."
__ADS_1
"Iya Pi."
Papi Aldi dengan segera berjalan menuju kamarnya. Sebelum melangkahkan kakinya menuju kamar Papi Aldi akan menegur Rey terlebih dahulu agar tidak terlalu perhatian pada kucingnya. Agar Rey terbuka hatinya ada istri dan anak yang masih di dalam kandungan yang harus diperhatikan. Papi Aldi tidak ingin Rey nantinya menyesal jika tidak terlalu memperhatikan Risa dan bayinya.