
Kenzo memang suami yang bisa diandalkan. Mengurus anak sekaligus mengurus istri yang sedang ngidam. Saat Sonya sudah selesai makan salad buahnya kembali. Sonya puas dengan ngidamnya kali ini. Salad buahnya benar-benar enak.
"Sayang, terima kasih ya. Salad buahnya benar-benar enak bahkan aku sampai nambah."
"Sayang, jangan berterima kasih kepadaku. Harusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena kamu telah hamil lagi.Aku bahagia sebentar lagi Kezia akan punya adik," ucapnya tersenyum.
Sonya bahagia memiliki suami siaga seperti Kenzo. Saat dirinya hamil Kenzo yang masak untuknya. Ngidamnya kali ini benar-benar membikin Sonya tidak bisa masak sama sekali. Karena setiap bau bawang Sonya pasti muntah. Kenzo yang harus memasak untuknya karena Sonya hanya mau makan masakannya Kenzo dan Kenzo pun tidak keberatan untuk memasak untuk Sonya karena ini juga permintaan dari anaknya yang masih didalam kandungan.
...*****...
Di kamar mandi saat ini Risa mau mandi. Risa saat ini sedang kedatangan tamu bulanannya. Kebetulan sekali pembalutnya sedang habis. Risa mau tidak mau menyuruh Rey untuk membelikannya.
"Rey............" Risa berteriak memanggil suaminya.
"Sayang ada apa kok teriak-teriak?"
"Aku lupa membeli pembalut kemarin saat kita belanja bulanan. Sekarang belikan aku pembalut di supermarket."
Rey membolakan matanya saat Risa menyuruhnya untuk membeli pembalut di supermarket.
"Baik sayang, tunggu sebentar ya."
"Cepetan!"
Rey segera berlari keluar dari kamarnya.
"Kalau lagi datang tamu bulanannya Risa kembali galak. Bahkan lebih galak dari Mami." Gerutu Rey.
Reno sekarang sedang main dengan Mami Ana. Rey pikirannya terbesit bahwa mau minta pembalut saja pada Maminya.
"Mami, Risa sedang butuh pembalut. Apakah Mami punya?"
"Punya sayang ambil saja di laci meja rias Mami. Adanya di laci paling bawah. Laci yang sebelah kiri ya sayang. Mami masih punya 2 bungkus, ambil saja satu nak."
"Iya Mami."
__ADS_1
Rey akhirnya lega bahwa Maminya punya pembalut. Mami Ana menikah muda dengan Papi Aldi jadi Mami Ana masih mengalami menstruasi saat ini. Rey dengan cepat berjalan menuju kamar Maminya dan mencari yang istrinya butuhkan. Rey mengambil 1 bungkus pembalut dan segera menutup pintu kamar orang tuanya. Rey berjalan kembali ke kamarnya.
"Sayang, ini pembalutnya sudah ada."
Risa menyembulkan kepalanya sedikit keluar untuk mengambil pembalutnya.
"Rey bukan pembalut yang seperti ini. Lihat bungkusnya, ini tidak ada sayapnya. Kamu belikan aku pembalut yang bersayap."
"Sayang apa bedanya sih yang bersayap sama yang tidak bersayap kan sama-sama pembalut? Ini saja aku tadi minta sama Mami."
"Kembalikan ke Mami aku ingin pembalut yang bersayap. Cepat belikan Rey!" ucap Risa sambil menutup pintu kamar mandi.
"Kamu ingin yang bersayap? Baiklah akan aku belikan sayang," ucap Rey sambil berjalan keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar Maminya lagi mengembalikan pembalut ke tempat semula.
Rey berjalan keluar dari kamar orang tuanya. Mami Ana melihat Rey akan keluar rumah pun langsung bertanya kepada anaknya.
"Rey, mau kemana kamu nak?"
"Mau beli pembalut Mami. Risa tadi gak mau, katanya ingin yang ada sayapnya. Padahal bersayap atau tidak kan sama saja Mami."
"Memang beda sayang. Ya sudah kamu cepat belikan pembalutnya sebelum Risa marah-marah. Kamu tahu sendiri kan wanita yang sedang dapat tamu bulanannya akan cepat marah."
"Makanya sayang, kamu cepat berikan cucu kedua untuk Mami biar kamu gak kena semprot istrimu kalau sedang datang tamu bulanan. Coba lihat Reno sekarang sudah besar, Reno sudah bisa duduk sendiri. Reno sudah pantas untuk punya adik sayang."
"Tahu lah Mami jangan bikin Rey tambah pusing deh. Rey berangkat ke supermarket dulu ya Mami. Assalamualaikum," ucapnya sambil mengecup punggung tangan Mami Ana.
"Wa'alaikum Salam hati-hati ya nak jangan ngebut-ngebut."
"Iya Mami Rey gak akan ngebut-ngebut. Rey masih sayang dengan nyawa Rey. Apalagi ada Risa dan Reno yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab Rey," ucapnya sambil keluar rumah.
"Huh dasar anak itu, orang tua belum selesai bicara main pergi saja," ucap Mami Ana kesal dengan anaknya.
"Lihat sayang, Daddy Rey bikin Oma kesal. Daddy jadi ikutan emosi gara-gara Mommy kamu sedang dapat tamu bulanannya."
Reno hanya tersenyum mendengar perkataan sang Nenek.
__ADS_1
"Semoga saja Reno akan segera punya adik. Apa aku meminta bantuan sama Yudha lagi ya?"
Seketika Mami Ana teringat bahwa sekarang Yudha sudah punya istri dan baru saja kemarin menikah dengan Karin. Mami Ana pun mengurungkan niatnya untuk bertanya dengan Yudha karena tidak ingin mengganggu pasangan pengantin baru tersebut.
Rey sekarang sudah sampai ke supermarket untuk membeli yang istrinya butuhkan. Rey bingung pilih yang mana. Rey akan meminta bantuan dan kebetulan ada ibu-ibu yang sedang mengambil pembalut. Ibu-ibu tersebut sedang hamil 9 bulan dan sedang membeli pembalut untuk nanti saat nifas.
"Bu, bisakah saya minta tolong?"
"Minta tolong apa nak?"
"Saya ingin tahu pembalut yang ada sayapnya yang seperti apa ya Bu?"
"Yang seperti ini nak," ucap sang ibu tersebut sambil mengambil sebungkus pembalut.
"Oh iya terima kasih ya Bu."
"Sama-sama. Beli buat pacar kamu nak?"
"Tidak Bu untuk istri saya."
"Oh sudah beristri. Kirain belum menikah, soalnya kamu masih muda nak."
"Hehe iya Bu, saya memang nikah muda."
Ibu-ibu tersebut lalu pergi saat sudah selesai apa yang dia cari. Rey lalu mengambil beberapa pembalut yang istrinya butuhkan. Karena Risa tadi tidak memberitahu mereka apa yang biasa dipakainya. Akhirnya Rey membeli berbagai macam pembalut agar Risa bisa memilihnya yang mana yang dirinya butuhkan. Trolley Rey penuh dengan pembalut. Para pengunjung supermarket tersebut terpana dengan ketampanan Rey dan seketika langsung terkejut saat melihat isi trolley-nya.
"Ah, aku ingin punya suami seperti itu," ucap salah satu pengunjung supermarket.
"Aku juga, Masnya udah ganteng pengertian lagi sama pacarnya," ucap temannya.
Rey tidak menghiraukan omongan mereka dan langsung saja menuju ke kasir. Mbak kasirnya tersenyum saat melihat semua belanjaan Rey.
"Buat pacarnya ya mas? Belinya sampai banyak gitu?" ucapnya dengan senyuman.
"Buat istri saya!" Rey menjawab dengan tegas dan dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Sedikit cepat ya Mbak, istri saya sudah membutuhkannya dan anak saya nanti keburu nangis lama-lama saya tinggal. Anak saya tidak bisa terlalu lama jauh-jauh sama saya," ucap Rey yang membuat semua orang terkejut.
Seketika dua orang yang memuji ketampanan Rey tadi terkejut saat mengetahui Rey sudah menikah. Mbak kasirnya juga ikutan terkejut karena Rey masih muda dan wajahnya terlihat masih imut tersebut ternyata sudah punya istri dan bahkan sudah punya anak. Rey bicara seperti itu karena para wanita itu sepertinya menyukainya jadi Rey berusaha untuk menghindar dengan berbicara sudah punya istri dan anak.