Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Tidak Tega


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗



Rio sedang melamun dan pikirannya bercabang saat tahu kenyataan yang sebenarnya ia kecewa dan mulai membenci mertuanya. Melihat gerak-gerik suaminya yang aneh Reva lalu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Sayang, kenapa kamu melamun? Apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Eh, tidak ada kok sayang. Hanya saja besok pagi ada meeting di kantor."


"Hmm jadi seperti itu..."


"Iya sayang, jadi kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh ya."


Belum sempat menjawab perkataan suaminya namun Reva merasakan kembali kedua anaknya menendang perutnya.


"Auwww...... Aduh sayang, kedua anak kita sudah lapar nih. Mereka sepertinya sedang demo dan terus menendang perutku."


Rio lalu mengusap perut istrinya.


"Anak-anak jangan membuat Mama kesakitan ya? Kita makan yuk... Kalian dari tadi nungguin Papa pulang untuk makan bersama kan?"


Kedua anaknya itu lalu meresponnya dengan tendangannya. Rio bahagia saat merasakan tendangan kecil dari dalam perut istrinya.


"Anak-anak yang pintar. Sayang, mereka belum lahir saja tapi sudah pintar," ucapnya yang lalu melihat ke wajah istrinya.


"Iya, mereka semakin aktif menendang-nendang dalam perutku padahal baru 5 bulanan kehamilanku. Tapi perutku sudah sebesar ini," ucap Reva menunjuk perutnya.


Rio lalu teringat sesuatu saat mereka dulu sebelum menikah dan Reva itu takut untuk hamil.


"Sayang, aku bahagia kamu mau mengabulkan keinginan aku untuk kita program bayi kembar."


"Apapun akan kulakukan untukmu asalkan kamu bahagia sayang. Karena kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan aku juga..."


Reva begitu tulus mengucapkannya.


"Aku semakin kagum sama kamu sayang. Makasih ya istriku," ucap Rio yang lalu mengecup bibir Reva sekilas.


Rio lalu mengecup perut sang istri dua kali. Reva selalu bahagia jika Rio perhatian seperti ini terhadap kedua anaknya.


"Sayang, ayo kita makan. Kamu dan kedua anak kita sudah lapar kan?"


"Hmm iya, si kembar sudah sangat kelaparan."


Setelah sampai di ruang makan Reva lalu menghangatkan kembali sayur dan juga ayam goreng kesukaan suaminya. Rio melihat gerak-gerik Reva yang dengan cekatan. Padahal tadi matanya sudah ngantuk karena saking lamanya menunggu suaminya pulang. Namun Reva juga lapar karena belum makan malam. Perutnya itu harus segera untuk diisi karena sekarang dia tidak sendirian. Ada kedua anaknya yang juga butuh asupan makan.


"Aku tidak bisa jika untuk membalas dengan cara mengabaikan kamu sayang. Aku begitu mencintaimu. Namun aku juga begitu kecewa dengan Papa kamu." Batin Rio sambil mengaduk-aduk makanannya.


Namun Rio juga masih merasakan sakit hati setelah mengetahui masa lalu kedua orangtuanya. Terlebih Reva adalah anak dari Revano, orang yang mengabaikan Mamanya dulu saat Rio masih dalam kandungan Mama Viona.

__ADS_1


Rio masih saja mengaduk-aduk makanannya.


"Loh sayang kok gak dimakan? Atau makanannya tidak enak ya karena dihangatkan lagi. Aku goreng ayam yang baru lagi ya sayang. Tunggu sebentar ya sayang. Gak akan lama kok," ucap Reva yang lalu beranjak dari tempat duduknya sambil memegang perutnya.


"Sayang tidak usah," ucap Rio yang menggenggam tangan Reva, mencegah istrinya untuk masak lagi.


"Tadi aku hanya tidak berselera makan karena memikirkan meeting besok pagi," ucapnya kembali.


"Tapi kamu dari tadi belum memakannya loh."


"Aku mau disuapin kamu," ucap Rio merajuk.


"Lihatlah nak, Papa kalian manja sekali."


Rio tersenyum saat istrinya berbicara seperti itu. Rio dan Reva lalu duduk kembali.


"Ayo aku suapin sayang..."


Rio makan dengan lahap saat disuapin istrinya. Reva bahagia suaminya itu akhirnya mau makan.


"Sudah sayang, aku sudah sangat kenyang..."


"Masih ada sekitar 2 sendok. Ayo makan lagi."


Reva lalu menyuapi suaminya kembali. Rio hanya pasrah dan terus mengunyah makanan yang baru saja istrinya suapin.


"Sayang, nanti aku gendut," ucap Rio yang lalu mengerucutkan bibirnya setelah selesai menelan makanannya.


"Sekarang giliran aku yang akan menyuapi kamu."


Mereka begitu mesra dan saling suap-suapan. Reva bahagia pernikahannya langgeng dan sebentar lagi kedua buah hatinya akan lahir. Mereka harus menunggu sekitar 4 bulanan lagi


Setelah makan bersama mereka lalu ke kamar.


"Sayang, apa kamu tadi sudah sholat?"


"Belum," jawab Rio singkat.


"Ya sudah kamu sholat dulu ya."


Rio mengangguk pelan dan lalu menuju ke kamar mandi. Setelah membersihkan tubuhnya dan berwudhu akhirnya Rio keluar dari kamar mandi. Karena Reva tadi sudah sholat maka dia langsung menuju ke ranjangnya. Reva mengusap-usap perutnya dan tidak menyangka program hamilnya bisa sukses.


"Alhamdulillah setelah kehadiran kalian. Papa Rio semakin perhatian sama Mama," ucap Reva lirih namun Rio masih mendengarnya.


Rio yang sudah selesai sholat lalu menyusul istrinya ke ranjang.


Cup!


Satu kecupan mendarat dengan cepat pada kening Reva.

__ADS_1


"Sayang ayo kita tidur."


"Hmm iya......."


"Selamat tidur juga anak-anak," ucap Rio yang lalu mengecup perut istrinya dua kali.


"Selamat tidur juga Papa," ucap Reva menirukan suara anak kecil.


"Sayang kamu gemesin banget sih. Lihatlah pipi kamu semakin terlihat chubby," ucap Rio mencubit kedua pipi istrinya.


Reva lalu takut akan bernasib sama dengan temannya. Karena temannya itu juga ditinggalkan oleh suaminya saat sedang hamil.


"Rio, berjanjilah padaku jika kamu tidak akan pernah menduakan aku."


"Eh?? Kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku sangat mencintaimu. Tidak mungkin aku akan menduakan kamu terlebih kamu sedang hamil dua anakku."


"Aku hanya takut," ucap Reva yang lalu air matanya menetes.


"Aku jadi tidak tega ingin balas dendam sama kamu. Karena sebenarnya itu adalah salah Papa kamu." Batin Rio.


"Sayang kamu jangan berpikiran bermacam-macam ya. Aku tidak akan pernah menduakan kamu," ucap Rio sambil menghapus air mata istrinya.


"Berjanjilah padaku Rio," pinta Reva.


"Iya, aku berjanji. Aku tidak akan pernah mengkhianati cinta suci kita."


"Aku berharap kamu tidak akan pernah membohongiku..."


Deg..... Deg.....!


Rio jantungnya berdegup kencang saat ini. Terlebih ia merahasiakan tentang rahasia kehidupan Mamanya dan mertuanya pada masa lalu.


Reva lalu memeluk suaminya dengan erat. Perasaan takut kehilangan semakin dekat saat kehamilannya akan bertambahnya bulan. Reva hanya tidak ingin bernasib sama dengan temannya yang ditinggalkan saat sedang hamil.


"Sayang, sebaiknya kita tidur. Ini sudah malam. Ibu hamil seperti kamu tidak boleh tidur terlalu malam. Kamu harus selalu menjaga kesehatan agar selalu sehat."


"Iya sayang. Aku mau tidur sambil memelukmu."


Rasa takut Reva akan kehilangan suaminya pun semakin besar.


"Baiklah, peluklah aku sesuka hatimu. Justru aku bahagia jika kamu bisa manja seperti ini," ucap Rio tersenyum tipis.


Rio lalu membenarkan bantal dan berbaring. Kemudian Reva mulai merebahkan tubuhnya dan menghadap ke suaminya. Reva memeluk suaminya dengan erat. Reva ingin terus seperti ini, bersama suaminya. Mereka tak lama kemudian menuju ke alam mimpi.


Berikan dukungan vote gratis setiap seminggu sekali (tanpa mengurangi poin kalian) makasih ❤️



Readers kesayangan sambil menunggu cerita selanjutnya jangan lupa tinggalkan like 👍

__ADS_1


Yuk dukung author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗



__ADS_2