Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Aku Tidak Mau Dijodohkan!


__ADS_3

Mereka semua sudah duduk di sofa ruang keluarga. Mereka menikmati jus buatan Sonya.


"Segar sekali Mama jusnya."


"Iya nak, kamu harus sering minum jus ya nak. Sangat bagus untuk kandungan kamu. Lagian bagus juga untuk kesehatan."


"Iya Mama."


"Bagaimana dengan kandungan kamu nak?"


"Anakku sehat Mama," ucap Kezia sambil mengelus perutnya.


"Aku bahagia nak, kalian akhirnya bersatu."


"Iya Papa. Aku tidak menyangka akan menjadi Papa muda secepat ini." Revano tersenyum manis.


"Kamu seperti Rey nak. Dulu Daddy kamu itu juga umur 19 tahun akan menjadi seorang ayah. Dulu Risa hamil Reno saat umurnya 20 tahun. Aku tak menyangka bahwa kamu juga seperti dirinya. Istri kamu juga umurnya jauh lebih tua."


"Papa bilang aku tua?"


"Tidak sayang, memang kenyataannya seperti itu kan? Umur kamu lebih tua 3 tahun dari Revano."


Sonya mengkode dengan kedipan mata agar tidak berbicara sembarangan. Kenzo jadi teringat bahwa ibu hamil sensitif dan harus berbicara dengan hati-hati dengannya. Tak lama kemudian Keano datang dengan membawa beberapa buku yang ada ditangannya.


"Assalamualaikum......"


"Wa'alaikum Salam....."


Keano melihat Revano sudah datang. Keano tersenyum tipis melihat Kakak iparnya datang.


"Aku berharap Revano selamanya akan bahagia bersama Kak Kezia." Batin Keano.


"Sayang, kesini sebentar nak. Kakak ipar kamu baru saja datang."


"Iya, kamu jangan melamun disitu saja Revano," ucap Kenzo.


Keano lalu membuyarkan lamunannya.


"Eh? Revano....." Keano hanya memanggil Revano dengan sebutan nama saja. Tidak mau memanggilnya Kakak karena usianya jauh lebih muda darinya 2 tahun.


Keano mengecup tangan Sonya dan Kenzo kemudian bersalaman dengan Kezia dan Revano.


"Hai adik ipar. Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik-baik saja Rev. Kamu kemana saja selama ini?" Tanyanya penasaran.


"Aku kuliah dan bekerja di Korea."


Keano manggut-manggut mengerti.


"Minum dulu sayang, kamu pasti haus nak," ucap Sonya.

__ADS_1


Keano lalu meminum jus buatan Mamanya.


"Revano, kamu tahu tidak kalau Kak Kezia sangat merindukan kamu selama ini?"


"Aku juga sangat merindukannya selama ini. Sayang ternyata kamu sangat merindukan aku selama ini. Aku bahagia sayang," ucap Revano menggenggam tangan Kezia.


"Iya sayang, aku sangat merindukanmu suamiku," ucap Kezia dengan senyuman.


"Hadehh, kalian ini sekarang sudah bucin level dewa. Panggilannya sekarang sayang-sayangan. Kemarin saja kalian seperti Tom and Jerry. Selalu saja ribut."


"Iri bilang bos!" Kezia terkekeh.


"Makanya kamu cari istri dong nak," ucap Kenzo.


"Iya nak, apa kamu tidak ingin seperti Kakakmu? Mereka bahagia akan mempunyai anak. Apa kamu tidak ingin seperti mereka nak?" Tanya Sonya.


"Aku juga ingin Mama. Tapi nanti kalau sudah ketemu dengan jodohku. Aku juga akan menikah. Mama dan Papa tenang saja ya..."


"Tapi kapan nak? Sekarang saja kamu belum punya pacar."


"Mama dan Papa bersabarlah. Nanti kalau Keano sudah ketemu dengan wanita yang cocok. Keano akan bawa kehadapan Papa dan Mama."


Sonya lalu menengok ke arah Revano.


"Nak Revano, kamu punya kenalan tidak dengan wanita yang baik untuk Keano?" Tanya Sonya.


"Ada Mama. Anaknya Pak Ustadz dia tinggal di area pondok pesantren tempat Revano dulu mondok."


"Anaknya cantik atau tidak nak?" Tanya Sonya.


"Cantik kok Mama. Namanya Aulia Rahman. Putri dari Bapak Arif Rahman."


Seketika Kezia langsung mencubit perut Revano.


"Sayang kok aku kamu cubit sih?"


"Karena kamu ganjen! Kamu memuji Aulia cantik!"


"Astaga sayang, kamu jangan cemburu dong sayang. Kita kan mau menjodohkan Keano dengan Aulia."


"Aku tidak mau dijodohkan!"


"Keano kamu coba saja dulu nak. Siapa tahu jodoh."


"Iya sepertinya Aulia juga tidak ingin berpacaran Papa. Dia sepertinya ingin langsung dikhitbah dan menikah."


"Nah, pasti dia gadis yang baik-baik," ucap Sonya dengan senyuman.


"Intinya aku tidak mau dijodohkan!" Keano lalu beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang keluarga.


Keano mendengus kesal dan berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


"Anak itu sangat keras kepala sekali..."


"Seperti kamu kan."


"Sudah Papa sama Mama jangan ribut sendiri."


"Iya, urusan Keano biar kita saja ya Papa dan Mama yang urus," ucap Kezia.


"Sayang, nanti saat kamu tujuh bulanan saja aku undang Aulia. Biar kita bisa mempertemukan Aulia dengan Keano."


"Iya sayang aku setuju. Bagaimanapun juga aku ingin yang terbaik untuk adikku."


"Benar nak. Lebih cepat lebih baik. Semoga saja Aulia memang benar jodohnya Keano."


"Iya Papa..."


Di kamarnya Keano sedang kesal. Keano menaruh tas dan bukunya ke meja belajarnya.


"Kenapa mereka harus menjodohkan aku sih? Memangnya aku tidak bisa cari pendamping hidup sendiri saja dan kenapa juga harus anaknya Pak Ustadz. Pasti akan penuh dengan ceramah nanti jika aku menikah dengannya," ucap Keano bergerdik ngeri membayangkan jika menikah dengan Aulia.


Bayangan Keano kalau Aulia itu gadis yang cerewet karena biasanya anak tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Jika sang ayahnya seorang Ustadz pasti anaknya juga akan bisa ceramah. Keano tidak mau punya istri yang selalu mengomelinya setiap saat.


"Aku harus cari pacar. Tapi siapa ya yang mau jadi pacarku? Aku kan tidak pernah dekat dengan gadis manapun." Kini Keano resah.


Keano tidak ingin dijodohkan dengan anak dari Pak Ustadz yang bernama Aulia Rahman itu. Keano ingin mencari pasangan hidup atas pilihannya sendiri. Karena menikah itu tidak bisa dipaksakan. Keano tidak ingin seperti Kakaknya Kezia yang menikah secara paksa karena Reno kabur. Ya, meskipun Kakaknya sekarang sudah mencintai Revano tapi Keano tidak ingin bernasib seperti Kezia.


Seketika Keano teringat dengan gadis cantik yang tak sengaja menabraknya beberapa hari yang lalu. Gadis itu tak sengaja telah menumpahkan minumannya di kemejanya. Karena terburu-buru akhirnya gadis itu meminta maaf dan memberikan kartu nama kepadanya. Gadis itu akan mengganti rugi atas kelalaiannya yang tak sengaja menumpahkan minuman.


"Gadis cantik itu... Kenapa aku jadi terbayang dengan wajahnya?" Gumamnya.


Keano lalu mengambil kartu nama di tas yang pernah gadis itu berikan padanya. Di kartu nama tersebut tertulis nama, nomor telepon dan alamat kantor dari gadis tersebut.


"Elena Putri Pratama. Nama yang cantik, secantik wajahnya," ucap Keano tersenyum tipis.


Seketika Keano melotot dengan apa yang diucapkannya barusan.


"Eh? Mikir apa aku tadi? Aku telah memuji gadis itu?" ucapnya kembali.


Karena penasaran akhirnya Keano mengetik nomor gadis cantik yang ada di kartu nama tersebut. Keano mengirimkan pesan WhatsApp kepada Elena.


"Sudah terkirim tapi tidak segera dibaca. Aku kok jadi mengharapkan dia mau membalas pesan WhatsApp dariku?"


"Ah, tau lah. Sebaiknya aku pergi mandi saja biar pikiranku bisa terlepas darinya." Keano lalu meletakkan hp di atas nakas.


Akhirnya Keano memutuskan untuk mandi karena badannya sudah lengket. Keano ingin memenangkan pikirannya karena dari tadi terbayang wajah cantik Elena. Sebenarnya Keano ingin bertemu dengan Elena lagi.


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙



Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙

__ADS_1



__ADS_2