Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Aku Tidak Ingin Berpisah Darimu


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya Revano memasak makanan spesial untuk istrinya. Tak lupa tadi Revano mencicipi masakannya terlebih dahulu dengan sendok. Setelah rasanya sudah pas lalu Revano meletakkan makanannya ke dua piring. Revano tidak pernah protes istrinya belum pernah memasak makanan untuknya. Revano berharap dengan apa yang tadi mereka lakukan akan membuka hati Kezia untuk menerimanya menjadi suaminya dan melupakan perasaannya dengan Reno. Harapan besar Revano adalah Kezia mengurungkan niatnya untuk bercerai darinya. Revano berharap Kezia akan segera mencintainya juga. Sekarang Revano sedang berjalan menuju ke kamar sambil membawakan makanannya untuk istrinya.


"Sayang, ayo kamu makan terlebih dahulu. Kamu pasti sudah lapar kan?"


Kini Revano mengganti nama panggilan kebiasaannya Kakak menjadi dengan Sayang.


"Aku tidak lapar," jawabnya ketus sambil menggelengkan kepala.


"Sayang, aku membuatkan kamu steak. Ini makanan kesukaan kamu bukan? Dengan susah payah aku telah membikin ini untukmu."


Aroma masakan steak yang Revano buat memang sangat menggiurkan. Kezia sebenarnya ingin memakannya sekarang. Namun rasa gengsinya terlalu besar. Karena saat ini Kezia sedang marah dengan Revano.


"Aku tidak mau memakan makanan dari orang yang aku benci."


Rasanya sakit sekali hari Revano ketika istrinya berbicara seperti itu. Tak lama kemudian terdengar suara perut Kezia.


"Kruyuk... Kruyuk......."


"Kamu tidak usah berbohong sama aku. Kamu harus makan sayang. Itu perut kamu sudah bunyi begitu dari tadi."


Kezia tetap diam saja tidak menoleh ke arah suaminya. Kezia masih kesal dengan Revano yang melakukan hal yang tidak dirinya inginkan.


Setelah Revano sudah keluar dari kamar. Kezia mengambil nampan yang berisi sepiring steak dan memakannya. Tak diragukan lagi masakan Revano memang enak. Mommy Risa memang mengajarkan kepada dua anaknya untuk bisa memasak. Tujuannya adalah jika istri dari anaknya sedang hamil atau melahirkan maka Reno dan juga Revano bisa menggantikan istrinya yang memasak. Namun selama ini bahkan Kezia tidak pernah memasak untuk Revano. Bahkan sekedar untuk membikin teh atau kopi untuknya saja baru sekali karena waktu itu Mama Sonya datang ke apartment dan Kezia harus berakting jika pernikahan mereka selayaknya seperti orang lain yang selalu bahagia dan terlihat mesra.


Revano kini sudah pergi meninggalkan kamar sambil membawa satu piring berisi steak untuknya. Padahal tadi Revano ingin memakan masakannya bersama dengan istrinya seperti biasanya mereka selalu makan bersama. Revano juga tak pernah protes jika seharusnya yang memasak seperti ini adalah Kezia. Revano yang melakukan semua hal yang seharusnya Kezia lakukan sebagai seorang istri. Revano lalu memakan steak sendirian.


"Aku hanya melakukannya karena aku mencintaimu dan agar kamu tidak terlalu berharap dengan Kak Reno. Karena hati Kakakku hanya milik Kak Sandra. Sampai kapan kamu akan marah dan mendiami aku Kak Kezia? Aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran. Jika aku tidak kuat maka aku juga akan menyerah dan berhenti mengejar cintamu." Lirihnya dan sekarang Revano kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Revano juga tidak akan kuat jika harus seperti ini terus menerus. Menjadi suami yang tidak dihargai dan tidak diperlakukan dengan baik seperti layaknya seorang suami.


...*****...


Saat pulang kuliah Revano melihat ke arah taman, Revano menghentikan mobilnya sebentar. Di taman banyak pasangan muda yang terlihat bahagia. Melihat kebersamaan para pasangan tersebut kadang Revano merasa iri dengan pasangan yang bahagia meskipun mereka datang ke taman hanya menaiki motor saja. Revano juga ingin seperti mereka. Meskipun kehidupan mereka yang sederhana namun mereka sangat bahagia. Revano merasa harta tidak selamanya memberikan kebahagiaan. Nyatanya dirinya mempunyai istri dan juga mobil namun tidak pernah jalan-jalan seperti itu. Air matanya kini sudah menetes membasahi pipinya.


Revano melihat pesan WhatsApp dari istrinya yang mengajaknya bertemu di sebuah Cafe. Revano langsung menghapus air matanya dan melajukan mobilnya ke arah Cafe. Revano bahagia kini Kezia mengajaknya untuk makan bersama. Padahal Revano tidak tahu kalau Kezia sudah menunggunya di Cafe dengan pengacaranya.


Revano kini sudah sampai di Cafe mereka janjian bertemu. Revano mengernyitkan dahinya saat melihat ada seseorang yang bersama dengan istrinya. Revano masih berdiri dan pengacara tersebut langsung berdiri dan menjabat tangan Revano.


"Selamat siang. Perkenalkan nama saya Hendra Saputra. Saya adalah pengacara istri Anda. Saya yang waktu itu membuat perjanjian pernikahan kontrak yang istri Anda inginkan."


"Untuk apa Kak Kezia mempertemukan aku dengan pengacaranya?" Batin Revano yang sedang bingung menebak apa tujuan istrinya mengajaknya bertemu dengan pengacaranya.


"Hmm iya." Jawabnya singkat.


"Mari silakan duduk biar kita bisa bicara lebih santai."


"Silakan dibaca terlebih dahulu sebelum Anda menandatanganinya."


Kezia dari tadi hanya diam saja tidak berbicara satu katapun. Revano bingung surat apalagi yang istrinya inginkan. Waktu itu surat perjanjian nikah kontrak dan ini surat apalagi. Revano masih memikirkan surat apa yang akan dirinya tandatangani. Karena penasaran akhirnya Revano membuka map berwarna hijau tersebut. Revano membulatkan matanya saat melihat surat tersebut.


"Surat gugatan perceraian?" ucapnya dengan lantang.


"Iya, kamu telah melanggar yang ada pada surat perjanjian nikah kontrak kita dan itu bisa mempersingkat perceraian kita."


"Sayang, tapi aku tidak ingin berpisah darimu."

__ADS_1


"Revano tandatangani saja surat itu. Setelah itu kamu bisa bebas melanjutkan hidup kamu."


"Sayang, kita harus bicara. Sekarang kita pulang dulu."


Kezia lalu pamit dengan pengacaranya untuk pulang duluan. Kezia tadi tidak membawa mobil ke Cafe jadi sekarang Kezia sudah berada di mobilnya Revano. Dengan cepat Revano melajukan mobilnya ke arah apartment. Mereka kini sudah sampai di apartment.


"Sayang apa yang kamu inginkan selalu aku berikan. Namun tidak untuk menandatangani surat perceraian ini."


"Revano kamu sudah melanggar perjanjian nikah kontrak kita. Kamu juga harus siap untuk berpisah dariku."


"Aku tidak ingin berpisah darimu sayang karena aku sudah sangat mencintaimu. Lihatlah aku, kamu akan tahu betapa tulusnya cintaku kepadamu," ucapnya sambil memegang kedua pipi Kezia.


Mereka kini saling memandang satu sama lain. Kezia melihat Revano sepertinya tidak berbohong. Kezia lalu melepaskan tangan Revano yang memegang dua pipinya.


"Sayang apa kamu tidak percaya kepadaku? Aku begitu tulus mencintaimu dan menyayangi kamu."


Kezia masih terdiam membisu.


"Sayang, aku tidak ingin berpisah darimu karena kita kan sudah........" Perkataannya tidak diteruskan karena matanya kini mulai berkaca-kaca saat ini karena Kezia ingin berpisah darinya.


"Kita sudah apa?" ucapnya ketus.


"Kita sudah melakukannya. Apa kamu tidak takut hamil jika berpisah dariku?"


"Tidak, aku tidak akan pernah mau hamil anak kamu. Aku akan mengkonsumsi pil penunda kehamilan."


Harapan Revano adalah memiliki anak dari istrinya namun kini istrinya ingin berpisah darinya dan bahkan tidak mau memiliki anak darinya.

__ADS_1


"Kamu jangan sekali-kali mengkonsumsi pil penunda kehamilan itu jika kamu tidak ingin punya anak untuk selamanya," ucapnya sambil pergi meninggalkan Kezia.


Kezia langsung mengambil hpnya dan mencari sesuatu lewat ponselnya. Benar apa yang dikatakan Revano jika belum mempunyai anak dan mengkonsumsi pil penunda kehamilan itu maka bisa saja akan bermasalah. Kemungkinan bisa hamil hanya tipis. Namun tidak semua orang bisa seperti itu karena hormon setiap orang berbeda-beda. Dampak paling terbesar adalah akan sulit untuk memiliki keturunan. Kezia lalu bingung akan tetap beli pil penunda kehamilannya atau tidak. Namun dirinya juga tidak ingin hamil saat ini.


__ADS_2