Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kemarahan Kezia


__ADS_3

Setelah anaknya tidur Revano akan berkata jujur dengan istrinya. Revano menggenggam tangan Kezia.


"Sayang, aku ingin berkata jujur padamu."


Kezia mengernyitkan dahinya.


"Bicara mengenai apa? Biasanya kamu langsung bicara saja."


"Ehm sebenarnya aku-aku....." Perkataannya terbata-bata.


"Kamu kenapa sayang? Bicaralah, aku akan mendengarkan semua curhatan kamu," ucap Kezia tersenyum.


"Sebenarnya aku mempunyai istri siri di Korea." Akhirnya perkataan itu terucap juga dari mulut Revano.


Kezia sangat terkejut saat Revano berbicara seperti itu.


"Apa??" Kezia langsung melepaskan genggaman tangan Revano.


Kezia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menampar pipi Revano dua kali. Revano mendapatkan hadiah cap lima jari dua kali setelah berbicara seperti itu.


"Kamu tega Revano! Bahkan saat aku saat sedang hamil anakmu, kamu tega menduakan aku," ucap Kezia yang air matanya sudah mulai membasahi pipinya.


"Sayang, aku bisa menjelaskan semuanya."


Revano lalu menjelaskan bahwa saat ia sedang berjalan menuju ke supermarket ada seseorang yang membiusnya dan pagi hari Revano sudah berada di apartemennya Viona. Mantan pacar Viona mengancamnya jika tidak mau bertanggungjawab akan menuntutnya. Saat itu juga Revano sedang menjadi top model di Korea. Sebulan kemudian Viona mendatanginya dan mengatakan bahwa hamil jadi dengan terpaksa harus menikah dengan Viona.


"Sayang percayalah padaku. Aku tidak menyentuhnya dan aku hanya dijebak entah oleh siapa."


"Jadi selama ini kamu tidak bisa dihubungi karena kamu punya istri simpanan? Kamu tega Revano! Katanya kamu di Korea tidak punya pacar tapi kenyataan melainkan kamu punya istri. Kamu jahat sama aku. Kamu jahat!" Kezia memukul-mukul dada bidang suaminya.


"Sayang, maafkan aku. Aku hanya tidak mau kamu kepikiran saja. Aku sebenarnya ingin sekali bilang dari awal tapi aku takut kalau kandungan kamu kenapa-kenapa. Aku takut kamu akan pendarahan sayang. Maka dari itu aku bilang jujur sama kamu saat Reva sudah lahir."


"Kamu tega telah mengkhianati pernikahan kita. Aku bahkan sudah tulus mencintaimu. Kamu keluar dari kamar ini sekarang juga. Keluar........." Tunjuk Kezia ke pintu kamarnya.


"Sayang, maafkan aku......." Revano lalu bersimpuh di kaki istrinya.


"Oek........ Oek........" Baby Reva menangis saat orangtuanya bertengkar.


"Reva.............." Revano melihat ke arah box bayi.


Kezia langsung berusaha untuk melepaskan tangan Revano yang memegang kakinya lalu Kezia menggendong anaknya.


"Cup... Cup sayang, ini Mama nak. Kamu sama Mama saja ya nak. Papa kamu sudah jahat sama kita."


Revano lalu berdiri dan mendekati istrinya.


"Kamu jangan sentuh aku dan anakku sebelum kamu menceraikan istri sirimu itu," bentak Kezia.


"Aku tidak bisa menceraikannya begitu saja. Aku akan menceraikannya nanti saat bayinya lahir dan saat tes DNA sudah keluar."


"Kalau begitu kamu pergi dari rumah ini sekarang juga. Aku tidak mau melihatmu lagi Revano. Aku kecewa sama kamu."


"Sayang, jangan menyiksaku seperti ini. Lihatlah anak kita menangis dan ingin digendong oleh Papanya."


"Jangan kamu mengalihkan pembicaraan. Kamu jangan pernah temui aku maupun Reva sebelum kamu bercerai dari pelakor itu!"

__ADS_1


"Aku pasti akan menceraikannya. Tapi tidak sekarang sayang. Aku tidak bisa pisah dengan kamu dan Reva. Dia anakku dan aku ingin bertemu anakku setiap hari."


"Aku bisa mengurusinya sendiri. Kamu tidak usah khawatir. Bagaimanapun juga aku ini ibunya."


Baby Reva tetap saja menangis. Kezia berusaha menenangkannya dan memberikannya asi namun tidak mau.


"Sayang, Reva ingin bersamaku. Reva ingin digendong oleh Papanya. Lihatlah dari tadi Reva tidak mau kamu berikan asi. Coba bawa sini aku ingin menggendongnya."


Dengan terpaksa Kezia menyerahkan Reva kepada Revano. Saat digendong Revano Baby Reva langsung terdiam. Revano bahagia bisa menenangkan anaknya. Bahkan Reva mengajak bicara kepada Revano.


"Sayang, lihatlah kalau kita tidak bertengkar anak kita akan diam dan tidak menangis."


"Huh, anakku jadi manja karena aku menikah dengan laki-laki manja seperti kamu!"


"Sayang sudah sewajarnya sifat anak meniru dari Papanya."


"Bawa sini Reva. Sudah tidak menangis lagi kan?" ucap Kezia.


Revano lalu memberikan anaknya.


"Sekarang kamu keluar dari kamarku!"


"Tapi sayang..."


"Aku bilang keluar ya keluar......."


Revano dengan terpaksa keluar dari kamar.


Tapi saat menutup pintu kamarnya Baby Reva menangis lagi. Kezia langsung mengunci pintu kamarnya agar Revano tidak masuk ke dalam kamarnya.


Baby Reva terus saja menangis. Seperti tidak ingin kedua orangtuanya bertengkar.


"Bisakah kamu jangan manja nak. Ada Mama di sini dan jangan mencari Papamu." Kezia lalu mengecup kening anaknya.


Mendengar anaknya menangis Revano lalu berusaha untuk masuk ke kamarnya kembali namun pintu kamarnya dikunci oleh Kezia.


"Sayang bukain pintunya. Aku mohon, anak kita sedang menangis. Dia ingin bersamaku. Kamu jangan menyiksanya sayang."


Revano berusaha untuk mengetuk pintu kamarnya berulang kali hingga Kenzo yang keluar dari kamarnya karena mendengar Revano terus saja menggedor pintu kamar Kezia.


"Ada apa nak? Kok sampai Kezia mengunci pintu kamarnya."


"Ada masalah antara aku dengan Kezia, Papa."


"Ceritakan sama Papa nak."


"Revano akan ceritakan semuanya sama Papa. Tapi tidak di sini."


"Baiklah, ayo kita ke ruang kerja Papa saja."


Revano lalu ikut ke ruang kerja Papa Kenzo. Mereka lalu duduk.


"Nak sebenarnya ada apa?"


"Revano terjebak pernikahan Papa."

__ADS_1


"Maksudnya kamu tidak bahagia menikah dengan anakku?" tanya Kenzo menyelidik.


"Bukan seperti itu Papa." Revano lalu menceritakan semuanya apa yang telah terjadi selama di Korea.


"Apa? Kamu punya istri siri?" tanya Sonya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Mama..." Revano menoleh dan Sonya sudah terlihat marah dari raut wajahnya.


Sonya menampar pipi Revano.


"Tega kamu sama anakku. Kamu telah mengkhianatinya. Bahkan kamu menikahi perempuan lain dan perempuan itu saat ini sedang hamil."


"Mama, aku hanya dijebak. Aku bersumpah anak yang dia kandung bukan anakku. Aku akan membuktikannya nanti setelah bayinya lahir dan saat itu juga aku akan melakukan tes DNA."


"Sekarang dia sedang hamil berapa bulan?" tanya Sonya penasaran.


"Perkiraan dia hamil 6 bulan Mama."


Sonya menampar kembali Revano.


"Jadi sudah setengah tahun lebih kamu menyembunyikannya dari kita semua?"


"Mama, aku melakukan ini karena aku tidak ingin kandungan Kezia kenapa-kenapa Ma. Sebenarnya aku ingin jujur dari awal. Tapi Mama tahu kan jika saat aku jujur kandungan Kezia masih 5 bulanan saat itu dan aku takut Kezia akan pendarahan dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi aku baru bilang saat ini karena aku lega jika mengatakannya saat anakku sudah lahir," ucap Revano menjelaskan panjang lebar.


"Kamu harus secepatnya menceraikan perempuan itu. Jika tidak, Mama takut Kezia yang akan menceritakan kamu."


"Aku tidak mau bercerai dari Kezia, Mama. Aku sangat mencintainya," ucap Revano yang kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Papa akan membantu kamu untuk menangani ini semua nak. Papa juga akan mencari tahu siapa ayah dari bayi yang sedang istri sirimu kandungan. Papa ingin tahu siapa nama wanita itu. Papa akan menyelidikinya."


"Namanya Viona Ferlyc Pa. Dia tinggal di apartment di daerah Itaewon."


"Baiklah, Papa nanti akan mencari tahu semuanya. Papa tidak mau ada masalah lagi nanti dalam rumah tangga kamu nak."


"Makasih banyak Papa Kenzo."


"Mama juga akan bicara sama Kezia. Kamu yang sabar ya nak. Mama akan berusaha untuk menyakinkan Kezia bahwa kamu hanya dijebak," ucap Sonya yang saat ini kasihan dengan menantunya.


"Terimakasih Mama Sonya sudah mau membantuku," ucap Revano yang sudah bersimpuh di kaki mertuanya.


"Nak jangan seperti ini. Kamu anak yang baik nak. Mama tidak mau kamu berpisah dari istri dan anakmu."


Revano lega Papa Kenzo dan Mama Sonya akan membantunya dalam menghadapi masalah yang semakin rumit ini.


"Papa dan Mama, Revano mohon jangan sampai masalah ini terdengar sama Mommy Risa dan Daddy Rey."


"Iya nak. Mereka nanti tambah kepikiran dan aku takut Rey akan kumat penyakit jantungnya." Kenzo cemas dengan kondisi kesehatan sahabatnya.


"Iya Papa. Itu hal yang aku takutkan."


"Kamu sementara tidur di kamar tamu saja ya nak. Nanti Mama akan bicara sama Kezia. Mudah-mudahan dia bisa mengerti posisi kamu saat ini."


"Iya Mama, makasih."


Revano lega Papa Kenzo dan Mama Sonya mau menyembunyikan masalah ini dari Daddy Rey and Mommy Risa. Masalahnya akan cepat selesai jika anak yang Viona kandung sudah lahir.

__ADS_1


__ADS_2