Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Memberikan Kejutan


__ADS_3

Reno menekan tombol bel pintu rumahnya. Sekarang Reno gugup ingin memberitahu kalau dirinya juga sudah punya istri seperti adiknya Revano. Bahkan sudah mau punya anak. Reno mengatur napasnya dan Bibi yang membukakan pintunya.


"Selamat Pagi Den Reno." Sedikit membungkuk menghormati Tuan Mudanya datang.


"Selamat Pagi Bibi."


"Silakan masuk Den Reno. Nyonya sama Tuan ada di ruang keluarga."


Reno melangkahkan kakinya ke rumah. Tatanan rumahnya masih seperti dulu sebelum Reno kabur. Ada foto keluarga yang masih terpasang di dinding tembok. Reno senyumannya melengkung pertanda masih dianggap sebagai keluarga meskipun dirinya telah kabur dua bulanan yang lalu. Reno lalu melangkah kakinya ke ruang keluarga.


Di ruang keluarga Risa dan Rey sedang berbincang-bincang dengan Papi Aldi dan Mami Ana.


"Kezia kok belum ada tanda-tanda kehamilan ya?" Tanya Papi Aldi yang heran dengan cucu menantunya.


"Iya ya Papi. Padahal mereka sudah menikah dua bulan loh. Risa juga tidak tahu kenapa Kezia belum hamil juga. Kemarin Risa ke apartment mereka sedang suap-suapan Papi."


Kezia saat itu tahu kalau mertuanya akan datang. Jadi sedang berakting mesra dengan Revano agar hubungannya yang sebenarnya tidak dicurigai.


Sang Bibi tiba-tiba datang dan memberitahu ada tamu datang.


"Siapa yang datang Bibi?" Tanyanya penasaran.


"Den Reno, Tuan besar."


"Akhirnya anak itu pulang juga." Rey geram dengan putra sulungnya.


"Sabar, sayang. Tahan emosi kamu ya. Kita akan mendengarkan alasan Reno kabur karena apa," ucap Risa menggenggam tangan Rey.


"Iya sayang, terima kasih telah memenangkan diriku."


Risa tersenyum karena Rey sekarang sudah jauh lebih tenang. Tak lama kemudian Reno datang.


"Assalamualaikum......."


"Wa'alaikum Salam......"


Reno langsung mengecup tangan Risa dan Rey. Tak lupa dengan kedua Opa dan Omanya.


"Cucuku duduklah."


Reno langsung duduk. Rey menatap wajahnya anaknya yang bikin spot jantung dua bulanan yang lalu.


"Coba kamu jelaskan nak. Alasannya kenapa kamu kabur di hari pernikahan kamu?" Tanya Rey dengan tatapan tajamnya.


"Yang pertama nama yang ada diundang adalah nama Revano yang seharusnya menikah Revano bukan aku dan yang kedua karena aku mencintai gadis lain," ucapnya dengan hati-hati."


"Kamu seharusnya bilang sayang kalau menyukai gadis lain. Jadi kemarin pernikahannya bisa dibatalkan," ucap Risa dengan nada lembut.


"Tidak bisa dibatalkan karena akan bikin malu keluarga. Lagian nama diundangan itu mereka dan aku yakin Kezia memang berjodoh dengan Revano."


"Iya nak sepertinya begitu."


"Daddy and Mommy tidak marah kan sama Reno?"

__ADS_1


"Daddy tidak marah sama kamu. Daddy hanya kecewa sama kamu yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan kalian."


"Daddy maafkan Reno." Kini Reno sudah bersimpuh di kakinya.


"Iya, Daddy maafin kamu nak. Sekarang bangunlah!"


Reno belum bangun dan masih bersimpuh di kakinya Rey.


"Daddy, Reno mau minta restu sama Daddy. Reno mencintai Sandra."


Rey terkejut saat Reno berbicara seperti itu. Sekarang Rey menyesal telah menjodohkan Reno dengan Kezia karena anaknya kini menyukai Sandra anak dari teman sahabatnya sendiri. Rey masih bergeming dan tidak percaya atas apa yang dikatakan anaknya.


"Daddy gak merestui hubunganku dengan Sandra?" Mata Reno kini sudah berkaca-kaca.


"Daddy merestui hubungan kalian nak. Maafkan Daddy yang dulu menjodohkan kamu dengan Kezia dan ternyata kamu mencintai Sandra."


"Terima kasih Daddy....." Reno kini memeluk Rey. Risa tersenyum karena anaknya ternyata menyukai anak dari sahabatnya.


"Daddy tidak perlu minta maaf karena Reno yang membuat Daddy malu. Karena pernikahannya hampir batal," ucapnya sambil melepaskan pelukannya.


"Untung ada adik kamu Revano nak yang mau menggantikan kamu sebagai mempelai prianya."


"Mommy......." Kini Reno sudah bersimpuh di kaki ibunya.


"Mommy maafkan Reno."


Risa melirik ke arah Rey dan Rey memberikan kode dengan anggukan.


"Iya nak. Mommy maafin kamu."


"Iya sayang. Mommy merestui kalian. Nak, bangunlah dan jangan seperti ini."


Reno bangun dan memeluk Risa. Kini Risa memeluk putra pertamanya dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih Mommy. Reno sayang Mommy."


"Iya nak. Mommy juga sayang sama Reno. Semoga kalian selalu bahagia dan segera menikah."


Mendengar kata menikah Reno lalu melepaskan pelukannya. Reno lalu mengambil hp dan mengirimkan pesan WhatsApp kepada istrinya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Reno, punya kejutan untuk kalian semua."


"Apa nak?"


Risa belum menjawabnya dan sudah ada Dean, Lova dan Sandra masuk ke ruang keluarga.


"Assalamualaikum......."


"Wa'alaikum Salam......"


Reno langsung menghampiri istrinya dan menggenggam tangannya. Sandra sudah cemas, karena belum tahu Reno sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya apa belum.


"Mommy ingin melihat Reno menikah kan?"

__ADS_1


"Iya nak." Jawabnya singkat lalu mengangguk pelan.


"Akan segera Reno kabulkan Mommy."


Sandra pun bingung dengan ucapan Reno. Karena mereka kan sudah menikah dua bulanan yang lalu dan sekarang Sandra juga sedang mengandung anaknya.


"Kalian akan menikah?" Tanya Rey dengan mata yang sudah berbunyi. Rey bahagia akan berbesanan dengan Dean sahabatnya.


"Kita sudah menikah Mommy and Daddy, hanya saja kita belum menggelar resepsi pernikahan."


Semua orang yang ada di ruang tamu terkejut.


"Apa? Kalian sudah menikah??"


"Iya Mommy and Daddy. Sekarang Sandra adalah istriku."


Rey dan Risa terkejut. Mami Ana dan Papi Aldi juga terkejut karena cucunya kini sudah menikah.


"Nak, kapan kalian menikah?"


"Pas Reno kabur dan Reno langsung ke rumah Sandra. Kita menikah di hari yang sama dengan pernikahan Revano dengan Kezia Mommy."


"Daddy bahagia sekali kalian sudah menikah. Seharusnya kalian bisa cerita karena kita pasti akan datang nak."


"Waktu itu Reno takut kalau Daddy and Mommy akan marah."


"Tidak akan sayang. Justru kita akan senang kalau kalian berbicara terlebih dahulu."


Lova dan Dean lalu saling memandang dan tersenyum. Sekarang Risa mendekati menantunya. Risa lalu memeluk Sandra dengan penuh kasih sayang. Risa memang dari dulu sudah menganggap Sandra sebagai anaknya.


"Nak, dulu aku ingin menjadikan kamu sebagai anakku dan sekarang terwujud. Kamu telah menjadi menantuku."


"Iya Mommy."


Risa lalu melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Lova dan Dean.


"Risa, maaf. Waktu kami pamit pulang saat acara pernikahan Revano akan dimulai itu kami lalu ke KUA juga hari itu dan menikahkan Reno dengan Sandra."


"Iya tidak apa-apa Lova. Aku bahagia kamu sekarang menjadi besanku."


Kini mereka saling berpelukan. Dean dan Rey saling tersenyum. Akhirnya mereka bisa berbesanan.


"Rey, apa aku bilang kalau anakku yang akan menjadi jodoh anakmu."


"Iya Dean. Aku bahagia melihat mereka sudah menikah."


"Ada satu kejutan lagi yang Daddy, Mommy, Opa dan Oma yang belum tahu," ucap Reno dengan senyuman.


"Apa itu nak?" Tanya Rey penasaran.


"Istriku sekarang sedang mengandung anakku," ucapnya sambil memegang perut istrinya dan Sandra hanya tersenyum tipis.


"Apa Sandra hamil??"

__ADS_1


Rey kini sudah pingsan mendengar menantunya sedang mengandung cucunya karena sebentar lagi Rey akan menjadi seorang Kakek.


__ADS_2