Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 95 - Kado Spesial.


__ADS_3

Setelah selesai meminum es kelapa mudanya Dean dan Lova pulang ke rumah. Dean menggandeng tangan Lova masuk ke rumah. Dean rasanya senang sekali di rumah tinggal hanya berdua saja selain dengan asisten rumah tangganya. Papanya sedang meninjau bisnisnya di luar kota dan Sera tadi sedang menemui kekasihnya mata-mata Dean tadi sudah lapor dengannya. Dean dan Lova lalu mereka ke kamarnya.


"Beb, tutup mata kamu sekarang ya."


"Hah? Kamu mau ngapain? Kamu jangan macam-macam loh ya!"


"Aku tidak akan macam-macam beb. Aku hanya satu macam dengan kamu saja kamu sudah mengandung anakku beb hehehe," ucapnya terkekeh.


"Hmm..........." Lova hanya berdehem lalu memanyunkan bibirnya.


"Aku janji gak macam-macam beb, aku hanya ingin mengasih kamu kado. Tapi kamu harus tutup mata dulu."


"Hmm baiklah. Tapi kalau kamu sampai macam-macam malam ini kamu tidur diluar," ucap Lova mengancam.


"Iya beb, janji gak akan macam-macam." sambil jari tangannya membentuk huruf V.


Lova lalu menutup matanya. Dean dengan segera mengambil kotak yang ada di kantong kemejanya. Kotak itu berisi kalung berlian. Dean lalu memakaikan kalung tersebut ke Lova.


"Kamu sekarang boleh buka mata kamu beb."


Lova lalu membuka matanya dan melihat kalung berlian yang cantik sudah di lehernya.


"Kalungnya cantik banget, makasih beb." sambil memeluk Dean dan Dean membalas pelukannya.


"Iya secantik kamu istriku." Dean lalu melepaskan pelukannya dan mengecup kening Lova.


"Hmm ucapan terima kasihnya masih kurang dan harus disini beb," ucap Dean sambil menunjuk pipinya kanan kiri dan lalu bibirnya.


Lova mengikuti semua kemauan Dean. Lova lalu berjalan menuju ke ranjangnya sambil tangan kirinya mengelus perutnya. Tiba-tiba saja Dean kepalanya sudah ada di pahanya Lova dan mengecup perut Lova dengan cepat. Lova lalu membenarkan rambut suaminya yang berantakan. Dengan cepat Dean menarik tangan Lova ke dada bidangnya.


"Beb, katanya kamu suka dengan dada bidangku," ucapnya terkekeh.


"Iya kalau tidur empuk dijadikan sebagai pengganti bantal," jawab Lova.


"Hahahaha..........." mereka lalu tertawa bersama.


"Beb, enak ya di rumah kalau tidak ada Sera dan Papa, kita bisa romantis terus."


"Kamu jangan gitu ih. Gitu-gitu juga Papa kandung kamu beb."


"Tapi aku tidak suka kalau Papa lebih membela perempuan bermuka dua itu dibanding kamu. Kamu tahu kan beb dulu waktu belum ada Sera di rumah ini, Papa selalu perhatian pada kamu dan juga anak kita."


"Iya beb. Mungkin Papa akan balik lagi seperti dulu kalau tahu anak yang dikandung Sera bukan cucunya," ucap Lova.


"Iya beb, eh iya tadi mata-mataku sudah mengikuti Sera. Ternyata Sera tidak pulang ke rumahnya namun menemui pacarnya," ucap Dean kembali.


Dean lalu memberikan hpnya kepada Lova. Agar Lova melihat foto Sera bersama pacarnya. Lova membolakan matanya saat melihat Sera begitu mesra dengan pacarnya.


"Beb, ini kita harus beritahu Papa secepatnya."


"Kata pengacaraku kalau hanya foto saja itu buktinya belum kuat beb. Soalnya nanti dikira foto rekayasa. Harus ada bukti videonya. Jadi kita harus susun rencana nih bagaimana biar kita punya bukti video kebohongan Sera. Soalnya kalau mau tes DNA kelamaan beb menunggu bayinya lahir, sedangkan Sera saja baru sebulanan hamilnya," ucap Dean.

__ADS_1


"Ah iya benar juga katamu beb. Papa pasti juga belain menantu kesayangannya itu kalau kita memberikan foto ini. Nanti kita dikiranya merekayasa fotonya karena kita tidak suka dengannya."


"Iya, nanti kalau sudah ada bukti videonya aku akan mencetak foto-foto ini sebagai bukti pendukung untuk menceraikannya. Aku sudah tidak sabar beb untuk menunggu hari itu tiba dan menjalankan kehidupan rumah tangga kita yang hanya berdua saja."


"Iya, jadi kita benar-benar harus bersabar beb."


...*****...


APARTMENT REY & RISA


Risa baru teringat bahwa dia harus segera meng-upload foto endorse di instagramnya. Risa harus segera berfoto dengan baju yang telah dikirimkan.


"Rey ayo kita pulang." Risa menggoyang-goyangkan tubuh Rey agar bangun.


"Sayang aku masih ngantuk. Sejam lagi ya kita pulang." sambil menaikkan selimutnya menutupi wajahnya imutnya.


"Hmm harus cari cara nih agar Rey mau bangun." batin Risa.


"Aduhhh... Auwww perutku.." sambil pura-pura meringis merasakan kesakitan.


Rey langsung bangun dari tidurnya.


"Sayang kamu kenapa? Perut kamu sakit? Kram?" Rey langsung memegang perut Risa dan Risa langsung menepis tangan Rey.


"Huft. Kalau giliran anaknya aja diperhatikan," ucap Risa cemberut.


"Loh sayang kamu cuma akting saja sakitnya?"


"Astaga sayang..... Aku kira perut kamu beneran sakit tadi. Aku tadi beneran panik loh kalau anak kita kenapa-kenapa."


"Iya kamu cuma perhatian sama anak kamu saja iya kan?" ucap Risa yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Astaga aku salah bicara lagi sepertinya." batin Rey.


"Tidak sayang, aku selalu perhatian padamu." Rey langsung memeluk Risa.


Risa lalu melepaskan pelukan Rey.


"Kalau kamu gak mau pulang sekarang. Aku akan pulang naik taksi."


Risa sudah mengambil tasnya dan akan memakai flat shoes.


"Iya sayang kita pulang sekarang."


"Jangan lupa bawa kostum Dinonya ya sayang. Nanti sewaktu-waktu Baby R ingin melihat kamu pakai kostum Dino lagi jadi tidak repot kalau harus mengambil ke apartment.


"Tapi setelah pakai kostum Dinonya lagi ada hadiahnya seperti semalam ya sayang?" ucap Rey penuh harap.


"Ya tergantung persetujuannya Baby R. Kalau Baby R tidak setuju ya tidak akan ada seperti semalam."


"Huft..............." ucap Rey mendengus kesal.

__ADS_1


Mereka lalu keluar dari apartment. Risa lalu melihat pedagang rujak di pinggir jalan. Risa ingin menikmati rujak buah itu sekarang.


"Sayang berhenti aku ingin rujak buah."


Rey langsung memberhentikan mobilnya.


"Kamu mau buah apa saja sayang dan berapa bungkus?"


"2 bungkus buahnya kedondong, mangga muda dan jambu air saja."


"Ok. Kamu tunggu di mobil saja ya sayang biar kamu gak kepanasan."


"Ok sayangku. Hati-hati jangan lupa lihat kanan kiri saat nyebrang."


Rey hanya mengangguk pelan.


"Kalau ada maunya saja baru kata-katanya lembut." batin Rey.


Setelah 10 menit akhirnya Rey mendapatkan 2 bungkus rujak buahnya.


"Nih sayang sesuai pesanan kamu 2 bungkus rujak buah," ucap Rey sambil menyerahkan kantong plastik kreseknya.


"Wah terima kasih sayangku," ucap Risa sambil memegang pipi Rey dan Rey tersenyum.


"Kayaknya enak nih sayang. Aku mau memakannya sekarang di mobil ya?"


"Iya sayang. Aku senang kalau kamu ngidamnya yang dapat dicari dengan cepat kaya gini." Rey sambil membelai rambut panjang istrinya.


Risa tidak menghiraukan perkataan Rey. Risa hanya fokus dengan rujak buahnya yang ingin segera mendarat ke mulutnya. Risa mengambil satu mika yang berisi rujak buah dan satunya lagi dikasihkan Rey.


"Nih sayang, ayo temani aku makan rujak buahnya."


"Udah buat kamu saja sayang. Nanti kalau kamu kurang." Rey beralasan karena rujak buahnya sepertinya rasanya asam semua kecuali buah jambu airnya.


"Sayang aku akan makan rujak buahnya bareng sama kamu. Aku sengaja tadi minta dibelikan 2 porsi agar kita bisa makan bareng."


"Hmm iya sayang kita makan rujaknya bareng-bareng."


Rey terpaksa akan memakan rujak buah karena kalau Rey tidak mau Risa juga tidak mau makan rujaknya.


"Duh terpaksa aku harus memakannya meskipun rasanya pasti asam. Kamu kok suka banget nyiksa Daddy sih nak?" batin Rey.


Risa memakan lahap rujak buahnya. Rey terpaksa menelan rujak buahnya. Risa bahagia Rey menuruti ngidamnya. Setelah selesai makan rujak buahnya Risa mengelus perutnya pelan.


"Kamu puas ya sayang Mommy makan rujak buah bareng Daddy?" Baby R merespon dengan tendangannya.


"Sayang Baby R meresponnya, dia senang sepertinya."


"Hmm iya sayang."


"Iya Baby R yang senang. Tapi sekarang perutku yang tersiksa sayang." Batin Rey.

__ADS_1


Rey lalu melajukan mobilnya dengan cepat ke rumahnya. Perutnya langsung sakit setelah makan rujak buah tadi. Rey tidak terbiasa memakan buah yang rasanya asam.


__ADS_2