
Beberapa bulan kemudian. Kini Baby Revano sudah semakin tumbuh besar. Semakin hari semakin menggemaskan. Siapapun yang melihatnya pasti ingin mencubitnya karena saking gemasnya. Sekarang Baby Revano masih tertidur pulas. Rey iseng menaikkan rambut anaknya yang lebat karena Risa sedang mandi jadi tidak akan melihatnya. Rey terkekeh melihat anaknya yang tertidur dengan rambutnya yang Rey buat naik ke atas. Wajah Baby Revano mirip sekali dengan Rey. Tak lupa Rey mengabadikan dengan memfoto Baby Revano. Reno Kakaknya kini sudah sekolah TK.
Risa sekarang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Risa membolakan matanya saat melihat anaknya dibuat mainan. Rey senang memainkan rambut anaknya seperti ini dan sudah beberapa kali Rey melakukannya.
"Rey... Apa yang kamu lakukan?" sambil menghampiri suaminya.
Rey menoleh dan menyengir kuda karena ketahuan iseng dengan anaknya.
"Sayang, aku hanya membuatnya semakin keren saja. Sayang, lihatlah Baby Revano sangat imut sekali wajahnya."
Risa menatap wajah anaknya kemudian beralih ke suaminya kemudian Risa tersenyum.
"Iya sayang, Baby Revano kalau sedang tidur mukanya mirip denganmu bahkan sangat mirip. Sepertinya sudah saatnya Baby Revano untuk potong rambut," ucap Risa dengan senyuman.
"Jangan dipotong rambutnya sayang nanti terlihat jelek. Lihatlah anak kita imut kalau sudah begini."
"Hmm..... Baiklah." Akhirnya Risa setuju untuk tidak memotong rambut Baby Revano.
Risa berjalan mendekati anaknya. Putra keduanya itu memang wajahnya sangat imut dan menggemaskan. Sampai-sampai Dean dan Kenzo berebut kembali ingin menjadikannya menantu. Kemarin saat melihat Reno yang wajahnya imut saat masih bayi juga begitu. Kedua sahabatnya itu menginginkan Reno dan juga Revano sebagai menantunya. Padahal mereka masih kecil, bisa-bisanya ingin menjadikan Reno dan Revano menantunya. Anak-anak mereka juga berhak memilih pasangan hidupnya nanti setelah dewasa. Namun Risa masih berharap salah satu antara kedua anak sahabatnya itu akan menjadi menantunya. Kezia ataupun Sandra sama saja mereka berdua sangat cantik.
"Anak Mommy semakin menggemaskan kamu nak." Risa memegang pipi anaknya.
"Baby Revano ayo bangun sayang. Lihatlah Kakak kamu Reno sudah mandi dan wangi nak. Sekarang giliran kamu yang mandi nak." Risa mengecup pipi Baby Revano secara bergantian agar anaknya terbangun dari tidurnya.
Dan benar saja Baby Revano lalu terbangun dan menangis karena tidurnya jadi terganggu. Rey kemudian menggendongnya dan berusaha untuk memenangkan namun Baby Revano tidak berhenti menangis. Risa lalu mengambil alih untuk menggendongnya dan memberikannya asi. Baby Revano lalu terdiam setelah Risa bisa menenangkannya.
Sekarang Rey sedang memandikan Baby Revano. Mereka berdua telah sepakat untuk tidak menggunakan pengasuh bayi atau baby sitter. Karena mereka ingin yang mengurusnya sendiri agar anaknya tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dari semenjak Reno lahir Risa dan Rey bergantian mengurus anak mereka. Rey dan Risa juga kompak melakukan hal yang sama saat Baby Revano lahir.
Saat Rey sedang memandikan Baby Revano, Risa memanfaatkan waktu itu untuk pumping asi. Agar saat mereka jalan-jalan bersama nanti saat Baby Revano menangis sudah ada 2 botol kecil untuk menenangkannya.
Mereka kini akan jalan-jalan ke suatu tempat. Reno sang Kakak sudah berpakaian rapi. Tadi Risa mendandani anak pertamanya terlebih dahulu dan sekarang Risa memakaikan pakaian untuk anak keduanya yang baru saja mandi dengan sang Daddy.
Risa dan Reno sekarang wajahnya agak mirip. Sedangkan Baby Revano sekarang yang lebih mirip dengan Rey.
Mereka terlihat seperti Kakak beradik bukan seperti ibu dan anak. Risa yang terlihat masih muda jadi masih pantas jika mempunyai adik seumuran dengan Reno. Kalau lagi jalan berdua Reno dikira adiknya bukan anaknya.
Kini Rey sudah berpakaian rapi. Papa muda itu terlihat sangat tampan dan gagah. Orang kalau melihatnya pasti tidak menyangka kalau Rey sudah punya dua anak karena wajahnya masih terlihat imut.
"Semuanya sudah siap?"
"Siap Daddy." Sekarang Reno sudah besar dan tidak cedal lagi.
Risa menggendong Baby Revano sedangkan Rey menggandeng Reno sambil membawa tas kecil. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia. Kalau mereka jalan bertiga antara Rey, Risa dan Reno orang-orang mengiranya Reno adalah adiknya. Tapi sekarang mereka kini sudah bisa jalan berempat jadi orang tidak bisa mengira lagi kalau Reno itu adiknya soalnya sudah ada Baby Revano yang masih bayi. Jadi orang-orang sekarang melihat bahwa mereka berempat adalah keluarga bukan Kakak beradik lagi.
__ADS_1
Disepanjang taman orang-orang pada melihat ke arah Risa, Rey, Reno dan juga Baby Revano. Ada yang merasa iri dan ada juga yang merasa bahagia melihat keluarga kecil tersebut. Mereka kini sedang bertamasya di sebuah taman. Rey sekarang sedang menemani anaknya berlari-larian. Risa duduk di atas tikar bersama dengan Baby Revano. Reno sedang asyik mengejar capung dan kupu-kupu.
"Daddy capungnya tidak bisa Reno tangkap. Capungnya terbang terus dari tadi."
"Baiklah, biarkan Daddy yang akan menangkapnya."
Beberapa menit kemudian akhirnya Rey berhasil menangkap capung untuk Reno.
"Nah, akhirnya ketangkap."
"Yey... Daddy hebat."
"Yuk nak, kita ke tempat Mommy."
"Iya Daddy. Reno juga sudah haus." Reno bahagia kini tangan kanannya memegang capung dan tangan kirinya memegang kupu-kupu.
Mereka akhirnya berjalan menuju ke tempat Risa dan Baby Revano. Terlihat Risa sedang bermain dengan anaknya. Baby Revano sedang tertawa saat Risa memainkan mainannya dan mengeluarkan bunyi suara.
"Mommy coba lihat apa yang Reno dapat."
Risa lalu melihat tangan anaknya. Kedua tangannya ada binatang lucu yaitu capung dan juga kupu-kupu.
"Wah anak Mommy pintar sudah bisa menangkap kupu-kupu dan juga capung."
"Mommy, Reno haus," ucapnya kembali.
"Sayang, lepaskan dulu capung dan kupu-kupunya baru Mommy kasih minumannya."
"Iya Mommy." Reno lalu melepaskan kupu-kupu dan juga capungnya. Kedua binatang tersebut lalu terbang jauh.
Risa lalu menyerahkan minuman untuk Reno dan juga untuk Rey.
"Terima kasih sayang."
"Iya sama-sama sayang..."
Setelah mereka selesai bertamasya di taman Rey mengajak keluarganya untuk ke mall.
"Sayang, setelah ini kita ke mall yuk." Rey mengajak Risa untuk ke mall jalan-jalan lagi. Rey ingin mengajak istri dan anaknya berbelanja.
"Ayo... Ada yang harus aku beli juga."
"Reno, habis ini kita ke mall ya nak," ucap Rey sambil mengusap rambut anaknya pelan.
__ADS_1
"Asyik... Jalan-jalan lagi." Reno kegirangan diajak jalan-jalan lagi.
Di mobil Baby Revano sedang minum susu dalam botol. Untung saja tadi di taman Baby Revano tidak menangis. Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah mall.
Rey tadi sedang berbelanja parfum dan saat membayarnya tiba-tiba saja Risa dan kedua anaknya tidak ada dibelakangnya.
"Istri dan anak-anakku kemana?" Rey bingung mencarinya mulai dari mana.
Rey kemudian keluar dari toko tersebut mencari Risa dan kedua anaknya. Saat akan menelepon Risa pandangan Rey mengarah ke arah penjual ice cream.
"Ternyata mereka ada di sana." Rey pandangannya ke arah istri dan kedua anaknya.
Rey lalu berjalan mendekati istrinya dan kedua anaknya. Ternyata Reno ingin ice cream.
"Sayang, kamu ternyata di sini sama anak-anak. Tadi aku cariin kemana-mana."
"Eh sayang maaf. Tadi Reno ngajak beli ice cream jadi kita tinggal kamu sebentar."
"Iya tadi Reno ingin ice cream, Daddy jangan marah ya sama Mommy." Reno kini menggenggam tangan Rey.
Rey tersenyum anaknya seperti memohon agar tidak memarahi Mommy Risa.
"Daddy, tidak marah kok sama Mommy nak," ucapnya sambil memegang pipi Reno.
"Kirain Daddy marah sama Mommy gara-gara tadi kita ninggalin Daddy beli ice cream."
"Daddy mana bisa marah sama Mommy kamu nak. Yang ada nanti Mommy kamu yang marah balik sama Daddy," ucapnya terkekeh.
Reno hanya tersenyum sambil menyendok ice cream dan dimasukkan ke mulutnya.
"Sayang, kamu mau ice cream juga?"
"Tidak sayang, kalau aku makan ice cream yang ada nanti Baby Revano jadi sakit."
Rey baru teringat bahwa Risa banyak larangan makan ini dan makan itu karena Baby Revano masih meminum asi. Terlebih Risa harus mengatur pola makannya dan tidak boleh makan sembarangan.
Risa lalu ingin berbelanja pakaian. Karena beberapa pakaiannya di rumah sudah tidak muat. Risa memilih beberapa baju dan dress. Tak lupa Risa juga memilih daster untuk dipakai sehari-hari di rumah. Risa kini setelah melahirkan badannya gendutan karena Baby Revano masih membutuhkan asi dan Risa harus banyak makan-makanan yang sehat dan bergizi. Tak lupa mereka juga membeli pakaian untuk Reno dan juga Baby Revano. Rey hanya membeli 2 kemeja untuk ke kantor. Setelah mereka berkeliling dan berbelanja kini Reno lapar.
"Daddy, Reno lapar."
"Iya nak. Kita lagi cari tempat makan yang sehat dan higienis."
Setelah menemukan restoran yang cocok untuk mereka lalu mereka duduk di tempat yang nyaman dan makan bersama. Baby Revano rewel karena menangis di saat yang tidak tepat. Akhirnya Risa menyudahi makannya lalu mencari botol ke tas dan langsung memberikannya ke Baby Revano agar tidak menangis. Saat Risa sedang menenangkan Baby Revano dengan cara memegang botol minumnya, makanan Risa baru berkurang dua suap saja. Rey lalu dengan segera mengambil sendok dan menyuapi istrinya. Risa akhirnya mau makan dengan disuapin Rey.
__ADS_1
Beberapa pasang mata di restoran tersebut kagum dengan pasangan muda Rey dan Risa yang masih muda dan bisa kompak bisa mengurus kedua anaknya secara bersamaan. Rey pantas dijuluki sebagai 'Perfect Daddy'. Selalu saja bisa diandalkan saat dibutuhkan. Reno sekarang sudah bisa makan sendiri, Risa yang mengajarkan anaknya untuk mandiri karena sudah menjadi Kakak. Jadi Reno sekarang sudah tidak perlu lagi untuk disuapin karena sudah bisa makan dengan sendirinya.