Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 121 - Calon Besan


__ADS_3

Yudha melangkahkan kakinya berjalan mendekati calon istrinya yang sedang belajar menggendong Reno. Yudha dan Karin akan menikah beberapa minggu lagi. Mereka akan menggelar pesta pernikahannya bak di negeri dongeng sesuai pernikahan impian Karin yang ingin seperti Cinderella saat menikah.


"Sayang, kamu sudah tidak sabar ya ingin punya anak dariku," ucap Yudha berbisik di telinga Karin.


Karin terkejut Yudha bilang seperti itu. Berarti Yudha mendengar pembicaraannya tadi dengan Rey dan Risa.


"Eh? Kak Yudha sudah lama datangnya?"


"Sudah sayang, saat kamu tadi bilang orang tuaku sudah menginginkan cucu darimu. Memang benar orang tuaku sudah menginginkan aku untuk segera menikah dan memberikannya cucu. Aku senang saat kamu tadi bilang seperti itu sayang," ucap Yudha.


Wajah Karin sekarang merah merona bak kepiting rebus saat ini. Ternyata benar Yudha mendengarkan pembicaraannya. Reno kemudian menangis, Karin berusaha menenangkan Reno.


"Ponakanku yang ganteng jangan nangis ya. Cup.. Cup... Cup...." Karin sambil menepuk-nepuk pelan paha Reno agar berhenti menangis. Karena biasanya bayi ditepuk-tepuk akan berhenti menangis.


"Sini coba aku yang gendong sayang," ucap Yudha yang sudah berdiri di samping Karin dan tangannya sudah siap untuk menggendong Reno.


Yudha tidak canggung memanggil Karin dengan sebutan sayang didepan orang tua Rey maupun orang tua Risa. Kecuali didepan orang tua Karin, Yudha masih enggan memanggil Karin dengan sebutan sayang. Karin memberikan Reno kepada Yudha. Dengan hati-hati Yudha menggendong Reno. Mencoba menenangkannya dengan mengayun-ayunkan Reno dan meniup kepala Reno karena sepertinya Reno kegerahan. Benar saja Reno digendongan Yudha berhenti menangis.


"Wah nak Yudha ternyata sudah pintar menggendong dan menenangkan Reno," ucap Mama Angel dengan senyuman.


"Kalian sebentar lagi kan akan menikah. Lihatlah Karin, nak Yudha sudah pandai dan bisa mengurus bayi," ucap Mami Ana.


"Iya, Reno tidak menangis lagi setelah digendong oleh nak Yudha," ucap Papi Aldi.


"Kalian sudah cocok untuk punya anak," ucap Papa Kevin.


"Nanti kalian jangan nunda untuk memberikanku ponakan ya," ucap Risa dengan senyuman.


"Iya Risa pasti," ucap Yudha.


"Sepertinya lucu sekali kalau nanti anak kalian lebih mirip wajahnya sama Karin hehehe," ucap Rey terkekeh.


Karin hanya melipatkan kedua bibirnya saat semua orang bilang seperti itu. Sedangkan Yudha tersenyum senang saat mendengar perkataan mereka yang sepertinya sudah cocok untuk punya anak.


Sekarang Mami Ana dan Papi Aldi sudah pulang, besok mereka akan kesini lagi pagi-pagi. Karin dan Yudha sudah pergi, tadi Yudha mengajak Karin melihat hasil foto prewedding yang telah dikirimkan ke rumahnya dan sekaligus Yudha mengajak Karin makan bersama dengan keluarganya.


Di ruang VIP tersebut tinggal ada Reno, Rey, Risa dan Mama Angel. Baby R sedang tertidur pulas saat ini di box bayinya.


...*****...


Di kamar, Kenzo sekarang sedang mengelus perut Sonya, sekarang hobby Kenzo mengelus perut istrinya itu setiap saat karena anaknya sekarang sudah mulai aktif menendang-nendang didalam. Kandungan Sonya saat ini sudah memasuki usia 6 bulan lebih 5 hari. Kenzo senang sekali anaknya selalu meresponnya saat dirinya mengelus perut Sonya.


Sonya rajin cek kandungannya dan selalu ditemani Kenzo. Tapi mereka tidak mau dokter memberitahu jenis kelamin bayinya. Karena Sonya dan Kenzo ingin surprise nanti melihat sendiri saat anaknya lahir.


"Hallo nak kamu sedang apa didalam? Papa sudah tidak sabar menanti kehadiranmu. Kamu sehat-sehat ya didalam perut Mama," ucap Kenzo sambil mengecup perut Sonya.


Kenzo bahagia perut Sonya makin membesar. Semenjak hamil Sonya kelihatan lebih chuby sekarang. Kenzo semakin gemas terhadap istrinya itu, Kenzo sering mencubit pipinya.


"Sayang, akhir-akhir ini aku jarang masakin kamu. Gak tahu rasanya malas saja masak," ucap Sonya sambil mengelus perutnya.


"Gak apa-apa sayang, mungkin itu bawaan bayi kita. Lagian kan masih ada Bibi dan Mama yang masak."


"Hmm iya tapi aku gak enak saja kalau gak membantu Mama masak."


"Sudah sayang jangan pikirkan. Mama saja melarang kamu untuk masak kan? Kamu tidak boleh kecapekan sayang. Ingat kamu sedang hamil."


"Hmm iya..."


"Risa sudah melahirkan, nanti kita kesana ya sayang?"


"Iya sayang, aku juga tidak sabar ingin melihat bayinya. Pasti anak mereka imut soalnya kan Rey ganteng dan Risa cantik banget," ucap Sonya membayangkan wajah anaknya Rey dan Risa.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu juga gak kalah kok cantiknya. Pasti anak kita juga akan imut dan menggemaskan seperti kamu nantinya kalau sudah lahir."


Sonya hanya terkekeh, Mama mertuanya juga ingin cucu perempuan darinya. Sedangkan Papa mertuanya ingin cucu laki-laki. Maka dari itu Kenzo dan Sonya tidak mau mengetahui jenis kelamin bayinya biar surprise nanti.


...*****...


Dean dan Lova sudah sampai di rumah sakit. Tak lupa mereka juga mengajak putrinya. Anaknya rewel hanya di malam hari saja. Dean dan Lova jadinya tidak kerepotan.


"Assalamualaikum....."


"Wa'alaikum Salam......"


"Wah Baby Sandra yang cantik jengukin Reno..."


Dean melihat Reno wajahnya tampan sekali. Dean jadi ingin menjadikan Reno nanti sebagai menantunya. Anaknya sangat cantik jadi kira-kira kalau Reno sudah besar nanti akan suka dengan Sandra.


"Rey, anak kamu sangat tampan."


"Iya dong, Daddy-nya saja tampan."


"Rey, kita besanan yuk..."


Perkataan Dean membuat Risa, Rey dan Lova terkejut.


"Besanan?" Tanya Risa.


"Iya, anakku kan cantik dan anakmu kan ganteng siapa tahu mereka nantinya berjodoh."


Belum mereka meneruskan percakapannya. Tak lama kemudian Kenzo dan Sonya datang.


"Eh, bumilku sudah datang," ucap Risa.


"Hehe iya. Dulu aku yang sering bilang kamu bumilku sekarang gantian ya," ucap Sonya dengan terkekeh.


Dean lalu ingat tadi baru berbicara dengan Rey tapi keburu Sonya dan Kenzo masuk ke ruang VIP tersebut. Jadi percakapan mereka masih belum selesai.


"Eh iya kita lanjutkan percakapan tadi ya Rey mumpung ada Sonya dan Kenzo juga."


"Percakapan apa?" Tanya Kenzo penasaran.


"Ini, kita bertiga besanan yuk? Biar persahabatan kita semakin erat."


Seketika Kenzo memandangi wajah Sandra, bayi mungil itu memang sangat cantik seperti Lova.


"Boleh juga Dean, putrimu juga sangat cantik."


"Begini saja, nanti anak-anak kita sekolahkan di tempat yang sama. Biar mereka saling berteman dan pastinya mereka akan dekat dengan sendirinya," ucap Rey memberikan saran.


"Ide bagus juga Rey. Jadi mereka otomatis akan bertemu terus kalau satu sekolah."


"Aku berharap kamu atau Kenzo yang akan menjadi calon besanku," ucap Dean sambil tersenyum.


"Biar anak-anak kita nantinya yang memilih sendiri siapa yang akan menjadi jodohnya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung mereka ingin dengan siapa. Tapi aku akan senang jika Kenzo atau Dean yang akan menjadi calon besanku." Rey memberikan penjelasan.


"Iya apalagi aku, Lova dan Sonya sudah bersahabat. Kita juga pasti akan senang jika anak-anak kita nanti ada yang berjodoh," ucap Risa.


Seketika Dean melihat kearah Sonya dan Kenzo


"Oh iya Ken, anak kamu berjenis kelamin apa?" Tanya Dean saat melihat perut Sonya yang sudah mulai membesar dan pastinya sudah melakukan USG jenis kelamin bayinya.


"Kita memang sudah USG, tapi kita tidak ingin tahu dulu jenis kelamin bayinya. Biar surprise, karena Mamaku ingin cucu perempuan sedangkan Papa ingin cucu laki-laki. Jadi kita putuskan untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayinya," ucap Kenzo menjelaskan dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Iya biar kita tahunya nanti pas anaknya lahir saja," ucap Sonya.


"Hmm gitu..."


"Iya soalnya gak enak kalau misalnya bayi kita laki-laki nanti Mama akan kecewa, begitu juga sebaliknya dengan Papa akan kecewa jika nanti tahu cucunya perempuan," ucap Kenzo.


"Iya benar juga sih Ken. Mendingan tahu jenis kelamin bayinya nanti saat lahir," ucap Risa.


"Auwww... Sayang perutku sakit," ucap Sonya memegang perutnya.


"Kita duduk dulu yuk di sofa," ucap Kenzo menunjuk sofa yang berada disampingnya.


"Hmm iya..." Sonya lalu menuruti perkataan suaminya.


Setelah mereka duduk, Kenzo mengelus perut Sonya. Tak lama kemudian rasa kramnya hilang.


"Mungkin anak kamu ingin kamu lebih perhatian Kenzo."


"Hmm iya Dean. Apa Lova juga dulu sering seperti ini?"


"Iya dulu sering kali seperti itu."


"Risa aku ingin menggendong Reno," ucap Dean.


"Beb, lihat Reno ganteng ya seperti Rey."


"Iya beb. Wajahnya sangat imut sekali gemesin banget," ucap Lova sambil membelai wajah Reno.


"Kalian ini sudah punya anak manggilnya kenapa masih beb?" ucap Kenzo sambil geleng-geleng kepala.


"Iya benar juga katamu Kenzo, kalian harus ganti nama panggilan. Nanti anak kalian masa manggil Mama dan Papanya beb sih hahaha," ucap Rey sambil tertawa.


"Iya beb, kita harus ganti nama panggilan kebiasaan kita. Kalau Mami dan Papi saja gimana?"


"Setuju Pi."


"Nah gitu dong kan enak nanti dengernya. Jadi Sandra nantinya manggil kalian dengan sebutan Mami dan Papi," ucap Kenzo.


Reno menangis dengan kencang. Lova bingung menenangkannya.


"Risa, sepertinya Reno haus deh."


"Tidak mungkin, baru saja aku berikan asi untuknya."


"Coba sini aku gendong Reno Lova."


Lova lalu berjalan mendekati Sonya. Dengan hati-hati Lova memberikan Reno pada Sonya.


"Reno, sayang jangan nangis ya.. Cup... Cupp...." Sonya berusaha menenangkan Reno.


Tak lama kemudian Reno tidak menangis lagi. Reno tersenyum saat berada di gendongan Sonya.


"Bayi zaman sekarang tahu ya, kalau digendong wanita cantik terus nangisnya udahan."


"Haha iya, itu terbukti Sonya bisa menenangkan Reno," ucap Risa.


"Mungkin Reno sudah mulai nyaman dengan Sonya."


"Kita jadi besanan aja yuk Rey. Nih buktinya Reno tersenyum saat digendong Sonya," ucap Kenzo.


"Iya, nanti kalau anak kamu perempuan. Kalau anak kamu lahirnya laki-laki kamu besanan sama Dean."

__ADS_1


"Reno sama siapa saja nanti, yang penting anakku bahagia. Aku sih berharap calon besanku kalau tidak Dean ya Kenzo," ucap Risa dengan senyuman.


Mereka akhirnya tertawa bersama. Mereka berharap persahabatan mereka tidak akan pernah putus. Bahkan mereka ingin menjadi besanan agar persahabatan mereka semakin erat.


__ADS_2