Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 15 - Bertemu Kembali.


__ADS_3

DI KAMAR REY



Setelah melaksanakan sholat subuh Rey kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang king size miliknya, dan ia pun terlelap kembali ke dalam mimpinya. Sinar matahari pun mulai masuk ke dalam jendelanya pertanda hari sudah pagi. Suara burung-burung indah merdu melengkapi hari yang cerah.


"Sayang bangun nak," ucap Mami Ana sambil mengecup kening lalu mengelus puncak rambut anak kesayangannya itu.


"Hoamm... Masih ngantuk mi," ucapnya sambil menguap.


"Sayang kamu kan mau nemenin Papi kamu jogging. Buruan sana cuci muka!" perintah Mami Ana sambil beranjak berdiri.


"Hemmm. Iya Mami ku yang bawel, Mi peluk dulu," ucapnya manja sambil merentangkan kedua tangannya.


"Anak Mami manja banget sih sayang, udah punya calon tunangan juga sikapnya belum dewasa," ucapnya sambil geleng-geleng namun tetap memeluk anak kesayangannya.


Keduanya pun sudah turun dari lantai dua menemui Papi Aldi.


"Pagi Pi," ucapnya sambil tersenyum.


"Pagi anak Papi yang ganteng," ucapnya tersenyum.


"Yuk Pi Rey udah siap nih," ucapnya sambil memakai topi biar ga kepanasan.


Lalu mereka pergi jogging mengelilingi perumahan saja sekitar satu jam. Setelah jogging akhirnya mereka pulang ke rumah.


"Rey kamu tidak main ke rumah Risa?" ucap Papi Aldi.


"Ehh.. Enggak pi ngapain ke rumah ka Risa? Bukannya semalam kita udah kesana Pi?" pikir Rey karena merasa memang sedang tidak ada kepentingan dengan Risa.


"Kamu tuh gimana sih Rey, ini kan hari minggu biasanya pasangan muda mudi menghabiskan waktunya untuk sekedar jalan-jalan seharian dan dinner" ucap Papi Aldi mempengaruhi pikiran Rey.


"Tapi kan Rey sama ka Risa bukan pasangan Pi" ucapnya singkat.


"Hey, kamu lupa nak? Dia calon tunangan kamu sayang. Kalau kamu tidak kesana, nanti keburu orang lain duluan yang mengajak Risa jalan" ucap Papi Aldi.


Rey pun diam sejenak mencerna perkataan papinya. "Hemm berarti Rey harus kerumah Risa nih pi?" ucapnya sambil menunggu jawaban papinya.


"Iya lah, Risa yang cantik kaya begitu kamu biarin? Huh nanti kalau sudah ada orang lain yang merebut hatinya kamu baru nyaho!" ucap Papi Aldi menakut-nakuti anaknya.


"Ah iya pi, habis ini Rey akan kerumahnya. Rey mau mandi dulu pi" ucap Rey langsung beranjak berdiri dan berlari menuju kamar mandi di kamarnya.


"Haha anak itu kalau engga di takut-takutin gak gercep" tertawa terkekeh sambil meminum air minumnya dalam gelas.


"Papi kenapa tertawa sendirian?" ucap Mami Ana terbengong.


"Itu mi, papi tadi menakut-nakuti Rey, kalau tidak mengajak Risa jalan ntar Risa di rebut hatinya oleh orang lain" ucapnya sambil tertawa kembali.


"Ih papi kok jahat sih sama anak sendiri, pakai di takut-takutin segala. Kan kasian Rey Pi" ucapnya ketus.


"Loh kok mami ngomongnya jadi ketus sih sama papi? Papi kan hanya mengajarkan Rey agar lebih dekat dengan Risa aja mi" ucapnya.

__ADS_1


"Ya sudah papi mandi dulu sana, habis ini kita sarapan bareng" ucap Mami Ana.


"Iya sayang.. Aku mandi dulu ya, jangan kangen" ucapnya sambil berdiri lalu mencubit hidung dan mengecup pipi istrinya .


"Papi genit deh, ntar Rey lihat gimana? Udah papi mandi dulu sana, bau keringat" ucapnya kesal.


"Dilihat Rey juga gak apa-apa sayangku, biar dia bisa mencontoh papi kalau dia sudah menikah nanti hehehe" sambil mengedipkan matanya dan tersenyum.


"Huhh... Gak bapak, gak anak sama saja sifatnya manja" ucap Mami Ana.


*****


RUANG MAKAN


Setelah mandi Rey pun langsung turun ke ruang makan, untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo.



Mereka makan pagi dengan hening. Setelah selesai makan Papi Aldi pun langsung berbicara "Wahhh anak papi udah dewasa, udah siap apel nih ke tempat calon tunangannya" goda Papi Aldi kepada Rey.


"Apaan sih pi, Rey kan cuma mau main ke rumah ka Risa" ucapnya sambil tersipu malu.


"Oh kamu mau kesana sayang, kebetulan mami baru bikin brownies, kamu bawa ya sayang, jangan kesana ga bawa apa-apa ok?" ucapnya sambil melihatkan brownies di loyang yang masih hangat.


"Eh iya mi" ucapnya singkat.


"Nih mami udah pindahkan ke dalam kotak, tinggal kamu bawa" ucapnya sambil menyerahkan tas yang berisi sekotak brownies.


"Iya sayang hati-hati" ucap Mami Ana sambil mengelus punggung anak kesayangannya.


"Semoga berhasil merebut hati Risa ya nak. Semangat!!" sambil mengangkat kepalan kedua tangannya dan tersenyum.


*****


RUMAH RISA



Mobil Rey pun sudah sampai di rumah Risa.


"Mang Ujang, ga usah di tunggu ya" ucap nya kepada sopirnya.


"Baik den" jawabnya sambil mengangguk.


Rey lalu keluar dari mobilnya.


"Gak nyangka aku kesini lagi, padahal semalam sudah ke sini" batin Rey sambil berjalan menuju pintu rumah Risa.


"Assalamualaikum" ucap Rey.


"Wa'alaikum Salam, Eh nak Rey wah ada apa kok datang sepagi ini?" ucap Mama Angel bertanya karena masih menunjukkan pukul 08.23 wib.

__ADS_1


"Eh ini Rey mengantar brownies buatan mami yang baru saja matang dan masih hangat ma" ucapnya sambil mengecup punggung tangan Mama Angel lalu menyerahkan tas yang berisi sekotak brownies.


"Oh iya, bilang sama Mami Ana terima kasih banyak. Ayo masuk sayang" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya ma" sambil memasuki rumah Risa.


"Siapa yang datang ma?" ucap Papa Kevin dari ruang makan.


"Ini ada nak Rey sayang" ucapnya sambil berteriak agar suaminya mendengar ucapannya.


Papa Kevin pun berjalan ke ruang tamu untuk menemui Rey.


"Sayang ini Rey bawa brownies masih anget nih" ucapnya.


"Wah kebetulan papa lagi minum teh ada brownies datang, yukk Rey temani papa ngeteh" ucapnya sambil menepuk bahu rey dan merangkulnya seperti anaknya sendiri, dan bergegas berjalan menuju ruang makan.


Rey pun masih mematung bingung dan langsung menjawab "Iya pa" dengan terpaksa mengiyakan ajakan Papa Kevin.


"Emh pa, ka Risa kemana? Kok dari tadi Rey belum melihatnya?" Rey pun memberanikan bertanya kepada Papa Kevin.


"Dia sedang belajar di kamarnya. Kamu ke kamarnya sana. Tetapi kamu jangan berani macam-macam sama Risa, Papa beri waktu kamu 10 menit untuk bicara" ucapnya sambil menatap Rey.


"Ba... Baik pa. Rey cuma mau mengajak Risa jalan-jalan ke taman depan pa" ucapnya sedikit gugup karena takut dengan tatapan tajam Papa Kevin.


Papa Kevin pun ingin tertawa melihat Rey ketakutan.


"Ya sudah sana bicara sama Risa. Kamarnya ada di lantai dua dan di sebelah kanan" ucapnya.


Rey pun mengangguk dan berjalan ke lantai dua.


*****


DI KAMAR RISA



Risa sedang fokus belajar mengerjakan PR Matematika.


"Kak Risa," ucap Rey pelan sambil tersenyum di depan kamar Risa.


"Loh Rey kamu kenapa kesini? Evan aja ga berani ke kamar ku. Kamu berani-beraninya ke kamar ku!! Entar aku bilangin ke papa!" ucapnya sambil menatap Rey tajam.


"Eh kak aku ke kamar kakak karena di suruh Papa Kevin wekkk" ucapnya sambil meledek.


Risa pun hanya memanyunkan bibirnya karena Rey meledeknya.


"Ada perlu apa Rey?" ucap Risa.


"Kita perlu bicara tentang semalam ka, tapi kita ga bisa bicara disini. Kita bicara di taman depan yuk" ajaknya.


"Ya udah aku mau mandi dan ganti pakaian dulu. Kamu tunggu aku di ruang tamu sana!" ucapnya sambil memerintah.

__ADS_1


Rey pun tidak menjawab dan langsung turun menuju ke ruang tamu.


__ADS_2