
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author yang Gratis tidak berbayar dan harus buka perbab pakai koin.
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗
Gadis cantik itu tak lain adalah Reva yang sudah pulang di rumahnya. Reva langsung masuk ke dalam kamarnya. Kezia mengernyitkan keningnya dan mengikuti putri satu-satunya itu. Kezia masuk ke kamar anaknya dan biasanya kalau anaknya main nyelonong aja saat pulang pasti ada sesuatu. Entah sama teman kuliahnya atau dengan hal lain.
Kezia geleng-geleng kepala saat melihat anaknya merebahkan tubuhnya dan masih menggunakan sepatu yang menggantung di tempat tidur. Tas yang Reva lemparkan begitu saja.
"Sifat kamu ini kenapa bisa nurun dari Mama." Batin Kezia.
Kezia dulu saat kesal memang seperti itu melemparkan tasnya ke sembarang arah.
"Anak gadis Mama kok belum ganti baju sayang?"
Reva hanya diam saja. Biasanya anaknya itu lebih dekat dengan Papanya.
"Papa kamu belum pulang. Ayo dong cerita sama Mama..."
Reva lalu duduk di pinggir ranjangnya.
Setelah kelahiran putra keduanya Kezia jadi bisa sabar. Anak bungsunya itu sangat manja sekali. Jadi Kezia harus berbicara dengan lembut.
"Coba ceritakan masalahnya sama Mama nak," ucap Kezia sambil mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Reva kesal Mama. Tadi ada laki-laki pindahan dari Malang dan sudah dua kali membuat aku kesal."
Reva menceritakan saat Rio menabraknya dan lalu meninggalkannya. Reva akhirnya memungut buku-bukunya sendirian. Kejadian saat berjalan di kantin tak luput Reva ceritakan. Saat Rio membayar minumannya juga Reva cerita sama Kezia.
"Mama, lihat keningku. Tadi merah saat terkena botol bekas air mineral."
"Sekarang kan sudah tidak sakit lagi kan sayang?"
Reva menggeleng lemah, Kezia lalu tersenyum tipis.
"Kamu seharusnya memaafkan laki-laki itu sayang karena sudah mentraktir kamu sebagai permintaan maafnya."
"Tidak bisa begitu dong Mama. Aku benci sama laki-laki itu sampai sekarang."
__ADS_1
"Kalau boleh Mama tahu siapa nama laki-laki itu?"
"Rio Jullian," ucapnya sambil cemberut.
Kezia terkejut saat mendengar perkataan anaknya. Rio yang tak lain adalah anak dari Viona. Mantan madunya saat itu. Matanya membulat sempurna saat mengetahui Rio berada di Jakarta. Rio dan Reva teman masa kecil saat itu. Kezia masih ingat kalau Viona dan Vino pergi meninggalkan Jakarta dan tinggal di Surabaya. Tapi kini mereka sudah kembali.
"Kenapa Mama terkejut?"
"Rio teman masa kecil kamu itu adalah anak dari mantan maduku. Sebaiknya Reva tidak boleh tahu saat ini Rio sebenarnya anak siapa." Batin Kezia.
"Mama kenapa melamun?"
Perkataan putrinya membuat Kezia terkejut.
"Eh, tidak sayang. Mama hanya mikirin kamu kenapa belum makan saat pulang kuliah dan juga kamu belum mandi."
"Bersihkan tubuhmu, Mama tidak mau ya anak gadis Mama yang cantik ini jorok," ucapnya kembali.
"Iya Mama aku akan mandi dulu dan baru makan."
"Ok, Mama keluar dulu."
"Mama kok jadi aneh ya?"
"Ah bodo amat, aku mau mandi saja," ucapnya kembali.
Sore hari Revano bersama dengan Reno sudah pulang ke rumah. Revano melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya.
"Sayang....." Terdengar suara bariton yang mengejutkannya.
"Suamiku, eh kamu sudah pulang?"
"Apa kamu tidak suka kalau aku pulang cepat?" tanya Revano sambil memberi kecupan pada pipi mulus istrinya.
"Eh, bukan seperti itu sayang. Maksudnya aku belum menyiapkan teh hangat untuk kamu, air hangat dalam bathtub dan juga pakaian ganti."
"Sayang, tidak perlu. Karena kamu adalah istriku, bukan pembantu di rumah ini."
Kezia bahagia suaminya itu tidak menuntut apa yang harus disiapkan.
__ADS_1
"Kamu kenapa melamun sayang dan melihat ke arah luar jendela?" tanyanya penasaran.
"Mereka telah kembali..."
"Mereka siapa?" tanya Revano yang lalu melepaskan pelukannya.
Kezia membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah suaminya.
"Keluarga Viona telah kembali ke Jakarta."
"Apa? Mereka jadi pindah ke Jakarta lagi?" ucap Revano membolakan matanya.
"Iya dan yang membuat aku terkejut adalah kabar tentang Rio."
"Kenapa dengan anak itu?" tanya Revano dengan serius.
"Rio satu kampus dengan Reva. Bahkan mereka telah kenal."
"Aku takut jika Reva dan Rio akan jatuh cinta. Apalagi mengetahui masa lalu kita," ucapnya kembali.
Keluarga Revano pernah ada konflik dengan keluarga Viona lagi saat anak-anaknya masih berumur 6 tahun. Masalahnya padahal cuma hal yang sepele karena nama Rio diambil dari Revano dan Viona. Kezia dan Revano marah saat itu dan akhirnya karena Viona merasa tidak enak hati lalu mereka pindah ke Surabaya. Revano sangat marah saat tahu namanya menjadi nama singkatan dari anak mantan istri sirinya. Mereka menikah karena kesalahpahaman waktu itu. Karena Revano dijebak dan yang seharusnya yang menikah dengan Viona saat itu adalah Vino. Meskipun kini Vino sudah menikah dengan Viona tapi masalahnya kenapa namanya dibawa-bawa dan menjadi singkatan nama Rio. Viona menjelaskan bahwa karena dulu Revano sangat berjasa saat itu. Revano mau menafkahi dirinya saat hamil Rio. Maka dari itu Viona mengambil inisial R untuk nama putranya.
Viona merasa tak enak hati dan membawa keluarganya pindah ke Surabaya. Keluarga Revano maupun Viona sepakat untuk melupakan masa lalu mereka. Maka dari itu Viona menjauhkan anaknya dengan anaknya Revano agar tidak terlalu akrab. Mungkin menghindar adalah salah satunya untuk tidak mengungkit masa lalu.
Namun kini mereka telah kembali lagi ke Jakarta. Rio juga satu kampus dengan Reva. Ketakutan Kezia maupun Revano semakin besar. Jika mereka saling bertemu lagi dan jatuh cinta.
Revano memang membiarkan anaknya untuk memilih sendiri pasangan hidupnya. Karena masa lalunya yang begitu rumit dengan Kezia dulu. Mereka terpaksa menikah dadakan karena Reno yang kabur waktu itu. Ide konyol Revano yang membiarkan Kakaknya pergi tetapi ia sendiri yang menjadi pengantin pengganti. Seiring berjalannya waktu, seperti melewati hutan dengan jalan yang berbatuan. Akhirnya Revano dan Kezia bisa hidup bahagia membina rumah tangganya. Mereka dikaruniai dua anak yang lengkap laki-laki dan perempuan. Pernikahannya sangat bahagia dan tidak ada lagi orang ketiga setelah masalahnya selesai bersama Viona waktu itu. Mereka bahkan terlihat lebih romantis. Reno bahkan kagum dengan rumah tangganya adiknya yang semakin harmonis.
Reno hanya dikaruniai satu anak dari hasil pernikahannya bersama Sandra. Istrinya itu sangat takut untuk hamil lagi. Jadi terpaksa Reno menuruti keinginan istrinya itu. Karena kebahagiaan Sandra merupakan kebahagiannya juga.
Karena dulu Risa dan Kezia hamilnya bareng jadi Reyhan dan Reza hanya berjarak kurang dari 2 bulan usianya. Mereka menjadi anak bungsu yang paling manja. Jika di depan ibu kandungnya mereka sangatlah manja. Namun ketika didepan ayahnya mereka tidak terlalu manja.
Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍
Berikan dukungan kepada author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗
Berikan dukungan vote gratis (tidak mengurangi poin kalian) makasih ❤️
__ADS_1