Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Periksa Kandungan


__ADS_3

Selesai sarapan bersama Revano lalu mandi. Tadi Kezia sudah mandi dan tinggal menunggu suaminya. Tak lama kemudian mereka keluar dari kamar. Setelah setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Reva digendong oleh Revano. Karena masih pagi jadi mereka bisa langsung masuk ke dalam ruangan dan tidak antri.


"Nak lihatlah, dia adik kamu sayang," tunjuk Revano ke layar monitor.


Reva hanya tertawa kecil saat Papanya berbicara seperti itu. Sedangkan Kezia tersenyum tipis saat melihat anaknya juga bahagia akan punya adik. Dokter sudah selesai memeriksa kandungan Kezia dan memberikan resep obat dan vitaminnya. Revano bahagia anaknya sehat dalam kandungan istrinya. Saat ini kandungan Kezia berjalan 3 mingguan.


"Jangan lupa perbanyak makan buah ya Bu karena sangat baik untuk kesehatan."


"Baik Dok," jawab Kezia singkat.


"Wah, Bu Kezia dan Pak Revano bahkan sudah mau punya anak lagi. Saya saja bahkan belum menikah loh," ucap Dokter tersebut terkekeh.


"Makanya buruan nikah Dok," jawab Kezia.


"Iya, Dokter kan cantik pasti banyak yang mau," ucap Revano yang tak sadar membuat Kezia terbakar api cemburu.


Kezia main nyelonong saja keluar dari ruangan tersebut. Dokter muda tadi jadi tidak enak dengan pasiennya.


"Pak Revano, segera susul Bu Kezia. Wanita hamil sangat sensitif perasaannya."


"Iya Dok, kalau begitu saya permisi dulu."


Revano lalu keluar dari ruangan tersebut. Ternyata Kezia sedang menebus resep obat tersebut di depan. Revano lalu menemui istrinya.


"Sayang, aku cari kamu kemana-mana. Kenapa tadi kamu meninggalkan aku?"


Kezia tidak menjawab perkataan suaminya. Revano mengerti istrinya saat ini sedang cemburu.


"Sayang, bicaralah dan jangan seperti ini."


"Kita pulang saja," ucap Kezia.


Saat sudah sampai mobilnya Revano lalu menggenggam tangan Kezia.


"Sayang kamu cemburu?"


"Tidak!" jawabnya singkat.


"Kalau tidak kenapa kamu cemberut dari tadi?"


"Iya, aku akui aku cemburu," jawab Kezia.


Revano bahagia istrinya mengaku cemburu berarti sangat takut untuk kehilangan Revano.


"Sayang, aku tidak bermaksud apa-apa sama Dokter tadi."


"Tapi kamu bilang dia cantik," ucap Kezia mendengus kesal.


"Hanya bilang begitu saja kok kamu cemburu sih sayang?" ucap Revano mencubit pipi istrinya.

__ADS_1


"Jangan mencubit aku!" Kezia berusaha menepis tangan suaminya.


"Kezia, kamu jangan seperti ini. Kamu tahu sendiri kan kalau cintaku hanya untukmu," ucap Revano.


"Hmm," Kezia hanya berdehem saja.


"Sayang kamu ingin apa biar tidak marah lagi sama aku?"


"Mulai bulan depan pindah saja ke Dokter kandungan yang lainnya."


"Hmm, baiklah jika itu mau kamu. Sekarang kita mau ke mana?"


"Aku ingin makan bakso yang pedas."


"Ya sudah kita makan bakso saja."


"Iya, bawa Reva kemari."


Revano lalu memberikan Reva kepada istrinya. Revano langsung mengemudikan mobilnya dan mencari orang yang berjualan bakso.


"Stop! Kita makan di situ saja," tunjuk Kezia ke salah satu deretan orang yang berjualan di ruko tersebut.


"Baiklah sayang, ayo."


Revano lalu mengambil alih menggendong Reva. Revano memesan bakso mercon sesuai yang istrinya minta. Kezia matanya berbinar-binar saat melihat semangkok bakso sudah ada didepan mata.


Penjual bakso tadi lalu kembali membuat bakso pesanan Kezia.


"Sayang, kamu belum memakannya dan kenapa sudah memesannya lagi, apa akan muat perut kamu?"


"Buat kamu baksonya."


"Apa, buat aku?" Revano melongo mendengar perkataan istrinya.


"Iya, kita akan memakannya bersama-sama."


Sekarang satu porsi bakso tersebut sudah ada didepan Revano.


"Sayang, ayo kita makan," ucap Kezia.


"Eh? Ehm iya sayang."


Akhirnya Revano memakan bakso yang menurutnya bakso extra pedas yang pernah ia makan. Bakso mercon itu membuat lidahnya bergetar karena pedasnya cabai yang terdapat dalam bakso tersebut. Karena tidak mau membuat istrinya kecewa akhirnya Revano menghabiskan bakso tersebut.


"Akhirnya kenyang. Anak kita pasti bahagia keinginannya dituruti," ucap Kezia sambil mengusap perutnya.


"Hmm iya sayang."


"Iya anak kita bahagia tapi aku yang tersiksa sayang menuruti ngidam kamu." Batin Revano.

__ADS_1


"Sayang enak sekali baksonya. Kapan-kapan kita makan bersama lagi ya?" ucap Kezia tersenyum bahagia setelah menghabiskan baksonya.


"Eh, lagi?" tanya Revano.


"Iya dan kamu harus mau."


"Baiklah," ucapnya pasrah karena bagaimanapun juga kemauan ngidam istrinya, apapun akan Revano turuti.


"Yuk kita pulang sayang," ucap Kezia tersenyum manis.


Kezia lalu membayar semuanya. Revano memang memberikan ATM kepada Kezia dan agar istrinya itu mengelola keuangan. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang. Perutnya seketika sakit setelah makan bakso.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Kezia.


"Perutku sakit setelah makan bakso mercon tadi."


"Astaga, aku lupa kalau kamu tidak suka makanan yang terlalu pedas. Sayang maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi sakit perut," ucap Kezia yang merasa bersalah.


"Tidak usah minta maaf sayang. Kamu kan lagi ngidam dan apapun keinginan kamu pasti akan aku turuti."


"Kamu memang suamiku yang baik," ucap Kezia sambil memegang pipi Revano.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai rumah. Revano langsung berlari menuju ke kamar mandi. Kezia meletakkan anaknya yang tertidur pulas.


"Kasihan Revano jadi sakit perut," ucap Kezia.


Kezia lalu ke dapur untuk membuatkan suaminya minuman. Revano keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tidak ada di kamar.


"Loh, kemana dia?"


"Kamu mencariku sayang?" tanya Kezia sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya sambil tersenyum dan memegang secangkir teh hangat.


"Nih minum dulu sayang," ucap Kezia.


"Makasih sayang. Kamu jangan membuatkan aku teh hangat. Nanti kamu kecapekan sayang dan lagian ada Bibi. Mulai besok kamu jangan membuatkan aku teh hangat ya? Biar Bibi saja."


"Iya suamiku yang bawel. Kamu bahkan sudah seperti emak-emak saja. Kamu sudah seperti Mama Sonya," ucap Kezia diakhiri dengan tawanya.


"Hahaha, ini demi anak kita sayang. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya jika kamu terlalu kecapekan."


"Iya, aku akan turuti semua keinginan kamu sayang dan kamu tidak usah khawatir ya."


Revano lega setelah istrinya berbicara seperti itu dan lalu menyeruput tehnya.


"Iya sayang. Kamu harus selalu menjaga kesehatan kamu selama kamu hamil."


"Aku akan menjaganya dengan baik. Karena bagaimanapun juga aku ibunya," ucap Kezia sambil memegang perutnya.


Revano bahagia Kezia terlihat bahagia dengan kehamilannya saat ini. Revano lalu ikut memegang perut Kezia. Revano tidak menyangka istrinya akan menuruti keinginannya dan juga permintaan dari Mommy Risa. Mungkin jika Mommy Risa tidak memintanya Kezia akan menunda kehamilannya sampai Reva sudah besar nanti. Karena sebelumnya Revano meminta anak kedua tapi Kezia beralasan untuk tidak hamil lagi karena umur Reva yang masih kecil untuk punya adik. Namun setelah Mommy Risa berbicara seperti itu Kezia berubah pikiran dan mau untuk hamil lagi. Kezia hanya tidak ingin jika mertuanya itu sampai berbuat sesuatu yang membahayakan kandungannya. Lagipula menurut Kezia jika hamil sekarang atau nanti juga akan sama saja Reva akan punya adik juga.

__ADS_1


__ADS_2