
Sonya yakin anaknya akan berubah sikapnya kepada suaminya. Kezia kini di dapur bersama Mama Sonya. Mamanya telaten mengajari anaknya memasak udang saus padang. Ada rasa aneh dihati Kezia saat memasak makanan kesukaan suaminya untuk pertama kalinya.
"Duh, aku tadi tanya ke Mama lagi masakan kesukaan Revano. Nanti Revano tambah GR lagi aku masakin." Batin Kezia menyesali tadi salah bicara.
Setelah masakannya selesai sekarang mereka menunggu Revano pulang.
"Kayaknya Revano nginep deh Mama di rumah sakit. Sudah satu jam ini dari kita tadi masak tapi belum juga pulang tuh anak."
"Hus..... Sama suami yang sopan!"
"Eh iya Papa. Maaf keceplosan, habis sudah kebiasaan," ucapnya terkekeh.
Sepuluh menit kemudian terdengar suara pintu terbuka. Sekarang terlihat wajah suaminya yang agak kusut.
"Nak, Revano akhirnya kamu sudah pulang nak." Sonya mendekati menantunya.
"Eh iya Mama." Tak lupa Revano mengecup punggung tangan Sonya dan juga Kenzo.
"Anak yang baik seperti ini kok mau Kezia ceraikan. Bakal menyesal beneran kamu nak kalau sampai berpisah dari Revano." Batin Sonya.
"Mama dan Papa udah dari tadi atau barusan?"
"Kita sudah dari tadi nak. Papa dan Mama yang beres-beres apartment."
"Wah, bersih sekali. Terima kasih ya Mama dan Papa. Seharusnya tidak perlu repot-repot beresin apartment kita." Seketika Revano melihat sekeliling apartment."
"Ehem....... Ehem........." Kenzo mengkode istrinya bahwa sudah lapar karena dari tadi bersih-bersih apartment.
"Oh iya nak. Mama dan Kezia tadi masak. Ayo kita makan bersama. Kamu pasti belum pernah kan makan masakannya Kezia?"
"Tumben dia masak. Apa diomelin Mama Sonya dan Papa Kenzo ya? Sikapnya juga tidak jutek lagi." Batin Revano.
"Belum. Mama kok tahu sih?" Sambil cengengesan.
"Ya iyalah kan Kezia cerita sama Mama. Tadi Kezia loh yang nanya makanan kesukaan kamu apa dan Mama kasih tahu kalau makanan kesukaan kamu udang saus padang. Kezia tadi masak spesial buat kamu."
"Sepertinya dia ada maunya. Tidak mungkin istriku tiba-tiba baik seperti ini. Apalagi masak makanan kesukaanku. Apa ya yang sedang dia rencanakan lagi?" Batin Revano curiga.
"Suamiku kok bengong saja? Ayo kita makan bersama," ucap Kezia sambil menggandeng tangan Revano dan menampilkan senyuman manisnya.
"Sikapnya berubah 180 derajat. Pasti karena ada Mama Sonya sama Papa Kenzo nih jadi pura-pura bersikap manis dan baik." Batin Revano.
__ADS_1
"Eh, iya ayo sayang." Revano memanggilnya sayang dengan tujuan agar Kezia bisa berubah dan mencintainya. Revano akan menunggu sampai Kezia mencintainya.
Sonya dan Kenzo lalu saling melempar senyuman. Anaknya sudah mulai berubah setelah tadi diberi nasihat. Mereka kini sudah berada di ruang makan. Karena apartment Kezia mewah jadi di dalamnya ada ruang tamu, kamar, kamar mandi, dapur dan ruang makan.
Kezia menirukan kebiasaan Mamanya yang mengambilkan makanan untuk Papanya. Ini pertama kalinya Kezia melakukannya. Jadi agak sedikit kaku.
"Nasinya segini apa cukup?"
"Iya sudah cukup kok." Jawabnya singkat.
Kezia lalu mengambilkan udang saus padangnya.
"Ini masakan buatan Kezia asli loh nak Revano. Mama tadi hanya menyebutkan bumbu-bumbunya. Kezia masakin khusus makanan kesukaan kamu hari ini."
Revano yang baru makan satu suap pun lalu tersedak.
"Uhukk....... Uhukk........."
"Pelan-pelan nak makannya," ucap Kenzo.
Kezia dengan cepat langsung memberikan air putih.
"Minumlah..... Jangan terburu-buru. Aku masak hari ini buat kamu."
"Akting kamu bagus juga." Batin Revano.
"Ayo kita lanjutkan makan lagi dan jangan ada yang bersuara. Jadi biar tidak ada lagi yang tersedak." Kenzo berbicara dengan cepat.
Semua orang lalu melanjutkan makanannya kembali. Setelah selesai makan. Sonya kepo apa pendapat menantunya tentang masakannya Kezia.
"Bagaimana masakan pertama istri kamu nak?"
"Enak kok Mama. Cuma kurang sedikit asin saja."
"Gak boleh banyak-banyak garam nak. Entar masakannya keasinan. Kan Kezia sudah menikah sama kamu. Jadi gak boleh masak yang terlalu asin."
Revano hanya tersenyum kecut mendengar Mama Sonya berbicara seperti itu.
Beberapa orang percaya bahwa kalau gadis masaknya keasinan berarti pertanda ingin menikah.
Setelah makan bersama Papa Kenzo dan Mama Sonya akan pulang ke rumah.
__ADS_1
"Kami pulang dulu ya nak." Kenzo pamit mau pulang.
"Ingat pesan Mama ya Kezia. Jangan perlakukan Revano seperti layaknya seorang pembantu lagi," ucapnya berbisik agar Revano tidak dengar.
Kezia hanya mengangguk pelan. Harus menuruti semua keinginan Mama dan Papanya agar semua fasilitasnya tidak dicabut. Setelah Papa dan Mamanya pulang Revano penasaran dengan apa yang terjadi saat dirinya tidak ada di apartment.
"Kenapa kamu berubah?" Tanyanya penasaran.
"Kamu berbicara dengan siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan kamu?"
"Kenapa kamu jadi sewot sih? Harusnya aku yang tanya kenapa kamu yang berubah?"
"Ditanya kok balik tanya? Dasar menyebalkan!" Revano langsung pergi ke kamar.
Revano masih marah dengan Kezia. Karena tadi di rumah sakit Kezia bilang kalau seandainya saja Reno membatalkan pernikahannya sejak awal tidak mungkin Kezia akan menikah dengan Revano. Gimana Revano tidak sakit hati saat istrinya berbicara seperti itu dengan semua orang.
"Kok Revano jadi ngeselin sih?" Saat Revano sudah tidak terlihat lagi.
"Apa Revano marah ya tadi karena aku bilang ke Reno tentang seandainya Reno membatalkan pernikahan itu maka aku tidak akan menikah dengan adiknya. Hmm... Sepertinya dirinya marah karena aku berbicara seperti itu tadi. Aku harus berbicara dengannya," ucapnya sambil berjalan menuju kamar.
Kezia akan menceritakan semuanya kepada Revano. Kezia akan bicara tentang surat perceraiannya yang Papanya sobek. Namun dirinya masih punya surat perjanjian nikah kontrak selama satu tahun. Kezia akan tetap menjalankan itu sampai habis kontraknya.
Kezia akan bilang sama Revano kalau hal ini jangan sampai Daddy Rey tahu. Karena akan membahayakan kesehatan jantungnya. Kezia juga akan bilang kalau akan ada asisten rumah tangga yang akan datang seminggu lagi. Jadi untuk saat ini harus bekerja sama bersih-bersih apartment. Kezia akan membantu Revano untuk bersih-bersih apartment selama satu minggu ini.
Revano pasti curiga karena sifat Kezia tiba-tiba berubah. Kezia akan meminta Revano untuk terus berpura-pura kelihatan mesra di depan kedua orang tuanya maupun kedua orang tua Revano. Ini juga demi kesehatan Daddy Rey. Revano pasti akan setuju dengan usulannya, Kezia yakin itu.
Kezia melangkahkan kakinya ke kamar. Terlihat Revano sedang membereskan tugas kuliahnya.
"Revano, apa kamu sedang sibuk?"
"Sudah selesai. Ada apa?"
"Tadi Mama dan Papa kesini bilang kalau akan ada asisten rumah tangga."
"Seminggu ini kita harus bekerja sama bersih-bersih apartment. Apakah kamu setuju?"
"Hmm............" Revano hanya menjawab deheman saja. Kezia semakin kesal dengan Revano.
"Revano, kita ketahuan sama Papa dan Mama tentang surat perceraian itu."
__ADS_1
"Apa?" ucapnya terkejut.
Revano sangat terkejut ketika ketahuan Kezia akan menceraikannya. Revano hanya takut saja ini semua akan sampai ke telinga Daddy Rey. Revano hanya takut terjadi apa-apa dengan Daddy Rey. Padahal tadi baru saja sadar dari kritisnya.