Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Jenis Kelamin Bayi Yang Dikandung Kezia


__ADS_3

Kezia kini sudah selesai mandi dan juga berdandan dengan cantik. Kezia menggunakan dress berwarna hijau mint di atas lutut. Kezia keluar dari kamarnya dan mencari suami tercintanya.


"Sayang... Ternyata kamu disini." Kezia tersenyum sambil memegang perutnya.


Revano dari tadi menunggunya di sofa ruang tamu. Revano menoleh dan melihat istrinya yang sudah tampil cantik.


"Kamu cantik sekali sayang." Revano beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Kezia.


"Sayang, lain kali jangan berpakaian seperti ini ya?"


"Hah? Kenapa emangnya?" Tanya Kezia terheran-heran karena Kezia berpikir bahwa penampilannya sudah terlihat sopan.


"Aku tidak mau kalau kamu berpakaian terlalu minim."


"Terlalu minim? Ini kan sebenarnya pas selutut sayang. Karena aku sedang hamil saja jadi lebih terlihat di atas lutut," ucap Kezia menjelaskan.


"Iya juga ya sayang," ucapnya terkekeh.


"Tapi aku akan berusaha untuk menuruti kemauan kamu sayang. Aku ingin menjadi istri yang baik untukmu. Nanti aku selanjutnya akan lebih memilih pakaian yang terlihat lebih sopan dan dibawah lutut."


Kezia ingin menjadi istri yang baik dan menurut apa kata suaminya.


"Iya sayang, makasih ya."


Revano lalu mengecup pipi Kezia. Kezia tersenyum suaminya begitu sayang padanya sampai memperhatikan cara berpakaiannya.


"Anak kita sudah semakin tumbuh besar ya sayang," mengusap perut Kezia yang sudah terlihat sedikit membuncit.


"Iya sayang, sekarang dia begitu aktif menendang-nendang dalam perutku. Aku bahagia kamu sudah pulang sayang, kebahagiaanku semakin lengkap dengan kedatangan kamu."


Revano tersenyum lalu memegang kedua pipi Kezia.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi sayang. Percayalah padaku."


"Aku percaya padamu sayang." Kezia juga memegang pipi suaminya.


"Terima kasih telah percaya padaku, sungguh aku begitu tulus mencintaimu," ucap Revano sambil mengecup kening Kezia.


Kezia bahagia Revano bicara seperti itu. Kezia tersenyum bahagia suaminya begitu tulus mencintainya.


"Sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang. Aku sudah tidak sabar ingin tahu jenis kelamin anak kita." Sambil mengusap perutnya pelan.


"Iya sudah ayo sayang, kita berangkat sekarang..."


Kezia sekarang dan Revano sudah di dalam mobil. Revano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Sekarang Kezia bahagia bisa datang bersama Revano. Mereka sedang antri sekarang menunggu giliran untuk diperiksa. Sekarang Kezia juga merasakan seperti ini hamil lainnya yang ditemani oleh suaminya.


"Alhamdulillah Ya Allah, aku bersyukur bisa ditemani oleh suamiku saat periksa kandungan." Batin Kezia.


Tak lama kemudian nama Kezia dipanggil untuk masuk ke ruang Dokter kandungan tersebut. Revano menggenggam tangan Kezia untuk memasuki ruangan tersebut.


"Ini adiknya yang satunya ya Bu Kezia?" Tanya Dokter tersebut.


"Ini suami saya dok, memang usianya tiga tahun lebih muda dari saya."


"Oh suaminya ya, masih terlihat imut sekali wajahnya. Jadi saya tadi mengira adiknya."


Kezia hanya tersenyum tipis. Memang benar bahwa Revano masih muda.

__ADS_1


"Dokter apa hari ini sudah bisa dilihat jenis kelamin bayinya?" Tanya Revano penasaran.


"Mudah-mudahan sudah bisa dilihat. Kalau begitu mari saya periksa Bu Kezia"


Kezia sekarang sudah berbaring di ranjang pasien. Dokter menaikan selimutnya dan lalu juga menaikkan dress yang Kezia kenakan. Revano berdiri melihat setiap gerak-gerik Dokter tersebut.


"Maaf sayang, selama ini aku tidak menemanimu periksa kandungan. Aku selama ini sibuk kuliah dan berkerja di Korea. Tapi aku sekarang sudah kembali dan akan menemanimu periksa setiap saat." Batin Revano.


Dokter sudah memberikan gel dingin ke perut Kezia. Dokter lalu menggerakkan alat transducer tersebut.


"Dok itu suara apa ya?" Tanya Revano penasaran.


"Itu suara detak jantung bayinya."


Revano seketika matanya berkaca-kaca saat mengetahui bahwa itu suara detak jantung bayinya.


"Sayang aku bahagia kamu menemaniku periksa. Jadi kita bisa mendengar suara detak jantung anak kita bersama-sama." Batin Kezia tersenyum dan melihat ke arah suaminya.


Dokter tersenyum jenis kelamin bayinya sekarang sudah bisa terlihat. Kedatangan Revano menemani Kezia periksa kandungan akhirnya bisa membuahkan hasil. Anaknya tidak lagi menyembunyikan jenis kelaminnya.


"Apa sekarang sudah bisa terlihat jenis kelamin bayi saya dok?" Tanya Kezia penasaran.


"Wah, berkat suaminya datang menemani Bu Kezia periksa, sekarang sudah bisa dilihat jenis kelaminnya Bu."


"Apa jenis kelaminnya dok?" Tanya Revano penasaran.


"Selamat ya kalian akan memiliki seorang putri," ucap sang Dokter sambil tersenyum.


"Putri?" Kezia mengernyitkan dahinya.


"Sayang, kita akan memiliki anak perempuan yang cantik seperti kamu," ucap Revano sambil tersenyum bahagia.


"Iya sayang, aku juga bahagia kita akan mempunyai anak perempuan."


Dokter tersenyum melihat kedua pasangan suami istri yang rumah tangga terlihat begitu harmonis meskipun mereka pasangan berbeda usia.


"Anak saya gimana dok kondisinya?" Tanya Revano penasaran.


"Bayinya sehat dan kuat. Bu Kezia rajin meminum vitaminnya."


"Iya dok, anak saya sering menendang-nendang dalam perutku. Kadang saya terkejut saat tiba-tiba dia menendang-nendang padahal tidak sedang saya pegang perutnya," ucap Kezia menjelaskan.


"Nanti akan menendang begitu kuat saat kehamilan menginjak usia 8 sampai 9 bulan. Bu Kezia tidak perlu kaget karena sudah biasa dirasakan oleh ibu hamil lainnya. Kadang mereka merasakan ngilu karena tentangannya begitu kuat. Nanti juga Bu Kezia akan merasakan kontraksi palsu juga."


"Iya dok. Makasih atas penjelasannya."


"Sudah selesai, mari kita kembali ke sana." Dokter sudah membersihkan gel dalam perut Kezia.


Kezia dan Revano sudah duduk di kursi. Dokter sedang mengambil USG print fotonya.


"Sayang, aku bahagia bisa menemani kamu periksa jadi kita bisa mendengarkan detak jantung anak kita." Sambil menggenggam tangan Kezia.


Kezia menggangguk dan sambil tersenyum.


"Makasih ya sayang sudah menemaniku periksa kandungan."


Dokternya lalu kembali duduk dan menatap wajah Revano.

__ADS_1


"Ini hasil pemeriksaannya dan USG. Jaga istrinya dan turuti apa kemauannya. Ibu hamil harus ditemani oleh suaminya setiap saat. Sang anak yang masih dalam kandungan juga harus selalu diberikan perhatian. Mengajak bayi yang masih dalam kandungan berbicara itu sangat bagus untuk tumbuh kembangnya."


"Iya dok, saya akan menemaninya setiap saat."


"Bu Kezia jangan lupa untuk ditebus vitaminnya di depan. Perbanyak makan buah karena baik untuk kesehatan," ucap Dokter.


"Iya dok." Jawabnya singkat.


Kezia tidak suka dengan tatapan Dokter tersebut kepada suaminya.


"Apa ada yang ingin ditanyakan?"


"Tidak Dokter. Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu."


Sekarang mereka sudah keluar dari ruangan. Revano sedang menebus vitaminnya. Kezia duduk di kursi. Kezia cemberut saat ini. Kezia masih kesal dengan tatapan Dokter tersebut ke suaminya.


"Sayang, kok cemberut?" Revano duduk didekat istrinya.


"Aku tidak suka dengan Dokternya tadi."


"Loh, emangnya kenapa? Dokternya kan baik sayang."


"Dari tadi dia memperhatikan kamu terus." Sambil melipat kedua tangannya di atas perutnya.


"Sayang, kamu cemburu?" Revano kini tersenyum melihat istrinya yang begitu menggemaskan saat cemberut.


"Tidak, aku tidak cemburu!"


"Kalau kamu tidak cemburu, kenapa cemberut seperti itu sayang?" ucap Revano terkekeh.


"Aku hanya kesal sama dokternya."


"Hmm..... Kamu mau apa biar kamu tidak kesal lagi sayang?"


Seketika Kezia ingin ice cream yang segar.


"Aku ingin ice cream."


"Putri Papa ingin ice cream ya nak?" ucap Revano memegang perut Kezia dan mengelusnya pelan.


"Iya Papa," ucap Kezia menirukan suara anak kecil.


"Yuk sayang kita pergi beli ice cream. Aku akan belikan kamu sebanyak mungkin yang kamu inginkan."


"Iya sayang, aku mau..."


Mereka lalu bergandengan tangan menuju ke parkiran mobil. Kezia bahagia Revano menemaninya saat dirinya ngidam. Kebahagiaan terasa lengkap saat ini. Ayah dari bayi yang dikandungnya telah pulang.


Revano melajukan mobilnya ke arah mall. Kezia ingin ice cream di mall langganannya saat berbelanja. Revano juga ingin sekalian mengajak Kezia jalan-jalan. Semenjak menikah mereka belum pernah jalan-jalan seperti ini. Karena mereka selalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kezia lebih sering menghabiskan waktunya di butik. Sedangkan Revano sepulang kuliah dulu menjadi driver ojol kalau sedang tidak ada jadwal pemotretan. Jadi mereka belum pernah jalan-jalan. Kezia bahagia akhirnya bisa jalan-jalan bersama suaminya. Sudah sejak kehamilannya baru menginjak 5 bulan Kezia ingin jalan-jalan ke mall ditemani suaminya. Tapi waktu itu Kezia hanya ditemani oleh sang adik Keano. Akhirnya kini Kezia bisa keturutan juga keinginannya untuk jalan-jalan ke mall bersama Revano.


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙



Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙


__ADS_1


__ADS_2