
Rey dan Risa sudah sampai di apartment.
"Yang, lain kali kamu jangan pakai pakaian yang minim seperti itu ya?" Rey melihat Risa yang memakai dress di atas lutut.
"Hmm iya, tapi kalau selutut boleh kan?"
Rey pun terpaksa mengiyakan keinginan istrinya, karena memang tidak bisa membantah kemauan istrinya selagi hamil.
"Pokoknya pakai pakaian yang membuat kamu nyaman ya sayang, terserah apapun itu pokoknya pakaian yang dibawah lutut."
"Ok sayangku," ucapnya sambil tersenyum senang.
Keynan sudah memberitahu ke kakaknya Kevin kalau Karin akan pindah sekolah di Indonesia dan menitipkan anaknya ke kakaknya selama tinggal di rumahnya. Kevin senang akan ada Karin di rumahnya, karena semenjak Risa menikah dengan Rey rumahnya menjadi sepi. Risa jarang ke rumah karena memang seorang istri harus ikut suaminya kemanapun ia pergi.
Rey dan Risa sudah bersiap-siap berangkat ke Indonesia. 3 koper yang mereka akan bawa 2 koper milik pribadi dan 1 koper untuk oleh-oleh. Mereka akan berangkat bersama Karin. Sedangkan Karin hanya membawa 1 koper dan 1 tas ranselnya. Karin dan Keynan sudah sampai di apartment.
"Sudah siap semuanya? Coba dicek dulu ada yang ketinggalan atau tidak." tanya Keynan kepada Rey dan Risa.
"Sudah Paman, tidak ada yang ketinggalan," ucap Rey yang sambil mendorong koper-koper nya keluar apartment.
Mereka lalu masuk mobil, Karin berada di depan bersama papanya. Sedangkan Risa dan Rey duduk dibelakang. Rey menggenggam tangan kanan Risa dengan tangan kirinya. Kepala Risa pun ia letakkan di bahunya, Rey membuat Risa agar senyaman mungkin saat berada di dekatnya.
Sedangkan Karin pikirannya sedang berkecamuk, ia tidak bisa membayangkan akan dijodohkan dengan pria yang agamis kalau sudah sampai di Indonesia. Karin belum tahu sifat Dion seperti apa karena belum pernah bertemu dengan teman Rey yang bernama Dion. Bukannya Karin tidak mau mempunyai calon suami yang taat dalam beragama seperti Rey dan temannya yang bernama Dion yang seorang penghafal Al Qur'an juga. Namun Karin tidak mau kalau nanti akan di ceramahi setiap saat. Karin sebenarnya ingin memilih calon suami sendiri, nantinya pengen mempunyai calon suami yang jujur, tanggungjawab, berpikiran dewasa, sholat nya tidak pernah ditinggalkan dan orang yang membuatnya nyaman itu saja sudah cukup.
Mereka pun sudah sampai di bandara Incheon Internasional Airport malam hari. Perjalanan yang akan mereka tempuh kurang lebih 7 jam dan akan sampai di Indonesia kira-kira pukul 04:00 wib.
Karin duduk sendirian, untung tempat duduk sebelahnya kosong jadi ia bisa berselfie ria. Karin suka rambutnya di cepol kalau akan tidur, begitu juga dengan Risa terkadang juga melakukannya meskipun tidak sesering Karin.
...*****...
Pagi hari mereka sampai di Indonesia pukul 04:07 wib. Mereka langsung di jemput oleh sopirnya Papa Kevin. Menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari bandara sampai rumah. Risa pun memanfaatkan waktu itu untuk tidur di pangkuan suaminya. Rey membenarkan anak rambut Risa agar tidak menutupi mukanya.
Sampai di rumah pukul 05:11 wib. Risa, Rey dan Karin langsung bersalaman dan berpelukan dengan Papa Kevin dan Mama Evangeline. Mereka langsung sholat berjamaah karena waktunya sudah mepet. Setelah itu kali ini Mama Angel akan masak spesial untuk kedatangan mereka dan di bantu oleh Karin. Sedangkan Bi Ika sedang mencuci pakaian di belakang.
...*****...
DI DAPUR
Risa ingin membantu Mamanya untuk memasak.
"Mama, Risa boleh bantu gak?"
"Boleh sayang, sini bantu iris-iris bawangnya yang baru di kupas Karin."
"Baik ma," ucap Risa lalu mencuci bawang dan menyiapkan telenan untuk tempat mengiris bawang.
Saat mengiris bawang, Risa mencium aroma bawang yang menyengat dan ia pun tidak tahan dengan baunya.
"Hoekkk.. Hoekk..." Risa pun memuntahkan cairan bening dari mulutnya.
__ADS_1
Mama Angel yang melihat anaknya muntah pun langsung mendekatinya dan memijat lehernya.
"Sayang kamu masuk angin?" tanya Mama Angel.
Rey yang mendengar istrinya muntah langsung bergegas membuatkan teh jahe.
Risa pun menggeleng pelan sambil mencuci mulutnya.
"Risa sedang hamil Ma," ucapnya singkat.
Mama Angel yang mendengar anaknya hamil pun langsung memeluknya.
"Papa... Papa kesini Pa... Risa Pa.. Risa..."
Papa Kevin yang baru minum teh pun terus lari mendengar teriakan istrinya.
"Ada apa Ma? Masih pagi kok teriak-teriak. Jangan bikin Papa terkena serangan jantung karena teriakan Mama."
"Risa Pa.. Risa....."
"Risa kenapa Ma? Lihatlah Risa baik-baik saja gitu kok Ma." ucap Papa Kevin sambil mengatur nafasnya dan melihat anaknya dalam keadaan yang baik-baik saja.
"Maksud Mama Risa hamil Pa, kita bakal punya cucu."
"Apa?? Hamil? Beneran sayang?" ucap Papa Kevin. Ia bertanya kepada anak kesayangannya.
Papa Kevin pun langsung memeluk anak satu-satunya itu, Ia bersyukur sebentar lagi akan punya cucu.
"Bentar lagi Papa punya cucu Ma," ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
"Iya Pa, Mama seneng banget Risa hamil."
"Udah sekarang kamu istirahat saja sayang, kamu gak boleh capek-capek. Yang bantu Mama masak biar Karin saja, kamu jaga kandungan kamu baik-baik ya sayang," sambil mengusap perut Risa pelan.
"Iya Ma."
"Sayang ini aku buatkan teh jahe untukmu. Minumlah selagi hangat," ucap Rey menyodorkan secangkir teh jahe buatannya.
Risa langsung duduk di meja makan dan meminum teh jahe buatan suaminya.
"Rasanya enak sekali sayang dari pada biasanya. Kamu ganti ya merek gula nya?"
"Aku buatin kamu bukan pakai gula sayang, tapi pakai madu biar lebih sehat."
"Oh, terima kasih ya sayang."
"Sama-sama istriku." sambil mencubit pipinya, Rey gemes dengan pipi istrinya.
Masakan pun sudah matang. Mereka lalu makan bersama. Setelah itu sekarang kamar tamu di tempati sebagai kamarnya Karin. Di rumah Risa terdapat 2 kamar tamu ada yang besar dan kecil. Namun Karin memilih yang kecil yang baru di renovasi.
__ADS_1
...*****...
DI KAMAR KARIN
Karin melangkahkan kakinya ke kamar barunya.
"Kehidupan baru ku di mulai dari kamar ini," ucapnya sambil menatap semua isi yang ada di kamar tersebut dan mulai memasukkan bajunya ke dalam lemari.
"Karin, semoga kamu betah tinggal disini ya nak," ucap Mama Angel.
"Iya..." sambil menunduk lirihnya Karin wajahnya nampak sedih.
"Kamu manggilnya Mama saja ya sayang biar kaya Risa dan kamu boleh menganggap saya seperti Mama kamu sendiri. Soalnya Mama Chintya kan jauh di Korea Selatan. Jangan terlalu banyak pikiran sayang, kakek dan nenek mengirim kamu ke Indonesia untuk sekolah dan lebih dekat mengenal dengan teman Rey yang namanya Dion. Tapi kamu berhak memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidup kamu sayang," ucapnya lembut sambil memegang bahu Karin.
"Terima kasih Ma, Karin maunya juga gitu. Karin ingin bebas memilih pasangan untuk kehidupan Karin nantinya. Lagian Karin masih kecil baru saja naik ke kelas XII."
"Iya sayang, kamu nikmati aja kehidupan baru kamu disini ya. Semoga kamu betah selama tinggal di Indonesia. Kamu istirahat ya sayang, kamu pasti capek habis perjalanan jauh. Kalau ada apa-apa cerita ya sayang."
"Iya Mama, terima kasih banyak."
...*****...
DI KAMAR RISA
Kini mereka masih capek habis perjalanan jauh.
"Sayang ayo kita tidur lagi, aku masih capek habis perjalanan jauh."
"Hmm gitu saja kok ngeluh sih suamiku," ucapnya sambil menoel hidung Rey.
"Eh, kamu mulai jahil ya sayang. Memang kamu tidak capek sayang?" tanyanya heran padahal Risa kan sedang hamil.
"Enggak, cuma masih ngantuk saja."
"Ya sudah yuk kita tidur," ucap Rey sambil membaringkan tubuhnya ke ranjang queen size.
"Aku kangen kamarku, sudah lama sekali aku tidak menempatinya. Semenjak jadi istri kamu aku jarang sekali tinggal disini," ucap Risa sambil langsung naik ke ranjangnya.
"Udah sayang, kamu jangan sedih gitu dong nanti baby kita juga ikutan sedih. Lagian sekarang kan kamu sudah di kamar kamu lagi."
"Iya say, udahlah aku ngantuk mau tidur," ucapnya sambil memeluk boneka brown yang baru ia beli di Korea."
"Sayang, kenapa peluk boneka? Gak mau peluk aku aja?" tanyanya.
"Enggak, bonekanya kalau di peluk anteng. Kalau kamu usil," ucapnya lalu mulai menutup matanya karena kantuk sudah menyerangnya.
"Selamat tidur istriku," ucapnya sambil mengecup kening Risa pelan.
Risa pun tak menjawab, matanya sudah terpejam dan sudah mulai memasuki dunia mimpinya.
__ADS_1