Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 36 - Undangan Pernikahan


__ADS_3

Sudah 2 hari ini Risa tidur di karpet bulu saat Rey sudah tidur. Rey pun tidak tahu bahwa sudah 2 hari Risa gak seranjang dengannya. Semenjak kejadian itu Risa pun mendiamkan Rey. Ia hanya berbicara seperlunya saja. Rey pun yang merasa didiamkan pun bingung harus bersikap bagaimana. Rey hari ini ke sekolahnya untuk mengambil undangan wisuda. Mereka bertiga pun duduk di kantin memesan makanan dan minuman. Sahabat Rey Rendy dan Dion pun tidak tahu bahwa Rey sudah tunangan bahkan sampai menikah.


"Eh Bro, muka lu kusut amat!" ucap Rendy.


"Iya nih diem bae dari tadi, kalau ada masalah cerita dong! Jangan diam aja," ucap Dion sambil menyeruput kuah mi ayam.


"Aku lagi didiemin sama tunanganku," ucapnya lemas.


"Lu serius bro?" ucapnya.


Rey pun hanya mengangguk pelan.


"Puft!! Hah gila lo!! Gak pernah pacaran tapi udah punya tunangan aja. Eh lo yang terkenal playboy di kelas kalah bro sama Rey yang pendiam tapi udah punya tunangan!" ucap Dion sambil menepuk pundak Rendy.


"Kasih solusi dong kawan," ucap Rey.


"Tuh si playboy Rendy yg tau seribu satu cara luluhin hatinya wanita," ucap Dion.


"Gini bro, lu didiemin karena apa dulu nih?" ucap Rendy bertanya.


"Aku didiemin kemarin waktu aku sama dia di pemotretan aku gak jadi makan siang bareng karena aku nganterin kakak kelas aku yang sedang pusing. Terus dia ngambek makan sama teman modelnya. Dia udah 3 hari ini cuekin aku, aku bingung harus bagaimana sekarang," ucap Rey sambil memegang dagunya.


"Tunangan lu model bro? Wah cakep dong pasti!" ucap Dion.


Rey pun hanya terdiam.


"Itu mah gampang bro, lu tinggal minta maaf baik-baik sama dia dan kasih hadiah atau kejutan," ucap Rendy memberi saran.


"Tapi aku bingung kasih hadiah apa ya ke dia," ucapnya bingung sambil mengudek sedotan di gelasnya.


"Yang namanya cewe biasanya suka dikasih bunga atau boneka," ucap Dion memberi saran.


"Tapi dia berbeda bro! Dia anak moge," ucap Rey.


"Apa?? Lu serius?" tanya Rendy.


"Iya aku serius," ucap Rey.


"Wah gue salah ternyata. Gue kira lu suka cewe yang manja juga sama kaya lu Rey hahaha," ucap Dion sambil tertawa.


Rey pun hanya menatap tajam ke arah Dion.


"Sorry bro, gue bercanda!" ucapnya sambil menepuk pundak Rey.


"Ah percuma aku cerita sama kalian. Tidak ada yang kasih solusi yang tepat" ucap Rey kesal.


"Gue punya solusinya dijamin tunangan lu akan maafin lu. Soalnya gue sudah buktikan ke cewe gue waktu ngambek gue kasih perhiasan kalung emas putih. Gue ajak dinner dan gue suruh dia tutup mata lalu gue pakaikan kalungnya," ucap Rendy.

__ADS_1


"Iya deh lu sih emang rajanya bisa luluhin hatinya cewe. Kan secara lu playboy di sekolah," ucap Dion.


"Sialan lu Dion!" ucap Rendy sambil melempar tisu bekas.


"Oke akan aku coba. Makasih Ren sarannya," ucapnya.


"Sarannya gak gratis dong. Lu bayarin kita makan hari ini," ucap Rendy.


"Gak masalah, Bu semuanya berapa?" tanya Rey sama ibu kantin.


"Semuanya 42 ribu nak," ucap ibu kantin.


"Ga usah kembali ya Bu," ucap Rey sambil mengeluarkan uang 50 ribu.


"Terima kasih nak. Semoga nak Rey rezekinya makin lancar," ucapnya dengan tersenyum.


"Amiin," ucap Rey.


"Eh kita belum selesai makan dan minum loh, kenapa sudah dibayar?" ucap Dion.


"Biar tenang saat makan kayak waktu di restoran. Udah bayar baru makan," ucap Rey tersenyum.


"Bro, gue jadi penasaran deh sama tunangan lu. Cewe moge yang gak suka bunga dan boneka itu. Kaya apa sih orangnya?" tanya Rendy penasaran.


"Kalian tahu kakak kelas kita yang namanya Risa Alexander?" ucap Dion


"Eh lu belum jawab pertanyaan gue kok nanya yang lain. Ada masalah apa lu sama dia? Atau lu lagi cari masalah sama dia?" ucap Rendy.


"Benar apa yang dikatakan Rendy, Risa memang seorang bidadari. Gak cuma parasnya aja yang cantik namun juga hatinya" batin.


"Eh, gue tau sifat lu. Semua cewe lu bilang cantik. Dasar playboy!" ucap Dion.


"Eh playboy kaya gue gini tetap aja sahabat kalian kan!" ucapnya dengan terkekeh.


"Huhh kenapa kalian jadi ribut sih? Ah males nerusin ceritanya!," ucap Rey yang mulai kesal.


"Eh jangan dong, lanjutin ceritanya bro! Ini gara-gara lu sih Ren. Eh tadi kenapa dengan Risa Alexander?" ucap Dion bertanya.


"Dia tunanganku," ucap Rey dengan nada sedikit menaik.


"Byurr..." Rendy pun yang lagi minum pun menyemprotkan minumnya ke lantai.


"Uhukk... Uhukk..." Dion yang lagi makan pun langsung tersedak.


"Gila lu, bisa dapatin bidadari sekolah. Kalau gue dapatin cewe kaya dia gue bakal berhenti jadi playboy," ucap Rendy tegas sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


"Hey kalau ngomong disaring dulu, dia tunanganku dan sebentar lagi menjadi istriku!" ucap Rey dengan kesal.

__ADS_1


"Bercanda bro! Kalau gue jadi lu gue gak akan pernah duain dia atau pun menyakiti hatinya. Dia sempurna banget bro! Beruntung lu bisa dapatin dia," ucap Rendy kembali.


"Yoi gue setuju apa yang dikatakan Rendy. Lu gak boleh nyakitin hatinya dia. Kalau lu nggak sanggup kasih ke gue. Gue bakal setia kalau punya cewe kaya dia hahaha," ucap Dion sambil tertawa.


"Ahh kalian ini masa mau jadi PHO (Perusak Hubungan Orang)" ucap Rey yang kesal dengan kedua sahabatnya itu.


"Bercanda kali bro, kita gak bakal nikung lu!" ucap Dion kembali.


"Gue juga. Secantik apapun cewe sahabat gue, gue gak bakal nikung teman gue sendiri. Gue tahu cari teman yang klop itu susah. Meskipun gue playboy tapi gue bukan PHO," ucap Rendy.


"Tumben omangan lu bener Ren," ucap Rey.


"Iya lah, playboy gini-gini gue juga punya hati kali," ucapnya tersenyum ke arah kedua sahabatnya itu.


"Gue bangga sama kalian. Kalian emang sahabat terbaik ku," ucap Rey sambil merangkul kedua temannya yang berada di sebelah kanan dan kirinya.


"Eh, tapi jangan peluk-peluk juga lu" ucap Rendy.


"Eh sorry aku biasanya kalau lagi galau gini mamiku yang meluk aku," ucapnya pelan.


"Ah emang lu dasarnya aja anak mami Rey. Manja gitu," ucap Dion.


"Bentar lagi kan Rey punya istri. Kan manjanya udah gak ke maminya tapi ke istrinya hahaha," ucap Rendy sambil terbahak-bahak.


"Bener juga kata lu bro hahaha," lalu Dion pun tertawa.


"Tunggu nih ada undangan pernikahan dariku, buat kalian," ucap Rey membuka tasnya lalu menyerahkan undangan pernikahannya ke kedua sahabatnya.


"Serius lu mau nikah habis kita wisuda dan dapat ijazah?" ucap Dion yang masih terbengong membaca undangannya.


Rendy pun tak kalah terkejutnya dan melihat siapa nama mempelai wanitanya. Ia pun terkejut Rey tidak berbohong akan menikah dengan Risa.


"Berarti lu gak sampai seminggu lagi dong nikah?" ucap Dion.


"Iya, kalian jangan lupa bawa pasangan masing-masing ke pernikahanku," ucapnya tersenyum.


"Siap gue akan bawa cewe gue," ucap Rendy tersenyum.


"Gue yang jomblo bawa siapa dong?" ucap Dion dengan nada sedih.


"Eh Dion kamu gak usah sedih. Kamu bisa cari jodoh kan di resepsi pernikahanku nanti hehehe" ucapnya sambil cengengesan.


"Eh iya juga ya, kali aja ada cewe cakep yang suka sama gue," gumamnya sambil tersenyum sungging.


"Gue yakin pasti ada yang mau sama lu. Secara kan lu gak jelek-jelek amatlah. Ya lumayan lah," ucap Rendy mengejek.


"Apa lu bilang, tampang gue lumayan. Wah lu nyari ribut sama gue!" ucap Dion.

__ADS_1


"Ya emang kenyataannya gitu kan? Masih cakepan juga gue!" ucap Rendy dengan pedenya.


Dion sama Rendy kalau sudah berbicara memang seperti Tom and Jerry. Selalu bertengkar apapun yang sedang dibahas. Rey pun sudah terbiasa menjadi penengah mereka saat bertengkar. Makanya mereka bertiga bersahabat karena mereka saling melengkapi satu sama lain.


__ADS_2