Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 38 - Cemburu..


__ADS_3

"Hamil dari mana, orang belum melakukan apapun." Batin Risa.


"Aku gak mung.. Mungkin..."


Belum selesai mengucapkan Risa pun sudah pingsan. Beruntung Mami Ana segera menangkapnya.


"Papi.. Rey... Bibi.... Risa pingsan," ucapnya dengan berteriak dan khawatir.


Rey yang mendengar Risa pingsan pun langsung berlari ke dapur. Papi Aldi pun juga khawatir dengan menantunya pun langsung berjalan menuju dapur. Bi Ijah yang lagi menyapu di taman belakang rumah pun langsung berlari menuju dapur.


"Nak, bangun sayang," ucap Mami Ana khawatir.


"Risa kenapa Mi?" Papi Aldi pun panik melihat menantunya sudah pucat.


"Tadi mual terus pingsan Pi," ucapnya.


"Sayang," ucapnya khawatir yang melihat Risa wajahnya sudah pucat lalu Rey menggendong Risa dan berjalan menuju kamarnya.


"Pi, telepon Dokter Yudha Papi. Suruh Dokter Yudha kesini," ucapnya yang sudah khawatir.


Lalu Papi Aldi pun menelepon dokter muda itu.


Bi Ijah sudah memberikan minyak kayu putih ke pelipis Risa, tapi belum kunjung sadar. Lalu Bibi pun kembali ke dapur untuk membuat bubur untuk Risa.


Dengan mengebut 15 menit kemudian Dokter muda itu sudah sampai di rumah Keluarga Wijaya.


"Yudha tolong periksa menantuku, dia ada di kamarnya Rey," ucap Papi Aldi.


Yudha pun langsung naik ke lantai dua dan diikuti Papi Aldi dan Mami Ana.


"Yudha, apakah menantuku hamil? Tadi dia mengeluh tidak enak badan, pusing dan sempat mual, itu tanda-tanda awal kehamilan pada umumnya bukan? Waktu itu tante juga sudah kasih Risa obat penyubur kandungan dari kamu dan Risa sudah meminumnya," ucap Mami Ana menjelaskan.


"Bentar saya cek dulu ya tan, tante tenang dulu," ucapnya sambil membuka tasnya.


Rey yang mendengar ucapan maminya pun kaget dan hanya geleng-geleng kepala pelan. Sebegitu inginnya sang mami untuk segera mempunyai cucu. Rey tidak masalah jika menjadi seorang ayah diusianya yang masih terbilang muda 18 tahun. Tapi disisi lain Risa belum siap untuk menjadi seorang ibu. Rey juga tidak mau memaksakan Risa untuk memberikan haknya kepada Rey. Rey pun tidak masalah akan menunggunya sampai Risa siap. Biarlah berjalan semestinya. Dengan Risa yang sudah menerima Rey menjadi suaminya pun sudah cukup bagi Rey. Kebersamaannya dengan Risa pun membuat Rey melewati hari-harinya dengan indah. Itulah yang saat ini ada di pikiran Rey.


Setelah melihat Yudha sedang memeriksa Risa.


"Gimana yud? Apa menantu tante hamil?" ucapnya penuh harapan.


Yudha pun berbicara. "Menantu tante hanya masuk angin saja dan juga kelelahan serta mengalami dehidrasi," ucapnya sambil berdiri.


Mami Ana pun langsung kecewa mendengar perkataan Yudha. Rey yang melihat maminya kecewa pun merasa sedih.


"Ini saya kasih vitamin sama obat untuk pusing dan mualnya ya Rey, nanti biar diminum setelah makan" ucap Yudha sambil menyerahkan obatnya.

__ADS_1


"Makasih Kak Yudha," ucap Rey.


"Yud, Om sudah transfer ke rekening kamu ya. Nanti kamu cek," ucapnya sambil tersenyum.


"Terima kasih Om. Harusnya gak usah transfer Yudha Om. Yudha kan sudah menganggap keluarga Om sebagai keluarga Yudha sendiri," ucapnya dengan senyuman.


"Kamu baik sekali nak. Kalau saja Om punya anak kedua perempuan pasti Om jodohkan sama kamu, Tapi sayangnya Om hanya punya anak satu dan itu pun laki-laki" ucapnya sambil cekikikan.


"Hahaha Om bisa aja. Ya sudah kalau begitu Yudha pamit dulu ya Om, Tante dan Rey. Yudha mau langsung ke rumah sakit," ucapnya.


Risa pun mulai membuka matanya saat mendengar suara orang asing di kamarnya.


"Terima kasih banyak Kak," ucap Rey.


"Sama-sama kalau ada apa-apa WhatsApp kakak saja," ucapnya sambil tersenyum.


Rey mengangguk pelan.


"Say, aku kenapa?" ucap Risa lirih.


"Kamu tadi pingsan yang," ucap Rey sambil membantu Risa berbaring di back board.


"Risa habis ini kamu makan dan segera minum obatnya ya. Semoga lekas sembuh," ucap dokter muda tersebut.


"Iya, terima kasih dok," ucapnya tersenyum tipis.


Mami Ana lalu mengantar Yudha ke depan.


"Yud, kok menantu tante belum hamil juga ya? Padahal udah tante kasih obat penyubur kandungan. Apa obatnya memang tidak bereaksi dengan cepat?" ucapnya dengan penuh pertanyaan.


"Gak mungkin bisa bereaksi kalau tidak ada tindakan yang lebih lanjut tante. Ibaratnya seperti tanaman kalau tidak disiram dengan air juga tidak akan cepat tumbuh," ucapnya sambil tersenyum.


"Maksud kamu yud? Bicaramu muter-muter tante jadi bingung," ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mereka belum melakukannya tan. Jadi obat itu tidak akan bereaksi. Soalnya pasien saya saja 85% sudah membuktikan setelah minum obat penyubur kandungan itu mereka hamil," ucapnya kembali.


Mami Ana pun paham sekarang, kalau Rey dan Risa belum membuatkan cucu untuknya.


"Gimana ya yud solusinya? Sampai sekarang mereka belum melakukannya juga," ucap Mami Ana kebingungan.


"Yudha punya ide tante, Yudha sebenarnya malu sih mengatakan hal ini. Soalnya Yudha juga belum menikah hehehe. Cara ini yang kemungkinan akan berhasil agar Tante segera punya cucu," ucapnya dengan tersipu malu.


"Apa yud? Cepat katakan! Jangan bikin tante nambah bingung," ucapnya seraya ingin tahu rencana Yudha.


Lalu Yudha pun membisikkan suatu rencananya ke Anastasya.

__ADS_1


"Wah, ide kamu memang benar-benar brilian yud," ucapnya dengan mata yang berbinar.


"Itu sepertinya cara satu-satunya yang harus tante lakukan," ucapnya sambil tersenyum.


"Baiklah akan Tante lakukan," sambil tersenyum senang.


...*****...


Risa sekarang sudah sembuh dari sakitnya. Sekarang lagi pemotretan bersama dengan Rey.


Gaya pemotretan Reynaldi Wijaya untuk cover majalah.



"Ganti gaya candid coba Rey," ucap sang fotografer.



"Rey, Good Job!" ucap sang fotografer sambil mengacungkan jempolnya.


Setelah Rey selesai pemotretan Rey pun mencari Risa yang melakukan pemotretan di luar. Betapa kagetnya saat Rey melihat Risa sedang pemotretan dengan seorang laki-laki. Risa pun menggandeng lengannya.


Gaya Risa Alexander saat pemotretan untuk cover majalah.



Setelah Risa selesai pemotretan pun Rey langsung menghampiri Risa.


"Ayo pulang!" ucapnya dengan ketus.


"Loh say kita kan biasanya makan dulu sebelum pulang," ucapnya terheran-heran karena Rey tidak biasanya seperti ini.


"Kita langsung pulang aja, nanti malam aja kita makan di luar!" ucapnya tanpa kata yang seperti biasanya. Meskipun Rey sedang marah tapi rencana dinner nanti malam gak boleh gagal.


Risa pun mengerti kalau Rey sedang ngambek. Lebih tepatnya cemburu dengan apa yang tadi ia lihat saat Risa sedang pemotretan foto cover majalah dengan teman model lainnya.


Kali ini mereka ke pemotretan bawa motor moge punyanya Risa. Rey pun melajukan motornya dengan kencang. Risa pun takut kalau terjatuh akhirnya Risa memeluk Rey dengan erat. Rey pun tersenyum melihat tangan Risa yang melingkar diperutnya dan memeluknya dengan erat, meskipun ia sedang marah dengan Risa.


Akhirnya mereka sampai rumah. Setelah mengucapkan salam Rey langsung masuk ke kamarnya. Mami Ana yang melihat anaknya sedang ngambek pun bingung dan langsung bertanya dengan menantunya.


"Sayang Rey kenapa? Kok kelihatan sedang ngambek sama kamu?" Tanyanya penasaran.


"Biasa Mami Rey sedang cemburu, tadi Risa pemotretan sama model lainnya," ucapnya sambil terkekeh.


"Oh, jadi cuma karena kamu foto sama model lain Rey cemburu hahaha," Mami Ana pun langsung tertawa.

__ADS_1


"Hehehehe iya begitulah Mami," ucapnya sambil cengengesan.


__ADS_2